
Sebuah pulau karang berbentuk cincin bernama Palmyra Atol memiliki wajah yang begitu cantik, dengan laguna yang indah di tengah-tengahnya.
Namun si cantik memiliki sederetan kisah yang mengerikan. Konon semua yang terjadi di pulau ini disebut-sebut ulah setan, sehingga pulau ini disebut sebagai salah satu tempat paling misterius di bumi yang masuk zona anomaly seperti Segitiga Bermuda.
Palmyra Atoll atau Palmyra Island adalah sebuah pulau terpencil di antara Hawaii dan Samoa, Amerika Serikat. Sebuah pulau yang terletak di Kepulauan terluar Amerika, tepatnya dibagian utara Samudra Pasifik.
Pulau ini pertama kali ditemukan oleh pelaut Amerika Serikat, Edmund Fanning pada tahun 1798. Saat itu, Fanning sedang dalam perjalanan menuju ke Asia. Ia tanpa sengaja melabuhkan kapalnya karena sedikit keluar jalur saat mengemudi. Mereka hanya singgah sebentar dan belum sempat memberi nama pulau itu.
Pulau yang tampak seperti surga nyata, alam tak tersentuh, vegetasi tropis yang rimbun, laguna dan terumbu karang. Namun, Dibalik wajah cantiknya, Palmyra Atoll adalah sebuah pulau yang telah banyak memakan korban, sehingga tak heran juga dijuluki Pulau Hantu.
Karena banyaknya kejadian menyeramkan yang terjadi di pulau itu orang-orang pun percaya bahwa pulau itu sebenarnya terkutuk.
Selama bertahun-tahun sejumlah insiden terjadi di pulau ini, bahkan terlalu banyak jika dikatakan itu hanyalah kebetulan belaka. Pulau ini juga dipenuhi dengan makhluk hidup beracun, serta diyakini di kuasai sebuah entitas dengan kekuatan menakutkan yang tidak di ketahui. Begitu menurut penuturan para penyintas yang beruntung lolos hidup-hidup.
Tahun 1798
Kapal Amerika “Betsy” berlayar dari Amerika ke Asia, tiba-tiba menabrak karang di dekat pulau yang belum dipetakan dan tenggelam. Para awak kapal yang berusaha berenang ke pulau untuk menyelamatkan diri sebagian tenggelam, sebagian dimakan hiu, sisanya sepuluh orang berhasil mencapai daratan dan selama dua bulan mereka tinggal di sana, sayangnya hanya tiga yang selamat.
Korban yang selamat itu mengklaim bahwa pulau itu sendiri adalah makhluk hidup yang memiliki pikiran dan pembunuh yang sangat keji.
Tahun 1802
Sebuah kapal layar yang cukup dibilang terdepan pada masanya bernama Palmyra, dipimpin oleh Kapten Swale melakukan pelayaran di Samudra Pasifik. Kapalnya tanpa sengaja bertemu arus angin kencang yang membawa mereka menuju sebuah pulau kecil di Pasifik bagian utara. Kapal tersebut gagal menghindari atoll (terumbu karang besar) yang berbatu, sehingga badan kapal hancur di atas koral. Semua kru kapal menjadi korban. Yang tersisa hanya bangkai kapal.
Tak lama berlalu setelah kejadian tersebut, sebuah kapal laut Spanyol lewat di sekitar pulau yang belum di kenal dan menemukan sebuah bangkai kapal Bernama Palmyra yang nyaris hancur keseluruhannya. Sejak saat itu si pulau monster cantik diberi nama Palmyra atoll.
Tahun 1870
Sebuah Kapal Amerika “Angel” menghilang di lepas pantai Palmyra. Beberapa waktu kemudian sebuah kapal lain yang singgah sebentar, menemukan mayat semua anggota kru kapal “Angel” di pulau itu . Sepertinya para kru berhasil selamat mencapai pulau, namun disanalah mereka dibunuh secara brutal dengan bagian-bagian tubuh berserakan di sepanjang pantai. Siapa yang membunuh mereka tidak diketahui.
