
Kegelapan langit malam, Kala memperlihatkan kehidupan ibu kota yang sunyi.
Diyan, Mengemudikan mobilnya, Hingga tiba saatnya. Dia, Menghentikan mobilnya tepat di depan rumahnya. Dengan terburu-buru, Diyan, Keluar dari mobilnya dan Langsung membuka pintu. Wajah tampannya yang lesu dan lelah itu, Serta kecemasan yang begitu terlihat jelas di wajahnya.
Langkahnya yang lebar, Terhenti. Kala suara lembut Wanita yang tidak lain adalah Mamanya, Memanggil, Dirinya.
" Diyan! "
" Kenapa, Kamu terlambat pulang? " Tanya Zaskia, Menatap putranya yang diam menatap dirinya yang hanya berdiri, Di dekat meja makan.
Diyan, berpikir. Sang Mama, Pasti menunggu kepulangannya. itu bisa di ketahui dari hidangan makanan di atas meja. Serta, Wajah lelah dan Mata memerah yang mengantuk terlihat jelas, Di wajah cantik sang Mama. Membuat perasaan hatinya tidak enak akan hal itu.
" Maaf, Ma. Aku, Tidak sempat mengabari, Mama. Jika, Aku, pulang terlambat. Karena... " Diyan, Terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya.
" Sudahlah, Mama tahu apa yang akan menjadi alasan, mu. Mama, Tahu, Kamu seorang dokter. Dokter, Yang lebih mengutamakan keselamatan orang lain dari pada dirinya sendiri " Zaskia Menghela nafas, Menatap putranya yang sudah dewasa yang hingga dari dulu dan sekarang tidak pernah berubah. Membuatnya selalu saja merasa khawatir.
" Kamu, Makanlah dan Setelah itu, Baru masuk kamar, Mu. Karena, Mama sudah menyiapkan makan malam untuk, Mu " Ucap Zaskia lagi pada putranya itu.
__ADS_1
" Baiklah, Ma.. " Diyan, Mengagukkan kepalanya dengan lemah. Walau perasaan cemas masih menyelimuti hati kecilnya.
Diyan, Duduk di bangku dan Zaskia, Menghidangkan makanan untuk putranya itu.
" Ma " Panggil Diyan menatap wajah Zaskia.
" Emm " Zaskia menjawab putranya dengan berdegam.
" Apa Papa jadi pulang malam ini? " Tanya Diyan pada sang Mama.
" Tidak jadi. Papa, Kamu mengatakan, Saat Mama Menghubunginya tadi... Penerbangannya di tunda dan Belum tahu, Apa Papa mu akan pulang besok atau lusa. Karena, Cuaca sedang tidak baik sekarang ini " Jelas Zaskia, Menjawab putranya.
" Dina, Sudah dari tadi pulang dan Dia, Sedang ada di kamar "
" Apa, Kamu tidak tahu? Atau... Jangan-jangan kalian berdua sedang ada masalah? " Zaskia selesai menghidangkan makanan di piring putranya itu. Kini, Mata indahnya yang coklat itu, Menatap curiga dan Khawatir pada, Diyan.
" Bukan, Ma. Aku, dan Dina, Tidak ada masalah " Diyan, Dengan cepat menjawab sang Mama. Dengan perasaan hatinya yang seketika merasa lega.
__ADS_1
" Ya sudah. Kamu, Makanlah dan Mama, Akan Tidur. Kamu, Juga segeralah beristirahat " Ucap Zaskia.
" Iya, Ma " Sahut Diyan, dan Memulai makan malamnya.
Zaskia, berlalu pergi dengan perasaan hatinya yang tidak enak. Karena, Sebelumnya, Zaskia tertidur di meja makan, Menuggu kepulangan, Diyan. Di dalam tidurnya, Di dalam mimpinya itu. Zaskia, Melihat putranya menangis di sudut gelap, Dina, Berdiri di sana, dan Tidak mempedulikan putra kesayangannya itu dan kemudian, Dina pergi meninggalkan putranya begitu saja. Dada Zaskia terasa sesak dan Seakan sulit bernafas, Dengan terus menatap Putra yang begitu putus asa.
Tapi, Untungnya, Zaskia bersyukur. Itu hanyalah sebuah mimpi dan yang membuat dadanya terasa sesak, ialah karena meja yang tertekan dengan tubuhnya.
" Mama, Tidak akan biarkan, Kamu Menangis Diyan. Dari dulu, Mama selalu menuruti semua keinginan, Mu. Mama, Yakin, Dina, Tidak akan meninggalkan, Mu. Walau mereka menginginkan kehadiran, Dina. Dina, Hanya akan menjadi milik, Mu. Mama, Sudah berjanji! " Gumam Zaskia sambil menutup pintu kamarnya. Kemudian, Dia membuka laci lemari riasnya yang di sana terdapat kotak besar yang berukuran lebar.
Zaskia, Mengambil dan membawanya, Kedalam pelukannya. Zaskia, Perlahan membuka kota itu, Yang berisikan pakaian bersih anak- anak dan juga kalung emas yang berinisial R. Kedua benda itu, yang begitu terlihat cantik dan bersih, Seakan di jaga dengan baik seperti barang yang sangat berharga.
" Dina... Maafkan, Mama... Mama, Sangat menyayangi dan Lebih mencintai, Putra Mama... Diyan " Lirik Zaskia dengan suara pelan dan bergetar. Serta air mata yang jatuh, Membasahi kalung emas yang ada di kedua tangannya.
Mimpi adalah bunga tidur bagi setiap orang. Tapi, Bagi seorang Ibu, Mimpi buruk adalah pertanda yang tidak baik. Apa lagi, Jika itu berhubungan dengan kehidupan dan kebahagiaan Putra maupun putrinya. Contohnya, adalah Zaskia, Rasa sayangnya dan cinta yang begitu besar pada, Putranya. Membuatnya takut, Melihat air mata atau pun penderita putranya karena Baginya itu adalah mimpi terburuknya. Mimpi yang tidak akan mau di terimanya menjadi kenyataan, Tidak akan!
Ada kisah masa lalu yang hanya Dirinya, dan Suaminya yang tahu. Sehingga mimpi buruk, Zaskia yang berhubungan dengan putranya itu, Membuatnya merasa takut, Ketakutan seorang ibu.
__ADS_1
...Bersambung...