
Tiga Helicopter MH-47G milik angkatan laut Amerika serikat mengudara kembali ke kapal induk , untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke San Diego.
Heli pertama memuat mayat-mayat personil the shadows dan para tawanan yang sebagian besar terluka, termasuk Barbara Clarkson, Robert Kanumba dan Vivian Cecilia Benner.
Heli kedua memuat perlengkapan persenjataan yang sebagian besar mengalami kerusakan akibat tembakan HPM weapon dari Astrogaltic Submarine milik Astrogun. Diantaranya yang mengalami kerusakan adalah semua robot warrior Spartan dan juga roboguard Athena milik Heilen yang diberikan Arthur. Efek Mega HPM container weapon milik Astrogun benar-benar sesuai prediksi Geon Arthur Yildiz, semua persenjataan dan perlengkapan perang berbasis listrik langsung mengalami malfungsi begitu terpapar radiasi HPM.
Heli yang ketiga, membawa personil Seals Team Five yang kembali dengan personil lengkap, meski ada beberapa yang luka ringan.
Selanjutnya mereka akan menyerahkan para tawanan ke pihak berwenang untuk diadili.
Sementara itu Melinda Grays masih tersentak dengan kehadiran smartrobot Anastasya yang tiba-tiba.
"Mel G, bagaimana kabarmu hari ini?"
"Ooh, hai.., aku baik-baik saja dan seperti biasa aku sibuk," jawab Melinda sekedarnya. Ia tak pernah merasa akrab dengan smartrobot Anastasya meskipun mereka sering bertemu semenjak Chen selalu membawanya pulang ke rumah ini.
Dan satu lagi yang membuat Melinda tak suka adalah sikap robot satu ini terlalu mirip seorang manusia wanita genit, yang selalu menggoda Chen Yuan dengan panggilan baby, sayang dan kata-kata i love you juga i miss you di mana saja dan kapanpun. Terkadang Melinda sadar kalau robot ini tentunya sudah diprogram seperti itu, tapi tetap saja Melinda tak suka.
Selama empat tahun Melinda menjabat sebagai sekretaris Astrogun dan bisa di bilang selalu berada di sisi Chen Yuan, satu kalipun ia tak pernah bersikap tak sopan apalagi berusaha menggoda atasannya itu. Ia adalah wanita yang memiliki integritas dan etos kerja yang tinggi dan ia sangat memegang teguh prinsifnya.
"Chen sedang bepergian jauh, seharusnya kamu tidak perlu diaktifkan. Siapa yang mengaktifkanmu?" ketus Melinda.
"Chen yang membiarkanku tetap aktif selama dia pergi. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus kuselesaikan,"
"Waaw...,pekerjaan apakah itu? Sebegitu pentingkah?"
"Aku memang belum lama mengelola akun instagramku. Tapi followerku sudah banyak. Aku juga menerima banyak endors. jadi aku harus tetap membuat konten setiap hari. Dan Chen sangat mendukung semua kegiatanku, " cerita smartrobot Anastasya dengan santai, seolah bangga dengan pencapaiannya itu."Apakah kamu sudah memfollow akunku?"lanjutnya lagi.
Netra Melinda memicing tajam,raut wajahnya berubah kecut. Perasaannya campur aduk antara marah, kesal dan merasa konyol. Bagaimana mungkin sebuah robot begitu menyerupai prilaku manusia, para ilmuwan Astrogun yang menciptakannya memang gila. Selama ini Melinda tak begitu memahami mengenai dunia robotik, karena pekerjaan Melinda hanya berkisar pada data-data statistik perusahaan dan pengaturan agenda para eksekutif perusahaan.
"Aku tidak suka bersosial media. Lagi pula kenapa kamu begitu genit, kamu hanya robot, tak perlu bertingkah genit di depan Chen," gerutu Melinda semakin kesal.
"Sekedar menambah pengetahuanmu, aku ini robot dan aku bertindak sesuai program. Aku telah diprogram untuk genit di depan pacarku, " balas Anastasya datar.
"Chen,maksudmu?" tanya Melinda dengan netra mendelik dan pupil nyaris meloncat keluar.
"iya," jawab si robot tetap anteng tanpa emosi.
Melinda bukannya tidak tahu hal semacam ini. Tentu saja ia tahu kalau robot Anastasya sudah di program sesuai keinginan si perancangnya. Itulah yang membuat Melinda benci pada Anastasya.
Melinda yakin pasti ada kisah atau sosok real-life dibalik memory yang ditanamkan Chen pada otak robot ini. Siapa sesungguhnya wanita bernama Anastasya itu secara real-life , Melinda sungguh penasaran.
