Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Sangat Merindukan


__ADS_3

Seli Waktu berganti, Dina, Berkerja keras menangani tanggung jawab perusahaan. Diyan, Dan Tuan Yusuf, Selalu Berusaha membantu, Dina. Namun, Di karenakan, Kewajiban, Diyan, Sebagai seorang Dokter. Dengan berat hati, Berhenti membantu, Sang Istri, Menangani perusahaan sendiri. Diyan, Kembali pada tugasnya, Menyelamatkan nyawa banyak orang, Di rumah sakit, Layaknya seorang Dokter.


Tapi, Dina, Masih mendapatkan bantuan, Tuan Yusuf, Bila di perusahaan. Sedangkan, Di rumah, Diyan, Akan kembali membantu, Dina, Di kala hari sudah malam. Karena, Kesibukan masing-masing, Dina dan Diyan, Hanya ada waktu bersama, Pagi dan Malam saja. Seperti saat ini, Dina, Tengah membersihkan dirinya, Di kamar mandi, Sepulang dari kesibukannya. Sedangkan, Diyan, Tengah duduk, Di atas ranjang sambil berkutat pada laptop. Dengan, Sudah memakai piyama tidurnya.


" Akhirnya... Aku, Menemukan Virusnya " Ucap Diyan, Tersenyum bangga. Tapi, Di detik kemudian, Senyuman, Di wajah tampannya, Hilang.


" Namun, Aku juga belum mengetahui, Siapa orang yang ingin menghancurkan perusahaan, Papa? Jika, Rekan bisnisnya... Seperti tidak mungkin. Tapi, Hanya, Papa yang bisa menjawab pertanyaan ini! " Gumam Diyan. Ketika, Teringat belakang hari ini, Papanya, Begitu ingin, Dina, Menjadi CEO dan Menangani perusahaan yang tengah di ambang kehancuran, Akibat dari seseorang yang tidak tahu siapa? Dan Apa maunya?


" Sepertinya... Aku, Harus menggunakan bantuannya... " Lirik Diyan. Diyan pun mengambilnya ponselnya dan Langsung mengotak-atiknya, Mencari nomor seseorang yang ingin, Di hubungi. Tapi, Tiba saja, Diyan, Mengurungkan niatnya.


" Jika, Aku, Meminta bantuannya... Dia, Pasti akan meminta imbalan! "


Diyan, Mengalihkan perhatiannya, dari layar ponselnya yang tertuliskan Nama kontak Seseorang yang sebenarnya tidak ingin lagi berhubungan dengannya, Yaitu "Kak Kevin" . Mata, Diyan yang sehitam langit malam itu, Menatap wajah lelap, istrinya yang ada, Di layar laptopnya. Wajah yang tengah terlelap tidur dengan damai dan tetap cantik, Di dalam gambar persegi itu.


" Dina... " Ucap Diyan, Dengan terus menatap layar laptopnya yang, Di penuhi gambar wajah, Istrinya.


" Tidak! Aku, Pasti bisa menyelesaikannya sendiri! " Seru Diyan, Dengan yakin dan Semangatnya yang tinggi.


Diyan, Pun berusaha melawan Virus yang ingin menghancurkan usaha Perusahaanya. Wajahnya tampak serius, Dan Tidak memperdulikan apa pun. Sehingga tidak menyadari, langkah kaki jenjang berkulit putih mulus itu, Melangkah keluar dari pintu dan perlahan mendekati ranjang.


" Mas Diyan... " Suara lembut, Dina, Memanggil sang Suami, Yang sedikit pun tidak meliriknya. Diyan, Begitu serius, Hingga mengabaikan keberadaan, Istrinya, Di dekatnya. Senyuman manis, Di wajah, Dina, Yang segar dan mempesona itu, Luntur. Bibirnya membentuk garis lurus dan Menatap kesal, Sang Suami, Yang mengabaikan Dirinya.

__ADS_1


" Mas, Mas Diyan! ini Uda malam! Bisa tidak si, Kita gunakan waktu yang ada, berdua saja! " Ketus Dina kesal. Diyan, Pun Tersadar akan kehadiran, Sang Istri, Yang berdiri, Di sisi ranjang. Hanya saja, Diyan, Tidak sedikit pun mengalihkan perhatiannya dari layar laptop itu.


" Bentar, Dina. Aku, Sedang Melawan dan menghilangkan Virusnya dulu. Ada, Orang yang ingin menjatuhkan perusahaan, Kita " Jelas Diyan.


" Virus? " Ucap Dina bingung, dan Terkejut.


Dina, Terdiam sebentar, Hingga akhirnya, Dia menghela nafas panjang. Kemudian, Melangkah pergi menuju lemari baju yang tidak terlalu dekat dengannya. Diyan, Sedikit mengakat wajahnya, Karena tidak lagi mendengar suara, Istrinya. Tapi, Kemudian, Matanya yang sehitam langit malam itu, Terbelalak lebar, Melihat Tubuh polos, Dina, Yang berjalan menjauh darinya dan Terasa menggodanya.


