
Sebelum adzan subuh berkumandang, Michel sudah bangun terlebih dahulu, ia sengaja memasang alarm di sebelah nya agar dapat membangunkan nya tepat waktu, meskipun berat untuk membuka matanya tapi Michel berusaha untuk bangun, setelah itu ia duduk di tempat tidur untuk mengumpulkan kesadarannya kemudian ia merapikan rambutnya yang berantakan dan mengikat rambutnya tersebut.
"Daf...bangun Daf... bentar lagi subuh" ucap Michel seraya menggoyangkan tubuh Daffa.
Daffa mulai membuka kedua matanya perlahan-lahan kemudian ia mengusap mata dan wajah nya untuk menyeimbangkan penglihatannya "Kamu sudah bangun" ucap Daffa dengan suara berat khas bangun tidur, ia langsung duduk di sebelah Michel dan melihat ke arah jam dinding.
"Kamu gak bisa tidur" tanya Daffa lagi, ia merasa sangat heran melihat Michel sudah bangun sepagi ini.
"Semalam tidur baku nyenyak kok, memangnya gak boleh aku bangun pagi-pagi" ucap Michel kesal.
"Ya sudah... aku Wudhu duluan ya... setelah itu aku mau ke mesjid, aku mau adzan subuh menggantikan mang Udin yang lagi sakit.
"Aku ikut ke mesjid ya Daf" ucap Michel sambil bangun dari tempat duduk.
"Kamu yakin mau ikut ke mesjid, memangnya kamu sudah baikan, lagi pula akan ada kuliah subuh dulu, jadi pasti akan lama" jelas Daffa.
"Gak apa-apa... aku udah baikan kok" jawab Michel lagi.
Di saat hari masih gelap dan juga dingin Michel dan Daffa berjalan beriringan untuk pergi ke mesjid, Michel mengenakan mukena berwarna putih seraya Memeluk sebuah sajadah di tangannya, sesampai nya di mesjid Daffa langsung mengumandangkan Adzan dengan suara indahnya, Michel memperhatikan Daffa dari belakang, ia sangat kagum mendengar suara Daffa yang begitu merdu, baru kali ini ia mendengar suara adzan yang begitu indah, hingga hatinya terasa sangat damai.
Satu persatu jamaah mesjid mulai berdatangan, termasuk Hana dan ayahnya Kiyai haji Arifin yang akan memimpin Shalat berjamaah.
"Assalamualaikum... Pak Kiyai " ucap Daffa seraya mencium telapak tangan KH Arifin, Selama ini Daffa banyak belajar ilmu agama darinya sejak ia masih kecil.
"Waalaikumsalam.. Makasih ya Daf... kamu mau menggantikan Udin" ucap Kiyai Arifin., sebetulnya Sebelum Daffa bekerja di Jakarta, Daffa yang selalu bertugas untuk mengumandangkan adzan di mesjid, setelah Daffa pergi ke Jakarta barulah Mang Udin yang menggantikan Daffa.
"Sama-sama Pak Kiyai"jawab Daffa.
"Ayo kita Shalat berjamaah" ucap Kiyai Arifin.
__ADS_1
"Michel... kamu Shalat di sini juga" tanya Hana baru saja tiba di tempat shalat Khusus wanita.
"Ia..." jawab Michel tampak tidak tertarik berbicara dengan Hana, kemudian mereka semua melaksanakan Shalat subuh berjamaah.
Setelah melaksanakan Shalat subuh, Michel menunggu Daffa di luar mesjid, tapi Daffa masih tampak asik berbincang-bincang dengan kiyai Arifin dan Hana, namun beberapa saat kemudian merek pun tampak berjalan ke luar mesjid.
"Daf... kamu gak ada rencana buat cari kerja di daerah sini, biar kamu bisa tinggal di sini lagi, kampung ini butuh sosok pemuda seperti kamu" ucap Pak Arifin.
"Saya belum tau Pak Kiyai, karna urusan saya di Jakarta masih belum selesai" jawab Daffa.
