
Saat Daffa tengah mengerjakan pekerjaannya di atas Sofa, tiba-tiba ia mendengar Michel mengigau memanggil-manggil Papi dan Mami nya dengan mata yang masih terpejam dan tubuh nya tampak menggigil, sontak Membuat Daffa terkesiap dan segera menghampiri istrinya itu.
Daffa menempelkan punggung tangannya di atas Dahi Michel untuk mengetahui keadaannya, dan betapa terkejutnya Daffa saat merasakan dahi Michel benar-benar panas.
"Ya Allah... Demam Michel semakin tinggi" ucap Daffa cemas.
"Michel.. bangun Chel... " Daffa menggoyangkan lengan Michel pelan untuk membangunkannya, namun Michel tak bergeming sama sekali.
"Michel... ayo bangun" ucap Daffa lagi, dan akhirnya perlahan-lahan Michel membuka kedua matanya.
"Ada apa" ucap Michel lirih, wajah putihnya terlihat merah akibat demam yang begitu tinggi.
"Demam kamu semakin tinggi, saya akan membawa kamu ke rumah sakit" ucap Daffa khwatir.
"Tidak perlu, gue gak apa-apa, gue hanya perlu minum obat saja" tolak Michel.
"Obat apa yang biasa kamu minum" tanya Daffa lagi.
"Obat Nya ada di sana, di kotak obat, tolong kamu ambilkan obat penurun demam Mami selalu menyimpan persediaan obat-obatan di sana" jawab Michel lagi
"Baiklah, saya akan mengambilnya" ucap Daffa beranjak dari tempat tidurnya, namun saat ia hendak pergi untuk mengambil obat, tiba-tiba terdengar suara Bel rumah berbunyi.
"Kamu tunggu sebentar ya... saya akan membuka pintu dulu" pamit Daffa kepada Michel dan Michel hanya menjawab dengan anggukan saja.
Daffa bergegas keluar dari kamar Michel dan menuruni anak tangga untuk membukakan pintu, sepertinya orang di luar sana sudah tidak sabar ingin segera masuk ke dalam rumah sebab orang tersebut sudah menekan bel berulang-ulang kali, namun betapa terkejutnya Daffa saat ia membuka pintu tersebut, sebab orang yang ada di luar sana adalah Sahabat-sahabat Michel dan juga Andrew yang merupakan kekasih Michel.
"Assalamualaikum Kak Daffa... " Ucap Jessy dengan senyum termanisnya untuk Daffa, berbeda dengan Andrew yang selalu bersikap sinis terhadap Daffa.
"Wa_ wa'alaikumsalam" jawab Daffa bingung melihat kedatangan Mereka secara tiba-tiba, bagaimana jika mereka curiga kalau ia sudah menikah dengan Michel.
"Michel dimana kak" tanya Chika
"Mi_" hampir saja Daffa menyebut nama Michel tanpa sebutan Non " Non Michel ada di kamarnya, ia sedang demam" jelas Daffa.
"Michel demam, kok dia gak ngabarin gue kalau dia sakit" ucap Andrew khwatir, ia langsung menerobos masuk ke dalam rumah, menuju kamar Michel, ia sudah sangat hapal letak kamar Michel karna ia memang sering datang ke rumah Michel, karena rumah Michel selalu sepi jadi Andrew bisa leluasa datang kerumah tersebut.
"Kalau begitu, aku juga mau langsung ke kamar Michel ya kak" ucap Chika yang ingin melihat keadaan Michel juga, mereka sama sekali tidak mengetahui jika Michel sakit, mereka datang kesana untuk menghabiskan waktu di rumah Michel seperti biasanya, Daffa tidak bisa berbuat apa-apa saat mereka masuk begitu saja ke kamar Michel, lebih tepatnya kamar mereka berdua.
"Honey... kenapa kamu gak ngabarin aku kalau kamu sakit" ucap Andrew seraya mendaratkan tubuhnya di samping Michel yang tengah terduduk dan bersandar ke sandaran tempat tidur, kemudian ia menangkup kedua pipi kekasihnya itu.
"Ia Chel... kok Lo gak ngabarin kita sih"tanya Chika yang juga khawatir.
"Gue baik-baik aja ... gue hanya demam biasa, sebentar lagi juga sembuh " jawab Michel lirih.
"Tapi badan kamu panas banget Honey..." ucap Andrew seraya menempelkan punggung tangannya dan kemudian ia membawa Michel ke dalam dekapannya.
