Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Bertemu Teman


__ADS_3

Langit yang gelap , terganti menjadi terang . matahari telah terbit dan berada di peraduannya , di langit biru atas sana . memancarkan sinarnya di pagi yang begitu indah dan setiap orang bersemangat memulai harinya , di pagi hari yang begitu indah .


Tapi , untuk Dina , paginya ... tidak ada yang terlihat indah . Bagi Dina , paginya sama saja . suram , sepi dan dingin . tidak ada semangat yang terpancar di wajahnya , dan dia tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri . Dina terkadang memaksakan dirinya bersikap biasa saja , yaitu berpura-pura bersemangat menjalani hari-harinya dengan senyuman semanis mungkin .


sedangkan Diyan yang tak pernah memberikannya perhatian dan kehangatan , dan tetap bersikap dingin dan acuh pada istrinya dalam rumah tangganya yang telah dia jalani selama hampir satu bulan ini.


seperti saat ini , Dina terbangun dari tidur , karena pancaran sinar matahari yang melalui jendela kaca kamarnya dengan menembus lapisan kaca putih tembus pandang . Sehingga Dina dapat terbangun dari tidur lelapnya yang menerpa wajahnya bantalnya yang masih terlihat cantik .


" Rasanya ... aku ingin tetap tidur aja " sunggut Dina turun dari ranjangnya


Dina pun pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan kemudian dia memakai baju rumahan . setelah selesai dia ke dapur untuk membuat sarapan pagi . sedangkan Diyan sejak tadi sudah bangun dan bersiap dengan pakaian kerjanya yang melekat di tubuh kekarnya . kemudian dia keluar dari kamarnya , dan langsung menuruni tangga sampai matanya . diam-diam memperhatikannya Dina yang sibuk di dapur dengan pakaian santai serta celemek yang melekat di tubuh Dina .


" dia sangat cantik " gumam Diyan , kemudian Diyan menggelengkan kepalanya menyadari kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya .


" mas " panggil Dina yang ternyata sedang melangkah kearah Diyan , tanpa Diyan sadari


" sarapan paginya sudah siap " lanjut Dina dengan senyuman manisnya menatap Diyan


Diyan tidak menjawab , dia langsung melangkah melewati istrinya dan langsung menuju meja makan . Dina menghela nafas kasar , sudah biasa dengan sikap datar dan dingin suaminya . Dina pun melangkah dan mendekati meja makan , dengan talenta dia menghidangkan makanan untuk suaminya tanpa harus bertanya lagi . karena sarapan yang dia masak hanya nasi goreng kesukaan suaminya . setelah menghidangkan makanan untuk suaminya , baru Dina ikut makan di hadapan suaminya dengan berbatas meja .


Diyan dan Dina makan dalam keheningan , sampai akhirnya Diyan selesai makan dia langsung bangkit dari duduknya . kemudian melangkahkan dengan membawa tas kerjanya , sedangkan Dina membiarkan Diyan pergi begitu saja tanpa ada ritual suami istri .


" bodo amat , selama ini juga gitu . dia bersikap begitu , aku pun juga bisa " dalam hati Dina yang kini masih sibuk dengan sarapan paginya


" ada apa dengannya ? tumben , dia tidak mengantarkan ku sampai depan pintu seperti biasanya " Dalam hati Diyan sambil pergi keluar rumah menuju mobilnya

__ADS_1


Diyan bersikap cuek saja dan tak ambil pusing dengan sikap istrinya yang acuh padanya yang tak seperti biasanya . Di dalam perjalanan menuju rumah sakit , Diyan hanya fokus menyetir mobil . sedangkan Dina baru selesai mencuci peralatan dapur yang kotor . setelahnya dia langsung bersiap-siap untuk melakukan rencananya pada hari ini .


" hari ini , aku akan happy . suami ... lupakan sementara dulu . mana tau ketemu yang lebih bisa mengerti ku ahahahhah " celoteh Dina dengan tawanya


Dina kemudian pergi meninggalkan rumah , karena di rumah ini hanya dia dan Diyan yang tinggal . tak ada pembantu , cuma terkadang ada tukang kebun yang datang tiap 3 kali dalam seminggu dan kalo satpam itu memang sudah ada untuk menjaga rumahnya .


Dina pergi dengan menggunakan mobilnya membela jalan kota yang terkenal padat . sampai akhirnya Dina menghentikan mobilnya di sebuah mall yang terkenal di kota .


" Waktunya cari hiburan ! " seru Dina


Dina melangkahkan kakinya memasuki Mall dan kemudian masuk ke sebuah tempat makan di dalam Mall . Dina dapat melihat sudah ada temannya di sana yang menunggu , bahkan salah satu wanita yang duduk di kursi meja makan melambaikan tangannya pada Dina . membuat Dina mempercepat langkahnya untuk segera sampai pada temannya .


