TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
terjebak


__ADS_3

malam ini Michel terpaksa tidur di tempat tidur Daffa yang kecil dan juga sempit, ia tidak bisa memberi jarak ataupun memberi pembatas di kasur tersebut seperti apa yang selalu ia lakukan di kamarnya, Kali ini ia terpaksa berdempetan dengan Daffa tanpa adanya pembatas, namun Michel tidak terlalu Khawatir akan hal itu, karna ia percaya Daffa tidak akan berani berbuat macam-macam kepada dirinya, toh selama mereka menikah Daffa belum pernah berbuat yang aneh-aneh padahal kalau Daffa mau Daffa bisa saja melakukannya karna ia mempunyai hak akan hak itu.


Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam, namun Michel belum bisa memejamkan matanya, selain karna belum terbiasa dengan tempat tidur tersebut, Michel juga merasa perutnya keroncongan, itu yang menyebabkan Michel sulit untuk tidur, tadi dia hanya makan sedikit saja, jadi sekarang perutnya sudah terasa lapar lagi.


"Kamu belum tidur" Tanya Daffa yang terbangun, karena sejak tadi Michel tidak bisa diam, ia berguling ke sana kemari mencari posisi tidur yang nyaman.


"Belum.. aku gak bisa tidur, perut aku lapar" Ucap Michel sedikit malu mengatakannya.


"Kamu lapar, kenapa kamu gak membangunkan saya" ucap Daffa seraya bangun dari tempat tidurnya.


"Abisnya lo tidurnya nyenyak banget" ucap Michel


"Sebentar ya Saya ke dapur dulu, saya bikinin nasi goreng untuk kamu" Ucap Daffa.


"Seriusan Lo mau bikinin nasi goreng buat gue" Michel tampak senang mendengar Daffa hendak membuatkan makanan untuknya karna perutnya benar-benar lapar.


"Ia" jawab Daffa seraya mengangguk-anggukkan kepala nya sambil tersenyum.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Daffa kembali masuk ke dalam kamar dengan membawakan satu piring nasi goreng dan juga segelas air putih, aroma wangi nasi goreng tersebut begitu menyeruak di dalam kamar hingga membuat perut Michel semakin keroncongan.


"Ini nasi gorengnya" Daffa memberikan piring tersebut kepada Michel, Michel segera mengambil piring tersebut dari Daffa, matanya tampak berbinar melihat nasi goreng yang tampak enak dan juga menggugah selera.


"Gue makan ya" Michel tampak sudah tidak sabar menyantap nasi goreng tersebut, Daffa menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Michel, Michel seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah Ice cream dan juga permen..


"Lo mau kemana lagi" tanya Michel saat melihat Daffa hendak pergi ke luar kamar.


"Saya mau Wudhu" jawab Daffa.


"Wudhu, bukan nya tadi kita udah shalat isya berjamaah" ucap Michel.


"Saya mau shalat tahajud" jawab Daffa seraya pergi meninggalkan kamarnya.


Setelah Selesai makan, Michel kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, perutnya sudah kenyang sebab tadi ia mengahabiskan satu piring penuh nasi goreng buatan Daffa, entah karna ia sedang lapar atau karna memang nasi goreng buatan Daffa memang sangat enak, atau mungkin karna dua-duanya.


Michel tidur meringkuk ke sebelah kanan sembari memperhatikan Daffa yang tengah melaksanakan Shalat Tahajud, ia tidak memungkiri bahwa Daffa memang sangat tampan dan juga baik.

__ADS_1


"Ternyata Lo itu ganteng dan juga baik, pantes aja Jessy ngebet banget sama Lo, mungkin kalo gue belum punya kak Andrew gue pasti bakalan suka sama Lo, tapi gue udah cinta duluan sama kak Andrew" gumam Michel dalam hati, ia tipikal wanita yang setia terhadap pasangannya, ia tidak ingin menghianati kekasihnya.


*****


Pagi hari Michel terbangun karna mendengar suara ayam yang berkokok begitu nyaring, ia juga melihat Daffa sudah tidak ada di sebelahnya, ia juga mendengar suara ibu dan juga Sifa yang tengah mengobrol dari arah Dapur, tampaknya mereka tengah sibuk menyiapkan sarapan.


"Tumben Daffa gak bangunin gue buat shalat subuh" Michel segera bangun seraya merapihkan rambutnya yang berantakan.


"Eh... Neng Michel teh sudah bangun" ucap bu Minah yang tengah sibuk memotong sayuran.


