
Sesuai rencana, Dina dan Diyan, Telah siap ingin meninggalkan Paris. Walau masih ada tempat lainnya yang belum, Dina dan Diyan, Kunjungi. Tapi, Diyan memberikan janji pada, Dina, Bila di bulan madu berikutnya, Akan datang lagi ke Paris, Di Prancis, Negeri Eropa.
" Dina, Kamu sudah siap? Jangan ada yang ke tinggalan " Kata Diyan.
" Sudah, Dan tidak ada yang ke tinggalan. Semua berada, Di dalam koper, Mas Diyan " Jelas Dina.
Diyan, terlihat tampan dan mempesona. Dengan, memakai celana jeans panjang warna biru dongker, dan kaos biru muda lengan panjang, Menutupi lehernya, Di padu Coat hitam. Sedangkan, Dina, cantik, dan Juga menarik, Terlihat sangat mempesona, Dan mampu memikat Pria mana pun. Dengan, Memakai baju polos, Berwarna biru cerah, jenis slim fit dan Celana skinny jeans.
Dina, Dan Diyan pun keluar dari kamar hotel, Dengan di bantu pelayan hotel membawa barang-barang mereka berdua. Di saat, Telah sampai, Di lantai utama hotel, Dina dan Diyan terkejut, Melihat ada, Kevin berdiri, di kejauhan, menatap mereka berdua.
Dina dan Diyan saling memandang wajah, Hingga detik berikutnya. Dina dan Diyan, melangkah mendekati, Kevin, Dan apa yang terjadi kemudian? Membuat Dina dan Diyan semakin terkejut.
" Aku, Yang akan mengantar kalian berdua, Ke bandara. Sekarang, Masuklah ke dalam mobil " Pinta Kevin dengan terus terang, Tanpa basa basi.
" Tenang saja, Aku tidak akan mencuri, Dina dari, Mu, Diyan " Kata Kevin datar, Ketika melihat Dina, Hanya diam, dan Diyan menatapnya tajam.
Diyan, Menatap Dina dan begitu juga sebaliknya. Dina dan Diyan, Saling menatap, Sama-sama meminta persetujuan. Kevin, Tersenyum getir, Melihat binar mata ke abu-abuan, Dina tertuju pada, Diyan. Tatapan mata, Dina, Tersirat Cinta untuk, Diyan seorang.
" Dina... Kamu, begitu mencintai, Diyan. Tatapan mata, Mu, Membuat hati ini, Merasa sakit dan Iri. Dulu... Aku, Berharap... Tatapan itu, Hanya untuk, Ku. Tapi, Itu hanya mimpi dalam ilusi yang tidak akan pernah, Ku miliki " Lirik Kevin dalam hati.
Dina dan Diyan, Pun menuruti permintaan, Kevin. Mereka berdua mau, Di antara oleh, Kevin. Dengan menggunakan mobil mewah, Di tambah ada beberapa Pria Gaga yang menemani perjalanan mereka, Menuju bandara yang juga menggunakan mobil mewah lainnya.
Kesunyian melanda, Dina, Ingin sekali bertanya sesuatu pada, Kevin. Tentang, Apa saja yang, Kevin lakukan selama enam tahun lamanya? Hingga sampai menjadi Pria yang terlihat kaya seperti, di hadapannya ini. Seakan, Dina tidak mengenal, Kevin yang dulunya adalah Pria miskin. Karena, Dina, Takut membuat, Diyan tidak senang. Jika, Dirinya, Mengajak berbicara pada, Kevin, Mantannya itu yang duduk, di depan bersebelahan dengan sopir yang mengemudikan mobil.
Kevin, Yang mengenal tingkah, Dina. Mengukir Senyuman, di wajah tampannya yang campuran itu, Ketika melihat wajah Wanita pujaannya dari kaca depan spion mobilnya. Diyan, Juga sadar, Akan sikap, Dina yang ingin berbicara langsung pada, Kevin. Namun, Diyan, Lebih diam saja, Karena Dirinya, Akan merasa cemburu, bila Dina berbicara pada Pria yang merupakan mantan kekasih, Istrinya. Walau, Diyan ingin melarang, Namun, Diyan juga tidak ingin, Membuat Dina merasa terkekang berada bersamanya.
" Dina " Panggil Kevin, Dengan menolehkan kepalanya, Menatap wajah cantik Wanita pujaannya.
