Terpaksa Menikahi Saudaraku

Terpaksa Menikahi Saudaraku
Dokter Jessica


__ADS_3

Di kediaman Prabowo...


Taksi, Berhenti tepat di depan pintu rumah. Pintu penumpang terbuka dan Terlihatlah, Endra yang akhirnya kembali pulang dari, London. Setelah, Sekian lama dirinya meninggal keluarga tersayangnya.


Terlihatlah, Zaskia, Dan Marissa, telah keluar dari dalam rumah. Setelah, Sekian lama menunggu kepulangan, Sang Papa. Dengan perasaan senang, Melihat kehadiran, Endra. Namun, Di satu sisi perasaan mereka. Ada perasaan cemas dan panik, Karena semenjak matahari muncul tadi. Diyan, Mau pun, Dina, Tidak terlihat di mana pun. Dengan keadaan kamar yang berantakan, Bagaikan kapal pecah.


" Jangan sampai, Mas, Tahu... Bila, Dina dan Diyan, Bertengkar dan meninggalkan rumah! " Dalam hati, Zaskia.


" Semoga saja, Kak Dina dan Kak Diyan, Segera kembali! " Seru Marissa dalam hati.


Zaskia Dan Marissa, Berpikir. Bila, Dina dan Diyan, Habis bertengkar dan Meninggalkan rumah tanpa bilang-bilang. Karena, Melihat Kamar, Dina dan Diyan, Yang sangat berantakan, Bagaikan kapal pecah. Tapi, Sayangnya... Pemikiran mereka itu salah!


" Ma, Rissa. Kenapa kalian berdua hanya diam menatap, Papa? Apa kalian tidak merindukan, Papa? " Ujar Endra, Pura-pura sedih.


Zaskia Dan Marissa, Saling menatap. Memberikan isyarat untuk bisa merahasiakan apa yang telah mereka pikirkan? Dan Bersikap bila tidak ada yang terjadi.


Zaskia Dan Marissa, Bergantian memeluk, Endra. Tentunya, Endra, Membalas pelukan itu, Dengan perasaan bahagia, Melihat orang yang di sayanginya masih tetap baik-baik saja. Walau sekian lama, Dirinya, Meninggalkan keluarganya. Karena, Ada masalah di perusahaannya yang ada, Di London.


" Mama, Tidak perlu mengatakannya, Pa. Papa, Saja yang sangat suka berlama-lama meninggal, Kita. Iya kan, Sayang? " Kata Zaskia sambil mengulum senyuman. Selepas melepas pelukannya dengan, Suaminya itu.


" Iya. Papa, Kenapa lama sekali pulangnya? Papa, Punya istri baru ya? Dan Ingin meninggalkan, Aku dan Mama? " Sahut Marissa pura-pura kesal, Sambil melipat kedua tangannya di atas perut. Tapi, Kemudian, Dia meringis dan menutup mulutnya. Ketika, Menyadari perkataannya yang salah dan Dua pasang mata yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


" Pa! Jawab?! " Ketus Zaskia, Yang seakan terpengaruh mendengar perkataan, Putrinya. Dengan tajam menatap, Suaminya itu.


" Eh, Bukan, Ma! Aku, Gak akan mungkin bisa menduakan, Mu, Ma. Kamu, kan tau, Ma. Di hati, Papa, Hanya ada, Mama, Kok. Papa, Gak bohong! Sumpah! " Seketika, Dengan panik dan Cepat, Endra menjelaskan pada, Istrinya itu. sebelum terjadi perang dunia ketiga.


" Maaf ya, Pa. Rissa, Enggak bermaksud kok. Rissa, Ke kamar dulu ya... Karena, Rissa, Sudah melepas rindunya. Dadada! Semoga berhasil, Pa! " Seru Marissa tertawa, Sambil melambaikan tangannya pada, Endra dan Berlalu pergi dengan berlari meninggalkan orang tuanya dan menuju ke kamarnya sendiri.


Endra, Menatap sedikit kesal pada putrinya itu, Yang terkadang suka berbuat jahil. Di waktu yang tidak tepat dan tidak seharusnya di lalukan. Kini, Dirinya menjadi korban dari kejahilan, Putrinya itu. Tapi, Saat Endra ingin, Menjelaskan lagi dan ingin memegang tangan lembut, Istrinya. Harus terhenti, Karena Sang Supir Taksi memanggil, Dirinya.


