
NASA FUTURE PLANS, Langley Research Center, Virginia
Heilen dan Clara sudah berada di aula acara, bersiap untuk mencari tempat duduk sesuai nomor yang tertera pada kartu undangan mereka.
Heilen berjinjit berulang kali, netranya masih berupaya menggapai iring-iringan yang dikatakan sebagai tim Astrogun oleh Clara. Sayangnya, lalu lalang para tamu undangan yang cukup padat menghalanginya.
‘’Uch!’’ sungut Heilen kesal. Ia melihat iring-iringan itu sudah berlalu menuju ke stage belakang panggung.
‘Mereka terlihat begitu ekslusif dan keren dengan outfit yang mahal dan mewah.'
Suara hati Heilen bersahut-sahutan dengan keingintahuan yang besar.
‘Apakah ia selalu sibuk begini sehingga tak ada waktu untuk bertemu denganku. Bahkan dia tak pernah menghubungiku melalui line panggilan ataupun videocall, ia hanya menghubungiku lewat pesan singkat saja !mengapa juga aku terlalu berharap untuk bertemu dengannya!’
Hampir dua tahun tak bertemu, Heilen benar-benar penasaran bagaimana tampilan terbaru Mr G.
Dan ia sama sekali tak menyangka, pria yang pernah menghabiskan beberapa malam bersamanya di lembah Panshjir Afghanistan, pria yang saat itu dalam keadaan terpuruk dan kepayahan, yang ia panggil pria bodoh , ternyata adalah seorang CEO ASTROGUN Corp. Seperti yang ia dengar dari ucapan Gerald Gremio malam itu.
“Dasar pembohong!’’ gerutu Heilen setengah berbisik. Mengingat Mr G yang mengatakan dirinya hanyalah seorang pekerja di Astrogun Corp.
“Heilen, ada apa? kamu kelihatan gelisah, apakah sedang menahan pipis?’’ tegur Clara yang sedari tadi memperhatikan kelakuan absurd Heilen.
‘’Oh …, eh tidak, hehe..., aku sedang mengagumi dekorasi aula besar ini, semuanya futuristik,’’ karang Heilen.
‘’Kemari…,’’ gumam Clara setengah berbisik.
Heilen tak menjawab, namun ia langsung mendekatkan tubuhnya ke tubuh Clara. Clara mendekatkan bibirnya di telinga Heilen.
“Dengar, kau harus bersikap tenang, elegan, smart dan percaya diri saat di depan umum seperti ini. Gadis kecil, kau tak boleh terlihat konyol dan bodoh,’’ tegur Clara lagi. Ia dan Heilen mengobrol sambil berjalan perlahan menuju kursi pada deretan kelima dari depan. Posisi yang tidak begitu dekat dari panggung, namun juga tidak terlalu jauh.
‘’Oke, sista. Aku hanya spontan tadi,’’ sahut Heilen berbisik dengan wajah menyesal.
‘’Hmm…, nah ini kursi kita. Duduklah,’’ titah Clara.
Sebenarnya Clara belum puas dengan jawaban Heilen, karena tak biasanya Heilen begitu gelisah saat di keramaian.
Hampir semua kursi telah terisi, kecuali beberapa kursi VVIP yang berada tepat di depan panggung.
Suasana gaduh mulai berkurang, sepertinya acara akan segera dimulai.
Heilen fokus pada penataan panggung yang sangat apik dan futuristik. Di atas panggung yang luas itu juga terdapat tempat duduk dan meja berjejer. Semua itu akan diperuntukkan bagi narasumber, mc dan tamu penting lainnya.
Sejumlah tamu VVIP terlihat mulai mendatangi tempat duduk paling depan, diantaranya yang paling mencolok adalah Bapak Menteri Pertahanan Amerika Serikat dan para stafnya.
Semua tamu yang hadir kompak bertepuk tangan tanpa dikomando menyambut kedatangan orang nomor satu di Pentagon - Sang Menteri Pertahanan. Begitu juga Clara dan Heilen yang masih bersemangat. Saat itulah sudut mata Heilen sekilas menangkap sosok yang tidak asing baginya berjalan diantara para tamu VVIP.
