The Athena Code

The Athena Code
36. The Woman in GREEN


__ADS_3

Geon Arthur Yildiz merasa tak lagi mengenali dirinya sendiri. Hidupnya kini bagaikan hanya menunggu mati.


Selama 24 jam non stop selalu dalam pengawasan dan todongan senjata api. Ia tak diizinkan beristirahat kecuali malam hari. Setiap kali terlihat lelah dan lambat dalam menyelesaikan pekerjaan , anak buah khan Zaada langsung memberinya pukulan bertubi-tubi.


Fisiknya tak terurus, dekil dan penuh luka infeksi pada sebagian besar tubuhnya. Bahkan wajah Arthur terlihat bengkak pada pipi sebelah kanan. Kulit putihnya seakan tenggelam oleh memar dan daki tebal. Ditambah lagi rambut, kumis,serta jenggotnya yang panjang dan berantakan, dia sama sekali tak terlihat seperti seorang Geon Arthir Yildiz ilmuwan DARPA, ataupun sang Ceo Astrogun.


Hanya ingatan tentang ayah, ibu dan adiknya yang membuat Arthur terus bertahan.


Pekerjaan Arthur setiap hari memperbaiki senjata-senjata rampasan yang rusak, merakit senjata baru yang datang dan memberikan fitur-fitur tambahan pada beberapa machine gun.


Khan Zaada sangat puas dengan hasil kerja Arthur. Khan Zaada memberinya makanan yang cukup baik, namun tentu saja Arthur tak berselera. Mengetahui Arthur sedang sakit, malam ini Khan Zaada datang mengunjungi Arthur bersama seorang pengawalnya.


Arthur akan menggunakan kesempatan ini untuk mencoba merayu Khan Zaada agar bersedia membebaskannya.


"Aku akan memberimu cek kosong , kamu bisa menuliskan berapapun nominalnya asal kamu bersedia menjamin kebebasanku. " Rayu Arthur pada Khan Zaada sambil menahan rasa sakit diantara tubuhnya yang menggigil oleh demam tinggi. Kedua tangan dan kakinya selalu di borgol saat malam menjelang hingga pagi hari.


"Sudahlah Mr. G, minum saja obatmu! Kami lebih membutuhkan persenjataan yang baik daripada uangmu.


" Aku punya banyak senjata impianmu di Astrogun, aku akan memberikan yang terbaik jika aku bisa kembali ke Virginia ataupun Berlin. "Rayu Arthur lagi.


" Hahahaha..., anda sangat pintar sehingga menganggap orang lain terlalu bodoh. Maaf Mr. G, kami tidak tergiur dengan omong kosongmu. Sekarang minum obatmu dan bersyukurlah karena kami sudah memperlakukanmu dengan sangat baik. "Khan Zaada berucap sembari ia sendiri yang memasukkan obat ke mulut Arthur kemudian menyusupkan pipet air minum diantara celah bibir Arthur yang yang terluka.


" Baiklah, aku mengerti mungkin kamu mengalami kebosanan. Hisyaam bawakan Farzaneh kemari, biarkan dia menghangatkan malam Mr.G. "Ujar Khan Zaada bersemangat.


" Tidak!Tidak perlu. Aku sedang sakit dan ingin beristirahat saja sekarang. "Tolak Arthur. Namun Khan Zaada dan Hisyam tak perduli. Hisyaam keluar sebentar kemudian datang lagi bersama seorang wanita cantik berparas khas timur tengah begitu juga make up dan busana yang dikenakannya. Khan Zaada dan Hisyam meninggalkan Arthur berdua saja dengan Farzaneh. Sementara Farzaneh dengan perasaan jijik dan terpaksa mendekati Arthur yang nampak buluk dan penyakitan.


Melihat wanita cantik itu berjalan mendekatinya, Arthur bukannya menjadi senang. Justru membuat panick attack-nya datang sehingga panasnya semakin meninggi, bernafas menjadi sulit , dadanyapun mulai sesak, akhirnya Arthur terkulai pingsan.



Sementara itu Seals Tim 5 telah menempuh dua ratus lima puluh meter area gurun bersalju. Mereka masih berada dalam jarak aman. Musuh belum menyadari kehadiran mereka.


