
Arthur kembali duduk. Wajahnya masih tampak kesal. Namun, begitu ia menatap Heilen yang sedang memperhatikannya seketika saja ia berubah menjadi kalem dan manis.
"Ini aku ambilkan Dessertnya. " Ucap Arthur seolah-olah kejadian dengan Yerita tadi tidak ada pengaruhnya sama sekali.
"Thank you. " Jawab Heilen singkat.
"Heilen, Arthur , kami boleh gabung yah.. ".Tiba - tiba Rachel muncul bersama Bimantara mengagetkan Arthur dan Heilen.
Arthur dan Heilen spontan saling menatap.Rachel dan Bimantara masih berdiri menunggu respon dari Heilen dan Arthur yang masih diam dan dingin.
Bagaimana bisa Arthur yang diidolakannya begitu terobsesi pada Heilen, Rachel menggerutu dalam hati. Dasar sepupu psycho! Rutuknya lagi.
"Duduklah." Ucap Heilen akhirnya.Sementara itu Arthur berusaha menyembunyikan rasa kesal.
"Thank you , honey. " Jawab Rachel tersenyum semanis mungkin. Bimantara dengan enggan mengikuti Rachel duduk di kursi satu-satunya yang tersisa.
Rachel mendekatkan kursinya ke posisi duduk Heilen , kemudian berbisik"Beraninya kamu muncul dikeramaian begini, menentang perintah papaku. Kamu egois, tidak memikirkan keselamatan orang lain. Bagaimana kalau orang-orangnya Barbara datang kemari mengincarmu? "
Wajah Heilen memerah. Ucapan Rachel seperti pisau yang menusuk hatinya, ia merasa dihakimi. Ia bangkit lalu pamit ,"Permisi, aku ke toilet. " Sejak awal ia sudah bisa menduga kalau Rachel menyukai Arthur, namun ia tak menyangka Rachel sangat bar-bar dalam mencari perhatian Arthur. Tanpa menunggu jawaban dari siapapun Heilen memasang kembali maskernya dan meninggalkan meja itu.
Arthur menggigit bibir bawahnya, ia masih belum memahami apa yang terjadi dihadapannya. Ia hanya kesal kehilangan momen bersama Heilen.
"Bima kenalkan ini rekan kerjaku, Arthur. "Ucap Rachel untuk mencairkan suasana yang tiba-tiba kikuk.
Bimantara mengulurkan tangannya untuk Arthur ." Hai bro, saya Bima", ucapnya
"Arthur".Hanya itu jawaban dari bibirnya. Lalu ia menekan tombol on pada Spywatch dipergelangan tangannya. “Sori, aku ada keperluan sebentar.Aku harap kalian menikmati pesta ini.”Ujarnya lagi sambil berlalu dari hadapan Bima dan Rachel.
Spywatch itu telah terhubung dengan microspy canggih yang diam-diam ia tempelkan pada dress bagian belakang Heilen saat mereka berjalan menuju ballroom tadi. Ia ingin memastikan bahwa gadis itu berada dibawah pengawasannya. Cukup dengan menekan tombol receiver yang menempel pada bagian atas telinganya Arthur dapat mendengarkan semua percakapan Heilen dimanapun Heilen berada. Karena spy-gadget desainnya ini terhubung melalui jaringan internet dan GPS.
Rachel dan Bima belum menjawab sepatah katapun, Arthur sudah beranjak menjauh. Semburat kekecewaan menyeruak di wajah cantik Rachel. “Sungguh pria yang sulit dimengerti dan tak punya hati”. Gumamnya lirih, merasa diabaikan dan tidak dihargai.
Bimantara yang mendengarnya langsung bereaksi;“Aku rasa dia pria yang selama ini diam-diam kau sukai, Rachel. Apakah karena ia sangat tampan?Hanya itu??”Tersirat kecemburuan kecemburuan di dalamnya.
“Aku sedang tak ingin membahas ini.”Jawab Rachel pendek. Bima menelan kecemburuannya sendiri dan hanya menatap sayu gadis cantik berkostum Tinkerbell dihadapannya.