__ADS_1
" I..ya, Kevin " Dina, Merasa gugup dan Canggung. Juga terkejut, Mendengar suara lembut, Kevin memanggil namanya.
" Kamu, Pasti bertanya-tanya? Kenapa, Kevin yang, Kamu kenal sangat berbeda jauh dengan yang sekarang, kamu lihat? Iya kan? " Pertanyaan Kevin tepat sasaran. Dina mematung diam, Menatap wajah tampan, Suaminya yang terlihat sebagian, Karena Diyan, Tengah menatap keluar dari lapisan jendela mobil.
Kevin, tertawa kecil yang terasa pahit baginya. Melihat, Wanita pujaannya yang terlihat takut, Membuat Pria yang duduk, di samping itu, Cemburu dan tidak senang. Kevin, Membawa Dirinya, Bersandar pada sandaran kursi yang, di dudukinya, dalam perasaan hatinya yang tersakiti. Dina, Wanita pujaannya, Terlihat canggung menatapnya, Seakan Dirinya, Adalah Pria asing.
" Dina, Enam tahun lalu, Dengan mengandalkan biaya yang, Di berikan Tuan Endra. Aku, Pergi ke tempat ini, Kota Paris. Kamu, Tahu... Hari pertama yang, Ku lakukan adalah mencari tempat tinggal " Kevin mulai bercerita pengalaman hidupnya yang bermula enam tahun lalu. Tidak perduli, Apakah, Wanita pujaannya, Mendengarkannya?
Diyan, Menolehkan kepalanya, Menatap punggung belakang Pria yang merupakan mantan kekasih, Istrinya itu. Wajahnya terlihat terkejut, Ketika mendengar, Kevin menyebutkan Nama Papanya dan Biaya yang, Kevin maksud? Pikiran Diyan berkelana, Hingga tatapan matanya berpindah menatap, istrinya yang juga menatapnya.
" Berkerja keras, Sebagai pelayan restoran, Mengharapkan uang yang lumayan bisa membuat, Ku tetap hidup. Hingga suatu hari... Pada malam itu, hujan Salju. Aku, bertemu, Pria tua berbaring tidak berdaya, Di tempat sepi. Aku, Menolongnya, Membawanya ke tempat tinggal kecil, Ku... " Kevin, Mengukir senyuman kecut, di wajahnya. Menoleh kebelakang, Menatap Wajah Wanita pujaannya, Yang ternyata juga tengah menatap dan mendengarkan, Dirinya.
" Dina, Aku masih punya orang tua, Pria tua itu adalah Papa, Ku. Hingga, Aku menjadi seperti ini, Kevin yang dulunya miskin, Begitu kaya dan Hidup, Di kota Paris. Dengan bergelimang harta dan mempunyai kekuasaan. Tapi, Aku, Tidak sepenuhnya merasa bahagia, Dina " Kevin, Mengakhiri ceritanya, Menghela nafas panjang, Seakan membuang beban hatinya dan menahan kesedihan, Di matanya. Kevin, kembali bersandar pada sandaran kursi dan menatap ke depan, Sehingga Dina dan Diyan, tidak melihat wajah sedihnya.
Sang sopir yang hanya diam mengemudi, menjadi pendengar dan saksi atas kehidupan, Tuan mudanya itu, Ketika berada, di kota Paris. Karena, Ketika dulu, Sang sopir itulah, Yang di perintahkan Tuan besarnya, Menyelidiki latar belakang, Kevin. Hanya saja, Sang sopir tetap diam, Dengan menjadi bodyguard dan sekaligus supir pribadi, Kevin.
" Tuan muda, Kita sudah sampai, Di bandara " Kata Sang sopir pada, Kevin. membuat, Dina, Diyan dan Kevin, Tersadar dari lamunan panjang mereka.
" Turunkan semua barang-barangnya " Perintah Kevin tegas.
Kevin, dan Diyan, keluar dari mobil bersamaan. Kevin, yang Ingin membukakan pintu untuk, Dina, urung, Di lakukannya. karena, Diyan sudah terlebih dulu, membuka pintu untuk, Dina. Dina, hanya diam, Berdiri di antara kedua Pria tampan itu.
" Aku, Hanya bisa mengantar kalian berdua sampai di sini " Kata Kevin dengan wajah datar, menatap ke depan, Dan tidak menatap lawan bicaranya yang berdiri, di sampingnya.
