The Athena Code

The Athena Code
27. Bromance Arthur & Adam


__ADS_3

Sebuah Ferrari 488 GTB merah diiringi Porsche Panamera putih parkir di halaman rumah keluarga Yildiz. Adam Sinaga keluar dari Ferrari 488 GTB merah itu diikuti sopir pribadi sekaligus pengawal kepercayaannya Martin. Jas mewah limited edition keluaran rumah mode Gucci menambah maskulinitas, kesan seksi dan aura exlusive-nya.


Kemudian menyusul Antonio sang kepala Bodyguard keluar dari Porsche Panamera putih beserta dua bodyguard lainnya dan seorang dokter pribadi yang dibawa Adam khusus untuk Arthur. Langkah mereka seirama bak iringan para bangsawan yang mengawal sang raja.


Pintu utama terbuka lebar . Iring-iringan itu sampai di aula ruang tamu yang luas dimana Arthur menunggu dengan duduk santai sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa, sama sekali tak terlihat seperti orang sakit. Adam sudah mengabari Arthur akan kedatangannya, tapi ia tidak bercerita akan membawa seorang dokter untuk Arthur.


“Duduklah.’’ Sapa Arthur. Kemudian Adam dan dokternya duduk, sedangkan para pengawal kembali ke luar dan berdiri di teras berjaga-jaga.


“Trimakasih. Aku membawakan dokter Adrian khusus untukmu.’’ Sahut Adam.


“Apa aku terlihat sakit?” Tanya Arthur sinis, ia tak suka dianggap lemah dan dikasihani.


“Tampaknya tidak, tapi semalam Irina mengabariku kalau kamu sedang sakit dan cukup parah.”


“Aku hanya kelelahan. Terimakasih atas perhatianmu, tapi aku tak butuh dokter.” Ketus Arthur lagi.


“Oke, baik. Dokter tolong tunggulah di luar, ada yang perlu kami bicarakan berdua.”Lanjut Adam Sinaga dengan tatapannya yang tak biasa. Ia begitu serius tak seperti biasanya. Tanpa banyak basa-basi dokter Adrian langsung pamit undur .


“Oh, aku kira ini kunjungan biasa.’’Seloroh Arthur berusaha mencairkan suasana. Ia kenal saudara sepupunya ini dengan baik. Hanya dengan melihat wajahnya saja ia bisa menebak kali ini Adam sedang ingin berbicara hal penting yang serius dan ia ingin mendominasi. Sifat Adam yang kadang keterlaluan ambisius, arogan dan dominan, sering membuat Arthur kesal.


‘’Aku ingin kamu kembali ke Virginia secepatnya. Orang-orangku akan mengatur perjalananmu, kalau bisa hari ini atau besok.”Ucap Adam tegas dan datar.


“Ini rumahku, aku bisa datang dan pergi kapan saja.” Tukas Arthur tak kalah dingin.


‘’Jangan kira aku tidak tahu , selama kamu di sini Kamila dan yang lainnya di rumah ini selalu dalam bahaya. Agen-agen asing yang mengincarmu kerap berkeliaran di sekitar rumah ini. Juga kejadian di Plaza itu sudah pasti ada hubungannya denganmu “sang desainer senjata canggih supercerdas” yang diperebutkan banyak negara, begitu bukan?!. Apa kamu belum sadar juga kalau kau telah membahayakan keselamatan Kamila dengan terus berada disini. ‘’Cecar Adam dengan kekesalan yang membuncah, sebab sudah lama ia ingin mengutarakan semua ini. Sejak ia tahu kalau Arthur menjadi incaran banyak oknum. Sangat mudah bagi seorang CEO Sinaga Group untuk mendapatkan segala jenis informasi. Ia selama ini masih memantau , namun Arthur tak kunjung kembali ke Amerika hingga membuatnya kesal.


Arthur terdiam, menarik nafas berat dan kembali terdiam. Karena ia tak mampu membantah pernyataan Adam Sinaga yang semuanya benar. “Aku akan kembali ke Virginia secepatnya dan aku sudah mengatur keberangkatanku untuk pekan depan, puas?” Sahut Arthur akhirnya dengan nada suara tetap datar, posisinya masih tak berubah sama sekali ,masih menyandarkan punggungnya di sofa yang empuk.


“Itu terlalu lama. Apa kamu bisa jamin keselamatan Kamila dan yang lainnya dalam waktu seminggu ini?! Aku ingin kamu secepatnya kembali ke Virginia.” Tegas Adam dengan suara mulai meninggi. Tanpa ia sadari Kamila yang tadi hendak mencari Arthur mulai menguping , Kamila bersembunyi di ujung lorong yang menuju ke dapur. Di sana ia dapat mendengarkan suara Adam dan Arthur dengan jelas.