Marchand Marin, seorang penggemar kapal pesiar dan ilmuwan Biologi yang terkenal pada masa itu, mengemukakan sebuah teori bahwa Palmyra atoll adalah sebuah pulau yang memiliki aura makhluk hidup atau dikuasai sebuah entitas yang sangat kuat, kejam dan memiliki kemampuan menjebak orang.
Dimana pulau itu sekaligus memiliki kekuatan magnet yang dapat menarik banyak orang untuk mendatanginya. Marchand juga mengatakan cuaca di sana dapat berubah – ubah dalam sekejap, dari terang benderang yang indah menjadi mendung gelap.
Alam yang indah , laguna yang indah penuh hiu ganas, ikan dan hampir semua hewan lautnya tidak bisa dimakan karena mengandung racun.
Dari nyamuk beracun hingga kadal beracun juga turut menambah kengerian Palmyra.
Selain teori dari professor Marchand, ada juga beberapa versi lain yang beredar. Bahwasanya ada ordo magis rahasia yang telah menggunakan Palmyra selama berabad-abad untuk ritual mereka atau versi lain yang mengatakan bahwa di Palmyra Atoll terdapat gerbang masuk menuju dimensi lain.
Tahun 1940
Sejak tahun 1940 Palmyra atoll berada dibawah Yurisdiksi Amerika Serikat dan digunakan untuk salah satu pangkalan menyerang Jepang.
Selama perang dunia kedua , Angkatan laut Amerika Serikat menduduki Palmyra. Namun kehadiran mereka justru semakin memperkuat keyakinan akan adanya entitas jahat dengan kekuatan besar yang menguasai pulau itu.
__ADS_1
Amerika mendirikan sebuah garnisun militer (unit tentara yang ditugaskan). Salah seorang tentara bernama Joe Brown menceritakan bahwa dia dan rekan-rekannya selama berada di pulau itu terus menerus mengalami ketakutan tanpa sebab oleh sebuah terror yang tak terlihat.
Suatu hari para personil tiba-tiba mengalami serangan panik secara bersamaan, ketakutan massal yang tak dapat dimengerti, lalu beberapa diantara mereka saling membunuh satu sama lain, sebagiannya lagi bunuh diri secara misterius.
Masih menurut cerita tentara Joe Brown, suatu hari sebuah pesawat musuh ditembak jatuh di atas Palmyra. Pesawat itu mulai berasap dan jatuh lalu menghilang di balik pohon Palem. Militer Amerika Serikat berusaha menemukan puing-puing pesawat , tetapi tidak menemukan apapun meski mencari ke seluruh Pulau.
Hal Horton, mantan perwira Angkatan laut yang ditempatkan di Palmyra dari tahun 1942 hingga 1944, menceritakan hal berikut :
Salah satu pesawat militer take off dari landasan, naik sekitar 60 meter dan berbelok ke arah yang salah. Pesawat itu harusnya terbang ke utara, tetapi malah terbang ke selatan. Padahal hari itu cerah, kami benar-benar tidak mengerti. Ada dua orang di dalam pesawat yang tidak pernah kami lihat lagi.
Setelah perang dunia kedua, seluruh pasukan ditarik meninggalkan Palmyra Atol. Pemerintah Amerika tidak ingin menggunakannya lagi. Terlalu banyak kengerian dan tanda tanya yang mengelilingi tempat itu.
Cerita lainnya :
Tom Wolfe, seorang yacthsman yang pernah singgah di Palmyra Atoll dan merupakan salah satu penyintas yang beruntung selamat.
Awalnya ia sama sekali tak pernah berminat untuk datang ke Palmyra. Namun sebuah kejadian aneh membawanya ke sana. Suatu pagi setelah badai hebat, , Wolfe yang rumahnya terletak di Puget Sound, Washington, pergi berjalan-jalan untuk melihat apa yang mungkin terjadi setelah badai.
Hanya dua belas meter dari rumahnya ia melihat sebuah benda berbentuk silinder terbawa ombak di bebatuan. Ia membukanya dan terkejut melihat tabung itu berisi peta navigasi ke pulau Palmyra. Wolfe hanya bisa bertanya-tanya kekuatan aneh apakah yang telah mengirimkan peta Palmyra tepat ke teras depannya.
