
(Flashback)
Setelah Athena-1609 diselamatkan dari keadaan darurat oleh Seal Team Five dari pusat layanan Kesehatan di Bamiyan, Ia dibawa langsung ke pangkalan militer Amerika di Bagram , dekat Kabul untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Karena nekad mendonorkan darahnya dalam jumlah berlebihan demi menyelamatkan Mr. G, Athena mengalami hivopolemia sehingga ia memerlukan transfusi darah pengganti yang cukup banyak. Beruntung stok darah sedang tersedia.
Hanya beberapa hari setelah pemulihannya, Athena-1609 ditemani Irish-3700 dan Irish-0601 langsung diterbangkan kembali ke Amerika untuk tugas lanjutan bersama Seal Team Six.
Misi yang diemban Seal team Six kali ini sedikit berbeda dari msi-misi mereka sebelumnya. Biasanya mereka melakukan misi paling sulit dan berbahaya berupa penyerangan dan penyergapan didaerah paling rawan dengan peta penyerangan dan musuh yang jelas.
Kali ini mereka seperti menghadapi sebuah bayangan kelam yang datang dari peristiwa hampir satu abad silam, saat para tetua mereka dari Angkatan Laut Amerika pada tahun 1940 memasuki Palmyra Atoll dan sebagian besar dari mereka pulang tinggal nama. Mereka menjadi korban keganasan sesuatu yang tak teridentifikasi.
Misi ini berawal dari beberapa temuan para agen CIA terhadap aktifitas mencurigakan salah seorang pejabat tinggi DARPA , Barbara Clarkson. Namun CIA tidak bisa membekuk Barbara dengan mudah karena bukti yang kuat belum mencukupi.
Sedangkan bukti yang dimaksud adalah keberadaan sebuah laboratorium rahasia yang di curigai berada di salah satu sudut paling terpencil di dunia yakni Palmyra Atoll.
Dalam tiga bulan terakhir ini CIA telah mengirim agennya sebanyak empat kali. Dari tiga belas agen yang dikirim hanya lima orang yang kembali, itupun dalam keadaan depresi berat.
Akhirnya CIA meminta bantuan kepada para petinggi Navy Seals untuk mengirim tim terbaik mereka mendampingi dan membantu para Agen CIA selama berada di Palmyra.
Mereka dikirim menggunakan kapal kedua dari tiga kapal ZUMWALT CLASS DESTROYER bernama USS MICHAEL MONSOOR.
Michael Monsoor adalah salah satu personil SEALs yang menangkap geranat yang dilemparkan musuh, kemudian menutup ledakan dengan tubuhnya sendiri untuk menyelamatkan rekan-rekan satu timnya dari ledakan. Kejadian yang cukup terkenal dengan ‘’Pertempuran Ramadi” karena terjadi di kota Ramadi, Irak pada tahun 2006 saat Operasi Pembebasan Irak oleh pasukan Amerika.
Monsoor dianugerahi gelar pahlawan atas pengorbanannya dan namanya diabadikan untuk menamai salah satu dari tiga kapal ZUMWALT CLASS DESTROYER milika angkatan laut Amerika serikat.
Secara internal, jantung kapal ini adalah sistem penggerak elektronik yang inovatif, dimana empat mesin turbin gas besar memberikan kapal ini kekuatan propulsi (daya dorong) juga daya untuk mengoperasikan berbagai jenis senjata canggih.
Nilai dari total listrik di dalamnya mencapai 78 megawatt, yang setara dengan daya yang dibutuhkan untuk melayani empat puluh tujuh ribu rumah tangga Amerika . Daya itu diperlukan untuk integrasi senjata masa depan yang akan datang seperti electromagnetic Rail-Gun dan laser energi tinggi.
Di dek utama 4, terdapat 20-cell perifer Vertikal Launch Systems, yang masing-masing akan mengakomodasi berbagai rudal canggih untuk melawan kekuatan udara, permukaan laut, bawah laut dan target darat.
USS MICHAEL MONSOOR bergerak dari markasnya di Pelabuhan San Diego menuju laut di sekitar kepulauan Hawaii. Dari Hawai Seal Team Six, para agen CIA dan para ahli Botani akan bertolak ke Palmyra Atol menggunakan dua Helikopter SH-60 LAMPS Seahawk yang selalu sedia di dalam lambung Kapal DESTROYER USS Michael Monsoor.
Seal Team Six Dibawah Komando Letnan Jeremy Haultman atau yang lebih dikenal dengan SPARTAN-03, hanya membawa tujuh personil utama yang memiliki skill tempur dan daya tahan fisik setara dua puluh orang, ditambah tiga orang penanggung jawab medis dari SEALs women.
Para penangung jawab medis juga dibekali skill tempur dan ketahanan fisik hampir setara para personil pria.
Setelah selesai menyusun strategi bersama, mereka berbaur untuk mengakrabkan diri satu sama lain antara Para agen CIA, the team dan para ahli botani. Sembari menikmati perjalanan laut yang lumayan panjang.
__ADS_1
“Siapa namamu gadis tentara?’’ Tanya seorang ahli botani yang tak sengaja mendapatkan tempat duduk di sebelah Heilen saat rapat penyusunan strategi. Wanita yang sepertinya berusia sekitar empat puluhan.
“Panggil aku Athena-1609, atau cukup Athena saja. Senang bekenalan denganmu.” Jawab Heilen dengan sebaris senyum ramah.
‘’Oh, nama yang pemberani , Dewi Athena. Namaku Agatha Marin. Mengunjungi Palmyra Atoll adalah impianku sejak kecil. Apakah kamu sudah siap bermain-main di pulau itu gadis tentara?” Gumam Agatha tampak begitu misterius.
