Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
BANDUNG : Saya! Riana Antariska


__ADS_3

Seorang Wanita, Berambut hitam yang panjang, Di gerainya hingga terlihat indah, Dengan hembusan semilir angin lembut yang menyapanya. Sepasang mata coklat, dan Hidung mancungnya, Menghiasi wajah cantiknya yang menawan, Tanpa dinodai warna apa pun. Memakai Sweater abu-abu senada dengan celana training yang membalut tubuh rampingnya yang elegan. Sepatu sneaker yang, Di kenankan membawa kakinya melangkah perlahan, Di rumput hijau. Sampai akhirnya, Wanita itu, Menghentikan langkahnya di depan pohon yang tidak terlalu tinggi dan rindang.


Wanita itu, Riana, Dia membawa Dirinya duduk, Beralaskan rumput, Berteduh di bawa pohon rindang. Menikmati suasana alam yang tenang dan nyaman. Seiring angin berembus menyentuhnya, Kelopak matanya pun terpejam dan tubuhnya yang bersandar pada pohon. Hingga terdengar suara yang mengusik Indra pendengarannya dan membuatnya, Membuka mata.


" Mas Diyan, Mana si! Aku, Sangat bosan... " Dina, Keluar dari tenda sambil menggerutu sedikit kesal. Karena rasa bosan, Menunggu sang Suami yang tidak kunjung datang.


" Wajah Wanita ini... Sama dengan yang ada, Di foto! Dia... Mantan kekasih, Tuan Muda! Suatu kebetulan bertemu dengannya... " Kata Riana, Di dalam hatinya. Dengan mata coklatnya yang indah. Menatap, Dina dengan perasaannya yang campur aduk.


Dina, Berdiri dan bertolak pinggang. Mata abu-abunya yang indah, Menyiratkan kecurigaan. Menatap ke arah Utara, Arah, Diyan pergi melangkah sejak beberapa menit lalu.


" Atau jangan-jangan... Mas Diyan, Di godain Wanita lain? Dan Dia, Melupakan, Aku! Istrinya? Aku, Harus susul sekarang! " Gumam Dina, Berbicara sendiri dengan wajah kesal, Membayangkan hal dengan yang, Di pikirkannya.


" Dina! Mending temenin, Saya! " Seru Riana, Yang seketika menghentikan langkah, Dina yang ingin pergi ke arah Utara.


" Apa, Kita saling kenal? " Dina, Berbalik badan dan menatap, Riana dengan bingung. Karena, Di tempat asing ini, Bukit Moko, Ada yang mengenalnya?


" Iya, Saya mengenal, Kamu. Dina Zaskia Prabowo, Itu adalah Nama lengkap, Mu kan? " Jawab Riana sambil mengaguk kepalanya dan tersenyum kecut.


Dina, Melupakan niatnya yang ingin menemui atau mencari, Diyan. Karena, Kini, Dia lebih memilih melangkah dan mendekati, Riana. Wanita yang mengaku, Mengenal Dirinya dan Bahkan, Mengetahui nama lengkapnya.


" Kapan, Kita pernah bertemu? Aku, Merasa kita tidak saling mengenal " Kata Dina, Dengan terus terang pada, Riana.


" Perkenalkan! Nama, Saya! Riana Antariska. Istri, Seorang Pria Paris! Kevin Aprilio Cathy! " Ujar Riana, terus terang sambil mengulurkan tangannya pada, Dina.


" Kevin... Aprilio... Cathy! " Lirik Dina penuh keterkejutan. Menerima tangan, Riana, Dijabat, Sebagai tanda perkenalannya.


" Yah! Betul, Kamu mengenalnya kan? Dan Aku, Juga tahu, Kamu mantan kekasihnya " Ucap Riana, Dengan sikapnya yang biasa saja. Tidak menunjukkan kecemburuan sedikit pun, Di wajahnya.

__ADS_1


Dina, Amat terkejut mendengar, Wanita, Di depannya adalah, Istri dari mantan kekasihnya, Yaitu Kevin. Dina, Pun membawa tubuhnya duduk, Di samping, Riana. Binar mata ke abu-abuan, Dina, Menyiratkan kekecewaan dan kesenangan.


" Kenapa... Kevin, Tidak mengudang, Aku dan Mas Diyan, Di hari pernikahannya? Apa, Dia benar-benar melupakan, Aku yang juga adalah temannya? Tapi, Sudahlah... Aku, Bahagia! Kevin, Menemukan pengganti, Ku " Di dalam hati, Dina.