Semua hal itu di saksikan langsung oleh Daffa yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Hhhmm" Daffa berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka semua, benar Saja Andrew langsung melepaskan pelukannya terhadap Michel dan kemudian menyandarkan Michel kembali ke sandaran tempat tidur dengan lembut, dan kemudian ia menatap Wajah Daffa dengan penuh kebencian
"Non... saya buatkan bubur dulu ya, biar non Michel bisa segera minum obat" ucap Daffa yang hanya di jawab oleh Michel dengan anggukan saja.
__ADS_1
"Aku bantuin ya Kak" ucap Jesy yang langsung beranjak dari tempat duduk Michel.
"Tidak perlu repot-repot Jes.." tolak Daffa
"Tidak apa-apa kak... aku ikhlas kok bantuin kak Daffa" jawab Jessy sedikit memaksa
"Tapi... " ucap Daffa seraya melirik ke arah Michel yang tengah melihat ke arah nya juga.
"Ayo kak" Jessy menarik lengan Daffa dan membawanya keluar kamar.
"Ini laptop siapa Chel... kayanya bukan laptop elo dech" tanya Chika saat ia hendak duduk di atas sofa.
"I_itu... itu punya kak Fahri" jawab Michel bingung, sebab jika ia mengatakan bahwa laptop itu milik Daffa, Chika pasti akan curiga melihat laptop Daffa ada di dalam kamarnya, beruntung Daffa tidak membawa banyak barang ke dalam kamar Michel, Daffa membiarkan semua barang-barang nya tetap di kamar sebelumnya, ia hanya membawa sebagian pakaiannya saja ke kamar tersebut.
"kok tumben lo pake laptop Kaka Fahri, emang laptop Lo kemana Chel" tanya Chika lagi.
"Lapto_laptop gue rusak" jawab Michel bohong.
"Sekarang kak Fahrinya dimana Chel.. kok dia gak keliatan" Chika selalu mempunyai maksud lain saat datang kerumah Michel, selain untuk menemui Michel, ia juga selalu cari-cari perhatian dari Fahri.
"Gak tau... dia udah pergi dari pagi".
"Yah.... gagal dong gue buat PDKT sama kak Fahri" ucap Chika kecewa.
"Oia Chel... ngomong-ngomong bibi kemana ? kok gue gak liat dia dari tadi, biasanya kalau kita datang, bibi suka bawain minuman sama cemilan buat kita.
"Bibi lagi pulang kampung dari kemaren" jawab Michel seraya menyandarkan kepalanya di bahu kanan Andrew, dan kedua tangan mereka saling bertautan.
"I_ia..." jawab Michel gugup
"Tapi dia gak ngapa-ngapain kamu kan sayang... dia gak berbuat macam-macam kan sama kamu"Tanya Andrew khawatir.
"Ng_ngak lah sayang... mana berani dia macam-macam sama aku" jawab Michel lagi sambil terus menelusup ke bahu Andrew dan memeluk lengan kekar kekasihnya itu dengan manja, sedangkan Andrew mengusap-usap kepala Michel dengan penuh kasih sayang.
****"
"Tara.... bubur nya sudah jadi" ucap Jessy seraya membawa sebuah nampan yang berisi bubur yang ia buat bersama Daffa
"Bubur ini Spesial untuk tuan putri yang sedang sakit, cobain deh, bubur ini rasanya ennnak banget, karna di buat dengan cinta, ia kan Kak Daffa" ucap Jessy seraya memberikan bubur ini kepada Andrew.
Lagi-lagi Daffa harus menyaksikan kemesraan Michel dengan Andrew, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melarang mereka, mengingat Michel tidak mau pernikahan mereka diketahui oleh orang lain, apalagi pernikahan mereka hanyalah pernikahan kontrak saja, walaupun sebenarnya di mata hukum dan agama mereka telah sah menjadi suami istri.
"Aku suapin ya" ucap Andrew seraya meniup-niup bubur yang berada dalam sendok.
"Aaaa" Andrew meminta Michel untuk membuka mulutnya untuk menyuapinya, Michel mengikuti apa yang di katakan Andrew, ia menyambut dan melahap bubur tersebut dari suapan tangan Andrew.
"Gimana ? enak kan Chel bubur buatan kita berdua" tanya Jessy penasaran saat Michel tengah mengunyah bubur tersebut, Lagi-lagi Michel menjawabnya dengan sebuah anggukan, ia tidak mempunyai tenaga untuk berdebat dengan Jessy seperti biasanya.