'Apakah aku tidak salah lihat? Sekilas pria tadi seperti Arthur. Ah, tidak, mana mungkin! Tapi aku sangat mengenalinya, itu dia!Hemmm...., atau mungkin hanya orang yang sangat mirip dengannya.'
Heilen kembali gelisah, memanjangkan lehernya menaik, celingak - celinguk sambil menebak dimana posisi pria tadi yang ia lihat sangat mirip dengan Arthur.
"Kamu ini, kenapa bertingkah seperti jerapah, hihihihi...," gurau Clara melihat Heilen yang mulai lagi berlagak absurd.
"Hissh.., aku tadi melihat temanku. Aku yakin itu dia, tapi aku juga tak yakin, entahlah..," ketus Heilen bingung.
"Hihihihi.Heilen, kamu ini ada-ada saja. Kalimat macam apa itu? Aku bingung mendengarnya," sahut Clara dengan nada suara serendah mungkin.
"Lihat! itu Rossie sepupuku, Rossie Jane Jordan," pekik Clara tiba-tiba, sembari menunjukkan pada Heilen seorang gadis cantik luar biasa yang mengenakan busana mewah nan elegan. Gadis itu berjalan penuh pesona diantara para tamu VVIP yang menuju kursi utama di depan.
"Wow, too beautiful, Clara," puji Heilen terpukau.
*
*
Suasana aula menghening....,
Pemandu acara telah bersiap di atas panggung. Memberikan beberapa kalimat pembuka yang mendapatkan sambutan meriah dari para tamu.
"NASA (National Aeronautics and Space Admnistration) merupakan lembaga antariksa milik Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program penelitian luar angkasa. Isinya adalah para ilmuwan yang tidak henti-hentinya belajar dan meneliti kehidupan di luar Bumi. Maka dari itu, mereka harus didukung dengan teknologi yang super canggih di muka Bumi dalam mengemban misi dan tugas antariksanya. Salah satu teknologi itu adalah teknologi robotik."
*
*
"Robot Humanoid atau human android mulai diproduksi oleh NASA sekitar tahun 1960-an. Robot pertama berbentuk manusia ini memiliki fungsi untuk mengetes pakaian antariksa di laboratorium NASA. Memiliki mata yang merah, robot seberat 104 kilogram ini terbuat dari aluminium padat dan fiberglass. Namun, badannya tidak tertutup sehingga kabel-kabel robot ini terlihat. Humanoid ini juga tidak punya lengan kanan. Robot ini menggunakan bahan bakar minyak untuk bergerak. Itu adalah robot humanoid pertama NASA yang bisa dikatakan sangat sederhana."
__ADS_1
"Selanjutnya ada juga Robonaut 1 (R1). Robonaut 1 (R1) adalah model pertama robot mirip manusia yang diproduksi tahun 1997. Ada 2 versi yaitu Robonaut R1A dan R1b. berbeda dengan Humanoid, Robonaut enggak diterbangkan ke ruang angkasa. Robonaut 1 didesain untuk mengoperasikan data secara teleoperation pada permukaan planet. Namun, robot ini hanya menerima instruksi di Bumi dari para astronot di luar angkasa.
"Setelah Robonaut 1 pensiun, NASA menciptakan robot humanoid pertama yang meluncur ke luar angkasa pada tahun 2010, yaitu Robonaut 2. Bila Robonaut 1 tidak disertakan ke luar angkasa, justru Robonaut 2 ini diterbangkan ke luar angkasa dan bergabung dengan astronot yang akan menetap beberapa bulan di stasiun luar angkasa internasional."
"Robot senilai 2,5 juta USD ini telah diuji untuk mengerjakan berbagai hal dalam kondisi tanpa gravitasi. Robot ini mampu membantu tugas-tugas yang beresiko bagi manusia. Dan robot ini dibuat aman karena semua perangkat di sekujur tubuhnya dilapisi bahan empuk. Memiliki jari dan telapak tangan yang sama dengan manusia."
