Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Firasat Diyan


__ADS_3

Hari yang tidak, Diyan harapkan pun tiba. Tepat pada hari ini, Dia pergi menemani, Dina, Yang akan bertemu dengan salah satu klien penting, Papanya. Dengan mengharuskan, Istrinya, Yang turun tangan. Menghadapi Kevin Aprilio Cathy, Seorang mantan kekasih, Dina dan Orang yang sangat, Diyan benci di dalam hidupnya.


Sepanjang perjalanan mencapai tujuan. Diyan, Terus saja memberikan, Sang istri tercintanya itu, Peringatan dalam perasaan hatinya yang terasa cemas dan takut. " Dina, Kamu harus jaga jarak dengannya! Aku, Gak mau kamu sampe dekat dengannya lagi! Dan Dirinya, Pasti! Sengaja meminta, Mu menemuinya. Karena, Dia tahu... Kamu, Sedang hamil dan... Entah kenapa, Aku merasakan firasat yang tidak baik akan segera terjadi... "


" Mas... Tenanglah. Aku, Pasti akan baik-baik saja dan akan menuruti semua keinginan, Suamiku " Ucap Dina, Lembut. Membujuk, Dengan mengusap pundak tegak, Dan menatap wajah tampan, Suaminya itu, Yang tersirat Ketakutan dan kekhawatir yang menurutnya berlebihan.


" Kamu, Kan tahu sendiri, Mas. Aku, Sekarang sudah mengandung, Anak Kita. Aku, Sudah menjadi milikmu sejak dulu, Sekarang dan akan selalu seperti itu. Aku, Tidak akan pernah berpaling dan tidak akan mungkin, Aku meninggalkan, Mu. Karena, Aku juga tidak bisa jauh dari, Mu, Suamiku " Ujar Dina, Bergelayut manja, Di lengan kekar, Diyan.


Perkataan, Dina, Perlahan menenangkan, Diyan.


Namun, Firasat di dalam hatinya, Semakin kuat. Membuatnya, Semakin merasa takut. Tapi, Diyan, Mencoba untuk tenang dan meyakinkan hatinya. Semua akan baik-baik saja dan tidak akan ada apa pun hal buruk yang akan terjadi! Tidak akan ada!


Menit, Berikutnya. Diyan, Menghentikan mobilnya, Di parkiran yang berdekatan dengan Restoran yang terkenal di ibu kota. Restoran itu, Menyajikan semua jenis menu makanan khas setiap Negara di Global. Tentunya, Kalangan atas yang dapat memasuki restoran itu. Karena, Selain jenis menu makanan yang serba ada. Keamanan dan Pripasi setiap tamu dan pelanggan yang datang, Sangat di jaga. Bahkan, Untuk bisa memasuki restoran itu, Harus memesan terlebih dahulu, Atau kalau tidak, Akan tidak mendapatkan meja makan dan pripasi yang di inginkan di mana pun. Karena, Setiap harinya, Restoran itu, Tidak pernah sepi pengujung.


Diyan, Keluar dan Turun dari mobilnya. Kemudian, Berjalan sedikit cepat dengan tubuh tegaknya itu, Memutar setengah bagian depan mobil. Hingga, Jemari panjangnya, Menggapai dan membukakan pintu, Untuk istrinya itu.


Diyan, Mengulurkan tangannya dan dengan tersenyum manis, Dina, Menerimanya.

__ADS_1


" Dina, Sampai kapan pun, Aku tidak akan pernah melepaskan tangan, Mu " Ucap Diyan dan mengakhirinya, Dengan mengecup punggung jemari lembut, Istrinya itu.


" Dan Aku, Akan selalu ada untuk, Mu, Sampai akhir Waktu, Ku, Mas " Balas Dina, Keluar dari mobil dengan langsung memeluk erat, Suaminya itu.


Ketakutan, Semakin terasa di hati. Diyan, Tidak mampu berucap kata lagi. Selain, Memejamkan mata, Menimati pelukan itu, Dengan sepenuh hati. Dina, Dengan senang hati, Menimati kehangatan tubuh dan cinta yang telah di rasanya dalam waktu yang lama. Dina, Berharap... Rasa ini, Tidak akan pernah berubah dan akan selalu sama seperti ini, Selamanya.


Tit!


Suara klecson mobil mewah berwarna merah yang ada di belakang mereka. Menyadarkan, Keduanya dan dengan cepat, Dina dan Diyan, Beranjak pergi dari tempat mereka berdiri. Melangkah bersama, Melewati pintu kaca, Restoran itu, Yang di sambut dengan sopan dan Ramah, Oleh Seorang Pelayan Wanita itu.


" Atas nama siapa ya, Tuan ? " Tanya Pelayan Wanita itu.


" Mari ikut saya, Tuan dan Nyonya "


Dina, Dan Diyan, Pun mengikuti pelayan Wanita itu. Menuju pintu kaca tidak transparant, Yaitu ruang pripasi atau Vvip.


" Silahkan, Tuan dan Nyonya... Tuan Kevin sudah menunggu di dalam " Ujar Pelayan Wanita itu.

__ADS_1


" Sebelum, pergi. Nanti, Bawakan jus mangga muda untuk, istriKu " Pinta Diyan.


" Baiklah, Tuan. Saya, Akan membawakannya nanti " Jawab Pelayan Wanita itu.


" Terima Kasih " Ucap Dina tersenyum.


Pelayan Wanita itu, Balas tersenyum lebar dari yang sebelumnya. Dirinya, Merasa tidak percaya. Untuk pertama kalinya, Ada Seorang Pelanggan restoran tempatnya berkerja. Mengucapkan kalimat itu.


" Iya, Nyonya. Sama-sama, Saya permisi dan Akan kembali nanti " Karena terlalu senang, Pelayan Wanita itu, berucap dengan gembira dan berlalu pergi.


Melihat sikap Pelayan Wanita yang berbeda dengan yang beberapa detik lalu. Dina, Merasa bingung dan Diyan tersenyum, Melihat kebingungan, Di Wajah istrinya itu.


" Coba, Kamu lihat di sekitar, Mu " Ucap Diyan dan Tanpa bertanya, Dina menurutinya.


Sepasang mata indah, Dina, Dapat melihat jelas, Di sekitarnya. Terlihat, Berbagai jenis manusia yang memiliki sikap yang di artikannya sangatlah buruk terhadap, Pelayan Restoran. Arogan, Sombong, Merendahkan, Menghina dan Memaki. Setiap pelayan di restoran itu, Hanya diam, Mendengar berbagai makian dan hinaan. Serta, Menghadapainya dengan kepala tertunduk terhadap beberapa pelanggang restoran itu, Yang merendah mereka dengan Arogan dan tidak Prikemanusiaan. Walau sebenarnya Mereka, Tidak sengaja membuat suatu kesalahan.


" Aku, Tidak menyangkah. Bila, Kehidupan ini sangatlah kejam. Mungkin, Jika Aku ada di posisi mereka, Belum tentu akan sanggup menghadapinya... " Lirik Dina sedih dan Kasihan menatap setiap para pelayan itu, Satu persatu di tempat yang berbeda.

__ADS_1


Diyan, Tidak tega melihat kesedihan di wajah, Cantik istrinya itu. Dia, Pun berucap dengan lembut. " Itu sudah takdir setiap orang dan Hukum alam, Istriku "


...Bersambung...


__ADS_2