TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU

TERPAKSA MENIKAH DENGAN PENGAWAL PRIBADIKU
Sandiwara


__ADS_3

Daffa mengajak Maya untuk kembali bergabung bersama Chika Ayu dan Fahri, namun saat mereka Masuk ke dalam ruangan tersebut, Chika dan Ayu tampak panik, sepertinya Chika baru saja menerima panggilan telepon dari seseorang.


"Chika Ayu ada apa ? kenapa kalian kelihatan cemas seperti itu" tanya Michel heran.


"Jessy Chel... Jessy..." jawab Chika panik.


"Jessy kenapa, bicara yang jelas" Michel pun ikut panik.


"Jessy kecelakaan Chel... tadi ada orang yang nelpon pake nomor dia, katanya dia kecelakaan di pertigaan ujung jalan ini, sekarang dia sedang di bawa ke rumah sakit terdekat" jelas Chika gemetar, begitupun dengan Michel yang tak kalah terkejut.


"Kalian jangan panik, sebaiknya kita langsung susul Jessy ke rumah sakit" ucap Fahri menangkan adik dan Kedua sahabatnya.


"Ia Fahri bener, jangan lupa hubungi orang tuanya juga" Ucap Daffa menimpali.


" Tapi orang tua Jessy sedang di luar Negri" jawab Chika bingung.


"Ya sudah kalau gitu, nanti saja kita hubungin mereka, sekarang kita lihat dulu keadaan Jessy" ucap Fahri lagi.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, mereka semua segera bergegas untuk menyusul Jessy ke rumah sakit.


Mereka pergi dengan mobil terpisah, Daffa bersama Michel sedangkan Ayu dan Chika Naik di mobil Fahri.


Di sepanjang perjalanan Michel tampak gelisah dan cemas memikirkan keadaan Jessy, Tapi Daffa berusaha menenangkan nya, sepanjang perjalanan Daffa terus menggenggam tangan istrinya dengan sebelah tangannya untuk memberikan kekuatan, sedangkan satu tangannya lagi tengah memegang stir mobil.


Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung mencari keberadaan Jessy, petugas rumah sakit mengatakan kalau Jessy tengah di tangani oleh dokter di UGD.


Sudah hampir tiga puluh menit mereka menunggu di depan ruang UGD, karna tidak ada seorangpun yang di perbolehkan masuk ke ruangan tersebut.


Salah seorang perawat juga mengatakan bahwa kecelakaan yang di alami Jessy cukup parah, ia mengalami cidera di bagian kepala dan juga kaki, dan saat ini Jessy belum sadarkan diri.

__ADS_1


Seseorang yang mengantarkan Jessy ke rumah sakit pun mengatakan bahwa bagian depan mobil Jessy sangat rusak parah, Ia melihat Jessy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mobil yang di kendarai nya bertabrakan dengan mobil lain dari arah berlawanan.


Beberapa saat kemudian tampak seorang perawat yang membantu menangani Jessy keluar dari ruangan tersebut, Michel dan teman-temannya langsung menghampiri suster tersebut untuk mengetahui keadaan Jessy.


"Apa di antara kalian ada yang bernama Daffa" tanya Suster tersebut. mereka semua terlihat bingung saat perawat tersebut mengatakan hal itu.


"Saya Sus..." Jawab Daffa bejalan menghampiri perawat tersebut.


"Kalau begitu sekarang anda ikut saya kedalam".


"Memangnya ada apa Sus... Jessy baik-baik aja kan Sus.." tanya Michel khawatir.


"Alhamdulillah Pasien sudah melewati masa kritisnya, ia sudah mulai siuman, tapi keadaannya masih sangat lemah"


"Sejak tadi Pasien terus menyebut-nyebut nama Daffa"


"Jadi Dokter meminta saya untuk memanggil seseorang yang bernama Daffa"


"Boleh tapi hanya dua orang saja yang masuk, karna Pasien masih belum benar-benar stabil" jelas suster lagi


Akhirnya Michel menemani Daffa untuk masuk ke ruangan tersebut.


Kondisi Jessy tampak sangat menghawatirkan, ia terlihat sangat lemah. Sebuah perban tampak melingkar di kepalanya, karna luka di dahinya cukup dalam, hingga mengeluarkan banyak darah, lehernya pun di pasangkan sebuah penyangga leher oleh dokter.


