The Athena Code

The Athena Code
40. Hold My Hand 'till the End


__ADS_3

“Larmina, sekarang sudah aman. Biarkan aku menyetir. Kamu pakailah head armor dan vest armor yang tadi dipakai Mr G. Lakukan pengintaian di atas sana ,seperti yang aku lakukan. Aku akan sedikit mengebut. Mr G sebenarnya sedang mengidap anemia , sekarang bertambah parah dengan banyaknya darah yang keluar karena luka tembak itu. Kita harus segera sampai di kamp pelayanan Kesehatan yang kamu ceritakan itu.”Ujar Athena yang semakin cemas melihat keadaan Mr G.


“Athena aku tidak bisa. Aku tak pernah memegang senjata api. Aku tak pernah membunuh seekor tikus sekalipun.”Tolak Larmina ketakutan.


“Sekarang waktumu untuk merasakannya, kapan lagi!!”Teriak Athena sambil menarik bahu Larmina dari kursi pengemudi.


“Athena, aku sedang hamil. Aku tak ingin terlalu cepat mati, setidaknya sampai bayiku lahir.” Sahut Larmina dengan suara bergetar menahan airmatanya. Namun tetap saja ia tak mampu menahan bulir-bulir bening yang jatuh karena merasa tertekan oleh semua yang terjadi di hadapannya.


Athena menahan tarikan tangannya pada bahu Larmina.”Maafkan aku, aku benar-benar lupa kalau kamu sedang hamil.” Ucap Athena merasa bersalah. Ia kembali meraih senapan mesin dipermukaan dan melakukn pemindaian kembali. Sementara hatinya diliputi kecemasan akan keselamatan seseorang yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Tak ada yang paling penting bagi seorang serdadu militer selain tugas yang telah dipercayakan kepadanya.


Athena menarik nafas berat. Pandangannya terus berpindah-pindah dari teropong pengintai yang terpasang pada badan senapan mesin, kemudian ke tubuh Mr.G yang berbaring lemah, bergantian berulang-ulang. Dan ia pun melepaskan gagang senapan mesin itu manakala tubuh Mr.G mulai mengigil hebat.


Tanpa canggung Athena memeluk tubuh Mr.G seperti memeluk tubuh bayi yang butuh kehangatan. Athena sudah terbiasa menghadapi situasi yang sama bahkan lebih buruk dari ini. Beberapa dari sekian banyak pasiennya terdahulu melepas nafas terakhir dalam pelukan Athena. Namun kali ini terasa lebih berat baginya jika harus kehilangan seseorang. Dan ia ingin memastikan Mr. G selamat dalam perlindungannya. Sambil memeluk tubuh menggigil itu , jauh dilubuk hatinya ia terus berdo’a untuk keselamatan Mr G.


“Kamu adalah orang hebat. Semua yang telah kamu lalui adalah hal-hal besar yang akan membuatmu semakin kuat. Bertahanlah. Orang hebat sepertimu tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan, melainkan kesulitan , tantangan dan air mata. Yakinlah kamu akan melewati ini.” Bisik Athena ditelinga Mr. G yang terus saja menggigil.


Mr. G mengira ini mungkin adalah saat terakhirnya. Dingin merasuki seluruh tulang belulangnya. Namun ia masih merasakan pelukan dan bisikan lembut Athena mampu menghangatkan ruang hatinya yang hampa, lalu terlintas wajah kedua orang tua dan adik kesayangannya membawanya pada kegelapan tak bertepi. Mr G tak sadarkan diri. Pelukan Athena semakin erat dalam keputus asaan.


“Athena, gantikan aku. Lima belas menit lagi kita akan sampai. Biar aku nanti yang akan melapor kepada petugas jaga, aku punya bibi yang bekerja sebagai ketua perawat di pos ini.” Tukas Larmina mengejutkan Athena yang masih memeluk tubuh Mr G.


"Serahkan stangnya padaku." Sambut Athena bersemangat sambil berpindah ke bagian depan kendaraan untuk mengambil posisi Larmina.