Rasa bersalah, Dina pada, Kevin, Seketika hilang. Di saat, Mendengar kebenaran dari, Riana, Yang merupakan, Istrinya Kevin. Dina, Dulunya sangat merasa bersalah pada, Kevin. Meninggalkan, Kevin dan lebih memilih, Diyan, Menimbulkan rasa bersalah, Di hatinya, Waktu, Di Paris. Pria yang dulu meninggalkannya, Tanpa ada kata putus, Karena ada paksaan dari, Endra, Papa angkatnya dan telah menjadi mertuanya. Pria, Yang mencintai, Dirinya begitu dalam, Ternyata sudah menikah dan menemukan pengganti, Dirinya. Dina, merasa bahagia mengetahui kebenaran, Kevin sudah menikah dengan, Wanita yang ada, Di hadapannya, Riana.


Namun, Tiba-tiba saja, Senyuman, Di wajah cantik, Dina luntur. Ketika, Tersadar nama, Wanita, Di sampingnya, Sama dengan nama, Wanita yang ada dalam cerita, Diyan, Pada kejadian kemarin malam.


" Mungkin... Hanya, Kebetulan saja, Nama Riana, Dengan Wanita malam itu, Sama! " Seru Dina, Di dalam hatinya, Dengan perasaan ragu.


" Wajahnya dengan cepat berubah, Itu artinya... Dia, Masih mencintai, Tuan muda dan Aku, Punya kesempatan untuk melepaskan, Diri, Ku dari jeratan, Tuan Muda! Tapi... Siapa itu, Mas Diyan? Apakah, Abangnya? " Ujar Riana, Di dalam hatinya.


Detik berlalu, Dina dan Riana, Sama-sama diam. Riana, Diam, Menunggu apa yang akan, Dina katakan padanya? Apakah sesuai dengan ekspektasinya atau tidak? Sedangkan, Dina, Diam, Karena tidak tahu harus mengatakan apa pada, Riana? Dirinya, Adalah seorang Wanita dan bisa mengerti perasaan, Riana, sebagai sesama Wanita. Wanita mana yang tidak sakit hati, Bertemu dengan Wanita yang merupakan mantan kekasih, Suami sendiri.


Namun, Pemikiran dan perasaan, Dina dan Riana, Berbeda sangat jauh. Di satu sisi, Dina lebih menggunakan perasaan hatinya yang selembut dan seputih kapas. Di satu sisi, Riana, Lebih mementingkan kepentingan, Dirinya sendiri. Ingin bisa lepas dari jeratan, Kevin Aprilio Cathy, Yang biasa, Di panggilnya dengan sebutan, Tuan Muda.


" Emm Riana... Aku, Turut bahagia atas pernikahan, Mu dengan, Kevin. Walau, Sebenarnya... Aku, Sedikit kecewa, Karena... Kevin, Tidak mengundang, Aku dan Mas Diyan, Di hari pernikahannya " Kata Dina, Memecahkan keheningan, Di antara, Dirinya dan Riana, Di tengah ketenangan dan kenyamanan, Alam semesta.


" Riana... He! Kamu, Kenapa? Jangan melamun! " Ketus Dina, Sambil tangannya menepuk pundak, Riana. Menyadarkan, Riana yang hanya diam dan terlihat melamun.


" Ha! Eh! Iya, Apa? Kamu, Mengatakan sesuatu? " Ucap Riana, Gelagapan. Dina, Mendengus dan berdecak sedikit kesal. Sejak tadi, Dia berbicara dan yang di ajak berbicara ternyata sedang melamun.


" Aku, Sejak tadi berbicara dan Kamu, Mala melamun! Apa, Kamu... Sedang memikirkan malam pertama, Ya? " Kata Dina, Berbisik, Dengan senyuman yang terlihat menyebalkan, Di mata, Riana.


" Malam pertama, Apanya?! Aku, Saja hanya di jadikan pelayannya! Bukan, Sebagai Istrinya! " Umpat Riana, Dalam hatinya. ingin rasanya, Riana mengatakannya langsung pada, Dina. Namun, Dirinya sadar, Tidak seharusnya, Dia membongkar rahasia pribadi dalam pernikahan dan rumah tangganya, Dengan Kevin.


Tapi, Di detik berikutnya, Mata Riana membesar, Terbelalak lebar. Ketika, Menyadari Perkataan, Di dalam hatinya.

__ADS_1


" Istri?! Enggak, Aku mana Sudi! " Riana, Meralat Perkataannya, Di dalam hatinya. Tapi, sudah menimbulkan semu merah, Di kulit putih, Wajah cantiknya yang menawan itu. Membuat, Dina tersenyum merekah, Merasa tebakannya benar.