"Aku baru tau kalo ternyata kak Daffa jago masak, kapan-kapan ajari aku masak ya kak" ucap Jessy seraya menggelayuti lengan Daffa.
"Ia" jawab Daffa singkat dan padat, Daffa tampak tidak nyaman dengan sikap Jessy.
__ADS_1
Andrew begitu telaten menyuapi Michel sampai bubur yang berada dalam mangkuk tersebut benar-benar habis, entah karna lapar atau karna buburnya yang di buat Daffa memang lezat, Daffa merasa sangat lega saat melihat Michel menghabiskan makanannya.
"Bibir kamu belepotan sekali" ucap Andrew seraya membersihkan sudut bibir Michel menggunakan tisu.
"Terimakasih sayang.." ucap Michel seraya menggenggam tangan Andrew, ia merasa sangat bersalah terhadap Andrew karna ia sudah menghianati kekasihnya itu, dan saat ini ia sudah menjadi istri orang lain.
Setelah selesai menyuapi Michel, Andrew membantu Michel untuk meminum obat dan membantu kekasihnya itu untuk merebahkan tubuhnya, agar Michel bisa beristirahat, kemudian ia menarik sebuah selimut untuk menutupi tubuh Michel.
"Honey... aku gak bisa lama-lama menemani kamu di sini, karna aku harus menjemput Mami di bandara" ucap Andrew seraya menggenggam tangan Michel dengan kedua tangannya dan mengelus-elus tangan tersebut.
"Tidak apa-apa sayang... kamu pergi saja"
"Sebenarnya aku gak tega ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini, aku ingin jagain kamu disini" ucap Andrew seraya merapikan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Michel, dan satu tangannya lagi masih menggenggam tangan Michel.
"Kamu gak perlu khawatir sayang... aku udah merasa lebih baik kok"ucap Michel sambil tersenyum manis untuk meyakinkan Andrew
"Ya sudah aku pulang dulu ya, kalau ada apa-apa kamu hubungin aku ya" ucap Andrew seraya membenamkan bibirnya di dahi Michel.
"I Love you honey" ucap Andrew seraya mengusap-usap pipi Michel dengan ibu jarinya sebelum ia meninggalkan Michel.
"Love you too" jawab Michel lirih.
"Mmmm so sweet banget sih kalian berdua, gue jadi iri" ucap Chika seraya naik ke atas tempat tidur Michel saat Andrew sudah pergi.
"Kapan ya gue sama kak Fahri bisa kaya gitu" ucap Chika lagi.
"Kalo mimpi jangan ketinggian Chik", nanti ujung-ujungnya lo patah hati" ucap Jessy yang tengah duduk di sebelah Michel, tempat yang di duduki Andrew tadi, saat ini Michel berada di antara Jessy dan juga Chika.
"Gue yakin kok suatu saat mimpi gue itu akan jadi kenyataan" jawab Chika percaya diri.
"Kak Daffa mau ngapain" tanya Jessy saat melihat Daffa hendak mengambil mangkuk bekas bubur tadi.
"Saya mau mencuci mangkuk ini, karna sekarang di rumah ini belum ada pembantu" jelas Daffa.
"Biar aku aja yang bawa, sekalian aku mau bantuin Kaka Daffa beresin dapur, soalnya aku udah berantakan dapur tadi" ucap Jessy seraya mengambil alih mangkuk yang hendak di ambil Daffa
"Gak perlu Jes... kamu temani Non Michel aja di sini" tolak Daffa
"Gak apa-apa kak, kan ada Chika yang nemenin Michel di sini, ia kan Chik" ucap Jessy lagi.
"Ia... " jawab Chika "Udah kak biarin aja, lumayan buat bantu-bantu kak Daffa, gitu-gitu Jessy pernah jadi TKW di luar negri" ledek Chika.
"Enak aja lo bilang gue TKW, gue ini mau belajar buat jadi istri yang baik untuk kak Daffa" jawab Jessy sedikit malu-malu
"Uhuk uhuk" Tiba-tiba saja Michel batuk.
"Chel Lo kenapa..." ucap Chika khwatir begitupun dengan Daffa dan Jessy.
"Ni minum dulu Chel" Chika membantu Michel untuk duduk dan memberikan air minum kepadanya.
"Lo gak apa-apa kan Chel" tanya Chika lagi
__ADS_1
"Nggak... tenggorokan gue tiba-tiba gatel" jawab Michel bohong, kali ini giliran dia yang harus menyaksikan kedekatan Jessy dengan Suaminya.