"Dan pada masa sekarang ini robotika NASA telah berkembang semakin pesat. NASA tidak hanya memproduksi sendiri robot-robotnya, baik itu humanoid atau hibrid. Kami telah melakukan perluasan peningkatan kualitas dan kuantitas melalu kerjasama dengan pihak swasta yang unggul. Salah satunya kerjasama dengan pihak ASTROGUN Corporation yang sudah terkenal dengan robot humanoid dengan teknologi AI paling mutakhir"
Untaian kalimat demi kalimat dari sang MC membahana membius semua pemirsa di aula itu. Ditambah dengan slide demi slide macam-macam robot yang disebutkan sang mc terpampang pada widescreen di belakang panggung.
"Pada malam NASA FUTURE PLANS ini, sebagai pembuka acara kami telah mengundang robot humanoid dari Astrogun Corporation untuk tampil di atas panggung. Kami persilakan."
Para tamu memberikan aplause bersamaan dengan munculnya sosok robot wanita yang sekilas tak ada bedanya dengan wanita manusia pada umumnya, namun setelah diperhatikan lebih intens akan tampak gerakannya yang kaku barulah disadari kalau itu adalah sosok robot humanoid dengan skin kulit sintesis.
Robot wanita itu diiringi oleh smartrobot Socrates .
Robot wanita itu duduk pada kursi yang tersedia di atas panggung, sedangkan smartrobot Socrates berdiri di sisi pemandu acara.
Smart robot Socrates berdiri di atas panggung sebagai pembawa kata pengantar dari tim Astrogun.
“Selamat malam ladies and gentleman, perkenalkan saya smartrobot Socrates, saya mewakili para robot dari ASTROGUN Corp akan menjelaskan beberapa hal mendasar tentang robotika."
"Apa definisi sederhana robot atau robotika?"
"Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu, yakni kecerdasan buatan. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor."
"Dari definisi diatas bisa disimpulkan bahwa sebenarnya robot adalah sistem yang meniru cara kerja makhluk hidup terutama hewan dan manusia. Jika hewan dan manusia memiliki indra untuk mendeteksi lingkungannya. Kemudian respon dari sensor dikirim ke otak untuk diolah. Otak kemudian memerintahkan otot untuk berkontraksi dan menggerakkan rangka. itulah mekanisme kerja dari sistem makhluk hidup secara sederhananya."
"Nah, robot adalah sistem yang meniru sistem ini. Jika pada makhluk hidup seperti hewan dan manusia disebut indra, maka di robot disebut sensor. otak pada manusia dan hewan, maka pada robot disebut neurorobotic atau microcontroller. Otot pada manusia, disebut actuator pada robot. Sumber energi makanan pada manusia, sumber energi listrik dari power supply seperti baterai pada robot. rangka pada manusia, frame/platform pada robot."
"Siapa yang pertamakali memperkenalkan robotika?"
"Robot paling awal yang kita kenal diciptakan pada awal 1950-an oleh George C.Devol , seorang penemu dari Louisville, Kentucky. Dia menemukan dan mematenkan manipulator yang dapat diprogram ulang yang disebut "Unimate," dari "Universal Automation."
"Itulah sedikit pengetahuan dari saya mengenai robotika, selanjutnya yang akan menemani anda semua adalah salah satu robot android dengan sistem AI paling canggih saat ini. Sebuah robot yang diprogram untuk membantu menyelesaikan pekerjaan para astronot di luar angkasa. Karena dia belum memiliki nama, kami memanggilnya robot X. Inilah robot X!."
"Hai robot X." Sapa Socrates.
"Halo Smartbot Socrates "
Robot wanita yang tadi duduk di kursi itu bangkit dan berjalan ke tengah panggung, kini ia mulai berbicara.
"Bayangkan, aku mengantariksa tanpa beban batin karena harus meninggalkan keluarga tercinta. No! Keluargaku mungkin hanya pemilik Astrogun, bisa dibilang dia ayahku."