Larmina memperbaiki letak jilbab sorbannya supaya lebih rapi. Ia tak ingin terlihat kusut saat bertemu bibi Yashfa.


Dari kejauhan Athena melihat beberapa orang penjaga bersenjata lengkap, berdiri jauh sebelum pintu gerbang.


Larmina bergegas menampakkan sebagian tubuhnya dipermukaan melalui celah pengintaian. Ia melambai-lambaikan tangannya sebagai tanda bahwa ia datang dengan perdamaian.


Athena menghentikan maxxpro kurang lebih lima meter dari pos penjagaan. Ia membiarkan Larmina turun dan berjalan kaki untuk bernegosiasi dengan para penjaga. Salah seorang penjaga masuk ke dalam kamp memanggil perawat Yashfa yang diminta Larmina.


Tak lama kemudian Larmina memberi kode kepada Athena untuk turun. Athena mengikuti petunjuk Larmina untuk ikut berbicara dengan para penjaga. Athena menjelaskan secara garis besar mengenai bagaimana ia terpisah dari pasukannya saat menyelamatkan Mr G.


"Para penjaga , ini adalah keponakanku Larmina. Sudah lama aku tak berjumpa dengannya. Kemarilah, nak. " Sambut bibi Yashfa dengan hangat.


Larmina tak sanggup berkata apapun . Ia menangis sesengukkan dalam pelukan bibi Yashfaa.


Setelah penjelasan Athena yang lugas , tim medis datang dan dengan sigap mengangkat tubuh Mr. G ke atas tandu.


Athena juga di izinkan membawa masuk si kendaraan tempur maxxpro. Area ini benar-benar area bebas pro dan kontra.


"Nona, dokter ingin berbicara dengan anda." Ujar bibi Yashfa pada Athena yang sedang duduk bersama Larmina di teras sederhana pada bagian bangunan pusat kesehatan itu.


"Bibi, bagaimana keadaan teman kami? " tanya Larmina gelisah.


"Cukup mengkhawatirkan, biar nanti dokter memberi penjelasan." Sahut bibi Yashfa.


"Silakan duduk nona, langsung saja ke intinya. pasien benar-benar membutuhkan transfusi golongan darah O dalam jumlah banyak segera.Persediaan kami kosong untuk golongan darah O. Butuh waktu dua hari jika menunggu supply darah dari kota.Kami minta pandangan dan masukan dari anda selaku penanggung jawabnya. " Jelas dokter Hisyam.


"Kebetulan golongan darahku juga O, aku siap menjadi pendonor. Apakah tidak ada seorangpun di kawasan ini yang bersedia menjadi pendonor darah selain aku untuk menambah kantong darah yang dibutuhkan? " Tanya Athena.


"Maaf nona, kami di sini dalam beberapa bulan ini kekurangan bahan makanan akibat dari peperangan, sehingga sebagian besar orang-orang kami mengalami malnutrisi, bahkan para petugas kesehatan.Ku rasa ide mencari pendonor itu kemungkinan yang sangat kecil untuk berhasil "Sahut dokter Hisyam tak ingin menutupi keadaan yang sebenarnya.


" Dokter segera lakukan sekarang, ambil saja darahku sebanyak yang dibutuhkan. "Desak Athena akhirnya tak bisa lagi menemukan jalan keluar yang lain.

__ADS_1


" Tidak bisa nona, itu melanggar kode etik kami."Sahut dokter Hisyam lagi.


"Tolonglah dokter. Mr G adalah orang yang sangat penting bagi negara kami. Sudah menjadi tugas prajurit seperti kami untuk menjamin keselamatannya hingga tetes darah terakhir . " Ucap Athena terus mendesak dokter Hisyam.


"Aku seorang prajurit yang setiap hari harus hidup menentang maut, tak ada bedanya bagiku jika harus pergi hari ini atau nanti. Tolonglah selamatkan yang lebih penting untuk diselamatkan." Athena memohon.