Zeus-001 memberikan kode berupa sebuah kepalan tangan diatas bahu sebaga kode agar bom asap dilepaskan.



Hercules-903 dan empat personil lainya yang bertugas melontarkan bom asap langsung mengarahkan grenade launcher-nya ke arah sebuah bangunan besar dengan arsitektur lokal yang khas. Lalu mereka melontarkan bom asap secara bersamaan.


WUUUUUUUSSS.....!!!


Bersamaan dengan itu seluruh personil bergerak maju dalam formasi busur panah. Front terdepan dipegang oleh Phoenix-663 yang langsung mengaktifkan grenade launchernya.


DUAAARRRRR!!!


Dalam satu kali lontaran granat oleh phoenix-663 , pintu gerbang rumah Khan Zaada telah hancur berkeping-keping.


Seketika para personil tim merubah formasi, kini mereka berpencar sambil melepaskan tembakan dan menembus wilayah musuh.Tiga belas personil Seals team five berhasil menembus pertahanan musuh dengan mudah. Mereka menembaki musuh tanpa ampun.



Tembakan perlawanan tak kalah sengit dari pihak Khan Zaada. Hanya saja persiapan tempur kelompok mereka belum optimal dikarenakan serangan mendadak di waktu tengah malam saat kebanyakan anak buah Khan Zaada tengah tertidur. Korban mulai berjatuhan di pihak Khan Zaada.


"Khan , kita terdesak. Sebaiknya anda mencari tempat lain untuk bersembunyi sementara waktu. " Ucap Kardaar melaporkan situasi kepada sang pimpinan.


"Tidak semudah itu mereka menaklukkanku. Aku telah menghubungi pasukan Khan Taimur , mereka dalam perjalanan kemari. Kita tunggu saja kehancuran mereka. " Geram Khan Zaada yang kini menyiagakan senapan M4 ditangannya.


"Hercules masuk, lapor, Mr. G ditemukan, ganti!" Lapor Hercules-903 melalui alat komunikasi nirkabelnya.


"Zeus-001 masuk, lakukan evakuasi segera! Galea dan Athena lakukan sekarang!! ganti!" Komando dari Zeus-001.


"Athena-1609 masuk, kami siap lepas landas sekarang, berikan kami koordinat, ganti! " Balas Athena dengan sigapnya.


Mereka terus begerak sambil melakukan komunikasi.


Hercules memeriksa seluruh tubuh wanita yang tadi ia temukan bersembunyi di kamar tempat ia menemukan Mr. G. Ia memastikan tak ada bom atau senjata api di tubuh si wanita cantik . Jika sesuai SOP Tim seharusnya ia langsung menembak wanita itu, namun rasa kemanusiaan melarangnya.

__ADS_1


"Hei gadis, berbaliklah ke arah tembok dan angkat tanganmu jika ingin aman. " Perintah Hercules. Hmmm, sangat cantik, namun sayang tak ada waktu. Gerutu Hercules dalam hati. Naluri lelakinya benar-benar terusik.


Farzaneh dengan ketakutan langsung mengikuti perintah Hercules.


Zeus datang di ruangan itu, memeriksa kondisi Arthur yang mulai siuman. "Tim, lindungi kami!!Kami akan membawa Mr. G keluar , amankan jalur!" Perintah Zeus lalu memapah tubuh Arthur yang lemah.


"Siap, amankan! " Jawab seluruh personil tim berbarengan.


Hanya beberapa dari prajurit Khan Zaada yang bertahan hidup, itupun dalam keadaan terluka.


Sementara Khan Zaada dan lima orang terdekatnya masih bersembunyi di sebuah ruangan rahasia di rumah itu, berharap segera datangnya bantuan dari pasukan Khan Taimur.


Waktu telah menunjukkan pukul 02.00.


Zeus memapah Arthur melewati jalur aman yang dibuat para personilnya. Tampak Helikopter medis telah tiba di tempat yang di minta Zeus. Athena dalam perjalanan meluncur dengan fast rope untuk menyambut tubuh Mr. G dan akan segera memberikan pertolongan pertama.



