
Hari ini merupakan hari ulang tahun Michel. Daffa dan juga kedua orang tua Michel termasuk Chika dan juga Ayu, bermaksud memberikan kejutan kepada Michel, mereka tengah bersiap untuk mempersiapkan semuanya. Namun tidak dengan Jessy, ia tidak memberikan respon sama sekali saat Ayu dan Chika memintanya untuk datang.
Untuk membuat kejutan tersebut, mereka semua berbagi tugas untuk menyiapkan semuanya, Daffa mendapatkan tugas untuk menahan Michel di kamarnya dan mencegah Michel keluar dari kamar mereka.
Ayu mendapatkan tugas untuk membuat kue kesukaan Michel. sedangkan Fahri dan Dady mendapatkan tugas untuk mendekor rumah. lalu Momy dan Chika mempunyai tugas untuk menyiapkan makanan dan memasak masakan kesukaan Michel, dan pastinya masakan yang baik untuk ibu hamil.
Tak lupa mereka semua juga sudah menyiapkan kado masing-masing untuk di berikan kepada Michel.
"Michel... Daffa... Ayo kita makan malam nak" Ucap Momy dari luar kamar sambil mengetuk pintu.
"Ia Mih...." jawab Daffa.
"Ayo Chel kita ke bawah" ajak Daffa.
"Kamu aja makan duluan Daf..."
"Aku gak laper" tolak Michel.
"Chel... kamu harus inget, sekarang kamu sedang hamil, kasian bayi kita nanti kelaperan kalo kamu gak mau makan"
"Ayo sini aku bantu untuk bangun" ajak Daffa lagi. ia memapah istrinya untuk keluar dari kamar.
"Daf kok ruangannya gelap" Tanya Michel heran saat tiba di ruang makan.
"Momy sama Dady kemana" ucapnya lagi.
"SURPRISE....." Teriak Momy Dady Fahri ayu dan juga Chika bersamaan dengan lampu yang kembali menyala. Semua orang berjalan mendekat ke arah Michel sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuk Michel dan membawa kue ulang tahun yang di buat Ayu tadi, setelah itu mereka semua memberikan selamat dan pelukan hangat untuk Michel.
Michel benar-benar terkejut dan terharu sampai-sampai meneteskan air mata, ia benar-benar tidak menyangka dan sekaligus bahagia bisa berkumpul dengan orang-orang yang ia sayangi di hari ulangtahunnya itu, hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, apalagi di ulang tahunnya saat ini ia sudah mempunyai pendamping hidup, terlebih lagi ia akan segera menjadi seorang ibu.
Namun masih ada satu yang mengganjal di dalam hatinya, sesuatu yang membuat kebahagiaan nya itu terasa belum sempurna, yaitu tidak hadirnya Jessy di dalam acara tersebut, ia benar-benar merindukan sahabatnya itu.
"Chel... kamu kenapa, kamu sakit lagi" Tanya Daffa saat melihat raut wajah istrinya tampak murung. Dan tentu saja yang lain pun ikut khawatir.
"Nggak Daf.... aku baik-baik saja, aku hanya.... aku hanya teringat kepada Jessy" jawab Michel dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu sabar ya sayang... mungkin saat ini Jessy masih perlu waktu" ucap Daffa seraya mengusap rambut istrinya.
"Ia Chel... gue yakin sebenernya Jessy juga kangen sama Lo" tambah Chika.
"HAPPY BIRTHDAY MICHEL"
"HAPPY BIRTHDAY MICHEL"
"HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY"
"HAPPY BIRTHDAY MI....CHEL"
Tiba-tiba Jessy datang sambil menyanyikan lagu untuk Michel dengan membawa sebuah kue. Hal tersebut tentu saja sangat mengejutkan semua orang terutama Michel, mereka semua benar-benar tidak percaya jika Jessy akan datang dan memberikan kejutan kepada Michel.
"Selamat ulang tahun Chel... Semoga Lo panjang umur, dan calon ponakan gue juga sehat" Ucap Jessy seraya mengusap perut Michel.
"Jes...." ucap Michel dengan mata yang berkaca-kaca, ia benar-benar terkejut sekaligus gembira sampai-sampai tidak tau harus berkata apa.