"Baiklah, namun untuk itu ada beberapa surat yang harus anda tanda tangani, nona. " Jelas dokter Hisyam.


"Siap dokter. Dan bisakah aku meminjam alat komunikasi di sini untuk menghubungi seseorang sebelum tindakan medis di mulai. " Pinta Athena pada dokter Hisyam. Athena ingin menghubungi kamp Navy Seals di pangkalan militer Amerika di Bagram, dekat Kabul untuk mengabarkan posisinya. Athena sempat mencoba alat komunikasi yang tersedia di kabin M1224 MaxxPro namun gagal karena kerusakan yang tak bisa ia pecahkan.


"Tentu saja, silakan."Dokter Hisyam memberi izin dengan senang hati.


Setelah menandatangi sebuah surat pernyataan sukarela, Athena masuk ke ruang intensif care unit (ICU) tempat Mr G dipantau dengan ketat.


" Mr G , maafkan aku tak bisa menjagamu dengan baik. "Bisik Athena ditelinga pria itu sembari menggenggam jemarinya yang dingin.


Tak ada jawaban , bahkan netra Mr G masih tertutup rapat, sesekali terbuka lalu tertutup kembali. Namun jemarinya seolah berusaha menggenggam tangan Athena dan tak ingin melepaskannya.


Athena seorang Seals woman, hanya lima orang terpilih dari ratusan. Dari lima orang hanya tiga orang yang bertahan. Itu pun tak bisa masuk ke dalam tim elit secara langsung seperti Seals Team 5 atau Seals team 6. Karena terbentur faktor usia yang belum mencukupi, sebab itu Athena dan Galea hanya disisipkan sebagai personil khusus medis ke dalam setiap misi The team. Dan Zeus sendiri yang memilih mereka secara langsung.


Perlahan Athena melepaskan genggaman Mr G. Sejak awal Zeus memberinya tugas Ia sudah membulatkan tekad untuk menyelamatkan pria ini dan ia akan memegang janjinya.


...****************...


Lembah Bamiyan , 23 Februari 2020


Bamiyan adalah salah satu provinsi di Afghanistan yang sebagian besarnya hancur karena peperangan. Kini sebagian penduduk yang tersisa lebih memilih tinggal di dalam gua-gua. Untuk menghindari peperangan dan musim dingin yang menggila. Kelaparan mulai merambah dan menjadi momok yang menakutkan. Setiap orang mulai terbiasa makan roti hanya satu kali sehari. Dan musim dingin kali ini banyak memakan korban karena para penduduknya tak memiliki apa-apa lagi untuk menghangatkan diri.


Dokter Hisyam bersama beberapa sahabatnya yang sangat peduli akan penderitaan penduduk Bamiyan mendirikan sebuah pusat pelayanan kesehatan gratis bagi siapapun yang membutuhkan bantuan tanpa memandang latar belakang apapun dari pasien.



Dengan langkah tergesa-gesa Bend Akiro turun dari helikopter bersama lima orang pengawalnya yang bersenjata lengkap.Sambil membawa tandu khusus mereka langsung menuju bangunan utama. Kepala Kamp sudah mengetahui kehadiran mereka dan memberikan sambutan hangat.


Kurang lebih dua minggu Chen Yuan turun langsung ke Afghanistan bersama para pengawalnya dan juga robot AI Alexus untuk mencari Mr G. Namun nihil, mereka tak menemukan jejak CEO mereka dimanapun , meskipun mereka telah melakukan penjelajahan darat dan udara.


Sampai akhirnya Chen Yuan menerima informasi dari base camp pasukan Amerika di kabul tentang keberadaan Mr. G, Chen Yuan langsung mengutus Bend Akiro dan timnya untuk menjemput Mr G. Sementara ia melakukan persiapan di Bandar Udara Internasional Hamid Karzai di Kabul untuk penerbangan langsung ke Amerika agar Mr G segera mendapatkan perawatan terbaik dan tercanggih secara langsung dari Pusat Medis Khusus milik ASTROGUN.


