
Setelah mendengar keadaan Michel dari Fahri, Daffa segera menemui Michel di kamarnya dengan membawakan Makanan untuk istrinya itu.
Akan tetapi saat Daffa masuk ke dalam kamar Michel, Ia melihat Michel sudah tertidur, Kedua matanya tampak sembab dan wajahnya pun terlihat pucat.
Melihat hal itu membuat Daffa merasa bersalah, ia benar-benar tidak menyangka jika keputusannya untuk mendiamkan Michel akan membuat Michel sangat tersiksa.
Karna tidak tega untuk membangunkan istri nya itu, Daffa membiarkan Michel untuk tetap tidur dan beristirahat, agar di saat bangun nanti keadaan Michel akan sedikit membaik.
Daffa membaringkan tubuhnya di sebelah Istrinya dengan sangat hati-hati, agar pergerakan nya tidak membangunkan tidur istrinya itu, kemudian ia mengecup dahi sang istri cukup lama dengan penuh kasih sayang, dan setelah itu ia pun ikut terlelap bersama istrinya seraya memeluk tubuh ramping istrinya itu.
Sesuai melaksanakan shalat subuh, Daffa menyibukkan dirinya di dapur membuat sarapan untuk Michel, Ia memasak makanan kesukaan istrinya itu, agar sang istri bisa makan dengan lahap dan membuat tubuhnya kembali segar.
Setelah selesai membuat masakan, Daffa menata semua masakan tersebut di atas meja makan, menghias masakannya dengan sangat cantik, spesial untuk sang istri, sebagai tanda permintaan maaf nya karna sudah terlalu keras terhadapnya.
Namun belum sempat ia membangunkan Istrinya itu dan mengajaknya makan bersama, Michel sudah turun dari kamarnya terlebih dahulu.
Michel merasa heran karena pada saat ia bangun ia merasa jika tidur nya semalam terasa sangat nyenyak dan juga nyaman. Sebab akhir-akhir ini ia tidak pernah tidur sepulas itu, tapi semalam ia merasa seperti ada seseorang yang menemaninya tidur, ia tidak menyadari jika semalem Daffa tidur bersamanya.
"Kamu sudah bangun" ucap Daffa dengan senyuman di bibirnya saat melihat Michel datang, namun Michel tampak heran melihat perubahan sikap Dafa.
"Ayo duduk, saya sudah masakin makanan kesukaan kamu, pagi ini kamu harus makan yang banyak" Ucap Daffa lagi.
Michel tampak tertegun melihat sikap Daffa yang sudah kembali seperti semula.
"Ayo Chel... kenapa kamu diam saja" Daffa menggiring tubuh sang istri untuk duduk. Michel mengikutinya dengan patuh.
"Daf... kamu__ kamu udah gak marah lagi sama aku" Tanya Michel masih tampak bingung.
"Nggak... aku gak pernah marah sama kamu, aku hanya ingin membuat kamu mengerti tentang arti sebuah pernikahan"
"Maaf karna aku sudah terlalu keras sama kamu, sampai-sampai aku tidak memperhatikan kamu" jawab Daffa yang hendak mengambilkan nasi dan juga lauk pauk kedalam piring untuk Michel.
"Nggak Daf... kamu gak perlu minta maaf sama aku, aku memang salah"
"Aku yang harusnya minta maaf sama kamu"
"Aku sudah__" ucap Michel menggelengkan kepalanya.
"Ssssstttt " ucap Daffa seraya membenamkan telunjuknya di bibir Michel.
"Aku gak mau bahas hal itu lagi"
"Lebih baik sekarang kamu makan yang banyak agar tubuh kamu kembali fit"
"Aku gak suka ngeliat kamu lemes seperti ini"
"Makasih Daf... kamu udah mau maafin aku" ucap Michel seraya memeluk tubuh suaminya. Dan setelah itu hubungan mereka kembali membaik.
Setelah selesai sarapan, Michel membantu Daffa membereskan meja makan dan juga mencuci piring kotor, walaupun sebenarnya Daffa sudah melarangnya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut karna keadaan istrinya itu masih belum benar-benar Fit.