__ADS_1
Sementara itu Arthur telah keluar dari ballroom pesta. Telinganya berusaha menangkap suara dari receiver namun yang terdengar hanya suara hembusan angin. Bukankah Heilen bilang akan pergi ke kamar kecil, tapi mengapa tidak ada suara air dan sejenisnya , pikir Arthur. Arthur melirik monitor spywatch-nya, nampak dua titik kecil warna merah yang menunjukkan posisinya dan Heilen. “Bend, dimana dia?’’ Tanya Arthur. Sistem Microspy ini juga langsung terhubung dengan Sistem Smartspy yang dikendalikan oleh Bend dari dalam mobil khusus yang biasa ia gunakan untuk memantau keamanan Arthur sang CEO ASTROGUN.
‘’Dia ada di balkon sayap kiri Gedung, aku akan kirimkan rutenya.”
“Baik, segera.”Perintah Arthur
Ting! Garis hijau berkedip-kedip menghubungkan dua titik merah pada monitor spywatch .Ia berjalan cepat mengikuti rute yang semakin mendekatkannya pada posisi Heilen.
Sesampainya di balkon ia tak melihat bayangan siapapun. Arthur melirik monitor spywatch, dua titik merah nampak menyatu yang menunjukkan kalau dia dan Heilen berada di titik koordinat yang sama. Arthur mengedarkan pandangannya. Hanya ada dua kursi santai dan sebuah meja kecil di sekitar itu . Namun disisi tembok sebelah kiri dekat jendela ada sebuah taman kecil dengan tanaman bunga yang cukup rimbun.‘’ Heilen, keluarlah’’.Panggil Arthur lirih sambil berjalan mendekati taman mini itu.
Wuuus! Bugh! Bugh!
Tiba-tiba sesosok tubuh muncul dari balik rimbun tanaman dan melayangkan satu tendangan kilat ke perut Arthur diikuti dua hantaman beruntun. Gerakannya sangat cepat membuat Arthur terkejut dan tak bisa mengelak, Arthur tersungkur dengan punggung menghantam lantai cukup keras, membuatnya meringis.”Ouchh!’’
Lalu Heilen muncul dengan wajah dingin penuh ancaman, namun ia tak sadar tubuhnya menjadi tak seimbang karena Kedua kakinya menginjak ujung gaun Cinderella biru yang dikenakannya. Buugh!! Tubuhnya jatuh tertelungkup tepat di atas dada Arthur. ”Ouch, sial.” Rutuknya sambil berusaha bangkit namun kedua lengan Arthur menahannya, memeluknya dengan erat.
‘’Jangan bergerak, di kiri dan kanan atasmu ada dua minidrone yang siap menembakmu jika bergerak sedikit saja’’.Ancam Arthur setengah berbisik.
Netra Heilen menangkap dua titik laser berwarna merah yang datang dari arah kiri dan kanannya, itu artinya Arthur tidak berbohong. Pipinya bersemu merah antara malu dan marah. Bukannya tadi ia mengaku seorang gay namun lihat kelakuannya sekarang seperti pria mesum, pikir Heilen dalam hati.
“Arthur, jangan kira aku tidak tahu kamu memata-mataiku sejak awal, katakan saja siapa yang mengutusmu?”Heilen berucap tepat dibahu Arthur sehingga hembusan nafasnya menyapu leher Arthur bagian kanan, meninggalkan sensasi yang erotis di dalam diri Arthur.
‘’Kamu masuk kamarku diam-diam dan menggeledah seperti seorang pencuri. Sekarang Lepaskan aku.” Heilen berkata sambil sedikit meronta.
‘’Heilen, aku sudah bilang jawab pertanyaanku yes or no. Apakah kamu Seal woman dengan inisial Athena 1609?.Hanya itu yang aku cari tau.’’Arthur semakin mempererat pelukannya membuat pipi Heilen terasa panas.
‘’NO, I am not!! Lepaskan aku!’’Pekik Heilen namun Arthur tak bergeming.
“Bend, bawa Kembali tinybeast, aku aman.” Perintah Arthur melalui spywatch.
“Ok.’’Sahut Bend siaga. Kedua mini drone diatas Heilen dan Arthur kini perlahan terbang menjauh dan menghilang.
