TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Galak dan keras kepala


__ADS_3

Daffa begitu bingung saat Melihat Michel yang tak kunjung memakai sabuk pengamannya, Daffa akhirnya terpaksa harus memasangkan sendiri Sabuk pengaman tersebut kepada Michel, Ia sedikit membungkuk ke sebelah kiri seperti hendak memeluk Michel untuk menarik sabuk pengaman yang berada di kursi Michel, dan melingkarkan benda tersebut di tubuh Michel.


Seketika Michel terkesiap dengan perbuatan Dafa, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Daffa berani melakukan hal itu, Padahal tadi Michel hanya sedang mengerjainya saja untuk membuat dia kesal, ia sangat terkejut saat melihat tubuh dan wajah Dafa berada persis di hadapannya seperti hendak memeluk dan mencium dirinya.


"Ehhhh ngapain Lo" teriak Michel kaget namun seketika tatapan mereka bertemu, dan tubuh mereka terkunci beberapa saat dengan posisi seperti itu, begitu sangat dekat.


Sesaat kemudian Dafa tersadar dan segera menjauhkan tubuhnya dari Michel.


"Ma_maaf Non... saya hanya ingin memasangkan sabuk pengaman Non Michel" ucap Daffa gugup


"Lo mau mau modus kan sama gue" tuduh Michel, ia pun sama gugup nya dengan Dafa atas kejadian tadi, namun ia berusaha menyembunyikannya.


"Nggak Non... saya gak bermaksud kurang ngajar sama Non Michel" bantah Dafa, Saat ini keduanya sama-sama salah tingkah atas kejadian yang tidak di sengaja tadi.


"Awas ya kalo Lo berani macam-macam sama gue, gue laporin Lo ke bokop gue biar Lo dipecat" ucap Michel dengan penuh peringatan.


"Ia non saya janji saya tidak akan melakukannya lagi, Oia non... ini bantal buat Non Meisya" ucap Dafa Sebelum melajukan Mobilnya, ia mengambil sebuah bantal kecil dari kursi belakang, kemudian ia memberikannya pada Michel untuk menutupi paha Michel yang terbuka, karna saat itu Michel Tengah mengenakan rok mini, hingga paha mulusnya itu terlihat dengan sempurna hingga membuat Daffa merasa tidak nyaman, hanya bantal itu yang bisa ia gunakan untuk menutupi paha Michel, sebab Jaket miliknya sudah ia pinjamkan kepada Michel untuk menutupi sebagian tubuh nya.


"Buat apa Elo ngasih bantal ini ke gue"tanya Michel bingung.


"Tidak apa-apa, simpan saja di pangkuan Non Michel, siapa tau Non Michel


butuh bantal itu untuk tidur" ucap Daffa bohong, ia merasa tidak enak jika harus mengatakan alasan yang sebenarnya.

__ADS_1


Michel mengerutkan keningnya mendengar alasan Daffa, dan sesaat kemudian Michel mengerti alasan Dafa memberikan bantal tersebut, kemudian seulas senyuman terlihat di bibir Michel, saat ini ia sudah tau, apa yang menjadi kelemahan Dafa, suatu saat ia akan memanfaatkan kelemahan tersebut untuk membuat Dafa merasa tidak nyaman dan mengundurkan diri dengan sendirinya.


"Kenapa senyum-senyum Non" tanya Dafa saat melihat Michel melamun dan senyum-senyum sendiri.


"Ng_ngak... " ucap Michel terkesiap "Gak usah liat-liat gue, Lo pokus aja liat ke depan" sembur Michel lagi.


******


Tepat pukul 12 malam, Mobil yang ditumpangi Daffa dan Michel akhirnya Sampai di sebuah rumah mewah yang menjadi kediaman keluarga Farhan Wiratama, yang saat ini menjadi majikan Daffa.


"Non....bangun Non, kita sudah Sampai" ucap Daffa membangunkan Michel yang tengah tertidur pulas di dalam mobil, namun tidak ada respon sama sekali dari perempuan itu.


Dafa mencoba membangunkan Michel sekali lagi, kali ini ia memberanikan diri mengguncang lengan Michel pelan namun tetap saja Michel tak bergeming, tak ada tanda-tanda bahwa ia akan bangun, Michel hanya menggeliat sebentar kemudian tertidur lagi, mungkin karna ia kelelahan hingga membuat matanya terasa lengket.


"Gimana ini, kenapa Non Michel gak bangun-bangun, aku gak mungkin meninggalkan dia tidur di mobil sendirian, tapi aku juga gak mungkin menggendongnya" ucap Daffa pelan dan juga bingung.


Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Daffa memutuskan untuk menggendong Michel ke kamarnya, awalnya ia berniat untuk meninggalkan Michel di dalam mobil tapi ia tidak tega, Daffa memberanikan diri untuk melakukan hal tersebut, karna saat ini ia tidak mempunyai pilihan lain.


Setelah keluar dari dalam mobilnya, Daffa mengelilingi mobil tersebut untuk membuka pintu Mobil sebelah kiri yang di tempati oleh Michel saat itu, ia membuka sabuk pengaman yang melingkar di tubuh Michel, dengan sekuat tenaga, Dafa menggendong tubuh Michel untuk keluar dari dalammobil tersebut, kemudian ia berusaha membuka pintu rumah majikannya itu menggunakan kunci cadangan yang ia bawa tadi, Daffa melakukan hal tersebut dengan sangat susah payah, karna.. kedua tangannya tengah ia gunakan untuk menggendong tubuh anak majikannya yang sangat keras kepala itu, Daffa melakukan hal itu karna ia tidak mau membangunkan orang rumah malam-malam seperti ini.


Dafa menaiki sebuah anak tangga satu persatu, seraya membawa tubuh seorang wanita yang cukup berat, untuk mengantarkannya ke kamarnya, namun perempuan tersebut masih saja tidur dengan nyenyak, Jika saja ia tau jika saat ini ia tengah berada dalam pangkuan pria yang sangat ia benci, pasti ia kan segera meloncat dan memaki pria yang selalu mengagalkan rencananya itu


Sesaat Dafa tidak sengaja melirik ke arah wajah wanita yang ada di dalam gendongannya saat ini, wanita itu tampak begitu cantik, dan juga manis, Daffa segera mengalihkan pandangannya kembali ke arah lain, baru kali ini ia melakukan hal seperti itu terhadap seorang perempuan, itupun karna ia terpaksa.

__ADS_1


Dengan perlahan Daffa membaringkan Michel di atas tempat tidur, sampai di sana pun Michel masih tetap tidak bergeming sedikitpun, Kemudian Daffa membalutkan sebuah selimut tebal di atas tubuh Michel.


"Ternyata Non Michel kebluk juga " ucap Daffa dengan seutas senyum di bibirnya, melihat kelakukan Michel yang sangat sulit untuk di bangunkan, Saat tertidur seperti itu sudah tidak nampak lagi wajah galak dan juga keras kepala seperti biasanya , yang terlihat saat itu hanyalah wajah yang damai dan juga lembut.


**********


"Mana Michel " tanya Andrew seraya mengedarkan pandangannya saat melihat Jessy dan Chika menghampirinya, karena ia sudah terlebih dulu tiba di kelab malam tersebut.


"Tadi kita udah jemput Michel di rumahnya, tapi pas nyampe sini tiba-tiba si kak Daffa nongol, trus Michel di gondol lagi deh sama dia" jelas Jessy.


"Sialan tuh supir, ngintilin Michel terus, harus gue kasih pelajaran tuh anak" ucap Andrew geram.


"Di itu bukan sekedar supir, tapi sekaligus pengawal pribadi Michel, semua ini bukan salah dia, kak Daffa itu cuman ngejalanin tugasnya aja" bela Chika.


"Halahhh palingan dia cuman pengen cari muka aja di depan bokap Michel, biar di kasih duit yang banyak" bantah Andrew.


"Kak Daffa itu gak kaya gitu orangnya, dia itu jujur dan juga bertanggung jawab" bela Jessy.


"Kalian itu baru kenal beberapa hari sama dia, kalian belum tau sifat asli dia kaya gimana, jadi kalian gak usah soksoan belain dia"ucap Andrew lagi.


"Kita itu gak belain dia kak, tadi kita liat sendiri Kak Daffa nolak tawaran Michel mentah-mentah padahal tadi Michel udah nawarin dia uang berepapun yang dia mau" kelas Jessy lagi.


"Mungkin dia punya maksud lain Ngelakuin semua itu" ucap Andrew tak mau kalah...

__ADS_1


"Udah-udah gak usah berdebat mulu, mending kita Happy-happy aja sekarang, ayo Jes kita kesana" Ucap Chika melerai perdebatan Jessy dan Andrew, kemudian mereka berpamitan kepada Andrew.


..."Hai-hai maaf ya Neneng baru sempet update lagi, soalnya Neneng lagi sibuk banget🤭 Kasih dukungannya dong sama Neneng ... biar Neneng tambah semangat nulisnya " 🙏😘 Terima kasih ❤️❤️...


__ADS_2