“Kami Seals tidak suka bermain-main. Tidak ada hari bersenang-senang dalam kamus kami.’’ Tegas Heilen .
“Hmmm…tampaknya kamu sangat sulit untuk digoyahkan. Itu adalah salah satu bekal untuk bermain-main di sana. Berhati-hatilah dengan apa yang kamu pikirkan. Jangan percaya begitu saja dengan apa yang kamu dengar dan lihat. Para penyintas adalah mereka yang memiliki keteguhan hati.” Tutur Agatha dengan garis wajah yang selalu tampak tegang.
“Aku sering membaca dan mendengar tentang kengerian Palmyra Atoll, tapi aku tidak percaya takhayul dan aku yakin itu mitos.’’ Ketus Heilen.
“Mereka bukan mitos atau takhayul. Makhluk raksasa itu memiliki antena omni yang memancarkan gelombang elektromagnetik sangat kuat untuk mempengaruhi gelombang otak manusia, terutama gelombang Alpha dan Theta yang membuat manusia mudah terhipnotis. Sekali dia menguasai pikiranmu, mengakses memory-mu, membaca ketakutanmu yang terdalam lalu menyiksa jiwamu ke dalam DEJAVU berulang-ulang.” Tukas Agatha dengan wajah semakin menegang.
Heilen mengerutkan kening, ia mulai tak nyaman dengan cara Agatha berbicara. Terlalu ekspresif dan menghayati. Seolah- olah apa yang ia bicarakan benar-benar nyata dan ada di hadapannya.
“Aku tak pernah mendengar mitos yang satu ini mengenai Palmyra. Dari mana kamu mendapatkan lelucon semacam itu?’’ Tanya Heilen masih dengan nada sinis tak percaya.
‘’Tapi ini bukan mitos, sayang. Keluargaku sangat beruntung termasuk ke dalam segelintir orang yang mengetahui kebenaran ini. Semua berkat kakek buyut kami Marchand Marin yang pemberani dan jenius serta gemar berpetualang.” Ujar Agatha penuh kebanggaan sembari memainkan sebuah lencana berbentuk limas yang menggantung dilehernya.
Marchand Marin…? Sepertinya aku pernah membaca artikel tentang ilmuwan Biologi itu pada salah satu artikel di internet. Heilen bermonolog.
‘’ Agatha Marin, Benarkah Marchand Marin adalah kakek buyutmu ?’’ Tanya Heilen mulai tertarik.
‘Aku masih sulit mempercayai perkataan Agatha, meskipun kalau dipikir-pikir apa yang dia katakan sangat relate dengan beragam kisah mengerikan tentang Palmyra Atoll yang beredar di internet. Batin Heilen bermonolog.
‘’Seluruh personil masing-masing tim diperintahkan untuk bersiap-siap naik ke helikopter segera. Waktu berkemas lima belas menit, kita akan memulai penerbangan ke Palmyra Atoll. ‘’ Seru Spartan-03 dari pengeras suara.
“Agatha, senang mengobrol denganmu. Jangan sungkan mencariku jika butuh bantuan.” Tutup Heilen.
“Ok, tentu saja kita akan saling membantu.’’ Balas Agatha. Lalu mereka berpisah menuju Helikopter masing-masing.
Setengah berlari Heilen menuju kabin khusus tentara medis yang diperuntukkan baginya, Irish-3700 dan Irish-0601.
‘’A-1609, aku sedikit khawatir dengan kisah-kisah yang beredar .” Gumam Irish-3700.
“Kekhawatiran tidak akan merubah masa lalu atau masa depan, let’s go seals!” Pekik Heilen memberi semangat.
Dua helikopter SH-60 LAMPS Seahawk telah siap di landasan. Para personil bergegas masuk ke dalam kabin sesuai arahan dari Spartan-03.
__ADS_1
Beberapa menit selanjutnya helikopter lepas landas meninggalkan riak besar dipermukaan laut.
...----------------...
Palmyra Atoll
04 April 2020
Menjelang matahari tenggelam. Cuaca masih hangat dan bersahabat.
Para personil duduk bersantai sejenak menikmati pemandangan yang indah di kesunyian laguna. Kelelahan tampak jelas di wajah - wajah mereka.
Lima buah tenda sudah berjejer tak jauh dari pantai yang mempesona. Pemandangan khas Palmyra Atoll terpampang nyata di hadapan mata, sebuah bangkai kapal tua yang tinggal tulang belulang teronggok bisu di atas batu karang. Seolah-olah menjadi bukti keganasan pulau ini.
Sebagian besar personil membaringkan tubuhnya begitu saja di pasir pantai dan mulai terlelap.
Sementara itu Heilen dan Irish-3700 baru saja selesai mewarnai wajahnya dengan cat hijau. Itu adalah ritual wajib mereka sebelum operasi.
Tiba-tiba...
"DOR! "
"DOR! "
"DOR! "
"AAAAKKKHHH.. "
Irish-0601 muncul dari balik tenda nomor dua menembakkan M4-custom dengan berutal dan tanpa mengaktifkan peredam suara ke arah seorang agen CIA yang sedang berbaring santai di pasir pantai.
Suasana seketika gaduh dan mencekam. Semua personil berlarian menghindar.
"Anaconda!!awaaaas anaconda !! " Pekik Irish-0601 tetap mengarahkan M4 custom-nya tak tentu arah. Wajahnya pucat tatapan matanya kosong.
"Irish-0601, hentikan bren*sek!! Apa yang kamu lakukan?!! Lepaskan senjatamu jika tidak kami akan menembakmu! " Teriak Spartan-03.
__ADS_1
#bersambung