
Michel pulang ke rumah nya dengan perasaan kesal, karna rencananya untuk pergi bersama kekasihnya terpaksa di batalkan, di sepanjang perjalanan ia tidak mengeluarkan suara sepatah katapun, hanya ada kesunyian di dalam mobil mewah tersebut.
Sesampainya di rumah, Michel segera keluar dari mobilnya tanpa menunggu mobil tersebut benar-benar berhenti sempurna, ia berlari masuk ke dalam rumah dengan wajah yang di tekuk.
"Non Michel sudah pulang" tanya bibi saat berpapasan dengan Michel, ia merasa heran karna tidak biasanya anak majikannya itu pulang sesiang ini.
"Ia bi... semua ini gara-gara Papi sama si supir nyebelin itu" gerutu Michel.
"Non mau langsung makan? "
"Nggak bi, aku gak laper"
"Tapi kan non Michel baru pulang kuliah, pasti non Michel belum makan siang, memangnya Non Michel gak lapar "
"Selera makan aku udah ilang bi, aku ke kamar dulu ya" ucap Michel meninggalkan asisten rumah tangganya itu.
"Assalamualaikum... " ucap Dafa saat masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam..." jawab bibi.
"Mas Dafa sudah makan" ucap Bibi lagi.
"Belum bi, saya belum lapar"
"Nanti kalau sudah lapar, ngambil aja sendiri ya di dapur"
"Ia bi, Oia bi kalau boleh tau, kamar saya dimana ya bi"
"Oh... kamar mas Dafa ada di atas, di sebelah kamar non Michel, tadi pagi Tuan Meminta saya untuk menyiapkan kamar itu untuk di tempati mas Dafa" jelas Bibi
__ADS_1
"Kenapa kamar saya di atas bi, bukannya biasanya supir itu kamarnya di bawah" tanya Dafa heran.
"Tuan bilang sama saya, katanya biar Mas Daffa bisa terus mengawasi Non Michel, Tuan takut kalau Non Michel kabur" jelas Bibi lagi "Ayo bibi tunjukan kamar mas Daffa"
Pak Farhan Memang sengaja menempatkan Dafa di kamar yang bersebelahan dengan kamar Michel, semua itu ia lakukan agar memudahkan Dafa mengawasi putrinya, sebab ia tau betul putrinya adalah anak yang nekat, dan Michel tidak akan tinggal diam begitu saja, dan menerima semua ini, Pak Farhan juga tidak memperlakukan Dafa seperti supir-supir lain pada umumnya, ia terkesan menspesialkan Daffa, semua ini ia lakukan sebagai bentuk terimakasih nya terhadap Dafa yang pernah menolongnya waktu itu, karna pada saat itu Dafa tidak mau menerima uang pemberiannya.
Daffa mengistirahatkan tubuhnya beberapa saat di kamar tersebut, ia keluar dari kamar itu setelah shalat Ashar, ia turun ke dapur untuk mengisi perutnya yang sudah mulai terasa lapar, dan kebetulan... saat itu bibi juga barusaja masuk ke dapur sambil membawa nampan berisi makanan
"Bibi dari mana" tanya Daffa saat melihat raut wajah bibi tampak bingung.
"Bibi dari kamarnya Non Michel untuk membawakan makanan, tapi Non Michel nya gak mau, Non Michel nyuruh bibi buat membawa lagi makannya, bibi khwatir sama Non Michel, bibi takut mag nya non Michel kambuh lagi kalau Non Michel telat makan" ucap bibi khawtir
"Ya udah biar saya aja yang membujuk Non Michel" ucap Daffa seraya mengambil nampan berisi makanan dan Minuman yang di bawa bibi tadi.
"Mas Dafa yakin bisa bujuk Non Michel, soalnya non Michel itu orang nya sedikit keras kepala" jelas Bibi kepada Dafa.
"Kita gak akan tau kalau belum mencobanya" jawab si pria kalem itu, seraya menyematkan sedikit senyuman di bibirnya.
"Masuk aja bi... gak di kunci" teriak Michel dari dalam kamar, ia mengira bahwa yang mengetuk pintu tersebut adalah Bibi.
Setelah di persilahkan masuk oleh si pemilik kamar, Dafa segera masuk ke dalam kamar yang berukuran sangat luas dan memiliki fasilitas yang lengkap dan juga dipenuhi oleh barang-barang mahal, ia membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman untuk anak majikannya yang keras kepala itu
"Ngapain Lo kesini" sembur Michel saat melihat pria yang telah membuatnya kesal itu masuk ke dalam kamarnya.
