
Setelah selesai kuliah Daffa menunggu Michel di parkiran, ia berdiri sambil bersandar di depan mobil yang ia kendarai tadi pagi seraya memainkan ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Michel.
"Chel... saya menunggu kamu di parkiran" Daffa mengirimkan pesan tersebut kepada Michel, namun Michel tak kunjung membalas pesan yang ia kirimkan, sepertinya Michel masih sangat marah kepadanya.
Setelah cukup lama Daffa menunggu Michel, akhirnya Michel datang bersama teman-temannya.
"Non... ayo kita pulang" ucap Daffa seraya membuka pintu mobil untuk Michel.
"Nggak.. Lo pulang duluan aja, gue mau jalan sama temen-temen gue" tolak Michel, ia melewati Daffa begitu saja dan berjalan menuju ke mobil Chika.
"Michel... tunggu, kamu mau jalan kemana" Ucap Daffa seraya mengejar Michel.
"Lo gak perlu tau gue mau pergi kemana, yang pasti hari ini gue mau bersenang-senang, gue udah bosen diem di rumah terus, dan satu hal lagi, kali ini tolong jangan gangguin gue, dan tolong jangan ikutin gue, hari ini gue pengen bebas" jawab Michel kesal, kemudian ia masuk ke dalam mobil milik Chika.
"Kak Daffa... aku pergi dulu ya" ucap Jessy sambil tersenyum.
"Jes... buruan Masuk" teriak Michel dari dalam mobil.
"Ia... ia bentar... gue pamit dulu sama calon suami gue" Jawab Jessy sambil masuk ke dalam mobil, kemudian mobil yang di tumpangi Michel dan kawan-kawannya melesat meninggalkan Daffa yang tengah berdiri mematung di sana.
"Chel... sebenarnya hari ini Lo kenapa sih marah-marah terus, lo lagi ada masalah" tanya Jessy bingung.
"Nggak... gue gak kenapa-napa, mungkin karna gue mau PMS kali" jawab Michel
"Trus sekarang kita mau kemana nih" tanya Chika yang tengah mengendarai mobil.
"Kita ke tempat biasa aja, udah lama gue gak kesana" jawab Michel dengan tatapan lurus ke depan.
"Chik... kamu turunin aku di sini aja ya... nanti biar aku naik angkot aja ke rumah" ucap Ayu yang sudah tau arah tujuan mereka.
"Yu... Lo ikut aja deh sama kita-kita, lo kan belom pernah nongkrong bareng sama kita" ucap Jessy.
__ADS_1
"Ia yu... kali ini... aja, sesekali mah gak apa-apa kali yu kita nongkrong bareng"ucap Chika
"Nggak Jes... Chik... nanti ayah aku nyariin" tolak Ayu.
"Lo bilang aja yu sama bokap lo.... kalo Lo maen ke rumah gue, pasti ayah lo gak bakalan marah, orang tua lo kan udah kenal sama kita-kita, lagian kita juga sering kan nginep di rumah Lo"bujuk Jessy.
"Tapi_" ucap Ayu bingung.
"Ayolah Yu... plis...." bujuk Jessy lagi.
"Ya sudah kalau gitu, tapi jangan malem-malem ya pulangnya" jawab Ayu akhirnya menyerah.
"Yeyyyy akhirnya Lo mau ikut juga, ok deh gue janji kita gak akan pulang malem-malem"jawab Chika tampak gembira.
Sejak tadi Daffa benar-benar gelisah menunggu kedatangan Michel, malam sudah semakin larut tapi istri nya itu tak kunjung pulang, ia sudah berkali-kali menghubungi Michel dan mengirimkan pesan, tapi Michel tidak menjawabnya ataupun membalas pesannya, ia berusaha mengalihkan pikirannya dengan menyibukkan diri dengan membuka laptop untuk mengerjakan pekerjaannya namun tetap saja pikirannya tidak pokus, ia terus menerus menatap ke arah pintu berharap istrinya kembali.
"Ya Allah.... kamu pergi kemana chel, kenapa udah jam segini kamu belum pulang juga" ucap Daffa seraya mengusap wajahnya dan menghela nafas panjang.
Sebelum Daffa melajukan mobilnya, ia berpikir terlebih dahulu, kemana ia akan pergi mencari Michel, dan siapa orang yang bisa ia hubungi untuk menanyakan keberadaan Istrinya itu, Daffa sudah mencoba menghubungi Jessy dan Chika namun mereka sama sekali tidak menjawab panggilannya.
"Ya Allah... mereka gak menjawab telepon saya, siapa lagi yang harus saya hubungin" ucap Daffa bingung.
"Ayu... ia Ayu, siapa tau kali ini Ayu ikut bersama mereka" tiba-tiba Daffa teringat kepada Ayu, tanpa berpikir panjang, Daffa segera menghubungi nomor ponsel Ayu, ia benar-benar berharap semoga kali ini Ayu mengangkat telponnya dan bisa memberitau keberadaan Michel.
"Halo Daf... untung kamu nelpon aku,aku benar-benar bingung harus minta tolong sama siapa, Michel Jessy dan Chika sedang mabuk berat, aku gak tau bagaiman caranya membawa mereka pulang" Ucap Ayu tampak kebingungan.