" Sepertinya benar! Kamu, sedang memikirkan malam pertama, Mu dengan, Kevin. Itu artinya, Kalian berdua baru saja menikah? "


" Bukan! Kamu, Salah! Aku, tidak sedang memikirkan malam pertama dan Aku, Dengan, Tuan Muda, Sudah dua bulan lebih, Menikah. Memang cukup lama dan Berhenti, Menggoda, Ku! " Jelas Riana dengan cepat, membantah tebakan, Dina.


" Ok, Baiklah. Tapi, Kenapa... Kamu, Memanggil, Kevin dengan sebutan, Tuan Muda? Setidaknya, Panggil saja dengan sebutan yang manis gitu? " Ucap Dina tertawa kecil. Merasa lucu dengan sikap, Riana. Tapi, Tidak merasa curiga, Mendengar, Riana, Memangil, Kevin dengan sebutan, Tuan Muda.


" Dina, Maaf... Aku, Lama " Diyan, Tiba saja muncul dan langsung berdiri, Di hadapan dua Wanita cantik yang berteduh, di bawa pohon. Sehingga, Riana, Mengurungkan niatnya menjawab pertanyaan, Dina.


" Mas! " Seru Dina, Dan dengan cepat bangun dari duduknya.


" Kenapa, Kamu sangat lama?! Aku, Bosan dan untungnya... Ada, Riana yang menemani, Ku. Sehingga, Aku tidak terlalu merasa kebosanan, menunggu, Mu " Jelas Dina, Sedikit kesal pada, Suaminya dan menatap, Riana yang berdiri, Di sampingnya, Dengan Senyumannya.


Senyuman, Di wajah tampan, Diyan hilang. Ketika, Mendengar Nama Wanita yang, Di sebutkan, Istrinya. Sehingga, Matanya yang sehitam langit malam itu, Teralihkan dari wajah, Dina pada, Wajah cantik yang terlihat terkejut, Melihatnya. Wajah cantik, Riana, Menyiratkan keterkejutan, Melihat, Diyan, Berdiri, Di hadapannya. Tentunya, Riana, Masih mengenal, Diyan, Karena mereka satu universitas.


" Riana, Perkenalkan... Dia, Suamiku, Diyan Endra Prabowo " Dina, Bergelayut manja, Di lengan kekar, Diyan.


" Mas Diyan, Dia, Riana Antariska dan Mas, Pasti belum tahukan? Kevin, Sudah menikah dan Riana adalah, Istrinya " Jelas Dina, Tersenyum merekah.


Dina, Menatap wajah, Diyan, Yang menyiratkan keterkejutan, dan berkeringat dingin. Perasaan tidak nyaman, Di hatinya, Timbul. Menyadari sesuatu yang sempat, Di bantah dan Diragukannya.


" Mas Diyan... Riana... Adalah Wanita yang sama dengan kejadian kemarin malam itu, Kan? " Kata Dina, Sambil menarik kedua tangannya dan tidak Bergelayut lagi, Di lengan kekar, Suaminya. Berharap dugaannya salah, Walau perasaan tidak nyaman, Menyelimuti relung hatinya.


" Kemarin malam? Apa yang sudah terjadi? " Pertanyaan terucap dari, Bibir, Riana. Kini, Hatinya juga, Di selimuti perasaan tidak nyaman.


Ketegangan, dan Suasana yang terasa panas, Menyelimuti, Di dekat, Dina, Diyan dan Riana. Bahkan, Waktu saja, seakan terasa berhenti, Di tengah suasana tenang, Nyaman, Menyejukkan dan Romantis. Dina, Diyan dan Riana, Memutar ingatan mereka. Dina, Terbayang, Riana mencumbu dan memberikan tanda merah, Di leher, Suaminya. Diyan, Teringat, Malam itu, Riana, Mabuk dan tidak sadarkan diri, Sesudah membuat tanda merah, Di lehernya dan Menciptakan, Kemarahan, Istrinya.

__ADS_1


" Ternyata... Bukan mimpi! itu, Nyata! Gawat!!! " Riana, Mengumpat, Di dalam hatinya. Kesal dan marah terhadap, Dirinya sendiri. Karena, Tanpa sengaja dan karena suatu keadaan. Menyadari, Dirinya telah menjadi orang ketiga, Di dalam pernikahan, Dina dan Diyan.


...Bersambung...


__ADS_2