Belum sempat Heilen dan Arthur menormalkan posisi mereka, tiba-tiba Irina muncul di balkon , spontan netranya terbelalak menyaksikan Arthur sedang memeluk Heilen diatas tubuhnya .’’Whoooaat??!!Oh no, eh sorry, aku tidak terkejut dengan semua ini ,aku sudah menduga antara kalian ada sesuatu yang spesial. Tapi tenang aku tidak akan cerita pada siapa pun. Janji.” Cerocos Irina yang tiba-tiba muncul di balkon. ”Aku disuruh Kamila mencari kalian tadi, sekarang aku pergi, bye….” Lanjutnya lagi dengan jari menunjuk tak tentu arah disertai senyum kikuk.
‘’Hei Irina , tunggu!’’Pqnggil Heilen sambil berupaya bangkit. Arthur melepaskan pelukannya dan mengikuti Heilen untuk berdiri.Heilen buru-buru melangkah mengejar Irina sambil menyingsingkan gaunnya dan tak lupa melemparkan pandangan ketus kepada Arthur.
__ADS_1
Arthur membalas menatap tajam sembari menggigit bibir bawahnya. Sekilas tadi ia begitu berhasrat sambil mengingat bagaimana gadis itu dalam keadaan mabuk pernah mencium bibirnya di gurun, Arthur masih mengingat semuanya dengan detail. Baginya saat ini Heilen adalah Gadis Seal “Athena 1609”. Arthur mengikuti Heilen dan Irina yang sudah melangkah jauh.
Suara Presenter terdengar sedang menjelaskan sebuah permainan. “Game ini sangat mudah. Setiap tamu Wanita akan mendapatkan satu kartu. Ingat kartunya jangan dibuka dulu ya ladies.Yang mendapatkan kartu dengan tanda daun cinta utuh berarti aman, kartu dengan gambar daun cinta retak berarti anda harus maju menjawab pertanyaan. Jika menjawab ‘’salah’’, lanjut memilih kertas hukuman dari dalam kotak yang sudah kami sediakan. Sesuai dengan Namanya “SAVE YOUR PRINCESS”, pasangan kamu boleh maju untuk menggantikanmu menerima hukuman. Oke ladies, kita lihat seberapa care si dia sama kamu.Kita mulai.’’
Dua asisten Mc berkeliling membagikan kartu kecil berwarna putih kepada semua Wanita yang ada di pesta itu, tak terkecuali Heilen dan Irina yang baru tiba.
“Yuk Kemon di buka sama-sama . Five, four, three, two, one, buka kartu kalian lalu angkat yang tinggi ya , ladies!’’ Pandu Kevin sang mc kondang. Dua gadis asisten mc bergerak memeriksa siapa saja yang mendapatkan kartu bergambar daun cinta yang retak. Mereka temukan Enam orang gadis yang harus naik ke atas panggung. Suasana jadi heboh karena sang empunya party “Aisyah Kamila Yildiz” juga ketiban Kartu cinta yang retak. Irina aman, sedangkan Rachel dan Heilen juga menjadi bagian dari Enam princess yang harus menerima tantangan.
Enam gadis cantik dengan kostum princess disney berdiri berderet diatas panggung. Kevin menyapa mereka dengan senyum manis yang khas.” Hello, princess. Apakah kalian siap?Siap tidak siap , okay!.”Tukas Kevin sebagai pemanasan. Keenam gadis itu hanya membalas dengan senyum manis kecuali Heilen yang senyumnya terhalang masker. ’’Kita mulai dari Tinker bell yang cantik, smart dan lincah.Hai Tink, ngomong-ngomong malam ini kamu datang sama peter pan atau Sled?”lanjut kevin bertanya pada Rachel yang mengenakan kostum Tinker bell.
“ Peter pan.” Sahut Rachel sembari melambaikan tangannya ke arah Bimantara yang tampak begitu gagah dengan kostum Peter Pan yang dikenakannya. Bimantara membalas lambaian tangan Rachel dengan senyum bahagia. Hampir semua yang hadir tahu Bimantara Yusuf adalah seorang pembalap nasional yang terkenal dan memiliki banyak fans, sedangkan Rachel hanya segelintir orang saja yang mengenal. Namun malam ini ia sangat cantik dan memukau dengan pilihan kostum yang tepat. Dalam hati Bimantara berharap Rachel akan kesulitan menjawab pertanyaan dari Kevin, sehingga dia bisa maju menjadi penyelamat gadis yang dicintainya itu.