Saat ini Michel dan Daffa tengah berada di halaman depan untuk menghirup udara segar di pagi haribsambil menyiram tanaman dan bunga-bunga yang ada di sana.
"Sini Daf biar aku aja yang nyiram tanamannya" ucap Michel hendak merebut sebuah selang air yang tengah di gunakan Daffa.
"Tidak usah... kamu cukup liatin aja, tadi kan kamu sudah cuci piring, jadi sekarang giliran aku" tolak Daffa.
"Udah sini gak apa-apa" Michel merebut nya dari tangan Daffa, dan mengambil alih pekerjaan Daffa.
Tapi bukan Michel namanya kalau mengerjakan pekerjaan dengan benar.
__ADS_1
Diam-diam ia menyemprotkan air ke tubuh Daffa hingga membuat suaminya kaget dan juga pakaiannya basah.
"Chel udah chel" ucap Daffa seraya menutup wajahnya dengan lengan.
"Sekalian mandi pagi Daf hahaha" ucap Michel tertawa senang.
Tapi Daffa justru malah tersenyum melihat kejahilan istrinya, apalagi saat melihat istrinya tertawa bahagia seperti itu. namun Daffa tidak tinggal diam begitu saja, ia berusaha merebut selang air yang di pegang Michel untuk membalasnya, tapi Michel memegang selang itu dengan sangat kuat hingga Daffa kesulitan untuk mengambilnya, mereka berdua tertawa bersama sambil berebut selang tersebut hingga tubuh mereka basah kuyup.
"Ahahaha.... ampun Daf ampun...." ucap Michel saat Daffa menggelitiki tubuhnya sambil memeluknya dari belakang.
"Nggak... aku gak akan ngelepasin kamu sebelum kamu minta maaf sama suami kamu ini"
"Ok ok... aku minta maaf, Hahaha geli" Daffa masih menggelitik istrinya
"Aku ingin denger kamu minta maaf dengan kata-kata yang manis" ucap Daffa lagi
"Ia ia... tapi lepasin dulu" Michel memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Daffa.
"Ayo sekarang katakan" ucap Daffa seraya melingkarkan tangannya di pinggang Michel.
"Maafin istri mu yang jahil ini ya suamiku..." ucap Michel sambil menatap wajah tampan Suaminya.
"Nggak... Masih kurang manis" ucap Daffa berpura-pura memalingkan wajahnya
"ok ok aku ulangin ya"
"Ehm...ehm..." Michel melakukan aba-aba
"Maafin istri mu ini ya suamiku sayang....."
"suamiku yang paling ganteng, paling Sholeh, paling rajin, baik hati dan tidak sombong" ucap Michel lagi.
"Udah ya jangan marah lagi" lanjut Michel seraya mengecup bibir Daffa.
"Liat tuh pakaian kamu juga basah, nanti kamu masuk angin sayang..."
"Ayo masuk ke dalam"
"kamu harus mandi air hangat dan ganti pakaian" Daffa merangkul tubuh sang istri untuk masuk ke dalam rumah.
Namun Saat mereka berbalik badan, ternyata ada seseorang yang sejak tadi menyaksikan kemesraan dan juga percakapan mereka. Ya.. dia adalah Jessy, ia sengaja datang pagi-pagi untuk memberikan kejutan kepada Daffa bahwa kakinya sudah sembuh, dan ia sudah bisa berjalan sendiri, ia juga membawakan sarapan untuk Daffa.
"Je_Jessy... sejak kapan Lo di sini" ucap Michel terkejut.
"Tega Lo Chel sama gue, tega Lo bohongin gue" ucap Jessy dengan air mata yang menggenang di kedua bola matanya, hatinya benar-benar sakit melihat semua itu.
"Kenapa Lo rahasiain semua ini dari gue Chel"
"Kenapa lo gak pernah bilang kalo Lo udah nikah sama kak Daffa"
"Gue bisa jelasin Jes... gue gak bermaksud bohongin elo" Ucap Michel sambil berjalan mendekati Jessy.
