Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Perlakuan, Zaskia


__ADS_3

Langit senja, Berwarna kuning kemerahan, Di Angkasa. Diyan, Pulang ke rumahnya, Seperti bukan hari biasanya. Dina, Yang kala itu, Tengah berada, Di dapur bersama, Zaskia dan Marissa, Memasak makanan untuk makan malam. Sedikit terkejut, Melihat, Suaminya telah masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa melangkah menuju kamar mereka. Zaskia dan Marissa, Yang juga menyadari kepulangan, Diyan yang lebih cepat dari hari biasanya, terkejut.


" Ma, Dina, Mau temuin, Mas Diyan dulu, Ya? " Izin Dina pada, Zaskia.


" Pergilah, Diyan pasti membutuhkan, Mu, Sayang. Biar, Mama dan Rissa, terusan yang lainnya. Kamu, Pergilah " Kata Zaskia, Mengijinkan, Dina meninggalkan dapur, Dirinya dan Juga Marissa.


Dina segera melangkah kakinya menaiki tangga, Dengan sedikit terburu-buru. Ketika, Sampai, Di pintu kamarnya, Dina membuka pintu dan langsung menutup juga menguncinya. Kebingungan, Tercipta, Di wajah cantik, Dina. Melihat, Diyan mengemas pakaian ke dalam koper cukup besar.


" Mas, Ada apa? Kenapa, Kamu mengemas Pakaian? " Dina, Melangkah mendekati, Diyan, Sambil mengucapkan sebuah pertanyaan.


Diyan, Menghentikan pergerakan tangannya yang memindahkan pakaian kedalam koper. Berbalik badan, Dan menatap, Istri tercintanya itu.


" Besok, Aku pindah tugas, Di Bandung, Dina. Selama, Dua Minggu " Jawab Diyan lembut, Dengan senyuman hangat terukir sempurna, Di wajah tampannya.


" Harusnya, Mas Diyan memberitahu, Ku. Biar, Aku yang mengemas pakaian, Mu, Mas " Kata Dina, dan melangkah menuju lemari, Mengambil beberapa pakaian dan menyusun, Dengan rapi, Di dalam koper.


Diyan, tersenyum sangat senang, Rasa lelahnya hilang, Hanya dengan memeluk erat tubuh mungil, Istrinya. Dina, Merasa pelukan, Suaminya dari belakangnya pun, Tidak menolak. Tapi, Tersenyum senang, Walau merasa sedikit tidak nyaman. Karena, Merasa sedikit kesulitan untuk bergerak, Menyusun dan mengemas, Pakaian Diyan.


" Melihat, Mu, Di dapur, Bersama, Mama dan Rissa. Aku, Tidak tega untuk meminta, Mu membantu, Ku. Pasti, Istriku, juga sudah merasa lelah melakukan kegiatan, Di rumah " Ujar Diyan.


Dina, Melepaskan kedua tangan besar dan dingin, Suaminya dari perutnya. Sehingga, Pelukan untuk menghilangkan rasa lelah itu, Terlepas. Diyan, Menatap Dina yang juga tengah menatapnya, Dengan senyuman, Di bibir manisnya.

__ADS_1


" Itu, Sudah tugas, Ku, Mas " Ucap Dina.


" Ya, Sudah. Mas, Mandi saja, Biar, Aku yang menyelesaikan ini " Pinta Dina, Dan kembali berbalik badan, Merapikan susunan pakaian, Di dalam koper, Diyan.


" Bagaimana... Bila, Kita mandi bersama " Bisik Diyan, Kembali memeluk, Dina.


Wajah, Dina memerah, Mendengar bisikan, Suaminya yang terasa menggodanya. Namun, Dina pura-pura tidak mendengar, Mengabaikan, Diyan yang terus memeluknya dari belakangnya. Diyan, Sedikit kesal, Cemberut, Di abaikan, Istri tercintanya.


Dengan nakal, Kedua tangannya dan jemarinya, Berkelana, Menyusup masuk kedalam pakaian yang, Dina kenankan. Bibirnya, Mencium lembut tengkuk leher, Dina. Sehingga, tercium aroma bubuk masakan Dapur. Diyan, Semakin sengaja menggoda, Istrinya itu, Yang mengabaikan, Dirinya.


Tanpa sadar, Dina melenguh dan mendesak, Dengan mata perlahan terpejam, Menikmati kenakalan tangan besar, Suaminya yang berkelana, Di tubuhnya. Tanpa, Dina sadari, Kancing bra-nya terlepas, Mempermudah, Tangan besar, Diyan Mempermainkan, Kedua bola kembarnya, lembut dan berganti. Dina, Sangat bergairah, Hingga Kakinya Melemas, Terasa sulit menahan berat tubuhnya. Untungnya, Diyan berdiri, Di belakangnya, Dan mendekap tubuhnya, Dengan satu tangan.


" Jangan mengabaikan, Ku, Istriku. Karena, Aku tidak menyukainya. Kamu, Harus tahu... Aku, Mencintai, Mu, Sangat... Mencintai, Mu " Desak Diyan. Yang tidak ada bosannya, Mengatakan Cinta pada, Dina.


Dengan lembut, Diyan, Membalikkan badan, Dina menghadap, Dirinya. Mata ke abu-abuan, Dina sayu, Di selimuti gairah bercinta yang, DiCiptakannya. Diyan, Tersenyum nakal, merasa menang menggoda dan Membangkitkan gairah, Istrinya itu. Mata sehitam langit malam, Diyan turun melirik bibir pink alami itu. ingin rasanya menenggelamkan, Bibirnya, Di sana. Tapi, Diyan tidak melakukan yang, Diinginkannya. Dengan tega, Diyan pergi begitu saja ke kamar mandi, Meninggalkan, Dina yang tersulut api gairah membara yang memanaskan tubuhnya.


