Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Bahagia


__ADS_3

Setelah, Kegelapan akan ada keterangan...


Matahari muncul dari balik gunung dan bersinar dengan indah di langit biru di atas sana. Pagi yang begitu indah dan cerah. Setiap orang sibuk dengan kegiatan pagi mereka. Tapi, Ada beberapa orang yang hanya diam dan tidak melakukan apa pun. Ada juga orang yang berusaha melarikan diri dari masalah yang mungkin... Tanpa sengaja di perbuat olehnya.


Diyan, Terduduk termenung dengan mata hitamnya yang menatap kosong dan tidak sedikit pun, Mata hitamnya teralihkan dari pintu putih yang di dalamnya ada wanita yang sangat di cintai. Dirinya menanti kabar akan keadaan istri tercinta yang menimbulkan rasa Khawatir, Takut dan sedih. Rasa takut, Berpikir akan kehilangan, Dina, Membuat Diyan meneteskan air mata tanpa, Dia sadari.


" Dina... Ku, Harap kamu akan baik-baik saja. Jika tidak, Aku akan tiada... " Lirik Diyan putus asa.


Sementara itu, Di tempat lain... Apartemen Gita.


Gita, Terbangun, Dengan merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Terutama di **** *************, Begitu sangat terasa sakit. Gita amat terkejut, Melihat Raditya tertidur di sampingnya. Dan Gita, Semakin terkejut, Saat melihat Dirinya dan Raditya, di balik selimut tanpa mengenakan sehelai kain pun.


Seketika, Gita, mengingat hal yang di kiranya adalah sebuah mimpi, Ternyata adalah sebuah kenyataan yang tidak akan terlupa.


" Apa yang telah, Aku lakukan? "


" Bagaimana bisa menjadi seperti ini?"


" Ra... Radit... Raditya... Kenapa ini harus terjadi? "


Gita, merasa Gelisah, Dan panik. Serta, Rasa takut dan rasa bersalah menyelimuti relung hatinya sebagai seorang Wanita, Terhadap, Firna. Karena, Merasa Dirinya menjadi orang ketiga dan Merasa menjadi Wanita kotor. Namun, Karena rasa cintanya pada, Raditya, Ada rasa bahagia yang tidak bisa, Gita ucapkan. Selain senyuman di wajahnya yang sudah bersemu merah.


Gita, Pun memakai pakaiannya dengan cepat dan hati-hati. Sebelum, Raditya terbangun, dan melihatnya. Dirinya harus segera melarikan diri. Walau sedikit sulit melangkah, Karena rasa sakit yang untuk pertama kali di dalam hidupnya itu. Gita, pergi meninggalkan apartemen dengan mobilnya dan hanya meninggalkan secarik kertas untuk Raditya, Yang berisikan kalimat permintaan.


Lupakan yang telah terjadi di antara Kita


Dan jaga dirimu baik-baik.


Dan jangan pernah menemui Ku Lagi

__ADS_1


Atau Bahkan mencari Ku Raditya


^^^Cabe rawit:)^^^


Gita, Menyadari satu hal. Keegoisannya telah mengalahkan hati nuraninya. Hingga dalam keadaan setengah sadar, Akibat minum-minum yang berlebihan, Dirinya melakukan hal yang tidak seharusnya.


" Aku, Harus segera meninggalkan Indonesia " terucap Satu keputusan yang terasa berat dan menyakiti hatinya.


Gita, Kemudian berpikir. " Setidaknya, Aku memberitahu, Dina dan Mila. Tapi, Alasan apa yang akan, Aku berikan? Haruskah, Aku berbohong? Jika, Aku akan melanjutkan S2 dengan kuliah di Jerman... Ya, Aku tidak punya pilihan! " Seru Gita menyakinkan hati. Walau tidak rela meninggal orang-orang yang sangat di sayangi.


Gita, Menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang terlihat mewah dan cukup terbilang besar. Dengan terburu-buru, Gita keluar dari mobil dengan langsung menutup pintu mobilnya dan berjalan sedikit cepat memasuki rumahnya.


" Gita, Sayang. Ada apa dengan, Mu? Kenapa, Kamu begitu terburu-buru dan panik? apa ada masalah? "


Langkah, Gita terhenti, Kala Dia ingin menaiki tangga. Suara cemas yang terdengar lembut, Memanggil namanya dan bertanya bingung melihat, Keadaannya yang berantakan.


" Emm Baiklah. Kamu, Pergilah istirahat. Karena, Malam ini, Kita akan pergi ke Jerman dan Mama, Tidak terima penolakan! Kakek dan Nenek, Mu ingin Kita ke sana dan Mama, Juga tidak bisa memastikan. Kita, Akan berapa lama akan ada di sana. Jadi, Kamu jangan lupa mengemas semua barang, Mu, Gita " Ujar Mama Gita, Dengan tegas.