Samar-samar Arthur masih bisa melihat siluet seorang tentara wanita yang turun menggunakan fast rope dari helikopter dan mendarat tepat dihadapannya. Tentara wanita berkostum Navy Seals lengkap dengan helm pelindungnya.


Angin deras dari kipas helikopter benar-benar menambah kaku seluruh tubuh Arthur yang sangat kedinginan. Ada setitik harapan muncul dihatinya mendapati yang menolongnya adalah pasukan khusus Navy SEALs yang juga dikenal dengan the team . Salah satu korps tentara yang sangat Arthur kagumi. Ia merasa seperti seorang fan fanatik yang bertemu sang idola. Namun sayang situasi dan kondisi saja yang kurang tepat.


Dengan tangkas Athena-1609 menambatkan fast rope yang juga dapat berfungsi sebagai lifting rope (tali pengangkat) ke tubuh Mr. G, sambil memindai singkat denyut nadi dan suhu tubuh dengan rabaan tangannya. hmmm, pria ini sudah lemah sekali dan sedang sakit. Sepertinya dia terkena typoosa dan anemia. Gumam Athena-1609 dalam hati.


"Galea masuk, Athena apakah Mr. G sudah siap untuk lifting?ganti! " Tanya Galea sang pilot wanita yang mengendalikan helikopter medis.


Athena memperhatikan keadaan Mr. G sekilas. Athena ingin bertanya apakah pria itu mampu di lepas dengan lifting rope-nya. Namun dari kondisinya Athena dapat menyimpulkan kalau Mr. G tak akan mampu bertahan tanpa dibantu.


Akhirnya Athena memeluk tubuh Mr. G dari arah belakang dengan erat. Tanpa memperdulikan aroma tak sedap dan penampakan pria dihadapannya yang tampak buruk rupa dan awut-awutan. Rasa kemanusiaan dan sifat penolongnya selalu lebih dominan.


"Athena-1609 masuk, kami siap untuk lifting rope, ganti! " Sahut Athena akhirnya.


"Galea masuk, lifting rope diaktifkan, sambungan ditutup!"


"Zeus-001 masuk, Galea amankan posisi segera!badai salju terlihat mendekat dari arah pukul sembilan, ganti. " Zeus memberikan peringatan.


"Galea masuk, siap mengamankan posisi, ganti!"


"Phoenix-663 masuk, laporan penting komandan. Bala bantuan pasukan musuh datang mengepung dari arah pukul dua belas tepat, ganti! "


"Zeus-001 masuk, bersiap untul formasi bertahan dan menyerang, ganti!


" The team Siap tempur ,komandan!! "Jawab semua personil.


Galea dengan bersusah payah menentukan tempat untuk mendarat darurat karena badai salju yang cukup menggangu sistem navigasi.


Sementara itu Mr. G dan Athena masih bergelantungan di lifting rope.


Dan sekitar dua meter lagi mereka akan mencapai pintu pesawat.


tiba-tiba sebuah percikan dengan kilatan cahaya menyambar badan helikopter sebelah kanan.


DUAAAARR....!!!


Badan helikopter retak dan berlubang.


"Mayday mayday mayday, Pesawat medis Eagle med N-915EM tertembak rudal musuh di lembah Pansjhir bersama pilot Galea-521 ."Pekik Galea diantara kepanikannya.


"Mayday mayday mayday, Pesawat medis Eagle med N-915EM tertembak rudal musuh di lembah Pansjhir bersama pilot Galea-521 " Ulang Galea namun belum ada sahutan dari menara terdekat.


"Galea, Apa kau baik-baik saja? " Tanya Athena yang mulai tegang karena tubuhnya semakin berayun-ayun kencang dengan arah terbang helikopter yang tak beraturan. Sekuat tenaga ia mempertahankan tubuh Mr. G agar tetap dekat dengannya.


"Athena, putuskan talinya segera!"Perintah Galea dalam keputus asaan.


"Lakukan, pendaratan darurat! "Seru Athena tanpa pikir panjang menarik bayonet Gerber Mk.2 dari sarungnya.

__ADS_1


" Heli ini sudah berasap, siapkan parasutmu dan terjunlah! "Teriak Athena lagi seraya memotong rope (tali) sekuat tenaganya.