“Dia adik kandungku satu-satunya , kamu begitu yakin lebih peduli padanya daripada aku. Aku akan menjaganya dengan nyawaku.” Desis Arthur terdengar mulai memanas atas semua ucapan Adam.


“Ya, tentu saja. Lima belas tahun, aku, papa dan mama menjaganya dengan baik disini . Selama itu aku bisa hitung berapa kali kamu mengunjunginya. Arthur sadarlah, jangan memperburuk keadaan.”


“Aku dengar kau sedang berurusan dengan hukum atas kasus penganiayaan, apa dengan begitu membuatmu merasa lebih baik dariku?”


“Oh, itu ,eee….pengacaraku sudah membereskannya dan tak ada masalah.’’Kilah Adam santai.


‘’Hmmm….kamu tak pernah berubah, arogan , egois dan selalu ingin mendominasi seperti seorang raja.’’Lanjut Arthur menghakimi Kepribadian Adam.

__ADS_1


‘’ Tentu saja, itu untuk melindungi diriku dan semua keluargaku. Bukan sebaliknya justru membahayakan mereka.”Ketus Adam dengan seringainya yang tajam . Kemarin salah seorang suruhannya melaporkan kalau semakin banyak orang-orang asing yang mengawasi rumah keluarga Yildiz. Membuat Adam semakin khawatir, ia tidak tahu kalau itu adalah para pengawal dari dari the second man of Astrogun ‘’Chen Yuan”.


Arthur sangat kesal dan menilai Adam sudah berlebihan menyudutkannya. Ia pun bangkit dan tak bisa lagi mengendalikan diri, berjalan kearah Adam dan tiba-tiba menarik kedua sisi kerah jas mewah yang dikenakan Adam Sinaga. Adam merasa tercekik sehingga berdiri mengikuti tarikan Arthur.


‘’Tidak bisakah kamu bersikap lebih baik, jika tidak angkat kaki dari rumahku.” Desis Arthur tepat diwajah Adam Sinaga.


‘’Hentikan…!Apa-apaan ini?Mengapa kalian seperti anak TK?!’’ Pekik Kamila yang sudah tidak tahan lagi melihat pertengkaran aneh kedua pria dewasa itu.


Seketika Arthur melepaskan Adam yang hanya memandang tajam dan nanar. Adam menggigit bibir bawahnya menahan kesal. Seandainya orang lain mungkin sudah ku injak-injak, batin Adam.


‘’Uda, kenapa begitu keterlaluan. Aku banyak berhutang budi baik pada om dan tante juga Uda ,tapi tak seharusnya uda menganiaya orang lain hanya dengan dalih melindungiku. Lalu sekarang Uda mengusir abangku juga dengan dalih itu. Uda keterlalun.”Ucap Kamila dan ia tak mampu menahan isak tangisnya. Ia benar-benar buta selama ini tak pernah tahu bagaimana Adam Sinaga yang sebenarnya.


“Kamila , Uda hanya melindungimu.” Sahut Adam merendahkan suaranya.


“Bohong, Uda punya maksud lain terhadap Mila. Abang Arthur akan melindungiku dengan lebih baik dan tulus.” Sahut Kamila penuh kekecewaan.


‘’Aku??Mmm…Adam jauh lebih baik dari abang untuk melindungimu. “ Ucap Arthur dengan jujur tanpa ragu. Membuat Netra Kamila terbelalak mendengar Perkataan Arthur yang cepat berubah dan kini bertolak belakang.


Sementara itu Adam sinaga hanya diam tak mampu berkata-kata. Namun dalam hatinya merasa begitu lega dan berterimakasih atas pembelaan Arthur.


‘’Abang itu tidak tahu kalau uda Adam punya banyak rahasia dan tidak jujur pada kita! Jangan terlalu mendengarkan ucapan Uda Adam. Abang jangan pergi begitu cepat, tunggu sampai anniversary papi dan mami di Swiss. Papi dan mami minta kita hadir di hari anniversary-nya .’’


“Mila gak butuh Uda lagi!!Heilen yang akan melindungi Mila. Uda tak perlu repot-repot.”Pekik Kamila. Ada rasa perih dihati Adam mendengar ucapan Kamila yang menapikannya.


“Hei…, bukannya Uda Adam yang membayar mahal Heilen untuk menjagamu. Adam yang terbaik untuk melindungimu menggantikan abang.’’ Bujuk Arthur lagi, membuat telinga Kamila memerah, lagi-lagi jantungnya berdetak aneh mengingat pengakuan Adam padanya beberapa hari lalu. Rasanya ia hanya ingin berlari dan sembunyi tak terbiasa dengan hal baru di dalam dirinya ini.


“Kalian berdua sama-sama aneh.”Pekik Kamila lalu beranjak pergi dari hadapan kedua pria yang paling dekat dengannya itu.