"Ia bu... Maaf Michel kesiangan" ucap Michel merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Neng... tadi kata Daffa neng Michel tidur nya nyenyak sekali, padahal Daffa sudah bangunin neng Michel beberapa kali" jelas Ibu.


"Mungkin Neng Michel kecapean ya"


"Ia Bu... Michel ngantuk banget".jawab Michel.


"Oia Bu Daffa nya kemana" tanya Michel.


"Oh... Gitu, aku keluar dulu ya Bu cari udara segar" pamit Michel.


"Ia neng... nanti kalau ibu sudah selesai masak, kita sarapan sama-sama" jawab Ibu.


Michel berdiri di teras rumah Daffa untuk menghirup udara segar di pagi hari yang sangat sejuk, sebab di kampung halaman Daffa masih banyak tanaman dan juga pepohonan yang sangat rindang.


Dari kejauhan Michel tampak melihat Daffa tengah berjalan bersama seorang wanita sambil mengobrol, Daffa tampak mengenakan Koko sarung dan juga peci, dan perempuan tersebut tampak mengenakan Rok panjang dan juga kaos panjang serta kerudung, seraya memeluk sebuah mukena di tangannya.


"Daffa sama siapa, mereka keliatan akrab banget, kok gue kaya pernah ngeliat cewe itu, tapi di mana ya" Michel tampak mengingat-ingat cewe tersebut.


"Oia gue baru ingat, cewe itu kan yang di Poto sama Daffa pas pake baju SMA" ucap Michel sudah mulai mengingatnya saat mereka sudah semakin dekat.


"Jangan-jangan dia ceweknya Daffa lagi, ternyata selama ini dia udah punya cewek di sini, kok dia gak pernah bilang sih sama gue" ucap Michel kesal.


"Kok gue jadi kesel gini sih, itu kan hak nya Daffa mau punya cewek atau nggak, lagian gue udah punya kak Andrew, justru bagus dong kalau dia udah punya Cewek, jadi gue bisa jadiin alasan sama Papi buat cerai sama dia" gumam Michel mencoba menenangkan hatinya yang tengah kesal melihat kedekatan mereka berdua.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." ucap Daffa saat sampai di depan rumahnya


"Waalaikumsalam..." jawab Michel sedikit sinis.


"Ini siapa Daf" tanya Naya saat melihat ada perempuan tengah berdiri di depan rumahnya, tiba-tiba senyuman Nays menyurut saat melihat Michel, dari kecil Daffa dan juga Hana memang sangat dekat bahkan orang lain mengira kalau mereka berpacaran.


"Ini Anak Majikan saya" Jawab Daffa


Michel semakin kesal saat mendengar Daffa mengatakan hal itu kepada Naya, padahal selama ini dia yang selalu meminta Daffa merahasiakan semua itu.


"Oh... ini anak majikan kamu, aku kira pacar kamu" senyuman Naya tampak merekah kembali saat mendengar jawaban Daffa, ia tampak lega mendengar jawaban tersebut.


"Kenalkan nama saya Naya" ucap Naya seraya mengulurkan tangannya.


"Michel" jawab Michel sinis, dan buru-buru melepaskan tangannya.


"Kalau begitu Naya Pulang dulu ya Daf" pamit Nays yang rumah nya cuman terhalang beberapa rumah saja.


"Ia Nay... kamu gak mau mampir dulu" jawab Daffa.


"Tidak Daf... Naya mau bantuin ibu masak buat di bawa Ke sawah" jawab Naya


"Oh ia... salam ya sama ibu,maaf aku belum sempet menemui Bu Ani" ucap Daffa lagi.


"Ia nanti Naya sampaikan" jawab Naya, setelah itu ia pergi meninggalkan Daffa dan Michel berdua.


"Lo kenapa bohong sama dia, bilang kalau gue anak majikan Lo" ucap Michel kesal karna merasa tidak di akui.


"Saya tidak bohong, kamu kan memang anak majikan saya" jawab Daffa


"bilang aja kamu gak mau kalau pacar kamu tau bahwa Lo udah nikah sama gue" ucap Michel.


"Memangnya boleh ? bukannya kamu sendiri yang bilang kalau saya harus merahasiakan semua ini dari orang-orang" ucap Daffa lagi


"I_ia sih... tapi" ucap Michel bingung, ia merasa terjebak dengan perjanjian yang ia bikin sendiri.

__ADS_1


"Udah lah gue mau mandi dulu"ucap Michel kesal dan pergi meninggalkan Daffa.


__ADS_2