Tubuh Mr. G mulai menghangat dan kondisi seluruh organnya juga sudah membaik saat Bend Akiro membawanya. Ia dalam keadaan setengah sadar saat samar - samar melihat Bend Akiro di hadapannya.


Sebelum berpamitan Bend Akiro menyerahkan bantuan lima juta dolar kepada pihak Pusat layanan kesehatan itu sebagai ungkapan terimakasih dari Astrogun.


Tak lama berselang helikopter medis milik navy seals juga mendarat di tempat yang sama. Zeus-01 dan timnya secara khusus datang menjemput Athena-1609 . Beruntung saat pertempuran melawan pasukan tambahan Khan Zaada malam itu Seal team 6 yang terkenal garang datang membantu Zeus dan timnya Seal team 5 .


Dengan mudah mereka dapat menaklukkan pasukan khan Zaada dan sekutunya.


Setelah pertempuran itu Zeus dan seluruh tim langsung ke lokasi ledakan pesawat medis namun hanya menemukan jasad Galea yang tak bernyawa. Mereka kehilangan jejak Athena juga Mr G . Setelah itu mereka tetap mengupayakan pencarian, sayangnya baru hari ini Zeus dapat menemukan keberadaan Athena dan Mr G.Zeus sudah menganggap Athena seperti adik bungsunya.


kondisi Athena melemah pasca mendonasikan darah yang cukup banyak. Meskipun dalam kondisi sadar namun tubuhnya sama sekali tak bertenaga. Ia tak bisa menggerakkan seluruh bagian tubuhnya.


The team dengan cepat melakukan evakuasi untuk membawa Athena ke pangkalan Navy Seals di Bagram dekat Kabul , agar segera mendapatkan transfusi darah yang dibutuhkan. Kemudian mengirim kembali Athena ke Amerika untuk perawatan penuh dan tugas lanjutan.


Mr G dan Athena dibawa pergi oleh kelompok mereka masing-masing. Mereka berpisah tanpa sempat mengucap satu patah kata.

__ADS_1


Sementara itu Larmina hanya bisa memandang dalam diam saat kedua orang yang telah berjasa baginya itu dibawa pergi. Di satu sisi ia merasa lega karena tentunya mereka akan mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik, disisi lain ada perih yang tertinggal di hatinya. Kini ia tak bisa bersama lagi dengan dua orang yang telah menorehkan segores warna indah dalam kanvas kehidupannya yang suram.


...****************...


Lembah Bamiyan 15 April 2020


Geon Arthur Yildiz alias Mr. G menapakkan kaki kembali di tanah Afghanistan yang mulai mengering karena musim dingin telah berakhir.


Setelah kesehatannya pulih dan tubuhnya kembali bugar dalam performa prima ia tak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mencari Athena-1609. Berbagai cara telah ditempuh untuk melacak keberadaan gadis itu bahkan hingga meretas database navy seals dan pentagon, namun keberadaan gadis itu seolah-olah terhapus dari sistem.


Kini Arthur hanya ingin kembali ke Afghanistan mengunjungi Pusat Pelayanan Kesehatan di Lembah Bamiyan.


"Larmina ada pria luar biasa yang mencarimu. " Pekik Bibi Yashfa pada Larmina yang sedang membersihkan perlengkapan dokter bedah menggunakan Alkohol. Kehamilannya mulai tampak membesar dan wajahnya terlihat kuyu.


"Aku tak punya teman pria seperti itu, bibi Yashfa. Jangan membuatku berhayal. " Balas Larmina sambil menyeka peluhnya.


"Ayolah, dia menunggumu di ruangan pimpinan Kamp." Ujar bibi Yashfa sembari menarik lengan Larmina.


Mau tidak mau Larmina mengikuti langkah bibi Yashfa menuju ke Ruang Pimpinan. Di luar ruangan itu Larmina melihat sekitar sepuluh pria tinggi besar berpakaian serba hitam dengan senjata lengkap.