Sementara sebelah tangannya berpegangan kuat pada rope (tali) yang melilit Mr. G. Setelah rope-nya terputus kini tubuhnya menggelantung pada tali yang sama dengan Mr. G, kemudian ia kembali mengarahkan bayonet Gerber Mk.2 , kali ini pada rope (tali) yang melilit tubuh Mr. G.


"Heilen, jaga dirimu , hiduplah yang lama! sampaikan salamku untuk ibu dan ayahku, katakan aku mencintai mereka!" Pekik Galea berupaya untuk tegar namun suaranya bergetar.


Bersamaan dengan suara Galea yang menghilang, Athena berhasil memutuskan rope (tali) yang melilit tubuh Mr.G . Tubuh mereka seketika melayang-layang diantara badai salju.


Beruntung tubuh mereka bergedebukan di atas tumpukan salju yang cukup tebal. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan menggelegar dari helikopter medis Eagle med N-915EM dengan lokasi sekitar tujuh ratus meter dari tempat Athena dan Mr. G jatuh.


Suara itu benar-benar menghancurkan mental Athena. Ia sudah sering kehilangan teman di medan pertempuran namun kali ini adalah yang paling menyayat hati. Ia membuka head armor-nya (helm pelindung kepala) , memandang nanar ke arah warna merah api ledakan yang masih membara. Wajah hijaunya tampak syok dan emosinya seketika meledak.


"Theresaaaaaaaa...!!!!!! " Teriaknya sekuat tenaga memanggil nama asli Galea. Ia bersujud dalam badai salju yang mulai menggila. Lalu perlahan netranya menangkap bayangan hitam yang terseok-seok mencoba keluar dari tumpukan salju.


Athena memasang head armor-nya kembali, berlari menghampiri sosok pria lemah yang kini menjadi pasiennya. Hampir saja ia melupakan pria itu. Dalam hati Athena berdo'a semoga Galea selamat dengan terjun menggunakan parasutnya.


Athena meraih lengan Mr. G lalu memapahnya perlahan sambil memperhatikan sekelilingnya yang ada hanya hamparan salju dan gundukan bukit bukit gersang yang juga telah ditutupi salju.


Ia mengingat semua tempat dengan baik. Ia yakin di sekitar tempat ini ada sebuah gua kecil dimana ia dulu pernah singgah saat tersesat bersama Galea dan Hercules. Hanya saja ia agak lupa tepatnya dimana goa itu berada. Hamparan salju membuatnya kesulitan mengenali medan.


"Pergilah, tinggalkan aku. Aku tidak suka menyusahkan orang lain dan sepertinya aku tidak akan kuat bertahan lagi. Jika aku mati sampaikan salamku pada keluargaku, aku sangat menyayangi mereka. " Gumam Mr.G parau dan penuh keputus asaan.


Athena hanya diam. Pria ini mungkin sedang depresi dan terbawa suasana saat tadi dia mendengar Galea, kemudian kini ia meniru kalimat terakhir Galea. Batin Athena remuk redam mengingat Galea. Bulir bening jatuh begitu saja di kedua pipinya.


Setelah mendaki sebuah gundukan bukit bersalju Athena menemukan batang pohon kering yang merupakan penanda pintu gua yang dicarinya sudah dekat. Pria yang dipapahnya semakin terasa berat dan sepertinya akan terjatuh. Athena menahan tubuh Mr. G yang hendak oleng lalu memeriksa keadaannya "Astaga, pria ini pingsan lagi. " Gerutu Athena.


Tidak ada jalan lain selain membawa tubuh Mr. G di pundaknya. Beruntung saat pelatihannya dulu beban yang harus diangkat lebih berat lagi. Namun tetap saja membuat jalan Athena jadi melambat dan terseok-seok.


Akhirnya Athena menemukan pintu gua. Dengan antusias namun tetap waspada ia memasuki gua itu. Ia menurunkan tubuh Mr. G dan menyandarkannya pada dinding gua disebelah kiri pintu masuk. Athena kemudian meraih senapan khusus pasukan elite yang selalu terselempang dengan tali di badannya, M-4 Custom.