"Trus apa namanya kalo bukan bohong"
"Selama ini Lo sengaja ngasih harapan ke gue Chel"
"Lo bikin gue keliatan bodoh di depan kalian"
"Jahat Chel Lo jahat"
__ADS_1
"Tolong jangan bicara seperti itu Jes"
"Tolong dengarkan dulu penjelasan kita Jes..."
"Ini semua gak seperti yang kamu pikirkan" Daffa pun akhirnya ikut bicara.
"Kalian berdua sama aja"
"Kalian udah sekongkol bohongin gue"
"kalian bener-bener gak punya hati"
"Aku pikir kak Daffa adalah laki-laki yang baik ya g pernah aku temui di dunia ini"
"Tapi aku salah"
"Kak Daffa sama aja dengan laki-laki lain"
"Sama-sama bajingan"
"Jes... Daffa gak salah"
"Aku yang minta dia buat rahasiain semua ini dari kalian" Michel tidak terima mendengar Jessy menghina suaminya.
"Apapun alasannya, gue bener-bener kecewa sama Lo Chel"
"Mulai sekarang Lo bukan temen gue lagi"
"Gue benci sama Lo, gue benci sama kalian berdua" teriak Jessy yang kemudian pergi meninggalkan Michel.
"Jes... tunggu Jes, dengerin dulu penjelasan gue, ini gak seperti yang Lo pikirin" Michel mengejar Jessy dan meraih tangannya.
"Lepasin Chel... gue udah gak mau ngomong sama Lo lagi, gue nyesel punya sahabat kaya Lo" Jessy menghempaskan tangan Michel dengan sekencang-kencangnya dan penuh emosi.
"Jes... plis dengerin gue dulu Jes..." Michel tidak menyerah begitu saja, ia terus mengejar Jessy hingga Jessy sampai naik ke dalam mobilnya.
"Minggir Chel... gua udah gak mau liat muka Lo lagi, gue ud muak, jangan pernah temuin gue lagi" Kali ini Jessy mendorong tubuh Michel sebelum ia masuk ke dalam mobil, hingga membuat Michel terjatuh, namun Jessy tidak memperdulikan semua itu, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Chel kamu gak apa-apa kan" Daffa langsung menghampiri istrinya saat Melihat Michel terjatuh.
"Jes.... maafin gue Jes, gue gak bermaksud buat bohongin elo" Teriak Michel meskipun Mobil Jessy sudah menjauh. ia masih terduduk lemas dengan isak tangisnya.
"Daf.... Anter aku ke rumah Jessy Daf... aku mau jelasin semuanya sama dia".
"Ia Chel... nanti aku anter kamu kerumah Jessy tapi kamu harus istirahat dulu, badan kami masih lemes"
"Nggak Daf... aku mau nyusul Jessy sekarang"
"Anterin aku ke rumah Jessy sekarang juga" Ucap Michel lagi seraya menggoyang-goyangkan tangan Daffa.
"Ia ia... tapi kamu ganti baju dulu ya, baju kamu basah" bujuk Daffa lagi.
"Ayo aku bantu kamu bangun" Daffa membantu Michel untuk bangun namun Tiba-tiba tubuh Michel ambruk dan tidak sadarkan diri.
Daffa benar-benar panik saat melihat istrinya pingsan, ia langsung membawa Michel ke kamarnya dan segera menghubungi dokter keluarga Michel, wajah Michel bener-bener tampak pucat.
Tak berselang lama, Dokter pun datang, ia langsung memeriksa keadaan Michel.
Dan ternyata Daffa dan Michel kembali mendapatkan sebuah kejutan, Dokter tersebut mengatakan bahwa saat ini Michel tengah mengandung, ada janin yang tumbuh di rahim Michel, itulah yang menyebabkan Michel selalu merasa lemas dan tidak nafsu makan.
__ADS_1
Daffa benar-benar bahagia dan bersyukur atas kabar tersebut, Ia tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah atas karunia yang telah Allah berikan kepadanya.
Antara senang dan juga sedih, itulah yang di rasakan Michel saat ini, ia merasa bahagia atas kehamilannya, namun ia juga merasa sedih dengan masalah yang ia hadapi saat ini bersama Jessy.