Arthur dan Adam memandang kepergian Kamila dengan senyum tertahan. Bagi mereka Kamila selalu gadis kecil yang lucu meskipun sedang marah.


Kemudian Adam memperbaiki kerah Jas mewahnya yang tadi ditarik Arthur cukup keras. Ia menghampiri Arthur dengan segenap perasaan yang tak mampu ia lukiskan.


“Brother, maafkan aku memang keterlaluan.”Ucap Adam mengulurkan tangannya kepada Arthur. Sungguh pembelaan Arthur padanya di hadapan Kamila sangat berarti. Andai Arthur meminta dibawakan bulan, segera ia akan ke luar angkasa mengambilkannya, begitulah perumpamaan rasa terima kasihnya saat ini.


“Maafkan aku juga terlalu egois.”Balas Arthur menerima uluran tangan Adam. Lalu keduanya berpelukan sama-sama menyesali kejadian sebelumnya.


“Ingat, kabari aku sebelum keberangkatanmu nanti. Sekarang aku harus kembali ke Kantorku.” Ucap Adam sembari melirik arlojinya.


‘’Oke, tentu saja. Terimakasih sudah menjaga Kamila dengan baik.’’Tutup Arthur.

__ADS_1


...****************...


Siang hari , selepas kepergian Adam. Heilen , Kamila dan Irina pun baru saja berangkat menunaikan aktifitas kerja mereka.


Arthur naik ke lantai tiga menuju galery seni pribadinya yang didesain dengan interior klasik. Saat ia masuk semua barang-barangnya masih tertata rapi. Puluhan lukisan berjejer rapi di dinding dan beberapa dipasang pada penyangga kayu khusus.


Arthur duduk memandang kanvas kosong dihadapannya. Sudah lama ia tak melukis. Dikala hatinya merasa sedih , kosong atau bosan ia biasa mengalihkannya dengan melukis.


Benaknya dipenuhi bayangan Athena-1609. Dari awal bertemu sampai akhirnya terpisah. Ia benar-benar merindukan gadis itu.


Dia berbeda dari semua gadis yang pernah Arthur temui. Bar-bar namun baik hati. Terkadang sangat angkuh namun sangat mudah tersentuh. Spontanitas yang gila membuat mereka berdua kala itu sering mendapat masalah di gurun


Aku melukismu untuk mencurahkan semua kerinduanku. Meskipun kita tak akan pernah bertemu lagi. Bisik Arthur di lubuk hatinya yang paling dalam.


Ia mulai memilih dan mencampur warna lalu menggoreskan kuas diatas kanvas dengan perlahan. Lima belas menit menarikan kuas diatas kanvas , Arthur tersenyum puas melihat hasil goresannya.


Tok-tok! Suara pintu diketuk membuyarkan konsentrasi Arthur.


"Maaf , nak Arthur ada tamu. Itu. ..non Rachel di bawah, mau menjenguk nak Arthur katanya. " Seru bibi Farah dari pintu.


"Mmm.. Katakan aku sedang ingin sendiri tak bisa di ganggu. " Sahut Arthur dingin.


"Iya, baik den. " Jawab bibi Farah sambil menggigit bibir bawahnya. Sepanjang tangga turun Ia bingung , tak enak hati harus menyampaikan kata-kata Arthur kepada Rachel yang yang tadi bilang menyempatkan diri izin dari kantornya supaya bisa menjenguk Arthur.


Sesampainya di ruang tamu bibi Farah sudah menyiapkan kalimat yang menurutnya lebih tepat untuk Rachel.


"Non Rachel maaf ya, den Arthur masih pusing kepalanya, jadi dia belum mau ditemui siapapun." Ujar Bibi Farah sedikit berbohong.


"Oh. mmm... Iya bik. Tolong bawaan saya ini nanti disampaikan untuk bang Arthur. Kalau begitu saya pamit. " Sahut Rachel tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.Rumah besar ini tampak sepi , dia tak melihat Heilen dan kawan-kawannya. Pasti mereka sedang beraktifitas di luar, pikir Rachel.


"Baik non, hati-hati. "


Bibi Farah mengantarkan Rachel hingga ke pintu.


Sementara itu Arthur masih berkutat dengan pikirannya. Nantinya ia akan membiarkan semua lukisannya berada di sini. Termasuk lukisan Anastasya sahabat kecilnya yang malang. Dan akh...! Juga Athena yang malang. Perih menyusupi hatinya yang mulai lemah. Ia merasa tengah menjalani sebuah kutukan. Kini ia merasakan apa yang dirasakan Anastasya, mengharapkan seseorang yang tak pernah tahu dan tak pernah perduli.


Taman-taman indah di Kensington Palace membayang dipelupuk matanya. Wajah Anastasya yang lembut dan selalu menunggunya di taman belakang terbayang-bayang kembali dan tampak nyata dihadapannya.


__ADS_1


#bersambung


__ADS_2