
Dina berdiri diam, Menatap langit gelap gulitanya malam yang sangat indah, Dengan sinar rembulan dan Gemerlap banyak bintang yang bertebaran menghiasi langit biru gelap di angkasa luas dalam suasana itu, Paris semakin terlihat sangat indah.
Dina memejamkan matanya, Menikmati semilir angin yang berhembus lembut dan dingin, Menyejukkan tubuhnya. Dina merasa dirinya berada di tempat lain, Seakan terbang menyentuh Langi malam, dengan penuh perasaan tenang, nyaman dan merasa sangat menyenangkan hatinya.
Tiba saja, Merasakan ada yang mendekap hangat tubuhnya dari belakang, membuat Dina tersadar pada dunianya yang nyata. Walau sedikit kesal, Karena gangguan Diyan yang membuyarkan khayalannya, Dina tetap mengukir Senyuman di wajah cantiknya yang berseri dan bersinar karena sinar rembulan menerpa wajahnya.
" Mau keluar bersama, Ku? " Tanya Diyan lembut, menggetarkan dan menghangatkan hati Dina.
" Aku, Mau " Jawab Dina tersenyum dan mengangguk kepalanya, Menyetujui ajakan Suaminya.
Diyan merasa sangat senang mendengar jawaban istrinya. Dia pun, Melepaskan pelukannya yang penuh kehangatan itu dari Dina. Diyan mendekati lemari pakaian, Membukanya dan mengambil Coat berwarna hitam, Juga mengambil jaket tebal istrinya berwarna Pink.
" Pakailah, Di luar sangat dingin " Diyan memakaikan jaket Pink itu pada istrinya.
Dengan bantuan, Suaminya, Dina sudah memakai jaket Pink-nya. Senyuman cerah menghiasi wajah Cantik Dina. Hatinya bahagia dan jantung berdebar kencang, merasakan sikap lembut dan kehangatan Suaminya yang memanjakan dirinya.
" Mas Diyan... " Terdengar suara lembut Dina menyapa pendengarannya, Diyan menatap istrinya itu sambil tersenyum di wajah tampannya.
" Boleh, Aku meminta sesuatu, Mas Diyan? " Tanya Dina menatap dalam bola mata hitam Suaminya.
" Apa itu? Katakan saja, Aku pasti akan turuti semua keinginan, Kamu, Dina " Diyan berkata lembut, Menggenggam dan menautkan jemarinya dengan jemari Istrinya menjadi satu.
" Aku, Ingin... Mas Diyan selalu seperti ini dan Jangan berubah lagi, Itu sangat menyakiti, Ku " Dina mengatakan suara hatinya pada Suaminya, Dengan wajah sedih.
__ADS_1
" Maaf... Jika, Sikap, Ku yang dulu, Sangat menyakiti, Mu " Binar mata Diyan berubah sendu. Memohon dalam perasaan rasa bersalah dihatinya, Pada Istrinya.
" Aku, Akan selalu seperti ini, Menjadi Diyan... Yang seperti, Kamu kenal, Dina. Selalu dan Selamanya " Dina kembali tersenyum mendengar perkataan Suaminya, Dan Diyan membalas senyuman manis istrinya.
Hingga akhirnya, Dina dan Diyan meninggalkan hotel berbintang lima itu, Sambil bergandengan tangan menikmati suasana indahnya keromantisan pada malam hari di Paris. Dina mengikuti kemana pun Diyan membawanya melangkah pergi. Diyan berencana memikat hati Dina, Dengan membawa ke tempat indah dan Romantis di Paris.
Disneyland Paris, Berada di daerah Marne-La-Valle. Tempat berbagai wahana khas Disneyland seperti istana Princess Disney yang di penuhi permainan dengan konsep film dan animasi produksi Disney yang terlihat menarik, Indah dan luar biasa. Bahkan, Disneyland tidak pernah sepi pengunjung, Sepasang kekasih dan yang sudah berkeluarga selalu mengunjungi tempat menyenangkan.
Dina dan Diyan Memasuki dunia imajinasi dan bernostalgia masa kecil mereka yang menyenangkan. Dina menatap sekeliling istana Disneyland Paris, Mata indahnya yang ke abu-abuan itu, Berbinar kebahagiaan. Diyan, Hanya tersenyum menatap Dina yang terlihat bagaikan anak kecil yang baru saja melihat hal baru yang sangat luar biasa pertama kali.
" Dina, Kamu ingat sesuatu? " Tanya Diyan, Menghentikan tingkah kekanakan Istrinya.
" Iya, Dulu... Setiap akhir pekan. Aku, Kamu, Rissa, Mama dan Papa, Selalu datang ke tempat bermain seperti ini. Tapi, Disneyland Paris sangat menyenangkan dan luar biasa! Kalah jauh dengan yang berada di Bandung dan Jakarta " Jelas Dina sumringah dan Antusias, Menatap wajah Suaminya tampan itu.
" Aku, Sangat mau, Mas Diyan " Jawab Dina.