"Hahahahahahahahahaha.... "
Para penonton tertawa mendengar si robot x seolah sedang berkelakar.
"Tidak perlu repot memikirkan cadangan makanan selama di antariksa, cukup plug in saja aku !"
"Atau harus pusing dengan stok oksigen yang mulai menipis? No,tak kan pernah!"
"Dan satu lagi rahasia yang harus kalian tahu, aku tidak pup ataupun pea."
GRRRRRRRRRRRRRRR!
Seluruh ruang aula seakan bergetar mendengar pernyataan robot X yang berlagak bak seseorang yang sedang bercanda.
"Sepertinya dia juga diprogram untuk melawak," cicit Heilen tak kuat untuk tidak ikut tertawa.
"Hahahaha, Amazing!" sahut Clara kagum.
"Ladies and gentleman, aku akan mengangkasa bersama para astronot untuk membantu menyelesaikan misi-misi tertentu. Aku akan ambil bagian dalam eksperiment, pengambilan gambar, penelitian dan tugas-tugas penting lainnya tanpa perlu pusing memikirkan kapan harus tidur atau kapan harus mandi. Jika misiku gagal dan aku mati tak akan ada hati yang sedih atau menangisiku di bumi.Thank you."
GRRRRRRRRRRRRRRR.
Mendengar kalimat terakhir robot X, bukannya sedih, para audiens justru kembali larut dalam tawa yang riuh rendah. Lalu mereka memberikan tepuk tangan meriah.
Kini panggung kembali dikendalikan MC.
"Ladies and Gentleman, terimakasih atas apresiasi kalian yang begitu besar. Saatnya kita mengenal lebih dekat dan berbincang-bincang dengan CEO dari ASTROGUN Corporations. Seorang ekskutif muda yang namanya menggaung dimana-mana, namun sosoknya bagai hantu, susah ditemukan. Dan malam ini ia secara khusus meluangkan waktunya untuk kita semua."
*
__ADS_1
*
MC sengaja menjeda kalimatnya seolah - olah ingin membuat keingintahuan publik semakin membuncah.
"Heilen, aku benar-benar penasaran dengan pria satu ini," gumam Clara tak sabar menunggu kemunculan sosok yang dibicarakan MC.
Aku juga sangat penasaran bagaimana penampakan pria bodoh itu sekarang, walaupun aku pernah bersamanya, dan walaupun aku sedang marah padanya.
Heilen hanya bisa menjawab Clara di dalam hati.
Leher Clara dan Heilen bergerak kiri-kanan, kadang menaik untuk mencari sudut pandang yang tepat terhadap posisi panggung.
"Mari kita sambut CEO of ASTROGUN Corporations GEON ARTHUR YILDIZ!"
Suara tepuk tangan kembali mengudara di aula.
Heilen tak percaya dengan pendengarannya sendiri. Otaknya masih berupaya menetralisir gelombang kejut dari sebuah nama yang baru saja disebutkan dengan lantang oleh MC. Ia teringat kembali salah satu dari pria VVIP yang ia lihat tadi. Tak sadar jemarinya bergetar dan mengepal perlahan.
Aula kembali hening saat sesosok pria tinggi dengan size yang proporsional bangkit dari kursi VVIP. Ia berjalan menuju panggung dengan begitu percaya diri dan kharismatik. Kini semua orang bisa melihat betapa sempurna pria itu secara fisik.
Heilen merasakan detak jantungnya terlalu cepat dan tubuhnya lunglai. Refleks ia memegang dada kirinya dengan gerak lengan yang melemah. Wajahnya memucat dan keringat dingin mulai menetes di pelipisnya.
"Clara, aku...," ucapnya tak tuntas dengan bibir bergetar.
Clara yang tengah terpukau oleh pesona Arthur spontan terkejut menyaksikan kondisi Heilen.
"Heilen, ada apa? kamu kenapa?" tanya Clara cemas dan bingung melihat perubahan Heilen yang mendadak dan drastis.