"Ka_k Da_ffa" Ucap Jessy lemah saat melihat Kehadiran Daffa.


"Ia Jes... saya ada di sini"


"Michel juga ada di sini untuk menemani kamu" Ucap Daffa yang tengah berdiri di samping Jessy.

__ADS_1


"Ka_k... a_ku benar-benar cinta sama kak Daffa"


"A_ku mohon tolong terima aku jadi pacar kak Daffa" ucap Jessy lagi seraya meraih tangan Daffa. Daffa terlihat sangat bingung harus berbuat apa, ia melirik ke arah Michel untuk meminta bantuan, tapi Michel malah mengedipkan Keuda matanya sambil menunduk-nundukan kepalanya sebagai isyarat untuk mengikuti ucapan Jessy.


Awalnya Daffa tidak setuju dengan permintaan Michel tapi Michel terus memberikan isyarat untuk menerima Jessy, ia hanya ingin membuat Jessy mempunyai semangat untuk sembuh.


"Ka_k... kak Daffa mau kan jadi pacar aku" ucap Jessy lagi yang tampak sangat lemah.


"I_ia... ia saya mau" Akhirnya Daffa terpaksa menerima permintaan Jessy. Jessy pun terlihat sangat bahagia, dengan senyum tipis di wajahnya.


#


#


Tiga Hari telah berlalu, dan kondisi Jessy sudah mulai membaik. smSelama tiga hari itu, Michel Daffa Ayu dan juga Chika saling bergantian menjaga Jessy di rumah sakit, namun Daffa lah yang lebih sering menemaninya, karna Jessy selalu meminta Daffa untuk berada di sisinya, sebagai kekasihnya.


Bahkan Jessy selalu bersikap manja kepada Daffa, saat makan pun Jessy selalu meminta Daffa menyuapinya, Dan hal itu di saksikan langsung oleh Michel sang istri.


Karena hal itu pula Michel dan Daffa jadi sering berdebat, Daffa meminta Michel untuk segera mengakhiri sandiwara ini, dan mengatakan yang sejujurnya kepada Jessy, tapi Michel melarangnya, ia tidak ingin kondisi Jessy kembali memburuk setelah mengetahui semuanya, ia meminta Daffa untuk tatap menjalankan sandiwara ini dan menjadi Kekasih Jessy.


Hari ini, Dokter sudah memperbolehkan Jessy untuk pulang, tapi Jessy belum kuat untuk berjalan sendiri, ia harus tetap menggunakan kursi roda di rumahnya, karna cedera di kakinya belum benar-benar pulih.


Michel dan teman-temannya tampak bahagia dan antusias untuk mengantarkan Jessy pulang kerumah nya, Michel juga tidak lupa untuk mengajak Daffa bersamanya, karna Jessy pasti akan sangat senang jika Daffa ikut mengantarkan nya pulang.


Sesampainya di rumah, Jessy meminta Daffa untuk menggendongnya masuk ke dalam rumah, belakangan ini Jessy terlihat semakin manja kepada Daffa, ia juga ingin memamerkan kemesraan nya dengan Daffa di hadapan teman-temannya.


Kali ini Daffa terlihat patuh terhadap Jessy, ia tidak pernah protes ataupun harus dipaksa terlebih dahulu oleh Michel seperti biasanya.


Setelah membawa Jessy ke kamarnya, Daffa membuatkan Jessy makanan bahkan dia sendiri yang menyuapi Jessy, dan membantu Jessy meminum obatnya, Daffa begitu sangat telaten mengurus Jessy, dan semua itu ia lakukan di hadapan Michel.

__ADS_1


Michel terlihat sangat heran dan juga cemburu melihat Daffa sangat perhatian kepada Jessy, padahal selama ini dia sendiri yang meminta Daffa untuk melakukan hal itu, tapi entah kenapa kali Ini ia benar-benar kesal melihatnya.


Di antara mereka semua, hanya Ayu yang mengerti perasaan Michel, ia berusaha menenangkan Michel untuk menghadapi semua itu, meskipun awalnya Ayu juga tidak setuju dengan Michel yang meminta Daffa menjadi pacar Jessy, ayu juga sudah pernah meminta Michel untuk Michel untuk berterusterang kepada Jessy soal pernikahannya dengan Daffa tapi bukan Michel namanya jika ia tidak keras kepala.


__ADS_2