Kevin mempersilakan Rachel mengambil kertas pertanyaan dari dalam kotak yang harus diambil secara acak. Kemudian Rachel menyerahkan kertas itu pada Kevin untuk dibacakan.’’Hmmm.., pertanyaan yang sangat mudah, jawabannya yang sulit.’’Kelakar Kevin untuk menghidupkan suasana.’’Siapakah ilmuwan yang pertama kali menemukan komputer?Ayo Tinker bell pasti bisa jawab.’’Seru Kevin memberi semangat. Para penonton ikut larut dalam permainan itu dan menduga-duga jawaban apa yang benar.
“Charles Babbage.’’Rachel menjawab lugas, pertanyaan itu sangat mudah baginya. Kevin memberikan aplaus diikuti oleh para penonton yang menilainya sangat smart sesuai kostum yang dipakainya. Kevin mempersilakan Rachel kembali ke tempat duduk.Bima menyambutnya dengan tatapan bangga.
Selanjutnya giliran seorang gadis cantik berkostum Rapunzel. Ia seorang artis baru yang cukup di kenal. Mendapatkan pertanyaan yang mudah dari kevin , namun sayang ia tidak bisa menjawab dengan benar sehingga ia harus mengambil kertas dari kotak hukuman. Saat Kevin menanyakan apakah ia datang ke pesta bersama pasangan ,jawabnya ia hanya seorang diri. Beruntung hukumannya menyanyikan lagu “Potong Bebek Angsa” dan ia membawakannya dengan gerakan yang sangat ceria dan lucu, para tamupun dibuat sangat terhibur.
Giliran gadis ketiga, Ia salah menjawab pertanyaan namun hukuman diambil oleh teman lelaki yang datang bersamanya. Suasana berubah romantis saat si pria dengan suka rela menggantikan hukumannya meminum segelas air garam. Giliran gadis keempat, Amanda Hillman. Seorang artis blasteran Indonesia-Inggris yang sangat terkenal smart, lulusan Oxford juga sangat cantik dan berbakat . Tentu saja ia dapat menjawab pertanyaan dengan mudah dan disambut tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Tak heran ia mendapatkan julukan sicantik yang smart.
Tiba giliran Heilen.”Hallo Princess Cinderella, silakan ambil kertas pertanyaannya’’.Ucap Kevin seraya menyodorkan sebuah kotak berwarna biru. Heilen tidak menjawab , hanya mengikuti instruksi dari Kevin. Ia mengambil sebuah kertas secara acak lalu menyerahkannya kepada Kevin untuk dibaca.
“Ok, siapkan jawabanmu princess, ini pertanyaan yang sangat mudah. Siapa lawan main Reza Rahardian dalam film "Habibie & Ainun? ".
" I don't know. " Jawab Heilen jujur. Bagaimana ia tahu hal seperti itu, konyol sekali, lebih baik menerima hukuman saja , pikirnya. Hidupnya terlalu banyak di habiskan di kamp pelatihan militer dan daerah konflik.
"Beneran nggak tahu atau gimana, ini dua bintang paling terkenal loh, coba diingat-ingat dulu . "Pancing Kevin.
Sekali lagi Heilen menjawab tanpa ragu. " I don't know. "
"Hahaha, aku suka gayamu ladies, ambil kertas hukumanmu. " Pinta Kevin
Heilen mengambil salah satu kertas dari kotak lalu memberikannya pada Kevin. Kemudian Kevin membacanya dengan lantang dan mendramatisir. "Disiram dua gelas air. Wow..hukuman yang cukup berat, kita tunggu akankah sang pangeran datang untuk menyelamatkan sang putri. "
"Aku sendirian. Siram saja cepat. " Sahut Heilen tanpa ragu dan tak perduli. Dua gelas air bukan apa-apa buatnya.
__ADS_1
...****************...
#Bersambung