TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Pendekatan


__ADS_3

Pagi ini Michel dan juga Daffa kembali melakukan aktifitas mereka seperti biasanya, setelah selesai sarapan bersama kedua orang tua Michel, keduanya berpamitan untuk pergi ke kampus, Sikap Michel masih sama seperti biasanya, ia tidak pernah bersikap ramah terhadap Daffa, ia selalu berbicara kasar dan juga galak terhadap suaminya itu, bahkan saat di perjalanan pun ia memperingatkan Daffa agar tidak memberitahu siapapun tentang pernikahan mereka, ia tidak ingin teman-temannya di kampus mengetahui bahwa ia telah menikah dengan Pengawal pribadinya.


Sampai saat ini Daffa masih tetep sabar dalam menghadapi sikap Michel, ia juga menyetujui permintaan istrinya itu, toh pernikahan nya dengan Michel hanya untuk sementara, ia tidak yakin bahwa dalam satu tahun ini dapat menaklukan hati Michel seperti yang di harapkan oleh Pak Gunawan.


"Michel...." teriak Jessy sambil berlari saat melihat Michel keluar dari dalam mobil "akhirnya Lo ke kampus juga "saking senangnya Jessy langsung memeluk Michel dengan begitu erat.


"Kita kangen banget sama Lo Chel" di susul oleh Chika yang ikut memeluk Michel.


"Kalian mau bunuh Gue ya... Gue gak bisa nafas" Gerutu Michel sambil berusaha melepaskan diri dari kurungan dua sahabatnya itu.


"Kok elo gitu sih Chel... kita kan kangen sama elu" Protes Jessy.


"Kangen sih kangen... tapi gak gini juga kali meluknya, gue hampir kehabisan napas gara-gara kalian" gerutu Michel lagi


"Ya maaf Chel... kita kaya gini karna saking senengnya lo masuk kuliah lagi" Jelas Jessy, Dafa yang sama-sama baru keluar dari dalam mobil hanya dapat tersenyum menyaksikan tingkah laku mereka.


"Chel...gimana keadaan kamu" tanya Ayu yang sejak tadi hanya jadi penonton.


"Gue udah baikan Yu" jawab Michel bohong, karna memang sebenarnya ia tidak sakit.


"Sebenernya lo itu sakit apa sih Chel... sampe kita-kita gak boleh ngejenguk elo". tanya Jessy penasaran


"Ia Chel... Lo susah banget buat di hubungin"timpal Chika


"Mmmm gue_ gue sakit....." ucap Michel bingung untuk memberi alasan yang tepat kepada ketiga sahabatnya itu agar mereka tidak curiga.


"Gue sakit cacar... ia Gue sakit cacar, katanya penyakit kaya gitu sangat menular, jadi gue gak mau kalo kalian ketularan" jawab Michel asal.


"Seriusan??" tanya Chika tidak percaya.


"Beneran... masa gue BO'ONG" Jawab Michel meyakinkan


"Oia Chel.. ngomong-ngomong kok lo sama kak Daffa bisa barengan sih gak masuk kuliah nya, terus sekarang barengan juga masuk kuliah nya" selidik Jessy.


"Gue_ gue kan udah bilang kalo kemarin itu dia pulang kampung dulu, baru kemaren sore balik dari sana, mungkin cuma kebetulan aja kita barengan" bohongnya lagi.


"Oh... gue kira lo janjian Chel" ucap Jessy


"Apaan sih Jes... lo mikirnya kaya gitu"bantah Michel.p


"Chel... Cowok lu tuh baru Dateng" tunjuk Chika kepada Seorang pria tampan yang baru saja turun dari mobil Sport berwarna hitam yang tengah berjalan menghampiri mereka "udah seminggu ini dia uring-uringan terus gara-gara gak bisa ketemu sama Lo" ucap Chika lagi.


"Honey... kamu kemana saja, kenapa handphone kamu gak bisa di hubungin, aku khawatir sama kamu" Andrew memberondong Chika dengan berbagai pertanyaan.