" Mas... " Panggil Dina, Dengan nada mendesak. Membangkitkan, gairah bercinta, Diyan. Tapi, Diyan terus berjalan menuju kamar mandi dan tidak sedikit pun berbalik badan atau pun berhenti melangkahnya.


Diyan, Sudah masuk ke kamar mandi, Berbalik badan, Menatap, Dina dengan senyuman nakalnya. Dina, Mendelik sedikit kesal, Merasa, Di tantang, Suaminya itu. Dina, Pun langsung berjalan cepat, mendekati, Diyan dan menutup pintu kamar mandi, Menciptakan bunyi cukup nyaring. Sesudahnya, Terjadilah permainan yang penuh kenikmatan, Dengan rasa manis yang memabukkan dan berakhir membuat mereka berdua kelelahan, Di dalamnya.


Langit, Di Angkasa menggelap. Warna biru gelap, Gemerlap bintang Dan rembulan sabit terlihat bersinar, Di Angkasa. Zaskia, Dan Marissa, Sudah selesai memasak makan malam. Endra, Kakek dan Nenek, Duduk, Di kursi masing-masing. Berhadapan dengan meja makan yang, Di atasnya, Sudah, Di hidangkan makan malam.

__ADS_1


Zaskia dan Marissa, Duduk, Di tempat mereka. Setelah, Selesai menghilangkan semua makan malam yang, Mereka masak. Hingga, Kehadiran Dina dan Diyan, bergabung bersama mereka, Di meja makan, Dengan keadaan mereka berdua, Terlihat segar dengan rambut basah. Endra dan Zaskia, Menyadari, Apa yang sebelumnya, Dina dan Diyan lakukan? Tapi, Mereka tetap diam, Dan merasa bahagia, Di dalam hatinya. Karena, Dina dan Diyan, Terlihat berusaha untuk segera menghadirkan Makhluk kecil menggemaskan yang mereka inginkan.


" Dina, Diyan. Mama, Sudah masakan, Makanan khusus untuk kalian berdua " Kata Zaskia, Sambil berdiri, Di Antara, Putri dan Putranya itu. Dina dan Diyan, Tidak perlu mempertanyakan. Mereka, Sudah tahu, Masakan yang, Mama mereka maksudkan.


" Menu hari ini, Toge rebus. Mama, Tahunya dari teman. Katanya... Toge ini, Bagus untuk kalian berdua. Agar, Dina cepat hamil dan kalian berdua, punya Anak " Zaskia pun, Langsung menghidangkan toge rebus itu, Di piring, Dina dan Diyan.


Dina, Hanya memaksakan senyumannya dan, Diyan merasa sedikit tidak senang pada, Mamanya itu. Dengan yang, Zaskia lakukan sudah terjadi setiap harinya, Semenjak Dina dan Diyan, Pulang dari bulan madu, Beberapa Minggu lalu. Namun, Diyan yang ingin memprotes perlakuan, Zaskia kali ini. Di hentikan, Oleh isyarat dari, Dina. Dengan, Kaki, Dina Menyentuh kakinya, Di bawa meja makan. Diyan, Menatap wajah Cantik, Dina yang terus tersenyum itu.


" Aku, Tidak ingin, Kamu merasa tertekan, Dina... " Dalam hati, Diyan.


" Mama, Terlihat bahagia, Dan Aku, Tidak merasa keberatan dengan keinginan, Mama, Mas " Dalam hati, Dina.


Dina, Dan Diyan, Menyelami perasaan hati, Mereka berdua melalui tatapan mata yang Berbinar itu. Endra, Marissa, Kakek dan Nenek, Hanya diam, Walau mungkin mereka sebenarnya sedikit tidak setuju. Karena, Perlakuan, Zaskia seakan terlihat memaksa, Dina untuk segera hamil dan melahirkan seorang Anak. Namun, Mereka juga memahami maksud, Zaskia yang juga pastinya Memikirkan kebahagiaan, Dina dan Diyan.


Tapi, Zaskia yang terkadang, Di selimuti sedikit rasa takut. Jika, Kelah, Dina akan pergi meninggalkan, Diyan. Karena, Berpikir, Masih ada Pria lain yang juga menginginkan, Dina. Zaskia, Tidak tahu, Tindakannya itu, Akan membuat, Dina merasa tertekan seiring berjalan waktu yang akan datang. Karena, Tidak ada yang tahu, Seperti apa? Dan bagaimana masa depan?


Selesai, Makan malam. Marissa, Membawa, Kakek dan Neneknya, masuk dalam kamar untuk beristirahat. Tinggallah, Zaskia, Endra, Diyan dan Dina, Di meja makan.


" Dina, Dan Diyan, Selesaikan makan malam. Kalian berdua, Datanglah, Ke ruang kerja, Papa. Ada yang ingin, Papa sampai pada, Kalian berdua, penting " Jelas Endra, Dan kemudian, Berlalu pergi meninggalkan meja makan.


Dina, Diyan dan Zaskia, Menatap bingung kepergian, Endra, Dengan penuh tanya, Di kepala mereka. Berpikir, Hal penting apa yang ingin, Endra bicara pada, Dina dan Diyan?

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2