" Terima kasih, Kak Kevin dan... Sampai jumpa " Ucap Diyan dan melangkah terlebih dulu, kemudian, Berhenti di pintu masuk bandara. Tidak mengajak, Dina ikut bersamanya, Seakan, Diyan memberikan Waktu Dina dan Kevin, Berdua.
" Mas Diyan... " Lirik Dina dalam hatinya, Merasa tidak enak hati. Melihat, Suaminya, Meninggalkan Dirinya bersama mantan kekasihnya.
__ADS_1
" Dina, izinkan, Aku memeluk, Mu sebagai salam perpisahan Kita " Kata Kevin lembut, Menatap penuh cinta dan penuh harap, dengan perasaan sedih pada, Wanita pujaannya.
Dina, tertegun, Mendengar perkataan, Kevin yang tidak terduga olehnya. Perlahan, Bola mata ke abu-abuan itu, Teralihkan dari punggung belakang Diyan, kepada wajah tampan, Kevin. Kevin, yang selalu menatapnya dalam tatapan penuh cinta dan Kini, Penuh harap untuk mendapatkan persetujuan memeluk, Dirinya.
Dina, Di lema, merasa bimbang memberikan, Kevin izin memeluknya atau tidak. Di satu sisi, Dina Memikirkan perasaan hati, Suaminya. Namun, Di sisi lain, Kevin adalah Pria yang pernah berada di hati dan di dalam hidupnya. Dina, merasa tidak tega, Bila menolak permintaan terakhir, Kevin dalam perpisahan yang mungkin, Dirinya tidak akan lagi bertemu dengan, Kevin.
Dina, Pada akhirnya, Mengaguk kepalanya, Sebagai jawaban, Dirinya, Memberikan izin pada, Kevin memeluknya terakhir kali, Sebagai salam perpisahan antara Dina dan Kevin. Kevin, Tersenyum bahagia, Tanpa menunggu Waktu lagi, Kevin mendorong Dirinya, Membawa, Wanita pujaannya ke dalam pelukannya.
Namun, Dina tidak membalas pelukan itu, Hanya diam menerima pelukan, Kevin. Tapi, Dina tidak melihat, Di tempat tidak jauh darinya, Ada Diyan yang bisa melihat interaksinya dengan, Kevin melalui pantulan dinding kaca, Di hadapan, Diyan.
" Sampai jumpa, Kevin. Ku, Harap ada Wanita lain yang bisa menggantikan, Aku, Di hati, Mu " Kata Dina, Setelah Kevin melepas pelukannya.
" Sampai jumpa, Dina. Selalulah Bahagia dengan, Diyan, Hanya itu... Yang ku inginkan " Lirik Kevin sedih.
Dina, Melangkah pergi, Menjauh dari, Kevin dan Mendekati, Diyan. Kevin, menatap sedih, kepergian Dina bersama Diyan memasuki bandara, Di hadapannya sambil bergandengan tangan, Meninggalkan Dirinya. Hingga akhirnya, Suara bodyguardnya, Mengganggu suasana hatinya yang tidak bahagia.
" Tuan muda, Kami sudah berhasil menghancurkan transaksi ilegal para Wanita. Hanya saja, Ada satu orang Wanita yang baru saja menjadi korban dan Sepertinya... Wanita Indonesia, Tuan muda " Jelas Pria Gaga itu, Bodyguard Kevin.
Kevin, Tersenyum tipis, Mendengar perkataan, Bodyguardnya. Kevin, Berbalik badan, dan melangkah, Menuju mobilnya. Tentunya, Di ikuti, Bodyguardnya itu, Di belakangnya.
" Sebelum, Kamu bawa kehadapan, Papa. Lakukan yang, Aku inginkan! " Kata Kevin, Ketika bodyguard membuka pintu untuknya.
" Maksud, Tuan muda... Surat perjanjian kontrak...? " Pria itu, Tidak melanjutkan pertanyaannya. Karena, Kevin langsung masuk mobil, Tanpa mengatakan apa pun lagi padanya.
Mobil mewah hitam itu, Membawa pergi, Kevin. Meninggalkan bandara, Masa lalu, Dan Wanita pujaannya. Berharap, Masa depan, Dalam sebuah keputusannya yang sudah, di ambilnya. Menjadi, Awal mula dan sampai Akhir kehidupannya yang bahagia.
...Bersambung...
__ADS_1