"Hufff, Haah..!!" Heilen berusaha menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya dengan cepat untuk mengusir pannick attack-nya."Sepertinya perutku sedikit sakit, tapi tidak apa-apa." ucapnya dengan bibir bergetar dibalik masker hitamnya.
"Tapi aku mengkhawatirkanmu, kamu sangat pucat. Apakah perlu aku panggilkan tim medis di tempat ini?"
"Tidak , tidak perlu. Sudah mendingan," jawab Heilen berusaha tegar untuk menghapus kekhawatiran Clara.
Pandangan mereka kembali ke panggung.
Heilen membeku, tanpa permisi bulir - bulir bening melintasi pipinya begitu saja.
"Selamat malam Tuan Geon Arthur Yildiz."
"Selamat malam Nolan."
"Sejauh ini kami melihat Astrogun adalah sebuah perusahaan persenjataan dan robotik besar yang sangat diandalkan pada generasi ini. Apa yang menjadi pedoman Astrogun dalam setiap langkah pengembangannya di dunia teknologi?"
"Setiap langkah pengembangan harus sejalan dengan Visi dan misi kami, dengan mempertimbangkan segala macam pengaruhnya pada lingkungan dan alam sekitar, sesuai moto yang selalu kami junjung tinggi "WE LOVE AND PROTECT HUMAN".
Suara tepuk tangan kembali bergema.
Clara bertepuk tangan keras, larut dalam kekagumannya. Tak ia sadari airmata Heilen yang tumpah sedari tadi.
Heilen masih berusaha tegar meski hatinya telah teriris-iris. Potongan demi potongan teka-teki terjawab sudah. Puzzle demi puzzle kini telah tersusun sempurna di kepalanya.
Setelah berpisah tanpa kata di Afghanistan, pertama kali mereka bertemu kembali di Jakarta saat pria itu mulai menyelidikinya. Sungguh miris, Heilen baru mulai memahami kisah hidupnya sendiri.
Pria itu Geon Arthur Yildiz, Pria itu juga Mr G. Pria yang ia panggil pria bodoh, juga pria yang membuatnya larut dalam perasaan rindu yang mendalam, ternyata adalah pria yang begitu lihai mempermainkan kepolosannya.
Heilen mengumpulkan kekuatan untuk menatapnya sekali lagi.
Wajah itu sepertinya mengalami sedikit rekonstruksi setelah luka dan infeksi parah di Afghanistan, pantas aku tak bisa mengenalinya. Heilen bermonolog.
Disana, di panggung itu, Geon Arthur Yildiz berbicara dengan pesonanya yang membuai.
Seluruh aula mengagungkannya.
MC kembali berbicara.
"Oya, Tuan Yildiz. Bolehkah kami mengetahui nama yang sudah anda persiapkan untuk robot X?"
"Of Course. Karena malam ini adalah malam yang spesial maka kami dengan bangga dan bahagia mengumumkan nama resmi untuk robot X."
"Sebuah nama yang memiliki arti sangat penting dalam hidup saya, seorang wanita yang paling berjasa dalam hidup saya, My mother Stefanie Yildiz, perkenalkan "Stefanie-Astrosoul 1"
Tepuk tangan para penonton kembali menyambut meriah kalimat demi kalimat Arthur, seperti mantra magis yang menghipnotis.
"Oh Stefanie itu nama ibunya. Sudah pasti ia seorang pria yang penyayang keluarga. Rossie benar-benar beruntung bisa bersamanya," pekik Clara sembari me*remas-re*mas lengan Heilen gemas, tanpa menoleh ke arah Heilen. Clara berbicara dengan pandangan tetap fokus ke panggung, tak ingin melewatkan sedikitpun sosok Geon Arthur Yildiz.
Kalimat Clara melesat keras, tiada bedanya dengan anak panah beracun yang menghujam tepat di jantung Heilen.
Tiba - tiba.... __,
__ADS_1
Heilen merasa hampa, bak sebuah batu meteor besar menimpa tubuh lemahnya dan menenggelamkannya ke dasar bumi yang paling dalam.