"Jes... Gue_gue..." ucap Michel lagi.
"Udah Chel... Lo gak perlu jelasin apa-apa lagi, gue udah maafin Lo... gue juga yakin Lo gak bermaksud buat bohongin gue" ucap Jessy seraya menghapus air mata Michel.
"Makasih Jes... makasih lo udah mau maafin gue" ucap Michel sembari memeluk Jessy.
"Gue juga minta maaf karna gue udah egois" Jawab Jessy.
Semua orang ikut terharu dan bahagia melihat kedua sahabat tersebut telah berbaikan seperti semula, mereka semua merayakan ulang tahun Michel dengan sangat gembira.
****
"Yu... bisa ngobrol sebentar gak di taman" ucap Fahri di saat semua orang sedang asik berbincang-bincang.
"Memangnya mau bicara apa kak... aku gak enak kalo keliatan sama yang lain" ucap Ayu bingung.
"Ayolah Yu... sebentar aja, gak lama kok" bujuk Fahri.
"Baiklah kalau begitu, tapi janji ya jangan lama-lama" Ayu merasa tidak tega untuk menolak ajakan Fahri.
"Ia Yu... aku janji" Ayu dan Fahri berjalan ke taman beriringan. Tidak sengaja Chika melihat kepergian mereka berdua, hingga membuatnya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti mereka secara diam-diam.
__ADS_1
"Yu...." ucap Fahri sembari menggenggam tangan Ayu, tentu saja hal itu membuat Ayu terkejut dan merasa canggung.
"Aku mau jujur sama kamu Yu" Lanjut Fahri seraya menghela nafas dan mengumpulkan keberaniannya.
"Sebenarnya aku suka sama kamu Yu"
"Aku juga gak tau sejak kapan perasaan ini muncul"
"Yang jelas sekarang aku sadar kalo aku cinta sama kamu"
"Aku gak bisa jauh dari kamu"
"Kamu mau kan Yu jadi pacar aku"
Ayu benar-benar tidak menyangka jika Fahri akan mengatakan hal itu, ia tidak tau harus berkata apa.
"Yu... kamu kenapa diem aja"
"Aku ingin tau jawaban kamu, dan aku juga ingin tau perasaan kamu ke aku" ucap Fahri menyadarkan Ayu dari lamunannya.
"Maaf kak... aku gak bisa nerima perasaan kak Fahri" Jawab Ayu seraya melepaskan tangannya dari genggaman Fahri.
"Tapi kenapa Yu... aku pikir kamu juga mempunyai perasaan yang sama sama aku" Fahri merasa tidak percaya dengan jawaban Ayu.
"Tolong kamu jujur sama aku Yu... kamu juga suka kan sama aku" ucap Fahri lagi dengan kembali menggenggam tangan Ayu.
"Sebenarnya aku__ aku juga suka sama Kak Fahri, Tapi__" Ucap Ayu tampak bingung.
"Tapi apa Yu... tolong jelasin sama aku"
"Atau mungkin kamu udah punya pacar ?" tanya Fahri penasaran.
"Bukan Begitu kak... aku__ aku hanya tidak ingin menyakiti Chika.
"kak Fahri tau sendiri kan kalau Chika sangat menyukai Kak Fahri dari dulu"
"Jadi aku gak mau mengalami kejadian yang sama seperti yang di alami oleh Michel dan Jessy, aku gak mau merusak persahabatan kita"
"Tapi kita bisa bicarakan semua ini secara baik-baik kepada Chika"
"Aku yakin di pasti ngerti" bujuk Fahri.
"Lantas bagaimana dengan perasaan kamu"
"Bagaimana dengan kita"
"kamu lebih memilih untuk mengorbankan perasaan kamu sendiri, begitu?"
"Plisss Yu... jangan bohongin perasaan kamu sendiri"
"Ayo kita jalanin ini sama-sama, aku yakin Chika pasti akan ngerti" Fahri masih tidak menyerah untuk meyakinkan Ayu.