Seketika dirinya dikuasai sebuah ketakutan yang tidak ia ketahui sumbernya. ‘’Saya tidak percaya takhayul, tetapi saya mengakui bahwa itu benar-benar merubah keyakinan saya. Tampaknya Palmyra menyentuh saya dari jarak tiga ribu mil.” Ujar Wolfe.
Sekembalinya dari Palmyra Atoll ia harus menjadi saksi sebuah pembunuhan tragis yang terjadi di pulau itu. Pembunuhan pasangan Mac Graham dan Eleanor Muff yang terkenal namun tak terpecahkan. Keduanya berlayar dengan kapal layar mewah dan ditemukan tak bernyawa dengan akhir yang tragis di Palmyra Atoll.
Pada pandangan pertama , Palmyra adalah tempat yang indah, bagaikan surga.
Palmyra , surga di bumi ataukah monster pembunuh?
Kisah tentang Dokter Cornellis Clarkson, kakek buyut Barbara Clarkson yang melakukan perjalanan secara khusus ke Palmyra Atoll bersama ahli Biologi Professor Marchand Marin pada tahun 1869.
Cornellis Clarkson adalah seorang intelek kaya raya yang haus akan ilmu pengetahuan. Ia membiayai semua perjalanan ke Palmyra bersama Marchand dan beberapa orang kru. Marchand sendiri adalah salah satu ahli biologi terbaik pada masanya.
Atas saran Marchand mereka membawa perbekalan makanan yang melimpah karena Marchand mencurigai semua sumber makanan di Palmyra baik air, hewan maupun tumbuhannya mengandung racun yang berbahaya. Mereka hanya mampu bertahan selama satu setengah bulan dengan persediaan makanan yang ada.
Teror tak kasat mata menghantui mereka sejak hari-hari pertama mereka menginjakkan kaki di daratan Palmyra. Satu persatu kru mulai menjadi korban dengan cara yang mengenaskan, namun Cornellis dan Marchand memilih tetap bertahan sampai mendapatkan sebuah jawaban.
Hingga di hari yang ke empat puluh, saat mereka hanya tersisa tiga orang saja. Dalam kondisi fisik dan Psikis sudah berada di ujung tanduk.
Kejiwaan mereka benar-benar terguncang dengan berbagai peristiwa mengerikan yang menimpa teman-teman mereka, rasa putus asa dan ingin mati saja kerap mempengaruhi mereka dengan kuat.
Cornelis Clarkson, Marchand Marin dan salah satu stafnya duduk berjejer tepat di bibir pantai yang indah namun hening bahkan angin pun seolah-olah takut untuk berhembus.
Matahari baru saja tenggelam saat samar-samar mereka mendengar sebuah teriakan yang terdengar mirip seperti suara seseorang kesakitan. Namun suara itu sangat jauh dari suara manusia.
“Argggh…!! Arggh…!!Auuuuuuugghhhh…!!” Suara itu terdengar berulang -ulang.
Ketiga rekanan itu sepakat untuk mencari sumber suara. Ternyata suara itu bersumber dari laguna.
Mereka mendekati laguna dengan hati-hati. Terlalu banyak hiu ganas beracun di dalam sana. Mereka melihat sesosok makhluk aneh yang mirip anak manusia berumur belasan tahun, tampak sangat gemuk dengan ukuran tangan yang sangat besar melebihi ukuran tangan manusia dan dua antena aneh bertengger di atas kepalanya.
__ADS_1
Sosok itu sedang kesakitan, darah berwarna kehijauan keluar dari tungkainya yang juga jauh lebih panjang dari ukuran tungkai manusia.
“Makhluk itu terluka, menurutku ia adalah anak-anak dari jenisnya. Sudah pasti ukuran dewasa jauh lebih besar lagi. Mungkin sampai tiga atau empat meter tingginya.” Ucap Professor Marchand Marin.
‘’Aku tak perduli jenis apa dia, aku ingin menolongnya.” Sahut Cornellis Clarkson penuh rasa ingin tahu.
