Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Merasa Bersalah


__ADS_3

Dina turun dari mobil , dia dapat melihat mobil suaminya sudah berdiam di halaman teras rumahnya . kemudian Dina melihat pintu rumahnya yang terbuka lebar , seakan menantikan kehadiran untuk masuk kedalam dan rumahnya sudah di terangi cahaya lampu . Dina masuk dan menutup pintu rumahnya . Tapi , saat dia mengunci pintu , terdengar suara yang begitu dingin menyambut kepulangannya .


" akhirnya kamu pulang juga Dina "


Dina terperanjat kaget , dia berbalik badan dan manatap seorang pria yang kini telah menatap dirinya dengan dingin , sehingga membuatnya tak mampu bergerak dari tempatnya berdiri , tubuhnya seakan membeku dan lehernya seperti tercekik akibat udara yang seakan menipis .


" apa yang kamu tunggu Dina ? cepat ! mendekat pada ku ! " Diyan berucap tajam , membentak sang istri


dengan berat , Dina mencoba melangkahkan kakinya , membawa tubuhnya mendekati suaminya dengan kepala tertunduk dalam rasa takut yang menyelimuti hatinya .


" apa mau mu Ha ! kenapa kamu lupa waktu ? lupa tugas mu sebagai istri ku ? apa kamu sudah bosan ! Ha !? "


Dina semakin menunduk kepalanya mendengar perkataan yang di lontarkan suaminya yang merupakan kesalahannya . dia tak tahu harus berkata apa lagi ? selain hanya dengan air mata yang telah membasahi pipinya , Dina hanya menangis dengan memohon maaf ...


" maafkan aku ... aku salah ... aku ... aku tidak akan mengulanginya lagi " kata Dina pilu , menyesali kesalahannya pada suaminya


" mulai sekarang kamu tak perlu keluar rumah " tegas Diyan


Dina menggelengkan kepalanya , dia tidak terima hanya berada di rumah . berdiam diri seperti seorang burung peliharaan . dia ingin melakukan apa pun yang dia inginkan . Dina mengakat kepalanya dan menatap wajah pria yang berjarak dua meter darinya .

__ADS_1


" enggak ! aku enggak mau hanya berada di rumah , apa hak mu melarang ku !? " ketus Dina yang seakan lupa dia berhadapan dengan siapa , hanya karena larangan yang di lontarkan padanya oleh pria di hadapannya


" kamu itu istri ku dan aku suami mu ! aku punya hak untuk melarang mu Dina " bentak Diyan di wajah istrinya


Dina terdiam dengan linangan air mata membasahi pipinya . dia begitu terluka , takut dan kecewa di hati kecilnya . dengan sorot matanya , dia menatap suaminya yang memancarkan kekesalan dan amarah . Ya ! Dina punya hak untuk marah dan saatnya lah Dina ingin mengatakan isi hatinya yang telah lama simpang di hatinya .


" Aku tak butuh cinta mu ! yang ku butuhkan hanya perhatian mu dan bukan sikap dingin mu pada ku ! " tegas Dina , mengeluarkan suara hatinya dan kemudian dia pergi menuju pintunya . Namun , saat dia memegang kenop pintu terdengar suara dingin suaminya ...


" Terserah kamu mau apa ! aku tak akan perduli lagi pada mu dan ingat ! jangan kamu ulangi lagi hal itu ! " Diyan langsung pergi ke kamarnya , setelah mengatakan kalimat yang semakin menyakiti hati istrinya.


Dina masuk dan mengunci pintu kamarnya . kemudian dia terduduk di ranjang dengan memeluk erat kedua lututnya menyagah kepalanya dengan menatap kosong ke depannya dalam linangan air mata . Kamarnya begitu gelap , tidak ada lampu dan hanya kegelapan di dalam kamarnya .


Sedangkan Diyan di dalam kamarnya merasa menyesal dan bersalah karena telah memarahi Dina . Namun , dia juga bingung dengan sikapnya yang marah terhadap istri hanya karena tak mendapati kehadiran istrinya di rumah dan Mala mendapati istrinya di tepat yang kotor menurutnya itu .


" maafkan aku kak ... aku enggak tahu ... kenapa aku semarah ini terhadap mu ? " gumam Diyan menatap kosong Langit gelap , yang tak di hiasi gemerlap bintang dan sinar rembulan


seakan semesta mengerti dengan perasaan wanita yang telah dia sakiti . wanita yang merupakan seorang istri , istri yang telah dia sakiti dengan perkataannya sendiri . membuat Diyan menyadari , dia sudah sangat bersalah .


Wanita yang dulu dia anggap sebagai seorang kakak , karena perbedaan usianya selisih dua tahun yang kini telah menjadi istri . karena dulu Diyan tak pernah membayangkan akan menikah dengan Dina .

__ADS_1


Tapi karena papanya yang meminta dan terus memperingati dengan ancaman . membuat dia harus menuruti untuk tetap menikahi wanita yang sejak kecil dia panggil kakak dan sekarang telah menjadi istrinya .


sekarang aku harus apa ? aku semakin menyakiti hatinya !


Hati yang sejak kecil memanjakan diri ku dengan kasih sayang dan cinta kasihnya sebagai saudara ku , sebagai kakak ku ...


aku ... aku harus apa ? aku belum bisa menerima pernikahan ini ! pernikahan yang tak pernah ku pikirkan ... menikah dengan seorang wanita yang sejak kecil ku panggil kakak .


kakak yang menjadi teman bermain ku . kakak menjadi sandaran ku di kala aku sedang bersedih dan sekarang ... aku yang membuat kakak bersedih .


Diyan sangat merasa bersalah , meratapi kesalahan yang telah dia lakukan pada wanita yang berstatus istrinya terus berdebat dengan hati dan pikirannya . Wanita yang sejak kecil memberikannya kasih sayang dan cinta sebagai saudara . Tapi ... apakah sekarang kasih sayang dan cinta Dina hanya masih sebagai saudara ? atau sebagai istri terhadap suaminya ?


Entah kenapa Diyan tiba saja memikirkan persoalan kasih sayang dan cinta dalam hubungan suami istri . Diyan kini berpikir dalam diamnya menatap hamparan langit gelap yang tak di hiasi bintang dan rembulan bulan bersembunyi entah dimana .


" Apa aku harus melupakan Dina sebagai kakak ku ? dan mengagapnya wanita dengan berstatus istri ku ... apa aku bisa ? tapi , bagaimana dengan Dina ? apa Dina mengagap ku suaminya ? atau tetap menjadi adiknya ? "


Diyan berdebat dalam diam dengan hati dan pikirannya yang terus berdebat . di satu sisi dia ingin selalu menjadi adik Dina dan di sisi lain dia ingin mengikuti kata hatinya untuk menerima Dina sebagai istrinya.


pada akhirnya Diyan memilih tidur . mengistirahatkan hati dan pikirannya . serta berharap hari esok adalah hari yang baru dengan dia yang ingin mengambil keputusan dalam hubungan terhadap Dina dalam hubungan rumah tangga di kehidupan dalam takdirnya .

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2