Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Hujan Petir


__ADS_3

langit gelap yang tak di hiasi bintang mau pun rembulan , kini telah menangis . gemuruh Langit pun terdengar keras dan kilatan cahaya petir bermunculan . Bahkan membangunkan seorang pria yang baru saja terlelap , akibat suara petir yang mengusik gendang telinganya .


Diyan menatap ke arah jendela kamarnya , terlihat rintihan air yang begitu deras membasahi setiap tumbuhan di sekitar luar rumahnya . kemudian , dia turun dari ranjang , melangkah mendekati jendela dan matanya menatap langit gelap gulita yang sedang menangis .


" Biasanya ... bila hutan dan petir , kak Dina dulu ... selalu datang ke kamar ku . apa bila papa dan mama tidak ada di rumah . tapi , semenjak perpisahan dan pernikahan ini . apa kak Dina masih takut hujan di kala petir dan juga kegelapan ? " ujar Diyan dalam hatinya . mengingat kenangannya bersama Dina .


Diyan keluar dari kamarnya , hingga langkah kakinya berhenti tepat di depan pintu kamar Dina . Diyan ingin memastikan keadaan wanita yang berada di dalam kamar . apakah Dina masih merasa takut dengan petir ? .


Diyan menempelkan telinganya di daun pintu untuk dapat mendengar suara Dina yang mungkin merasa takut atau menangis . Diyan tidak mendengar suara apa pun , dia pun menghela nafas lega dan menduga ...


jika Dina masih tertidur ?


atau Dina sudah tidak takut lagi dengan petir ?


Diyan terus berasumsi dalam pikirannya sendiri . sampai akhirnya , sebuah suara mengusiknya dan suara itu berasal dari perutnya yang minta untuk segera di isi .


Diyan menyentuh dan mengusap perutnya . menyadari , jika dia belum makan apa pun sejak siang tadi dan sekarang dia melangkah ke dapur untuk melihat . adakah sesuatu untuk bisa mengganjal rasa laparnya di perutnya ? .


Diyan membuka lemari tempat penyimpanan makanan . Tapi , kosong , Kemudian dia beralih ke lemari pendingin dan membukanya . mukanya semakin kusut , karena tidak ada makanan sama sekali untuk mengganjal perutnya yang kelaparan . selain telur dan ayam yang hanya tinggal di masak saja . Diyan pun memilih mengambil satu potong ayam , bagian pahanya dan satu dua butir telor .


" gimana masaknya ? " Diyan menatap telur dan paha ayam " emm lihat you tube aja kali ya ? "


Diyan langsung sumringah dengan ide cemerlangnya . kemudian dia pergi ke kamarnya dan mengambil benda canggih tersebut . dia kembali ke dapur dan membuka you tube dengan benda canggihnya yang di sebut Tablet .


" O ternyata gini ... tapi , pake minyak dulu . tapi ... yang mana duluan ? " ujar Diyan yang bingung menatap layar tablet yang menunjukkan sebuah video seorang pria bule sedang masak .


Diyan pun menyiapkan alat untuk menggoreng dan tentunya dia mengikuti yang ada di dalam video yang berdurasi 10 menit . kini Diyan telah memakai celemek dan bersiap memasak . Namun , saat minyak panas dan memasukkan paha ayam . tiba saja minyak panas itu melompat dan mengenai kulitnya di bagian lengannya dan dia hanya meringis . kemudian kembali melanjutkan acara masaknya , tanpa gentar dan akhirnya dia selesai .


Tapi , sayang sekali ... masakannya sedikit berwarna hitam dan pasti tidak akan enak untuk di makan . Karena , baru kali ini Diyan masak untuk dirinya sendiri . biasanya dia akan tinggal makan saja , jika makanan sudah di hidangkan di meja makan . Tapi , karena mamanya sedang keluar negeri bersama papanya dan Dina , istrinya pasti tidur dan tak tega membangunkannya .

__ADS_1


" Akhirnya , masakan buatan Diyan Endra Prabowo selesai ! " serunya begitu membanggakan dirinya sambil meletakkan piring yang berisikan masakannya di atas meja makan .


kemudian dia pun mengambil piring dan Nasi dalam microwave . setelahnya , dia duduk di kursi yang sudah berhadapan dengan masakannya di atas meja makan . Diyan makan sendiri dan sesekali mengomentari masakannya sendiri .


" Rasanya pahit dan ... asin "


" ternyata masak cukup sulit juga ya ? "


" enggak enak . lebih enak masakan mama dan kak Dina "


Diyan terus berkomentar di sela aktivitas makannya . sampai akhirnya dia selesai makan dan menghabiskan masakannya yang seharusnya tak layak untuk di makan . Namun , karena rasa lapar , Diyan tak peduli dengan rasa masakannya yang begitu pahit dan sangat asin .


Diyan Kemudian mencuci alat dapur yang dia gunakan tadi . setelah selesai , ingin pergi meninggalkan dapur , tapi tiba - tiba ...