Mendengarnya, Gita amat merasa lega dan Senang sekaligus terkejut. Karena, Dirinya tidak perlu memikirkan alasan apa pun lagi. Karena, Mama juga tanpa sengaja membantu, Dirinya.


" Iya, Ma. Aku, Tidak akan menolak lagi. Kalo gitu, Aku akan istirahat, Mama " Kata Gita dengan senyuman kelegaan dan berlalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


" Tumben, Dia menurut. Tapi, Baguslah... Aku, Tidak perlu bersusah payah memaksanya lagi " Ucap Mama Gita. Walau usia sudah lanjut, Mama Gita tetap terlihat cantik dan Menarik. Dengan rambut pirangnya yang sama seperti yang, Gita miliki. Mama Gita, Sangat Sangat mempesona.


Sedangkan, Di rumah sakit...


Dokter Wanita keluar dari pintu tempat di mana ada, Dina di dalamnya. Diyan, Seketika langsung berdiri dan bertanya dengan amat khawatir.


" Dokter Jessica, Bagaimana keadaan, Istri saya? Dia, Baik-baik saja kan? "

__ADS_1


Dokter Wanita yang memiliki nama, Jessica itu. Terkejut, Mendengar perkataan, Diyan.


" Apa Dokter Diyan, Sudah menikah dan Wanita itu, Adalah istri Anda? " Tanyanya dengan Formal.


" Saya, Memang sudah menikah. Jadi, Katakan bagaimana keadaannya?! " Ketus Diyan tidak sabaran yang sangat ingin mendengar, Bila istrinya pasti baik-baik saja.


" Dokter Diyan, Tenanglah dan Jangan khawatir. Istri, Anda baik-baik saja. Dia, Hanya mengalami keram di perut, Karena Bayi di dalam kandungannya itu. Jadi, Bila Anda melakukan hubungan seksual. Anda harus berhati-hati. Anggap saja, Ini sebuah peringatan untuk Anda. Agar tidak melakukan hubungan seksual dengan, Istri Anda. Karena, Istri Anda tengah hamil di trimester pertama dan Jangan sampai hal ini terulang lagi. Anda, Bisa melakukannya lagi, Setalah usia kandungannya mendekati Tiga sampai empat bulan " Jelas Dokter Jessica panjang lebar.


" Apa Dokter Jessica?! Istri saya sedang hamil? Dan itu artinya, Saya akan menjadi seorang Ayah?! " Cecar Diyan amat terkejut, dan tidak percaya mendengar perkataan, Dokter Jessica. Tapi, Rasa Bahagia yang tidak terkira menyelimuti hatinya.


" Benar, Dokter Diyan. Apa Anda tidak tahu, Jika selama ini, Istri Anda tengah hamil? " Dokter Jessica balik bertanya.


" Saya, Tidak tahu. Karena, Istri Saya juga tidak pernah mengatakan apa pun "


" Kalo gitu, Saya ucapkan selamat, Dokter Diyan. Anda, telah menjadi seorang Ayah "


" Terima kasih, Dokter Jessica. Saya sangat bahagia mendengarnya! "


Adakah rasa bahagia yang lebih luar biasa, Bagi seorang Pria? Dengan menjadi seorang Ayah. Kini, Diyan merasakan kebahagiaan itu. Sebuah kabar berita yang, Dia dan Dina, Nanti-nantikan selama ini.


Diyan dan Dokter Jessica berjabat tangan. Tapi, Ada satu hal yang tidak Diyan sadari. Dokter Jessica, Terpesona melihat senyuman di wajah tampannya itu. Serta, Diyan tidak mengetahui, Bila Wanita yang merupakan rekannya itu, Memiliki perasaan padanya.


" Kenapa sulit sekali memiliki, Mu, Diyan? " Lirik Dokter Jessica sedih di dalam hatinya. Dengan terus memaksakan senyuman di wajah cantiknya yang memikat itu. Namun, Sayangnya, Kecantikannya itu, Tidak mampu memikat hati Pria yang ada di hadapannya itu.


" Tapi, Bolehkah saya menemui, Istri saya, Dokter Jessica? " Tanya Diyan, Setelah melepaskan jabatan tangannya dengan Dokter Jessica.


" Untuk saat ini, Anda tidak di perbolehkan menemui, Istri, Anda. Karena, Istri Anda, Membutuhkan waktu beristirahat yang stabil. Lebih baik, Anda keruangan, Saya sekarang. Saya, Akan memberikan Anda Vitamin yang akan penguat kandungan istri, Anda Dokter Diyan " Ujar Jessica dan Kemudian berlalu pergi. Diyan, Pun mengikuti, Dokter Jessica.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2