"Kan aku udah ngabarin kamu kalau aku sakit, kepala aku juga pusing kalau terlalu lama mainin HP jadi gak bisa ngabarin kamu tiap waktu" Lagi-lagi Michel harus bohong.


"Lalu sekarang gimana keadaan kamu honey, apa kamu masih sakit" tanya Andre sambil menangkup kedua pipi Michel, seraya mengusap-usap pipi kekasihnya itu dengan ibu jarinya.


"Sekarang aku baik-baik aja kak, aku udah sehat" Michel berusaha menenangkan kekasih nya itu.


"Syukurlah... "ucap Andrew dan setelah itu ia membawa tubuh Michel ke dalam pelukannya "Aku sangat khawarit sama kamu, aku kangen banget sama kamu" ucap Andrew lagi seraya mencium pucuk kelapa Michel

__ADS_1


"Ia aku juga kangen sama kamu" jawab Michel tanpa merasa bersalah sedikitpun terhadap suaminya yang sejak tadi menyaksikan adegan mereka.


"Uuuuhhhh So Sweet...." Ledek Chika "Anggap aja kita ini pohon pisang" sindir nya lagi.


"Apaan sih sirik banget sih Lo" jawab Michel yang masih betah menempel di dada Andrew.


"Kak Dafa tunggu" cegah Jessy saat melihat Daffa pergi, Daffa pun terpaksa menghentikan langkahnya.


"Kak Daffa mau kemana" tanya Jessy lagi.


"Saya mau ke kelas" Jawab Daffa datar tanpa Ekspresi.


"Kita sarapan di kantin yuk, kan kelasnya masih lama" Ajak Jessy.


"Maaf saya sudah sarapan tadi" tolak Daffa.


"Ya udah kalo gitu kak Daffa temenin aku aja di kantin" bujuk Jessy.


"Tapi saya_" Daffa hendak menolak lagi.


"Ayoalah kak... sebentar doang kok" bujuk Jessy lagi sambil memasang wajah melas.


"Baiklah kalau begitu tapi jangan lama-lama ya" Daffa merasa tidak enak menolak permintaan Jessy.


"Yeeeyyy..makasih banyak ya kak" Jessy begitu senang saat permintaannya terpenuhi.


"Ayo kak kota ke kantin sekarang" Jessy merangkul lengan Daffa untuk mengajaknya pergi.


"Guys... gue duluan ya" Jessy melambaikan tangannya kepada sahabatnya itu sambil menengok kebelakang dan berjalan bersama Daffa.


"Jessy keganjenan banget sih " gumam Michel dalam Hati "Dia juga mau aja lagi nurutin kemauan Jessy" Gumamnya lagi.


"Are you oke honey" Ucapan Andrew menyadarkan Michel dari lamunannya.


"I_ia... aku baik-baik aja" jawab Michel cepat.


"Ayo kita ke kelas sekarang" Ajak Andrew sambil merangkul Michel dari samping.


"Aku lapar belum sarapan, kamu mau kan nemenin aku ke kantin"Sebenarnya Michel sudah sarapan, tapi dia ingin pergi ke kantin untuk melihat apa yang di lakukan Jessy dan juga Daffa.


"Tentu saja Honey"


"Gue sama Ayu ke kelas duluan ya ... males jadi kambing conge terus" pamit Chika.


"Ya sudah nanti gue nyusul" Jawab Michel.


Sesampainya di kantin Michel sengaja memilih tempat duduk yang aga dekat dengan tempat duduk Daffa dan juga Jessy, sejak tadi pandangannya terus saja memperhatikan mereka berdua, bahkan Andrew sampai harus berbicara berulang-ulang karna Michel tidak merespon ucapannya sama sekali.


"Honey kamu mau pesen apa" tanya Andrew saat mereka mendapatkan tempat duduk, namun Michel tidak menjawab pertanyaan Andrew.


"Honey .. Kamu mau makan apa" tanya Andrew lagi sambil mengguncang tangannya pelan.