" Sebentar lagi, Istriku... " Desak Diyan, Dengan nafas berat dan Menahan gairah bercinta dalam, Dirinya, Yang begitu mudahnya bangkit, Hanya dengan melihat sebentar tubuh polos, istrinya, Yang berada, Di hadapannya.


Diyan, Kembali melanjutkan kegiatannya dengan serius. Sedangkan, Dina, memakai pakaian piyama tidurnya. Sesudahnya, Dina, Melangkahkan kakinya mendekati ranjang dan langsung membaringkan tubuhnya, Di samping, Suaminya yang terlihat begitu serius dan Sibuk dengan benda persegi itu. Sedikit pun tidak meliriknya dan terasa sangat mengabaikannya. Dina, Merasa kesal, Kecewa, Sedih dan Tidak senang menjadi satu, Di hatinya.


Dina, Berbaring terlentang, Dan perlahan memejamkan mata. Menggapai mimpi, Dalam perasaannya yang tidak baik-baik saja. Karena... Semenjak, Dirinya, Mengambil tanggung jawab perusahaan. Dirinya, sangat sibuk, Walau sudah mendapatkan bantuan, Diyan dan Tuan Yusuf. Dirinya, tetap saja sibuk, hingga sering mengabaikan, Diyan, Suaminya. Dan Ketika, Diyan, Sudah kembali berkerja sebagai Dokter, Di rumah sakit.


Dirinya dan Diyan, semakin tidak pernah Meluangkan waktu berduaan. Sehingga, Hampir sering, Dina, Merindukan kebersamaannya dan kemesraannya, Dengan, Suaminya. Bukan hanya, Dina, Yang merasakannya. Diyan, Juga merasakan hal yang sama, Dengan yang, Istrinya, Rasakan. Diyan, Sungguh sangat merindukan waktu indahnya, Bersama, Dina, Istrinya. Namun, Karena suatu keadaan, Kesibukan dan Tanggung jawab, Masing-masing, Membuat mereka berdua sangat sulit memiliki waktu bersama.


" Akhirnya... Aku, Bisa menghilangkan Virusnya " Keluh Diyan, Sambil merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal-pegal. Hingga, Tanpa sengaja, Diyan, Melirik Jam Sepuluh lewat, Yang tergantung, Di dinding kamarnya.


Diyan, Menyimpan laptopnya ke dalam laci nakas, Di samping ranjang. Setelahnya, Diyan, Membaringkan, Dirinya, Di samping, Istrinya. Menatap, Wajah cantik, Dina, yang terlelap tidur itu.


" Kamu, Selalu cantik... " Diyan, Berkata dengan begitu lembut dan Tatapannya yang mendambakan, Istrinya itu.

__ADS_1


Perlahan, Diyan, Mengecup kening, Dina. Sesudahnya, Turun, Mengecup hidung dan kedua pipi berkulit putih mulus, Istrinya itu. Kemudian, Diyan, Mengecup Bibir pink yang begitu menggodanya. Tidak cukup hanya dengan kecupan saja, Diyan, Mencium dengan rakus Bibir, Manis, Istrinya.


Dina, Yang merasa terganggu, Akibat dari sensasi aneh yang, Di rasakan tubuhnya. Atas perlakuan, Suaminya, Membuatnya, Membuka mata dan terbangun dari mimpi indahnya.


" Mas... Diyan... " Lirik Dina, Menyebutkan, Suaminya itu, Yang tengah mencium lehernya.


" Iya, Istriku. Nikmatilah... " Desis Diyan. Dengan tangannya yang sudah bagaikan ular, Berkelana meraba bagian atasan, Dina.


" Aku... Aaa... Kira, Kamu... Uuu tidak ingin, Mas " Desak Dina. Sambil Tangan kirinya meremas rambut hitam, Suaminya dan Satu tangan kanannya, Membuka kancing piyama, Suaminya.


" Sangat... Sangat ingin... Istriku "


" Maka, Lakukanlah sesuka, Mu, Suamiku "


" Aku, Sangat merindukan, Mu, Dina "


" Aku, Lebih merindukan, Mu, Mas Diyan "


Tidak ada lagi kata yang perlu, Di ucapkan. Selain syahdunya suara merdu yang bercampur dengan rasa cinta dalam menggapai kenikmatannya yang sempat terhentikan, Karena kewajiban, Mereka berdua. Dina, Dan Diyan, Akhirnya dapat lagi menikmati rasa manis yang memabukkan dan berharap, Segera menghadirkan Makhluk kecil menggemaskan, Di keluarga mereka, Nantinya, Semoga saja. Karena, Masih akan ada seseorang yang ingin menghancurkan pernikahan bahagia mereka berdua.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2