Cornellis Clarkson mengambil perlengkapan medis dari tas kumal yang tak pernah lepas darinya. Ia mendekati makhluk yang mengerang kesakitan tak berdaya dan hampir pingsan itu. Cornellis meneliti dan membersihkan luka luka di tubuh berkulit gelap dan tebal itu. Kelihatan gelap namun memiliki tekstur yang halus , tebal dan kuat.
"Sudah jelas ini anak balita dari makhluk penghuni pulau. Ini luar biasa. Kita mendapatkan sebuah penemuan." Pekik Cornellis Clarkson dengan suara bergetar penuh haru.
"Sepertinya ini bukan penemuan yang bisa dipublikasikan. Sebentar lagi kita akan mati dimangsa makhluk-makluk ini. Kita sendiri yang mencari mereka.Lihatlah mereka menghampiri kita." Desis professor Marchand dengan suara menahan ketakutan namun penuh kepasrahan.
"Kita akan mati tanpa rasa penasaran lagi.''Sahut Cornellis berjuang untuk tegar.
Ada sekitar tujuh makhluk berjenis sama dengan yang mereka tolong. Benar dugaan Professor Marchand ,salah satu dari mereka memiliki tinggi hampir empat meter, yang lainnya lebih rendah namun tidak terlalu jauh.
Mereka mengenakan pakaian jubah serba hitam yang memiliki penutup kepala runcing mirip penyihir. Wajah mereka terlihat samar-samar. Salah seorang dari mereka mengangkat sosok yang baru saja ditolong oleh Cornellis.
Tiba-tiba sebuah vibrasi dengan osilasi tinggi menyerang telinga Cornellis,Merchand dan staffnya. Vibrasi yang tak kasat mata menghentak mereka sesaat lalu perlahan-lahan melembut dan mulai mempengaruhi pikiran mereka.
Kini mereka merasakan kedamaian luar biasa yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya. Rasa haus, rasa lapar, segala kekhawatiran telah sirna. Mereka dapat memandang dan menikmati pulau seutuhnya.
Lebih menakjubkan lagi ada komunikasi aneh yang terjalin dari vibrasi itu antara mereka dengan para penghuni pulau.Tiba-tiba mereka memiliki pemahaman dengan semua yang diucapkan para penghuni pulau. Bahkan mereka bisa menjawabnya.
"Terimakasih telah menyelamatkan putra kecilku yang bandel ini. Dia tersesat. Kami adalah tamu di bumi kalian, namun kami tidak mengganggu bumi selama kalian tidak mengusik tempat ini. Pesan para leluhur , kami hanya bisa tinggal di pulau ini saja." Ucap sosok yang paling tinggi.
Ketiganya mendengar dengan ketenangan dan kebahagiaan yang tidak mereka mengerti.Tak ada lagi ketakutan misterius yang sebelumnya terus menerus mendera mereka.
"Kalian bertiga akan mendapatkan lencana terimakasih dari kami. Lencana ini sebagai penjamin keselamatan kalian sampai ke anak cucu kalian. Simpanlah sebaik-baiknya." Ucap sosok itu lagi.
Tiga sekawan itu menerima masing-masing satu lencana dengan suka cita. Pikiran mereka benar-benar dikuasai perasaan damai dan bahagia yang muncul begitu saja.
Beruntung memang, bahkan para penghuni pulau memberikan mereka bekal makanan yang sudah dipilihkan dari tumbuhan dan hewan yang racunnya telah dinetralkan. Sebagai bekal mereka kembali pulang.
...****************...
(Flash back)
Pangkalan angkatan laut San Diego ,
01 April 2020
USS Michael Monsoor adalah kapal perusak kelas Zumwalt kedua Angkatan Laut Amerika yang hari ini akan ditugaskan mengantar pasukan terpilih dari Navy seals untuk menyisir pulau misterius Palmyra Atoll. Terkait laporan CIA bahwa di pulau itu di duga ada sebuah laboratorium rahasia yang beroperasi untuk menciptakan senjata berupa robot warrior super canggih.
Menemani Seals team six, disertakan juga beberapa ahli biologi, para agen CIA dan ahli botani.
Athena-1609 kembali disisipkan dalam misi ini bersama Irish-3700 dan Irish-0601 sebagai personil medis.
__ADS_1
#bersambung