" sorry gaes , gue terlambat " kata Dina sambil duduk dengan tak lupa senyuman manis tampil di wajah cantiknya sehingga memperlihatkan gigi putihnya yang rapi


" No problem Dina ku " sahut temannya yang berambut pirang yang di gerai , terlihat begitu indah .


" okay , rencana kita hari ini apa ? " tanya Dina


" happy-happy dong " jawab wanita yang berambut hitam panjang


" iya tau Mila ! " ketus Dina . membuat wanita yang berambut hitam panjang yang bernama Mila cengengesan menunjukkan deretan gigi putihnya


" gue suntuk dirumah ni ... jadi kita cari happy aja yuk . emm ... gimana kalo kita sopping ! " ujar wanita berambut pirang


" bosan Gita ! " serentak Dina dan Mila dengan memutar bola mata malas , karena temannya yang satu ini sangat suka belanja

__ADS_1


" terus ? " tanya wanita pirang yang bernama Gita dengan menatap temannya secara bergantian , memandang kesal . karena idenya tak di setuju sama sekali oleh temannya .


" pergi cluk aja ! " jawab Mila


" No ! untuk kali ini , aku gak mau minum-minum di tambah lagi musiknya ... bising , bikin budak ni kuping gue " sahut Dina kesal dengan saran temannya yang enggak ada bagusnya .


" lah ... terus kita makan disini aja gitu ? gak kemana-mana ? " cecer Gita menatap tak percaya pada temannya


" pusing ! terserah aja de . asalkan jangan yang ke cluk dan engga bikin pusing kepala gue " ujar Dina


" okay ! " seru Mila dan Gita serentak sembari tersenyum dengan memberikan jari jempol mereka berdua . menyetujui keluhan Dina


Dina dan kedua temannya pun memesan makan dan minum terlebih dulu . mereka makan apa yang telah mereka pesan , Kemudian pergi meninggalkan Mall dengan menggunakan mobil Dina . kali ini Dina ingin melupakan statusnya dan dia ingin bersenang-senang dengan mencari hiburan bersama temannya .


mungkin bagi beberapa orang , dengan yang Dina lakukan hal yang sangat bagus dengan mengajak temannya untuk bersenang-senang ke suatu tempat . tapi , bagi beberapa orang juga , tidak menyetujui dengan tindakan Dina yang terkadang mengibur dirinya dengan minuman atau dengan pergi ke clukb bersama temannya.


Namun , bagi Dina , hal yang dia lakukan adalah benar . dia tidak ingin selalu terbelenggu dalam pernikahan yang tidak ada kehangatan dan kelembutan yang sangat ingin dia dapat dari suaminya . seperti halnya , istri pada umumnya . tapi , Dina tidak bisa mendapatkan kehangatan dari suaminya dan seperti sekarang ini lah . Dina pergi bersama temannya , mencari sebuah hiburan dengan melupakan siapa dirinya .


Dina yang polos , hanya mengikuti temannya , kemana mengajak dirinya . karena dia sangat percaya pada temannya , dia yakin... temannya tidak akan menghancurkan dirinya atau mengkhianati kepercayaannya . Walau dia dan temannya jarang ada waktu bertemu . karena temannya punya kesibukan tersendiri .


Contohnya Mila Agnesia Daryansyah , seorang CEO di salah satu perusahaan . dia hanya menjalankan perusahaan Daddy-nya , walau awalnya Mila tak ingin menjadi pengusaha . tapi , dengan bujuk rayu dan paksaan dari orang tuanya , dia mau menjalan perusahaan yang kini telah berkembang . dia bahkan pernah ingin di jodohkan oleh Daddy-nya dengan seorang pria dari anak rekan bisnis Daddy-nya . Namun , Mila memberikan alasan atau mengancam , dia akan pergi meninggalkan rumah dan dia ingin mencari pria pilihannya sendiri .


Sedangkan Gita Wirjawan , seorang Desainer terkenal di kotanya . Dia hanya mempunyai seorang mama dan kedua adiknya yang masih berpendidikan . sedangkan papanya sudah meninggal 10 tahun lalu , karena penyakit jantung yang di deritanya . Gita yang kini menjadi tulang punggung keluarga , membuatnya tak ada waktu untuk menjalin hubungan .


Dina sudah tahu latar belakang Mila dan Gita . sebaliknya pun begitu , Mila dan Gita juga tahu latar belakang Dina . Namun , Dina belum bercerita tentang pernikahan , yang terpaksa Menikahi saudaranya . saudara yang tak sedarah , saudara yang sejak kecil memanggil kakak . mengingat itu , Dina terkadang sangat sedih dengan semua yang telah terjadi dalam hidupnya.

__ADS_1


dan untungnya Dina punya teman yang mau mengerti dan memahami dirinya sendiri . serta selalu ada untuknya , dan sebaliknya pun begitu . Mila dan Gita juga senang , walau mereka bertiga jarang dapat bertemu karena kesibukan masing-masing .


...Bersambung...


__ADS_2