Navy SEAL tidak butuh senjata biasa-biasa, tentu saja mereka selalu dapatkan yang paling oke. Sebab itu militer AS membekali mereka dengan M-4 Custom. Senjata yang luar biasa keren, kalau diibaratkan mobil ia adalah Rolls Royce yang elegan, mahal, dan canggih itu.


Sesuai nama belakangnya , Custom, sudah jelas senjata ini bisa diutak-atik sesuai dengan kebutuhan misi. Tiap bagiannya bisa tambahi fitur-fitur canggih dan semacamnya. Bahkan Seals woman yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari mendapatkan M-4 Custom edisi khusus berwarna pink, namun Athena lebih suka memilih yang warna hitam.




Netra Athena memandang setiap sudut gua sambil mengarahkan M-4 custom dengan siaga. Tak ada yang bisa lolos dari pemindaiannya. Cat hijau tua tebal yang menutupi seluruh wajahnya membuatnya terlihat semakin sangar. Siapapun tak akan menyangka sosok dibalik kamuflase serba hijau itu adalah seorang gadis cantik jelita.



Di lantai gua tampak bekas perapian yang masih hangat, beberapa kayu bakar masih bersisa. Sebuah selimut dan alas tidur lusuh juga sepertinya ditinggal seseorang dan dilipat dengan rapi. Athena hanya bisa menduga-duga kemungkinan ini adalah sisa orang baik yang singgah yang sengaja meninggalkannya untuk orang yang akan singgah selanjutnya. Hemm, kali ini sepertinya aku cukup beruntung, gumam Athena dalam hati.


Segera ia kembali ke dekat pintu dan mendapati pasiennya itu mulai tersadar dalam keadaan menggigil keras. Athena mulai menggeret tubuh Mr. G yang cukup berat buatnya.


Membaringkannya pada alas tidur lusuh juga memasangkan selimut ke sekujur tubuh Mr. G. Kehangatan mulai menjalar membuat kesadaran Mr. G perlahan kembali. Samar-samar ia mulai melihat sosok serba hijau yang menolongnya. Namun ia hanya diam belum ada kata yang mampu ia ucapkan. Terlebih yang bersamanya kini adalah seorang wanita.


"Bertahanlah, jangan cepat mati! Supaya ibumu tidak menangis. " Tukas Athena dengan maksud memberi semangat. Namun terasa menusuk di hati Mr. G.


Mr. G tetap diam tak menjawab. Ia memandang gadis hijau yang kembali menghunus senjatanya itu menuju pintu gua, sepertinya ia akan berjaga-jaga , pikir Arthur. Setelah lima belas menit melihat-lihat ke luar gua si gadis hijau kembali lagi masuk membawa sebuah botol minyak aroma therapy yang hangat.


"Aku oleskan minyak ini supaya tubuhmu lebih hangat. Berterimakasihlah atas kebaikan ibuku yang selalu menyisipkan minyak ini di kantongku. " Ujar Athena lagi memecah kesunyian. Lalu ia membalurkan minyak itu dileher Mr. G yang hanya bisa pasrah dan terus diam.


"Apa kah kamu , bisu? " Gumam Athena lagi namun sepertinya ia tak perduli akan mendapat jawaban atau tidak. Dan memang tak ada jawaban dari pihak lawan bicara.


la memperhatikan wajah kotor pria dihadapannya dengan intens. Rambut panjang awut-awutan ditambah kumis dan brewok yang lebat tak terawat membuat Athena mengira-ngira usia pria dihadapannya sekitar empat puluh lima tahun.


Bengkak di pipi Mr. G membuat Athena semakin kasihan melihatnya. Mr. G benci tatapan kasihan itu. "Hei, berhenti menatapku seperti itu. Tak perlu mengasihaniku!" Akhirnya Mr. G berbicara ketus.


Kini Athena yang terdiam. Hatinya dongkol juga mendengar pria itu berbicara nyelekit.


Athena memilih menjauh dari Mr. G, lalu mengambil posisi tidur di salah satu sudut gua hingga akhirnya terlelap.


Mr. G memandang si gadis hijau dari kejauhan. Wanita yang sangat tangguh , pikirnya. Lalu ia pun turut tertidur.

__ADS_1


__ADS_2