
Wanita cantik dengan rambut hitamnya yang panjang dan di gerai, Begitu terlihat indah, Bersedih melihat tiga orang yang berarti dalam hidupnya itu, Di hadapannya. Pria tampan dengan tubuh tegap dan tinggi itu, Tengah berusaha melepaskan genggaman erat tangan mungil Anak Laki-laki yang berusia empat tahun.
Anak laki-laki itu, Adalah Diyan masih kecil yang begitu erat menggenggam tangan anak perempuan yang berusia enam tahun, Yaitu Dina yang juga masih kecil. Hanya saja, Dina dan Diyan memiliki perbedaan tinggi dan usia yang cukup tipis.
" Diyan, Sayang... Lepas tangannya. Kak Dina, Harus pergi. Nanti kalo sudah besar, Kak Dina pasti akan bersama, Diyan lagi " Ujar Pria bertubuh tegap itu, Yang tidak lain adalah Endra.
" Zaskia, Bantu, Aku. Bawa, Diyan ke kamarnya. Aku, Harus kembalikan, Dina, Pada keluarganya. Dina, Sudah mengerti apa pun dan Dia, Harus mengetahui siapa keluarganya yang sebenarnya. Aku, Tidak bisa terus-terusan, menyembunyikan, Dina, Di sini. Sedangkan, Di sana, Mereka terus mencarinya Selama empat tahun ini " Jelas Endra, Dengan bergantian menatap, Zaskia dan Diyan. Serta, Berusaha dengan hati-hati melepaskan tangan mungil, Diyan yang begitu erat dan kuat, Memegang tangan, Dina, Yang hanya diam dengan terus menangis.
" Mas... Aku... Aku, Tidak tega melihat Putra Ku menangis seperti itu. Apa, Kamu tidak bisa lihat?! Kedua anak ini menangis dan tidak ingin di pisahkan! " Ujar Zaskia yang berdiri, Di belakang Diyan kecil.
Mendengar perkataan, Zaskia, Diyan kecil, Menarik tangan Sang Mama. Namun, Tidak melepaskan tangan satunya yang menggenggam erat tangan, Dina.
" Mama, Iyan... Mau Kak ina, etap di ini, cama Iyan. Mama, udah anji mencabul tan permintaan, Iyan... " Celoteh Diyan kecil dengan segukannya yang menyedihkan itu. Membuat, Zaskia dan Endra tidak tega. Namun, Endra tetap saja, Berusaha melepaskan tangan kecil Diyan. Karena, Sudah cukup baginya untuk membiarkan, Dina menjadi Kakak dan Teman untuk Diyan, Selama hampir dua tahun ini. Karena, Tidak lama lagi kelurga kecilnya akan kehadiran bayi kecil. karena, saat ini Zaskia tengah hamil.
" Mas... biarkan saja, Dina, Tetap bersama kita. Aku, Tidak mau melihat anak ku menangis terus-menerus seperti ini " Zaskia Menjeda ucapannya dan Endra, Menatapnya dengan terkejut.
" Apa maksudmu, Zaskia?! Kita, Tidak boleh merasa egois seperti ini. Orang tuanya, Sudah meninggal karena kecelakaan pesawat, Hanya ingin menemukan, Dina, Kembali kepada mereka. Sekarang, Di rumah itu, Hanya ada seorang Wanita yang sudah kehilangan Putra dan Menantu dan Juga, Dua anak laki-laki dan Satu Anak perempuan kehilangan orang tua mereka dan Aku, Tidak ingin mereka juga kehilangan, Dina, Yang sudah empat tahun ini mereka tunggu kehadirannya! Jangan egois! Kita juga orang tua, Zaskia! " Tukas Endra yang mulai di selimuti amarah. Tapi, Endra berusaha untuk tidak menunjukkan kemarahan di depan dua anak yang masih kecil itu dan Dia, Juga tidak ingin kemarahannya mempengaruhi kehamilan Zaskia.
Zaskia, Merasa takut menatap mata hitam suaminya yang di selimuti kemarahan menatap dirinya. Tapi, Tangisan putranya lebih membuat takut, Dan Memiliki keberanian membalas mata hitam suaminya itu.
__ADS_1
" Aku, Tidak peduli! Aku, Hanya ingin Putra ku selalu bahagia, Mas. Atau Mas, Ingin Aku pergi seperti dulu dengan Membawa Anak-anak, Bersama Ku. Jika, Mas, Masih ingin mengembalikan, Dina, Pada keluarganya. Kalo itu, Yang Mas mau! Silahkan saja! Karena, Aku sudah pergi setelah Mas sudah mengembalikan, Dina, Pada keluarganya " Ancam Zaskia yang begitu mampu mempengaruhi, Endra.
" Zaskia, Jangan membuat, Ku kesulitan. Aku, Mohon jangan seperti ini " Suara Endra menjadi begitu lembut dan Pacaran matanya yang di selimuti ketakutan dan Kepanikan. Yang seketika melepaskan tangannya, Dari tangan kecil, Dina dan Diyan.
" Maka, Turuti Aku, Dan Putra, Ku. Aku, Janji, Setelah Dewasa, Aku tidak akan lagi menghentikan, Mas, Membawa Dina pada keluarganya. Tapi, Aku juga punya satu keinginan yang juga harus, Mas Laksana di masa depan " Tukas Zaskia, Dengan sangat serius.