Chen sering menggoda berbagai bentuk dan rupa wanita dihadapannya namun Melinda tak pernah menghiraukan itu, karena ia tahu Chen tak serius.Bahkan beberapa kali Chen membawa wanita untuk tidur di ranjangnya, ia juga tak memikirkan itu karena ia tahu Chen hanya bersenang-senang.
Tapi malangnya Chen pernah menyuruhnya mencarikan wanita panggilan kelas atas saat hati pria itu sedang gabut, itupun ia tak perduli.
Lain kali ini, sejak kehadiran smartrobot Anastasya Chen justru menjadi berbeda. Ia tak pernah lagi terlihat membawa wanita pulang atau meminta dicarikan wanita panggilan.
Melinda sering memergoki Chen bersikap mesra pada Anastasya. Bahkan Melinda pernah beberapa kali memergoki Chen tidur seranjang bersama smartrobot itu. Saat itu Melinda menangis semalaman, bukan karena cemburu. Melainkan menyesali dirinya yang mencintai pria gila seperti Chen. Pria yang tak pernah peka terhadap apa yang ia rasakan dan lebih memilih sebuah robot untuk menemaninya.
Sebab itu, Melinda semakin yakin untuk tetap menutup rapat-rapat rahasia hatinya. Di depan Chen ia selalu bersikap profesional tak pernah melewati batasannya sebagai seorang sekretaris.
"Oh, begitu. Bolehkah aku tahu dari mana asalmu sebenarnya dan darimana kamu mengenal Chen? " tanya Melinda mulai kalem dan penuh selidik.
"Aku berasal dari Kensington, Inggris. Aku, Arthur dan Chen adalah sahabat semenjak kecil. Tapi seiring waktu, aku dan Chen saling mencintai," jawab smartrobot Anastasya lugas. Tentu saja ia menjawab sesuai dengan apa yang Chen suntikkan ke dalam memorynya. Karena pada kenyataannya , di masa lalu Anastasya sangat terobsesi pada Geon Arthur Yildiz .
"Oke, tinggalkan aku sendiri. Lanjutkan saja membuat konten untuk akun instagrammu," usir Melinda semakin kesal pada Anastasya yang menceritakan siapa dia sebenarnya.
"Oke, bye...," jawab smartrobot itu singkat.
"Uch, sial*n! Kenapa benda itu sangat menyebalkan, " gumam Melinda bermonolog sembari menepuk netbooknya sendiri dengan agak keras. Ia memperhatikan smartrobot itu dengan seringai yang tajam sampai smartrobot itu menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
Hari menjelang petang, Melinda memutuskan menginap di rumah besar Chen. Banyak email masuk yang belum sempat ia baca dan balas. Ia juga harus mengatur jadwal Chen dan Arthur yang sangat padat sekembalinya mereka nanti dari Palmyra Atoll.
Dan lagi-lagi, sebagai pengantar informasinya di perusahaan, Chen meminta Melinda melibatkan smart robot Anastasya. Itulah sebabnya Robot Anastasya selalu hadir di Astrogun setiap hari. Melinda merasa ikut gila karena harus cemburu pada benda bernama Anastasya itu.
Drrrrrrrrttttttt..
Ponsel Melinda bergetar. Sebuah pesan dari Chief Cyber Security Astrogun Jeffrey Van der Velden alias Jeff.
Rekaman Cctv 16.12-16.20 kemarin menghilang, ada jeda kosong selama delapan menit, itu di seluruh rekaman Cctv Astrogun. Mel, aku benar-benar tak habis pikir.
Melinda membalas.
Seorang Jeff saja bingung, apalagi aku. Kita cuma bisa menunggu Chen dan Arthur pulang sambil mengawasi dan mengantisipasi segala kemungkinan lebih buruk yang mungkin terjadi karena kejadian kemarin. Kita punya musuh tapi kita tidak tahu dia siapa. Kita harus berhati-hati.
Drrrrrtttt...
Sebuah balasan dari Jeff kembali masuk.
Baiklah. Tapi kami tim Cyber Security akan tetap berjuang sekuat tenaga untuk memecahkan masalah ini.
Melinda membalas.
Ok, Jeff. Thankyou
Melinda kembali meraih notebooknya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ia mau saat Chen kembali semuanya telah siap. Terutama agenda kegiatan CEO ( Chief Executive Officer) dan COO (Chief Operating Officer).
"Ooppss.. , aku hampir terlupa. Ini pertemuan rutin para petinggi Perusahaan besar di Amerika New York executives night and party. Sebuah acara ramah tamah antara para pemimpin perusahaan-perusahaan besar di Amerika yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar pemimpin dan memperluas relasi bisnis masing-masing perusahaan.