"Apa Michel mabuk ?? baru aja saya mau menanyakan keberadaan Kalian, sekarang kamu dimana, kamu kirim ya alamatnya di mana" ucap Daffa panik.
"Ia Daf... aku akan share lock alamatnya ke kamu" jawab Ayu sebelum mematikan panggilannya, Daffa segera melajukan mobilnya dengan begitu cepat saat mendapatkan alamat dari Ayu.
Setelah sampai di alamat yang di kirimkan oleh Ayu tadi, Daffa segera keluar.dari dalam mobil, kemudian ia masuk ke dalam club yang tampak berisik dengan musik yang begitu keras, pandangannya terus mengitari tempat tersebut untuk mencari keberadaan Istrinya, sulit baginya untuk menemukan Michel sebab tempat tersebut begitu gelap hanya lampu disko yang menjadi penerangan di sana, bau alkohol dan juga asap rokok sangat menyeruak di Indra penciuman nya, begitu banyak orang yang berlalu lalang disana, ada yang berjoged, mabuk-mabukan bahkan bermesraan di depan umum, Daffa benar-benar kesulitan untuk menemukan Michel.
__ADS_1
"Kak Daffa" teriak Ayu seraya melambaikan tangannya, Daffa buru-buru menghampiri Ayu dan juga teman-teman nya yang tengah mabuk.
"Akhirnya Kak Daffa datang juga, aku bener-bener bingung kak, mereka bertiga mabuk berat, tingkah laku mereka sudah semakin aneh" ucap Ayu bingung, mereka bertiga sudah semakin tidak bisa di kendalikan, bicara mereka sudah tidak jelas, tertawa-tawa, berjoget bahkan mereka tidak segan untuk menggoda para lelaki, Ayu sangat takut jika ketiga temannya itu di ganggu oleh pria hidung belang.
"Hey... lo mau... ngapain kesini..., Lo mau minum juga... ayo kita bersenang-senang bersama-sama " ucap Michel menghampiri Daffa dengan sempoyongan.
"Michel... ayo kita pulang" ucap Daffa seraya menahan tubuh Michel agar tidak terjatuh.
"Gue... gak mau pulang... gue masih mau bersenang-senang di sini..." Tolak Michel seraya melepaskan tangan Daffa tapi tubuhnya hampir terjatuh lagi, Daffa langsung menahan tubuh Michel kembali dengan merangkul pinggangnya.
"Kak Daffa... bagaimana caranya kita membawa mereka keluar, kita cuman berdua sedangkan mereka bertiga" ucap Ayu bingung.
"Saya akan membawa Michel ke dalam mobil terlebih dahulu, kamu tunggu di sini dulu jagain Chika dan Jessy, setelah itu saya akan kembali lagi kesini" ucap Daffa yang tengah kewalahan menahan Michel yang sejak tadi tidak biasa diam.
"Daf... Lo lagi ngapain disini, Michel mabuk lagi" Ucap Fahri menghampiri Daffa,ia datang ke club tersebut untuk merayakan ulang tahun temannya.
"Fahri... lo di sini juga, beruntung banget gue ketemu lo di sini, Michel sama teman-teman nya mabuk berat, gua bingung bawa mereka keluar dari sini, Lo bantuin gue ya" jawab Daffa meminta bantuan.
"Bocah ini bener-bener deh... hobinya ngerepotin orang Mulu, gak.ada kapok-kapoknya ni anak" ucap Fahri kesal.
Akhirnya mereka bertiga berhasil membawa Michel Jessy dan juga Chika keluar dari tempat tersebut, Daffa membopong Michel, Ayu membopong Jessy sedangkan Fahri membopong Chika.
"Sial banget sih gue harus bertemu dengan kalian, bikin repot aja" gerutu Fahri, ia tampak susah payah membopong Tubuh Chika yang sudah tampak sempoyongan, selain itu tangan Chika pun tidak bisa diam, sejak tadi ia terus menggoda Fahri dengan menggerayangi tubuhnya, hal itu membuat Fahri geli.
"Ini cewek agresif banget sih" ucap Fahri seraya menghempaskan sebelah tangan Cika yang sejak tadi menggerayangi wajah dan juga dada nya.
"Fahri... tolongin gue ya, tolong anterin Chika ayu dan Jessy ke rumahnya, kebetulan rumah mereka satu arah, kalo gue nganterin mereka dulu pasti akan memakan waktu lama , Kasian Michel sudah mabuk berat.
"Kok gue sih... kenapa lo gak manggil Taxi aja untuk nganterin mereka bertiga" ucap Fahri kesal.
"Sekarang udah larut malem, memangnya kamu tega membiarkan mereka naik Taxi, kalau mereka kenapa-napa gimana" bujuk Daffa.
__ADS_1
"Hari ini gue bener-bener sial banget, kenapa sih gue harus ketemu sama kalian" gerutu Fahri lagi, walaupun begitu ia tetap mengantarkan Ayu dan teman-temannya untuk pulang, ia tidak tega membiarkan mereka naik Taxi.