"Maaf Kak... aku gak bisa"
"Lebih baik mulai sekarang kita lupain perasaan kita masing-masing, kita berteman saja seperti sebelumnya"
"Dan satu hal lagi, aku mohon sama kak Fahri agar kak Fahri mau membuka hati untuk Chika, aku ingin melihat Chika bahagia" Ucap Ayu lagi.
"Nggak Yu... aku gak mau, aku gak cinta sama dia... aku cintanya sama kamu"
"Tolong kamu pertimbangkan lagi keputusan kamu Yu..."
"Maaf kak... keputusan aku sudah bulat, aku gak akan pernah bisa menjalin hubungan dengan kak Fahri"
"Aku gak mau nyakitin sahabat aku"
"Aku minta maaf kak" ucap Ayu lagi. Dan setelah itu ia pergi meninggalkan Fahri.
Saat Ayu tengah berlari untuk masuk kembali ke dalam rumah, tak sengaja ia berpapasan dengan Chika yang sejak tadi tengah menguping pembicaraan mereka berdua.
"Chi_chika... sejak kapan kamu di sini" tanya Ayu gugup.
"Saat Fahri menyatakan cintanya sama kamu" jawab Chika dengan raut wajah yang sulit di artikan.
"I_ini tidak seperti yang kamu pikirkan Chik... aku_" Ayu berusaha memberikan penjelasan kepada Chika.
__ADS_1
"Ayo ikut aku sekarang" Chika menarik tangan Ayu untuk menghampiri Fahri lagi.
"Chika tolong jangan salah paham, aku mohon dengerin penjelasan aku dulu" ucap Ayu lagi saat Chika membawanya kepada Fahri.
"Kamu jangan marah sama Ayu Chik... dia gak salah apa-apa" Bela Fahri.
"Yu... kenapa kamu gak pernah bilang sama aku kalau kamu juga suka sama kak Fahri" tanya Chika tampak kecewa.
"A_aku.... aku gak mau nyakitin perasaan kamu Chik..."
"Selama ini kamu yang lebih dulu menyukai kak Fahri"
"Tapi kamu gak perlu khawatir Chik... aku dan kak Fahri gak punya hubungan apa-apa kok"
"Aku janji mulai sekarang aku akan jaga jarak dengan Kak Fahri"
"Aku juga sudah meminta kak Fahri untuk belajar mencintai kamu dan membuka hatinya untuk kamu" jelas Ayu.
"Kamu tega sama aku Yu... kamu gak percaya sama sahabat kamu sendiri"
"Aku memang menyukai kak Fahri, tapi aku gak se egois itu, aku gak mungkin memaksakan perasaan aku sendiri, aku juga gak gak mau memaksa kak Fahri buat suka sama aku, dan menghancurkan perasaan kalian berdua, aku gak serendah itu Yu..." Ucap Chika semakin kecewa dan sedih mendengar ucapan Ayu
"Aku_ aku gak bermaksud menganggap kamu wanita seperti itu, aku hanya ingin melihat kamu bahagia, aku juga gak mau merusak persahabatan kita" jelas Ayu lagi.
"Makasih Yu... makasih karna kamu sudah sangat peduli dengan perasaan aku, tapi aku gak perlu belas kasihan dari kamu, aku bisa mencari kebahagiaan ku sendiri, biarkan aku sendiri yang menentukan kebahagiaan ku"
"Yu... aku gak mau kamu mengorbankan perasaan kamu sendiri demi aku, kamu juga berhak bahagia Yu... aku ingin melihat kamu bahagia" Ucap Chika lagi seraya menggenggam tangan Ayu, dan kemudian ia juga meraih tangan Fahri
"Ayu... kak Fahri... aku gak mau menjadi penghalang antara kalian berdua, aku ingin melihat kalian bersatu, aku ingin melihat kalian bahagia" ucap Chika seraya menyatukan tangan mereka berdua.
"Kak Fahri... Aku mohon bahagiakan Ayu, jaga dia baik-baik, kalo sampai kak Fahri nyakitin sahabat aku, kak Fahri akan berhadapan langsung dengan aku" ancam Chika dengan senyum tipis di bibirnya, walaupun rasanya sakit, tapi Chika harus bisa merelakan semua ini..
"Tentu Chik... aku gak akan pernah menyia-nyiakan ayu, aku akan menjaga dia dengan baik" jawab Fahri.