"Ini empat hari dari sekarang, aku harus mengingatkan Chen dan aku harus membuat persiapan segera," Melinda memacu semangatnya sendiri.
......................
Persiapan Pesta Pernikahan Adam Sinaga dan Aisyah Kamila Yildiz benar-benar serius dan menelan biaya yang luar biasa.
Pemberitaan tentang rencana pernikahan penyanyi religi populer di Indonesia dengan salah seorang putra Konglomerat ternama Reyhan Sinaga, yakni Adam Sinaga, sontak menguasai berbagai media tak ada putus-putusnya. Berbagai isu dan rumorpun dimunculkan media untuk menarik perhatian netizen.
Mulai dari berita click bait tentang Adam Sinaga memiliki wanita lain yang sempat membuat Kamila terbakar cemburu, hingga berita tak penting seperti 'Aisyah Kamila Yildiz lebih suka makan apel tanpa dikupas, apa tanggapan Adam Sinaga?'.
Media selalu pandai menggoreng dan menggiring opini masyarakat bahkan dengan hal yang tak mendidik dan terkesan murahan dan dipaksakan..
Berita yang diada-adakan dengan judul yang menjerat namun isinya tak berkaitan sama sekali dengan judul yang tertera, sangat menipu netizen awam.
Stefanie Yildiz sudah hampir satu minggu berada di Indonesia menemani putri kesayangannya. Sedangka sang suami Alexander Yildiz masih sibuk dengan kegiatan Kedutaan di Swiss, rencananya ia akan menyusul sekitar satu minggu sebelum hari H.
Kamila masih sangat sibuk dengan kegiatan keartisannya, sementara Stefanie berdiam di rumah, jadi ia memiliki cukup banyak waktu luang. Ia berniat menggunakan waktu luangnya dengan menyalurkan hoby melukisnya. Stefanie melangkah menuju galery lukis yang biasa digunakan Arthur.
Stefanie membuka pintu galery perlahan kemudian ia tersenyum riang melihat begitu banyak lukisan yang terpajang di sana. Semua itu lukisan hasil karya putra kebanggaannya. Itulah yang membuatnya tersenyum, darah seninya mengalir deras dalam diri Arthur.
Stefanie mengamati lukisan itu satu persatu. Ia yakin setiap lukisan memiliki kenangan tersendiri buat Arthur.Entah itu kenangan manis atau pahit.
Stefanie mulai dari sebuah lukisan keluarga yang tergantung pada bagian paling atas galery. Ia kembali tersenyum. Dengan hanya melihat lukisan itu ia dapat merasakan kasih sayang Arthur pada keluarganya.
Ada juga sebuah lukisan tertutup selembar kain berwarna putih, Stefanie menyingkap kain penutup itu dan mendapati wajah cantik Anastasya tersenyum diantara bunga-bunga di padang rumput Kensington. Stefanie sedikit terguncang, namun hanya sesaat. Luka lama itu masih membekas dan sulit hilang, bagaimanapun ia juga pernah dekat dengan gadis kecil putri sahabatnya itu.
Buru-buru Stefanie beralih ke lukisan lainnya. Dimana wajahnya sendiri tertuang indah dalam sebuah kanvas yang berjejer dengan lukisan wajah Alexander suaminya. Disampingnya lagi ada lukisan wajah Kamila saat berusia sekitar sepuluh tahun berdampingan dengan lukisan setengah badan Arthur dan Kamila yang saling merangkul satu sama lain. Stefanie kembali tersenyum manis.
Stefanie beralih ke lukisan lainnya. Di sisi paling akhir sebelah kanan dinding galery tampak lukisan seorang gadis tentara yang berwajah hijau sehingga tampak tak jelas bagaimana raut wajahnya. Gadis tentara itu sedang berada ditengah hamparan salju dengan rambut indahnya yang agak bergelombang. Dan tampak jelas bendera amerika di salah satu lengan baju seragamnya. Stefanie meraba tulisan yang tertera dibagian atas bingkai, Ia mencoba mengenali sosok gadis di dalam lukisan itu, karena Stefanie sangat terkesan dengan tulisan I miss You Forever diatas bingkai lukisan yang ditulis Arthur.
Terakhir sebuah lukisan gadis cantik mengenakan dress indah berwarna putih dengan hiasan bunga di rambutnya, yang membuat gadis itu terlihat semakin cantik.
"Aku ingat , ini lukisan dari Swiss beberapa waktu lalu yang dititipkan Arthur kepada Kamila. Arthur menyuruh Kamila menyimpankan di galery-nya. Sepertinya aku pernah melihat gadis ini sekilas," gumam Stefanie di depan lukisan wajah Heilen.