Duar


suara petir begitu keras dan hujan terdengar semakin deras . Diyan berjalan dengan cepat ke pintu kamar sang istri . memastikan , jika tidur Dina tak terganggu . Namun , dia sangat terkejut , Saat telinganya baru saja menyentuh daun pintu . Dia dapat mendengar suara tangis dari balik pintu yang sudah di pastikan , jika yang menangis itu adalah Dina , Istrinya .


" Dina " panggil Diyan sambil mengetuk pintu


" buka pintunya ! " pekik Diyan , karena Dina tidak juga membuka pintu


" Dina ... buka pintunya . aku Diyan ! "


Diyan terus mengetuk pintu kamar istrinya yang terkunci . hingga akhirnya , Diyan lari ke kamarnya dan mengambil kunci cadangan dalam laci kecil di lemari bajunya . Dia kembali lagi berdiri di depan pintu Dina dan berusaha membuka kunci pintu dengan kunci cadangannya .


" Dina "


Diyan sangat terkejut dengan mata terbelalak , saat pintu kamar Dina berhasil dia buka . melihat Dina duduk di sudut kamar dengan memeluk erat tubuhnya dengan menggunakan kedua tangan .

__ADS_1


Dia merasa takut !


Dugaan Diyan salah !


Dina masih takut dengan petir !


dan bahkan kamarnya begitu gelap ...


Diyan melangkahkan mendekati Dina dan langsung memeluk tubuh yang bergetar karena rasa takut yang menyelimuti hatinya . Padahal sejak tadi kamar Dina sudah gelap , mungkin karena rasa sakit di hati dan tangisan di matanya , membuat Dina tidak menyadari suasana kamarnya yang gelap , Akibat waktu saat tadi pertengkarannya dengan Diyan .


Dina tahu , siapa yang memeluk dirinya . tapi , dia hanya diam dan tidak ada niat untuk menolah dan bahkan dia membalas pelukan itu begitu eratnya . dia menikmati rasa yang begitu nyaman dan seakan melindunginya . Dina mengira hal ini adalah mimpi baginya dan dia sangat tidak ingin bangun dari mimpinya .


Sedangkan Diyan mendekap erat dan kemudian menggendongnya bridal style . meletakkan tubuh istrinya di ranjang dan saat Diyan ingin melepaskan dirinya dari Dina . Dina menahannya dengan kembali memeluk erat tubuh kekarnya . mungkin , Dina masih belum menyadari , jika hal ini adalah nyata dan bukan mimpi belaka .


" temani aku Yan ... aku takut ... Aku ... ingin kamu peluk ... ku mohon " ujar Dina terbata - bata dengan suara bergetar , akibat tangisnya yang kini segu-segukan .


" Baiklah ... " Diyan pasrah menuruti keinginan Dina


Diyan dengan perasaan yang begitu terasa berat memeluk tubuh ramping Dina . Dina yang tentunya sangat menginginkan dekapan hangat , langsung membalas pelukan Diyan dengan sangat erat . seakan takut , jika tubuh pria yang dia dekap akan pergi dan meninggalkannya , bila dia lepaskan dari pelukannya .


" ku mohon ... Biarkan waktu berhenti , biarkan aku tetap bermimpi . aku tak ingin bangun dari mimpi ku saat ini dan jika bisa ... aku sangat senang bisa bermimpi seperti ini " ujar Dina dalam hatinya . memeluk erat tubuh suaminya dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya . bahkan , Dina dapat mencium aroma maskulin suaminya , tapi dia masih mengira hal itu hanyalah sebuah mimpi


" Bagaimana ini ... aku pria normal . apa aku sanggup menahan gejolak aneh dalam tubuh ku ini ? Dina ... tidurlah . jangan menyiksa ku " Erang Diyan dalam hatinya . mencoba menahan dirinya yang merasakan hawa panas di sekitarnya , secara dia termasuk pria normal dan untuk tidak melakukan hal yang mungkin saja tidak di sukai Dina , dia harus bisa menahannya sebisanya .


Walau , Dina adalah Istri SAH-nya dan tidak masalah melakukan Hubungan suami istri . Tapi , Diyan tidak ingin lagi menyakiti hati dan apa lagi fisik Dina . Diyan terus memcoba menahan dirinya , mencoba untuk membuat ularnya tetap tidur dan tidak akan terbangun karena ulah Dina .


" Dina ... apa kamu sudah tidur ? " tanya Diyan dengan lembut , memastikan Dina yang masih terbangun atau sudah tertidur .


Tidak ada sahutan . membuat Diyan bernafas lega , menduga jika Dina sudah terlelap tidur dan dugaanya benar . Dina sudah tertidur dan tak butuh lama . Diyan ikut tertidur dalam satu ranjang dengan Dina dengan saling berpelukan dan hal ini adalah kedua kalinya mereka tidur bersama , selain waktu di hotel .

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2