Dina dan Diyan menaiki wahana putar, Membawa tubuh mereka terbang dan jatuh dari ketinggian, Dalam perasaan hati yang menyenangkan dan mendebarkan jantung, Di tengah suasana bahagia serta tidak jarang. Suara teriak yang bergema menggelegar dalam setiap putaran wahana berlangsung. Dina dan Diyan berada di paling atas, Diyan yang duduk berdua bersama Dina, Saling berhadapan dalam satu ruangan kecil itu.
" Permintaan apa yang, Kamu minta? " Tanya Diyan, Ketika melihat Dina membuka matanya.
" Sesuatu. Mas Diyan minta apa? " Dina balik bertanya pada Diyan yang duduk di hadapannya.
" Aku, Tidak akan meminta apa pun. Cukup, Dengan yang kamu inginkan, Menjadi keinginan, Ku " Jawab Diyan tersenyum paksa, Merasakan kegetiran di hatinya. Dina tidak sempat melihat raut wajah Diyan yang menyimpan rasa sakit, Karena Wahana putar kembali berputar, Putaran terakhir.
__ADS_1
" Mas Diyan, Permintaan, Ku sangat sederhana, Aku hanya ingin Selalu dan Selamanya bersama, Mu. Hingga akhir, Nafasku... " Dalam hati Dina.
Dina dan Diyan, Turun dan keluar dari wahana putar itu. Kemudian, pergi kemana pun, Menikmati Wahana bermain yang lainnya. Hingga lewat waktu, Setengah jam, Dina dan Diyan meninggalkan Disneyland Paris. pergi menuju tempat lainnya, di tengah suasana malam indahnya Paris.
Sungai Seine. Suasana sungai yang tenang dan menyejukkan, Dibalut dengan arsitektur klasik, di kota Paris. Dina berdiri menghadap sungai, Sambil merentangkan tangannya dan mendongakkan kepalanya dengan senyuman yang tidak sedikit pun luntur di wajahnya. Diyan membuka kancing Coat, Melangkah mendekati dan memeluk Dina dari belakang, Membagikan kehangatannya pada Dina. Terlihat tubuh Dina hampir sepenuhnya bersembunyi di balik Coat Diyan.
" Mas Diyan, Aku merasa kesulitan bergerak " Gerutu Dina pura-pura kesal. Tapi, tidak bisa di pungkiri, hari ini dan malam ini, Dina sangat bahagia, Menikmati kebersamaan dengan Suaminya.
" Tetap seperti ini, Aku sangat menyukainya " Kata Diyan sambil memejamkan matanya, Menghirup aroma sungai Seine bercampur Aroma wangi rambut Istrinya yang lebih mendominasi.
Dina tertawa kecil mendengar perkataan Suaminya. Namun, Dina dan Diyan tidak menyadari, Ada seorang Pria tampan dengan sepasang mata kebiruan, terus mengintai mereka sejak keluar dari pintu masuk istana Disneyland Paris. Tatapan matanya, menyimpan perasaan tidak senang dan marah melihat kemesraan Dina dan Diyan.
" Apa yang sedang Dina dan Diyan lakukan? Kenapa mereka terlihat mesra? " Cecar Pria tampan itu, Menatap Dina dan Diyan dari tempat yang tidak terlalu jauh dari tempatnya saat ini, tengah berdiri.
" Uda, enam tahun Dina... Aku, Baru bisa melihat, Mu " Tatapan mata Pria tampan itu, berubah menjadi sedih dan ada Cinta di dalamnya.
Pria tampan itu, Tidak lain adalah Kevin Aprilio Cathy. Pria berdarah campuran, Barat dan Asia. Kevin, Mantan pacar Dina di masa lalu, Lebih tempatnya enam tahun lalu. Kevin melangkah kakinya, Ingin mendekati dan segera memeluk tubuh mungil Dina dalam dekapan kerinduannya. Tapi, Baru lima langkah, Kevin menghentikan langkahnya, kepalanya menunduk sedih. Ada perasaan bercampur aduk, sakit, rasa bersalah, Rindu, Cinta dan tidak yakin, menjadi satu membelenggu hatinya.
Kevin mengakat kepalanya, Dia terlihat terkejut dan menyesal. Dina atau pun Diyan sudah tidak ada lagi di hadapannya, Tidak tahu, Kemana Dina dan Diyan pergi? Yang pasti, Kevin berjanji, Akan menemukan di mana pun Dina berada!?. Karena Kevin tidak lagi menjadi Pria miskin seperti dulu. Saat ini, Kevin sudah kaya raya, Seorang Pria milyader yang mampu berkuasa dan memimpin. Bahkan, Perusahaannya bergerak di bidang apa pun, berkembang di Indonesia dan Perusahaan pusatnya berada di Paris.
" Dina, Aku bukan lagi Pria miskin yang, Kamu kenal dulu. Aku! Kevin Aprilio Cathy! Akan datang pada, Mu, dengan kekayaan, Ku! Dina, Kamu akan menjadi milikku! " Kata Kevin penuh penekanan dan keyakinan, Dalam rasa bangga di hatinya serta Rindu dan Cinta untuk Wanita pujaannya.
...Bersambung...
__ADS_1