__ADS_1
Kedua lukisan ini tampak seperti dua orang yang berbeda, tapi matanya tak bisa dipungkiri, ini adalah mata satu orang yang sama, batin Stefanie. Ia yakin lukisan gadis tentara dan lukisan gadis dengan dress putih adalah gadis yang sama.
Siapa gadis ini?Ia pasti memiliki tempat yang spesial di hati Arthur. Atau mungkin dialah gadis yang dimaksud Arthur sebagai gadis pilihannya. Stefanie memandang lukisan gadis itu lekat-lekat dan menyimpan dengan baik di dalam memory-nya.
Barulah kemudian Stefanie menyiapkan perlengkapan melukisnya, kali ini dia akan melukis wajah tampan Adam Sinaga, keponakannya sekaligus calon menantunya.
*
*
Sementara itu di salah satu ruang rias NewTv, Stasiun Tv Swasta milik Sinaga Group. Irina sedang membantu Kamila berkemas pulang. Kamila menghapus make-up tebal yang tadi menghias wajahnya, menggantinya dengan dengan make-up yang nude dan lebih natural.
"Irina, apakah Heilen sudah bisa di hubungi?" tanya Kamila sambil memperbaiki tatanan pasminanya di depan meja rias.
"Anak itu seperti hantu. Tiba-tiba menghilang tiba-tiba muncul. Saat aku menghubunginya ponselnya tidak aktif, saat ia menghubungiku selalu saja pada jam tidur. Sudah lama aku tak mengobrol dengannya," sahut Irina.
"Yaaah.. sama, aku juga begitu susah menghubunginya," cetus Kamila.
"Adam sedang menunggu di luar. Ayo kita berangkat pulang." Irina mengingatkan Kamila.
"Aku sudah bilang padanya tak perlu meninggalkan pekerjaannya untuk menjemputku, itu membuatku merasa bersalah,"cicit Kamila.
"Hihihihi..., bukannya sejak dulu Adam selalu begitu. Ia bersusah payah meluangkan waktunya hanya untuk menjagamu tuan putri kecil-nya yang manja, " goda Irina.
"Hmm, iya sih. Tapi sekarang aku justru merasa malu terlalu manja padanya seperti dulu,"
"Malu-malu tapi mau, hahaay.. Iya kan? " Goda Irina lagi.
"Hissh... ayo buruan," tukas Kamila untuk mengalihkan pembicaraan.
Sebuah Ferrari 488 GTB merah diiringi Porsche Panamera putih parkir di halaman New Tv. Mobil itu berisi Adam Sinaga dan para bodyguard-nya.
Adam membukakan pintu Ferrari 488 GTB untuk Kamila, sedangkan Martin bodyguardnya membukakan pintu belakang untuk Irina.
"Mama bilang sudah menghubungi desainer, besok kita akan fitting," ucap Adam Sinaga.
"Ini lebih cepat dari yang dijanjikan desainer itu, uda. Semoga hasilnya sesuai ekspektasi kita. Aku ingin mama Stefanie dan mama Ayana besok ikut bersama kita,"sahut Kamila antusias.
"Nanti setelah di rumah kita bicarakan dengan mama,"
"Iya uda, semoga kedua mama tidak berhalangan besok, " pekik Kamila senang.
Sementara itu Stefanie Yildiz masih asik menyapukan kuas di atas kanvas. Tiba-tiba ponselnya berdering. Satu panggilan dari suaminya tercinta.
Alex: "Halo sayang, bagaimana kabarmu?"
Stefanie :"Alhamdulillah, sedang baik-baik saja dan berbahagia."
Alex: "Hmm, syukurlah. Oh ya begini sayang, tadi pagi aku dihubungi Ibrahim Saleh Munaf sahabat kita."
Stefanie:" Oh, tampaknya ada hal penting sehingga kau menelponku,ku kira aku dirindukan hehheehe..?"
Alex : "Tentu saja aku merindukanmu, sayang. Oya, Ibrahim bilang ia akan mengundang kita makan malam di rumahnya, sekalian dia ingin memperkenalkan putrinya Rachel kepada kita. Ayahnya bilang gadis itu sangat mengidolakan Arthur sejak lama. Dan mereka sekeluarga berharap bisa mengenal kita dan Arthur lebih dekat."
Stefanie :"Aku rasa kita akan menerima undangan Ibrahim itu sebagai bentuk silaturrahim saja. Mengenai putrinya itu bukan prioritas kita kan, sayang? "
Alex :" Iya, tentu saja aku setuju denganmu, tapi tak ada salahnya kalau kita mengenal lebih dekat gadis bernama Rachel itu, ma.
Stefanie: "Oke sayang, tentukan saja waktunya, "
#bersambung
__ADS_1