" Setelah, Dewasa?!! Apa, Kamu sudah... Ah Sudahlah... " Endra Menghela nafas panjang, Tidak bisa percaya. Zaskia, Akan berkata seperti itu. Tapi, Dia, Bisa apa? Dia tidak ingin lagi kehilangan, Zaskia mau pun anaknya untuk kedua kalinya. Seperti lima tahun yang lalu. Membayangkannya saja, Membuatnya ketakutan.
" Katakan, Apa keinginan, Mu? Aku, Akan berusaha untuk menurutinya "
Zaskia, Tersenyum senang dengan matanya yang berbinar-binar. Seakan, Dia mendapatkan hal yang sangat luar biasa dalam hidupnya. Asalkan itu, Demi putranya, Diyan.
" Setelah, Dewasa... Di masa depan, Aku ingin Dina, Harus menikah dengan, Diyan. Aku, Yakin, Dina maupun Diyan pasti akan setuju! " Ujar Zaskia, dengan Wajahnya yang berseri-seri. membayangkan, Dina dan Diyan, Menjadi pengantin, Di masa depan, Di saat Dewasa kelah. Membuatnya sangat bahagia.
" Baiklah... Aku, Tidak akan jadi membawa, Dina, Pada keluarganya. Namun, Aku tidak Janji, Akan menikahkan Dina dan Diyan. Karena, Mungkin mereka hanya berpikir sebatas saudara " Jelas Endra, Dengan pemikirannya yang dewasa dan Tidak ingin terus-menerus berdebat dengan, Zaskia yang sedang hamil.
" Tidak, Mas. Aku, Ingin Mas berjanji. Kalo tidak, Aku akan pergi tanpa, Mas tahu " Perkataan Zaskia, Membuat mata Endra terasa ingin keluar dari tempatnya. Tapi, Kemudian, Dia Menghela nafas dan Mengagukkan kepalanya.
" Iya, Aku Janji. Akan menikahkan, Dina hanya dengan Diyan! " Ucap Endra tegas dan Menyakinkan, Zaskia. Membuat, Zaskia merasa sangat puasa dan bahagia.
__ADS_1
" Diyan... Sekarang, Bawa Kakak Dina bermain lagi ya. Papa, Tidak jadi membawa, Kak Dina nya pergi " Kata Zaskia lembut pada, Putra kecilnya itu, Yang seketika. Membuat, Diyan kecil, Menghapus air mata dan mengukir senyuman menggemaskan di wajah kecilnya itu.
" Dina, Pergilah bermain dan Jangan menangis lagi. Mama, Janji, Tidak akan membuat kalian berdua berpisah " Ujar Zaskia pada, Dina kecil, Yang sudah dianggap putri kesayangannya. Tapi, Tetap saja, Zaskia lebih menyayangi, Diyan, Putranya.
Dina kecil, Menghapus air matanya dan Berseru dengan gembira dengan menggandeng tangan mungil, Diyan. " Hore!! Terima kasih, Mama! "
" Maacih Mama! " Diyan, pun ikut berseru dengan gembira. Kemudian, Dina dan Diyan, Berlalu pergi dari hadapan, Zaskia dan Endra.
Zaskia, Tersenyum, Menatap langkah kecil, Dina dan Diyan kecil yang begitu ceria. Seakan keduanya akan sulit untuk di pisahkan dan itulah yang menjadi Janji Zaskia. Tidak akan membiarkan, Dina dan Diyan berpisah.
" Sayang... Mama, memang berjanji tidak akan membiarkan, Kalian berdua berpisah. Tapi... Jika, Suatu saat, Diyan ingin memilih perpisahan itu. Mama, Akan tetap mengabulkan keinginannya... " Lirik Zaskia di dalam hatinya yang terasa sakit. Ketika, Terbayang, Diyan, Ingin berpisah dengan Dina. Membuatnya, Hanya diam dan Tidak bisa melakukan apa? Selain hanya menangisi takdir. Tapi, Zaskia, Tidak akan pernah mengharapkan itu terjadi. Dirinya yakin, Dina dan Diyan, Akan selalu bersama, Selamanya.
" Zaskia " Suara lembut, Endra, Menyadarkan, Zaskia dari lamunannya yang panjang itu.
" Apa? " Ketus Zaskia kesal menatap, Suaminya itu, Sambil kedua tangannya, Berlipat di atas perutnya yang masih rata.
" Kamu, Tidak benar-benar meninggalkan, Ku kan? " Tanya Endra dengan hati-hati. Terlihat kepanikan di wajah tampannya itu.
" Tergantung, Mas, Sendiri " Jawab Zaskia acuh tak acuh dan Berlalu pergi meninggalkan, Endra sendirian.
__ADS_1
Begitulah kisah masa lalunya, Masa Dua puluh tahun yang lalu. Masa lalu, Yang tidak Dina, Diyan, Maupun Marissa tahu. Walau, Mereka bertiga telah beranjak Dewasa. Zaskia dan Endra, Begitu pandai merahasiakan masa lalu dari Putra dan Putri kesayangan mereka. Dengan, Selalu memberikan kasih sayang dan Cinta, Tanpa menunjukkan kecurigaan sedikit pun pada Dina, Diyan, dan Marrisa.
...Bersambung...