__ADS_1


"Ia kak ada apa... barusan kamu nanya apa" Jawab Michel yang baru sadar dengan ucapan Andrew.


"Aku tadi tanya, kamu mau makan apa" jelas Andrew lagi


"Aku mau makan nasi goreng aja" jawab Michel asal lalu kembali memperhatikan Daffa dan juga Jessy


"Minum nya apa" tanya Andrew lagi.


"Apa aja" jawab Michel cepat tanpa mengalihkan pandangannya.


"Kak Daffa boleh gak kapan-kapan aku liburan ke tempat ka Daffa" ucap Jessy memulai pembicaraan.


"Untuk apa, kamu gak akan betah di kampung saya, disana tidak ada Mall dan juga Caffe seperti di sini, di sana cuman ada Sawah dan juga kebun" jelas Daffa


"Justru itu kak.. aku bosen main ke tempat seperti itu terus, aku ingin merasakan suasana baru, disana pasti udaranya sejuk, gak seperti di sini panas, boleh kan kak aku main ke kampung kak Dafa" ucap Jessy lagi.


"Ia..." Jawab Daffa singkat, perbincangan mereka terpotong oleh kedatangan penjaga kantin yang membawakan pesanan Jessy.


"Kak Dafa yakin gak mau makan" tanya Jessy sambil mengambil sebuah Sendok untuk menikmati makanannya.


"Nggak aku masih kenyang"


"Makanannya enak loh kak... cobain deh" Jessy menyendokkan sebuah makanan dan mendekatkan sendok tersebut ke bibir Daffa.


"Saya masih kenyang... kamu aja yang makan" Tolak Daffa.


"Ayolah kak... cobain dulu, sekali.... aja" bujuk Jessy.


"Aaaaaaa " Jessy meminta Daffa untuk membuka mulutnya, dan Akhirnya Daffa mengikuti permintaan Jessy.


"Enak kan Kak"Jessy benar-benar gembira karna ia bisa menyuapi Daffa.


"Kecentilan banget sih si Jessy, pake acara nyiapin Daffa segala" gerutu Michel kesal saat melihat adegan mereka tadi seraya mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat memakannya, untung saja saat itu Andrew sedang ke toilet jadi Andrew tidak akan curiga dengan sikap Michel walaupun sejak tadi Andrew sangat merasa heran dengan sikap kekasihnya itu.


Semakin lama Michel semakin kesal melihat kedekatan mereka, ia sudah tidak tahan lagi berada di tempat itu hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari sana.


Saat melihat Michel beranjak dari tempat duduknya, Daffa pun ikut bangun dari tempat duduknya itu untuk mengikuti Michel, sebenarnya sejak tadi Daffa sudah tau bahwa Michel ada di sana juga, ia juga merasa tidak enak saat Jessy menyuapinya,.


karna walau bagaimanapun saat ini ia sudah menjadi suami Michel, tidak pantas rasanya jika ia terlalu dekat dengan perempuan lain.


"Kak Daffa mau kemana" tanya Jessy yang penasaran saat Daffa tiba-tiba berdiri.


"Saya_Saya mau ke kelas" jawab Daffa masih terus menatap kepergian Michel.


"Tapi kan aku belum selesai makan" ucap Jessy.


"Saya baru ingat, ada tugas yang belum saya selesaikan, kamu gak apa-apa kan makan sendiri" Ucap Daffa bohong.


"Tapi kak_" protes Jessy.


"Saya duluan ya" Daffa buru-buru pergi

__ADS_1


"So mesra amat sih mereka berdua, pake acara suap-suapan segala" Di sepanjang perjalanan menuju ke kelasnya, Michel tak henti-hentinya menggerutu.


"Tunggu-tunggu... kenapa juga gue harus bete ngeliat mereka Deket kaya gitu, harus nya gue seneng dong... kan kalo mereka jadian gue jadi punya alesan buat pisah sama dia... haduhhh bodoh banget sih gue" gerutu Michel lagi


__ADS_2