"Kalo kamu mau, kamu bisa bekerja di perkebunan saya, tapi bukan sebagai petani, kamu cukup bantu saya mengelola memasukan dan pengeluaran semua perkebunan saya, menghitung jumlah hasil panen yang terjual dan menghitung apa saja pengeluarannya termasuk mengurus gaji karyawan, selain itu saya juga butuh kamu untuk membantu Hana mengajar anak-anak mengaji, sebab sekrang murid kita sudah semakin banyak" Pak Kiyai memberikan penawaran kepada Daffa.
"Punten Pak Kiyai, untuk saat ini saya belum bisa, sebab saya masih mempunyai tanggung jawab di Jakarta, selain itu kuliah saya juga belum selesai" Tolak Daffa dengan sopan.
Michel merasa lega saat mendengar jawaban Daffa, tadi ia sangat takut jika Daffa menerima tawaran Pak Kiyai, entah kenapa ia sangat takut jika Daffa pergi meninggalkan nya.
"Syukurlah... Daffa menolak tawaran Ayahnya Hana, kalo semua itu sampe terjadi, Daffa bakalan ninggalin gue dong" gumam Michel dalam Hati,
"Daf ayo kita pulang" ajak Michel, Hana dan Kiyai Arifin langsung mengalihkan pandangan mereka ke Michel.
"Itu siapa Daf" Tanya Pak Kiyai mengerutkan keningnya, melihat seorang wanita yang belum pernah ia lihat sebelumnya di kampung ini.
"Itu anak majikannya Daffa di Jakarta Abi..." jawab Hana, Michel merasa kesal dengan ucapan Hana, ia sangat berharap jika Daffa mengakuinya sebagai istri di hadapan orang lain.
"Oh... pantas saja saya merasa asing dengan wajah nya" jawab Pak kiyai.
"Kalau begitu Daffa pamit pulang duluan ya... Assalamualaikum" ucap Daffa seraya mencium telapak tangan Pak Kiyai.
Sesampainya di rumah, Michel langsung membuka mukenanya dan kemudian ia pergi ke dapur menemui Sifa dan juga Ibu mertuanya.
__ADS_1
"Eh... neng Michel sudah pulang, ibu kira neng masih tidur tapi pas ibu masuk ke kamar, udah gak ada siapa-siapa" ucap Ibu yang tengah membuat sarapan.
"Ia Bu... Michel ikut Daffa ke mesjid"jawab Michel.
"Memangnya Neng Michel udah baikan" tanya ibu lagi.
"Udah Bu... Michel baik-baik aja"
"Bu... Michel bantuin ya " ucap Michel seraya mengambil sayuran untuk ia petik.
"Eh... tidak usah, Neng istirahat aja di kamar, nanti kalo masakan nya sudah selesai, baru nanti ibu suruh Sifa untuk memanggil kalian" ucap Ibu.
"Ia teh... teteh istirahat aja, nanti kuku-kuku teteh yang indah itu patah loh..." Sambung Sifa.
"Nggak apa-apa... sekalian aku pengen belajar masak" ucap Michel keukeuh. "Ibu mau kan ngajarin aku masak masakan kesukaan Daffa" sambung Michel.
"Tentu saja nak.." Jawab Ibu sambil tersenyum.
"Cie...cie..teh Michel, pake acara pengen masakin masakan kesukaan si aa segala" ejek Sifa.
"Tenang teh si aa mah gak rujit kok kalo makan, kalo di masakin sama istri tercinta mah, apa aja pasti di makan"ejek Sifa lagi.
"Apaan sih de..." ucap Michel malu.
"Sifa... teteh nya jangan di ledekin kaya gitu atuh, kasian..."Ucap Ibu.
"Ada apa ini rame banget" tanya Daffa yang baru saja keluar dari kamarnya,ia langsung susuk di meja makan, Daffa merasa senang melihat Michel sudah mulai akrab dengan ibu dan adiknya, sepertinya Michel juga sudah mulai terbiasa di rumahnya.
"Itu kak... tadi Kak Michel_" ucap Sifa hendak memberitahu Daffa tentang Michel yang ingin belajar masak untuk sang suami, namun Michel membekap mulut Sifa terlebih dulu.
__ADS_1
"Mmmmmhhh mmmmhhh " ucap sifa yang tampak kesulitan untuk bicara, Ibu dan juga Daffa hanya dapat tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Michel dan jig6a Sifa, suasana rumah tersebut menjadi lebih hangat dan ceria.