" Pa, Semua barangnya telah saya masukan ke dalam dan Saya, Mau pergi. Tapi, Bapak, Belum memberikan, Saya... " Sang Supir, Agak ragu dan Takut, Melanjutkan perkataannya. Ketika, Tatapan tajam tertuju padanya.


Namun, Endra, Tidak menyadari. Bila, Zaskia, Telah pergi meninggalkan, Dirinya.


" Apakah, Kamu tidak bisa bersabar?! Apa, Kamu tidak lihat? Aku, ini lagi apa? " Kata Endra, Dengan penuh penekanan.


" Kamu, Ini tidak lihat. Aku, Sedang berbicara dengan is.. " Ucapan Endra, Terputus. Kala melihat, Zaskia, Sudah tidak ada lagi di dekatnya.


" Pa... Saya, Harus pergi " Lirik Sang Supir Taksi.


" Ya sudah, Ni ambil! " Tukas Endra kesal, Sambil memberikan lembaran uang kertas berwarna merah.


" Terima kasih, Pa! " Seru Supir taksi, Mengambil lembaran uang itu. Kemudian, Berlari terburu-buru dan Berlalu pergi dengan mobilnya sendiri.

__ADS_1


Endra, Dengan cepat memasuki rumah. Menjumpai, Sang istri yang ada di dalam kamar, Yang tengah marah padanya.


" Seharusnya, ini tidak terjadi. Seharusnya, Aku dan Zaskia, Bisa melepas rindu dengan melakukannya...Ah... Kenapa ini harus terjadi, Saat ini? " Gumam Endra menghela nafas panjang.


Sementara, Di rumah sakit kota. Diyan, Merasa bingung, Berpikir, Bagaimana Dirinya bisa memberikan kabar berita bahagia ini? Sedangkan ponselnya tertinggal di dalam kamarnya, Di rumah.


Dokter Jessica, Yang memasuki ruangan tempat, Dina, berada dan tengah berbaring. Melihat wajah Diyan yang terlihat, bingung dan Khawatir. Membuatnya, Bertanya-tanya, Apa yang tengah, Dokter Diyan pikirkan?


" Dokter Diyan, Kenapa? Anda, Terlihat Bingung dan Khawatir sekali " Ujar Dokter Jessica ingin tahu.


" Saya, Lupa membawa ponsel. Sedangkan, Saya, Harus segera memberitahukan kabar baik ini pada, Mama atau Papa, Saya " Jelas Diyan, Yang tiba-tiba saja ingin merasa muntah. Ketika, menghirup aroma parfum, Dokter Jessica.


" Anda, Bisa menggunakan ponsel, Saya, Dokter Diyan " Dengan sumringah, Dokter Jessica, Memberikan ponselnya pada, Diyan.


" Dokter Jessica... Maaf atas perlakuan, Saya. Saya, Ingin anda keluar. Saya, Rasanya ingin muntah menghirup aroma parfum, Anda " Kata Diyan, Dan Berlari dengan cepat, Menuju kamar mandi.


Mendengarnya, Dokter Jessica, Merasa sangat marah. Namun, Dia tidak mengatakan apa pun dan Hanya pergi meninggalkan ruangan itu. Menuruti perkataan, Diyan, Yang seakan tidak menyukai kehadirannya. Atau lebih tepatnya, Calon bayi, Yang tidak menyukai Dirinya dekat dengan, Diyan.


" Sial! Belum lahir saja, Aku harus menjauhi, Diyan. Sebelum, Ada bayi itu, Aku dengan bebas bisa dekat dengannya! Diyan, Maaf... Aku, Harus melakukan ini. Karena, Aku tidak bisa terus menerus menjauh dari, Mu. Sejak pertama kali, Aku melihat, Mu. Aku, Sudah sangat mencintai, Mu dan Ingin menjadikan, Mu, Milik, Ku! " Ujar Dokter Jessica, Dalam hatinya.


Karena, Rasa cinta yang begitu besar dan kehilangan akal sehat akan nama Cinta. Dokter Jessica, Menjadi terobsesi pada, Diyan. Rasa ingin memiliki seutuhnya, Membuat Dirinya kehilangan mata hatinya sendiri. Suatu rencana yang sudah di susunnya sejak tadi. Saat tahu, Pria yang sangat di cintainya, Akan menjadi seorang Ayah dari Wanita yang bukanlah, Dirinya. Membuatnya buta pada apa yang akan dilakukannya?

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2