"Chik...." ucap ayu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku baik-baik aja Yu... kamu gak perlu Khawatir, aku ikut bahagia melihat kamu bahagia Yu..." jawab Chika meyakinkan Ayu bahwa dirinya baik-baik saja. Dan kemudian mereka berdua saling berpelukan.
****
Saat ini usia kandungan Michel sudah memasuki usia tujuh bulan, Orang tua Michel mengadakan syukuran atas kehamilan anak perempuan nya itu, sekaligus menggelar pesta pertunangan Fahri dan Ayu.
Fahri dan Ayu memutuskan untuk bertunangan terlebih dahulu, dan menyelesaikan kuliah mereka. Fahri berjanji akan melamar dan menikahi Ayu setelah mereka lulus kuliah dan menjadi pria yang mapan, sehingga bisa membahagiakan ayu dengan hasil kerja kerasnya Sendiri.
"Bi.... aku cantik gak pake baju ini" tanya Michel kepada Daffa sambil berdiri di depan cermin. Saat ini Michel sudah memutuskan untuk mengenakan hijab.
"Cantik sayang... kamu pake baju apa aja tetep cantik" jawab Daffa sambil memeluk Michel dari belakang dan mengusap perut Michel yang sudah membuncit.
"Kamu gak bohong kan bi..." Akhir-akhir ini Michel selalu merasa tidak percaya diri dengan penampilan dan postur tubuh nya.
"Nggak sayang... walaupun sekarang pipi kamu semakin cabi... tapi kamu tetap yang paling cantik" ucap Daffa seraya mencubit Pipi Michel.
"Abiii...." rengek Michel karna Daffa menyebut pipinya cabi.
"Ia nggak-nggak.... pipi kamu gak cabi, tapi cuman sedikit kenyal aja, Abi jadi makin gemes" ucap Daffa lagi sambil tersenyum gemas melihat tingkah istrinya.
"Ayo sekarang kita turun ke bawah, yang lain pasti sudah nungguin kita" ajak Daffa.
"Awas ya.... kalo nanti di bawah ngelirik-lirik cewek langsing dan ****" ancam Michel.
Acara tujuh bulanan Michel dan acara tukar Cincin Fahri dan Ayu berjalan dengan lancar, mereka berdua terlihat sangat serasi karna memiliki paras yang cantik dan juga tampan, siapapun yang melihatnya pasti akan merasa kagum. semua orang ikut senang melihat pasangan tersebut dan berharap mereka berdua bisa segera naik ke pelaminan.
Tidak hanya Ayu yang terlihat cantik dan Anggun, Michel pun terlihat begitu cantik. Walaupun tubuhnya semakin berisi, tapi aura kecantikan Michel semankin bersinar, ia semakin terlihat dewasa, apalagi dengan gaya berpakaian nya yang sudah berubah, dengan menutup auratnya, semua itu justru semakin menambah kecantikannya.
"Selamat ya Yu... atas pertunangan kalian.... semoga hubungan kalian langgeng Sama6li menikah" ucap Jessy dan Chika.
"Selamat juga buat bumil cantik... semoga persalinannya lancar, ibu dan bayinya juga sehat"
"Makasih banyak ya Jes... Chik... aku juga doain semoga kalian berdua segera mendapatkan jodoh yang terbaik yang bisa membahagiakan kalian"
"Aminnnnn" ucap Jessy dan Chika Secara bersamaan, kemudian mereka semua tertawa bersama-bersama dan setelah itu saling berpelukan.
...TAMAT...
...πππ...
__ADS_1
...Assalamualaikum.... Mimin mau ngucapin terima kasih banyak untuk kalian semua yang udah setia membaca karya Mimin yang masih banyak kekurangan ini. Mimin juga mau minta maaf kalau selama ini selalu membuat kalian menunggu dan penasaran karna Mimin jarang update. Kesibukan di dunia nyata membuat Mimin sulit untuk membagi waktu. ...
...sekali lagi Mimin ngucapin banyak-banyak terima kasih atas semua dukungan kalianπππ jangan lupa mampir juga di karya Mimin yang lainnya ya.... Di antos pisan pokonamah ππ...