Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Menjalani Pernikahan


__ADS_3

" kenapa kau menerima pernikahan ini ! " ucap Diyan dingin


kini Diyan dan Dina berada di kamar hotel yang sudah di hiasi bunga mawar dan lilin kecil warna merah . sehingga dapat tercium bau bunga mawar dan bau wangi lilin . hal itu di lakukan oleh siapa lagi ? jika bukan Endra dan Zaskia .


Diyan hanya bisa melampiaskan kemarahannya dan beban hatinya pada wanita yang telah sah menjadi istrinya . dia sejak dulu ingin menolak , Namun , apa daya dirinya ? ketika sang papa Mala mengancam dirinya . dia terpaksa menikah wanita yang dari kecil besar bersama , menjadi teman dan saudara . Tapi sekarang ...


" aku juga terpaksa menjadi istri mu Yan ... aku ingin menolah permintaan papa . tapi aku ... aku tidak bisa melakukan itu ... tolong mengertilah ... jangan menekan ku dan menyalakan ku " lirik Dina dengan linangan air mata


Dina sejak tadi menahan mutiara di matanya dengan susah payah . Namun , sekarang , dia tak mampu lagi menampung air matanya . sehingga matanya memerah karena tangisnya yang perlahan luruh membasahi wajahnya cantiknya .


Dina terluka , kecewa dan sangat tersakiti dengan perkataan Diyan yang selalu menyalakannya sejak tadi . mengatainya dan memarahinya dengan kalimat yang begitu pedas . bahkan dia tidak menduga , jika Diyan yang dia kenal sejak dulu , kini begitu dingin padanya . membuatnya hanya menangisi apa yang sudah terjadi hari ini . dia membatin dalam diam dan tangisnya , menggerutuki takdirnya .


" kau tidur saja ! " hardik Diyan dan berlalu pergi meninggalkan Dina di kamarnya


Diyan sebenarnya tak tega menyalahkan Dina . Namun , dia butuh seseorang untuk menjadi pelampiasan rasa beban di hatinya . dia juga marah pada papa dan mamanya yang memaksa menikah wanita yang merupakan kakak baginya sejak masih kanak-kanak .


" sekarang aku harus apa ? sial ! bedebah dengan pernikahan ini ! " kesal Diyan dalam hatinya . pergi dari rumah di tengah dinginnya malam


sedangkan Dina meringkuk di ranjang hotel dengan ditemani cahaya lilin dan sinar rembulan dengan jendela terbuka di kamar itu . dia tiada henti hanya menangis sesenggukan . masih dapat terbayang apa yang terjadi belakangan hari ini .

__ADS_1


saat dimana sikap Diyan tiba-tiba berubah padanya dan perkatanya yang dingin dan tajam menusuk relung hatinya .


" *jangan pernah dekat dengan ku ! "


" pergi kau ! "


" pergi sejauh-jauhnya . jangan perlihatkan wajah mu ! sok polos itu pada ku ! "


" aku pergi ! dan ingat ! jangan menghubungi aku !


" ku harap kau sudah menemukan orang tua mu yang asli itu* ! "


" aku harus mencoba menjalani pernikahan ini " gumam Dina meyakinkan hatinya


Dina perlahan tertidur meringkuk kedinginan . dia merasa lelah menangis selama hampir satu jam di kamar hotel sendirian. bahkan langit begitu gelap , sudah tak ada lagi sinar rembulan malam dan bintang juga tidak menunjukkan wujudnya . semesta , seakan mengerti kesedihan dan kegundahan hati Dina dan Diyan .


Diyan berdiri di sebuah jembatan , menatap hamparan air yang begitu gelap dan tenang . kemudian dia menatap langit yang juga begitu tenang , dia menebak , jika tak lama lagi bumi akan segera menangis.


Diyan menghela nafas " dengan terpaksa aku harus menjalani pernikahan ini . lagian juga ... aku dan Dina tidak memiliki hubungan darah "

__ADS_1


Diyan tidak pernah memikirkan akan menikah wanita yang merupakan kakak baginya . Tapi , saat ini dia hanya bisa pasrah menjalani suratan takdirnya dalam hubungan rumah tangga atau lebih tepatnya kehidupan pernikahannya akan segera dia mulai .


" aku pasti bisa ! " gumam Diyan menyakinkan hatinya


Diyan kemudian kembali kembalinya . sudah cukup baginya menenangkan hati dan pikirannya selama hampir dua jam berdiri di jembatan yang cukup panjang itu . Diyan mengemudikan mobilnya menuju hotel tempat dia menginap dengan istrinya .


sampai di kamar hotel dan ketika membuka pintu . Diyan dapat melihat Istrinya tidur dengan posisi meringkuk . kemudian dia menyelimuti tubuh mungil istrinya dan menutup pintu jendela kamar balkon hotel . setelahnya dia ikut tidur di samping Dina , kemudian dia berkata ...


" maafkan aku kak . aku hanya ingin melampiaskan rasa kecewa dan sakit hati ku . maaf ... aku tidak akan mungkin lagi menjadi Diyan yang dulu ... " lirik Diyan .


kemudian Diyan ikut memasuki alam mimpi dengan tidur seranjang bersama Dina , istrinya . tentunya Diyan sangat menjaga jarak dari tubuh mungil sang istri dan bahkan membuat guling sebagai pembatas diantaranya dengan istrinya . agar dirinya tidak kiflah , karena dia juga pria normal .


keesokan pagi , sinar mentari matahari menelusup masuk melalui sela jendela kamar hotel yang bercat putih itu . langit membiru dengan awan putih sebagai teman di hari pagi .


Dina perlahan membuka matanya menyesuaikan cahaya yang menelusup memasuki Indra penglihatannya . Namun , ketika matanya sudah dapat menyesuaikan cahaya matahari . dia langsung berteriak karena sangat terkejut.


Aaaaaaaaa


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2