"Saya membawakan makanan untuk Non Michel, Non Michel pasti lapar belum makan siang" ucap Daffa seraya meletakan nampan tersebut di atas nakas.
"Gue gak laper, selera makan gue ilang gara-gara Lo tadi, lebih baik Lo bawa lagi makannya keluar"
" Non Michel yakin gak lapar... padahal bibi sengaja masakin makanan kesukaan Non Michel, kelihatannya makanan ini enak banget loh Non" bujuk Dafa
__ADS_1
"Kalo gue bilang gak mau ya gak mau , kenapa lo gak ngerti-ngerti sih"
"Ya udah kalau gitu, aku aja yang makan ya, soalnya aku udah lapar banget" ucap Daffa seraya menarik sebuah kursi dan mendaratkan tubuhnya di kursi tersebut, kemudian ia mengambil piring yang ia simpan di atas nakas, Tadi Dafa sengaja membawa dua piring yang berisi makanan untuk ia dan juga Michel.
"Eh... ngapain Lo duduk di situ" ucap Michel yang melihat Daffa Dudu di hadapannya.
"Non Michel gak liat kalo aku mau makan"
" Ngapain Lo makan di kamar gue, keluar lo dari kamar gue" usir Michel.
"Saya udah lapar banget non dari tadi siang saya belum makan, saya gak kuat kalau harus balik lagi ke bawah, Bismillahirrahmanirrahim" ucap Daffa seraya seraya mengigit ayam bakar yang di buat bibi, Dafa terlihat lahap menikmati makanan makanannya, hingga membuat Michel menelan liurnya, dan tiba-tiba perutnya ikut keroncongan, sejak tadi tatapan Michel tidak berhenti memperhatikan Dafa yang sedang asik menikmati makanannya, apalagi makanan tersebut adalah makanan kesukaannya.
"Alhamdulillah.... ternyata masakan bibi benar-benar enak " ucap Dafa setelah mengabiskan makanannya. "Non Michel beneran gak mau, kalau Non Michel gak mau, makanan Non Michel buat saya aja ya, soalnya mubajir kalau gak di makan" ucap Dafa seraya mengambil piring jatah Michel, ia berpura-pura hendak memakan makanan tersebut.
"Eh... enak aja lo main ambil-ambil aja, ini kan makanan gue" ucap Michel seraya merebut piring tersebut dari tangan Daffa, ia tidak terima kanannya di habiskan oleh Dafa.
"Kan katanya Non Michel gak mau"
"Itukan tadi, sekarang gue udah laper" ucap Michel seraya memasukkan makanannya ke dalam mulutnya, sebetulnya ia merasa malu sama Dafa, tapi ia benar-benar tidak tahan melihat makanan kesukaannya, apalagi saat ini perutnya sudah benar-benar keroncongan, hingga akhirnya ia membuang jauh-jauh rasa gengsinya, dan menikmati makanannya dengan sangat lahap.
"Bismillah dulu non..." ucap Daffa mengingatkan tapi tidak di hiraukan oleh Michel, Michel masih tetap asik menghabiskan makanannya.
Daffa berusaha menyembunyikan senyumannya saat melihat Michel makan dengan sangat lahap, ia tidak menyangka bahwa caranya itu akan berhasil, sebab dengan cara itu, ia tidak perlu bersusah payah membujuk dan memaksa Michel untuk mau makan, karna dengan rencananya tersebut, Michel makan dengan sendirinya.
"Apaan Lo liat-liat " sembur Michel saat Melihat Daffa terus memperhatikannya, "sebenernya gue masih gak selera buat makan makanan ini, tapi karna Lo maksa, jadi gue terpaksa dech makan makanan ini" Ucap Michel memberi alasan, ia terlalu gengsi untuk mengakui bahwa ia juga lapar dan sangat tergoda saat melihat Daffa makan.
"Maaf non, tapi perasaan... tadi saya gak maksa Non Michel" bantah Dafa.
"Kamu gak usah protes, gue ini majikan elo, jadi Lo gak boleh ngebantah saya karna ucapan majikan itu selalu benar"
__ADS_1
"Baiklah... terserah Non Michel aja, tapi saya baru tau, orang yang terpaksa bisa mengahabiskan makanannya sampai tidak tersisa sedikitpun" ucap Dafa dengan senyuman yang hampir tidak terlihat, seraya membawa piring yang sudah kosong itu keluar dari kamar tersebut.