"Larmina, bagaimana kabarmu dan bayimu? " Sambut seorang pria tampan rupawan dengan postur tubuhnya yang tinggi dan atletis. Busana yang dikenakan pria itu tampak mahal dan berkelas. Di dalam ruangan ada lima bodyguard yang mendampinginya siaga, bahkan sebuah robot bersenjata berdiri tepat dibelakang si pria dan mengikuti kemana saja ia melangkah.


Larmina merasa tak mengenal pria itu, namun ia tak asing dengan suara dan tatapan matanya.


"Alhamdulillah aku dan bayiku dalam keadaan yang baik. Mohon maaf , anda siapa dan ada keperluan apa mencariku orang yang tak penting ini. " Balas Larmina dengan nada khawatir. Ada rasa takut di dalam hatinya melihat kekuatan dan kekuasaan yang mungkin dimiliki pria dihadapannya.


"Larmina, kamu sudah tidak mengenaliku??Aku Mr G. Langsung saja ke inti, aku kemari untuk mencari jejak Athena. Apa yang terjadi setelah baku tembak di jalanan menuju ke Bamiyan itu? Aku hanya memiliki sedikit ingatan. " Tanya Arthur penuh selidik.


"Hah?? Mr G!!Benarkah ini Mr G?! Kamu tampak sangat jauh berbeda tanpa rambut panjang awut-awutan itu, juga tanpa kumis dan brewok panjang yang kotor dan berantakan. Luka-luka di wajahmu sudah sembuh seluruhnya, sungguh kamu lebih tampan dari pada bintang-bintang hollywood ! " Pekik Larmina tak percaya dengan pendengaran dan penglihatannya.


"Hmm... iya, bagaimana dengan pertanyaanku tadi? " Ucap Arthur datar.


"Athena....aku tak bisa menahan airmataku jika mengingat kebaikannya. Ia mengalami penurunan semua fungsi organ setelah mendonorkan terlalu banyak darah untuk menyelamatkanmu. Dokter sudah melarang dan memperingatkannya tapi ia bersikukuh. Kita adalah orang yang beruntung karena memiliki teman seperti dia. " Cerita Larmina seraya menyeka air bening yang mengalir begitu saja membasahi pipinya.


"Bagaimana setelah itu, apakah dia tidak menanyakanku, apakah dia tidak mencariku saat dia pulih? Kemana dia pergi selanjutnya? " Bombardir Arthur tak sabar mendengar cerita Larmina.


"Setelah itu kalian dijemput oleh dua helikopter yang berbeda juga oleh orang-orang yang berbeda. Aku tidak begitu mengerti kejadiannya, aku hanya bisa melihat kalian di bawa dari kejauhan. " Lanjut Larmina.


"Gadis itu dibawa oleh sekelompok orang dari Navy Seals setelah tuan dibawa oleh orang-orang Astrogun. " Ujar Dokter Hisyam selaku pemimpin kamp menimpali.


Arthur semakin gundah. Kerinduannya pada Athena sungguh sangat dalam. Terlebih lagi setelah mengetahui gadis itu hampir kehilangan nyawa karena mendonorkan sebagian besar darah untuk menyelamatkan dirinya.


Apakah karena terlalu banyak darahmu yang mengalir di tubuhku ataukah karena semua yang pernah kita lewati bersama? Singkat namun tak terlupakan. Saat ini aku seperti kehilangan sebagian jiwaku. Bisik Arthur di dalam hatinya.


"Larmina, aku tak bisa lama. Ini ambillah untukmu , sesuai janjiku untuk bayi di dalam perutmu. Semoga persalinanmu lancar dan kehidupan selanjutnya akan lebih baik dari saat ini. " Ucap Arthur datar sembari menyerahkan uang dengan jumlah nominal yang besar untuk Larmina.


#bersambung


...----------------...


Kamus :


AI : Artificial Intelegence (Kecerdasan buatan)

__ADS_1


Head armor : zirah /pelindung kepala dari baja


vest armor : zirah/pelindung anti peluru berbentuk rompi


__ADS_2