The Athena Code

The Athena Code
41. Arthur's VENGEANCE


__ADS_3

Virginia, Amerika Serikat, 06 Februari 2022


Present time


Geon Arthur Yildiz telah kembali ke ASTROGUN.


Setelah menempuh penerbangan Jakarta-Virginia yang cukup melelahkan.


Tak ada keraguan lagi baginya untuk mengungkap semua kebobrokan Barbara Clarkson dan The Shadows. Itulah alasan ia buru-buru kembali ke Amerika.


Di ruang khususnya Arthur sedang ditemani Chen Yuan.


“Bagaimana persiapan untuk pertemuan dengan Laksmana Spencer, apakah sudah beres?”Tanya Arthur.


“Tentu saja beres. Haaah…. akhirnya kursi CEO ini merasakan lagi kehangatan b*kongmu.” Kelakar Chen Yuan . Hanya dia yang bisa memperlakukan CEO Astrogun seenaknya.


'‘Hmm….aku sedang tidak ingin bercanda.”Ketus Arthur dingin


“Oh, baiklah jika itu yang anda inginkan.”Sahut Chen berakting mengikuti gaya dingin Arthur.


“Serahkan seluruh laporan lengkap perusahaan selama aku pergi."Perintah Arthur seperti biasa setiap ia kembali ke Astrogun. "Socrates kemana? Aku tak melihatnya sejak tadi. Seharusnya dia telah diaktifkan jika aku disini. "Lanjut Arthur menanyakan robot AI yang bertugas sebagai asistennya.


Socrates adalah sebuah robot dengan kemampuan khusus untuk mengelola sistem administrasi rumit, mampu melakukan semua tugas sekretaris dengan lebih baik dan lebih cepat dari manusia. Sekaligus asisten pribadi multitalenta yang dilengkapi selera humor yang dapat mencairkan suasana.


Socrates didesain oleh Arthur sendiri karena dia merasa lebih nyaman berinteraksi dengan non-human, untuk mengurangi peluang stress dan psikosomatisnya.


"Maafkan aku ,sungguh aku lupa mengabarimu. Aku meminjam socrates untuk membantu meringankan tugas-tugasku selama kamu tak ada di sini. Sekarang dia masih di ruanganku." Ujar Chen Yuan dengan degup jantung tak karuan. Kali ini Arthur pasti akan marah besar pikirnya.


"Kembalikan gelang kontrolnya padaku. " Ketus Arthur.


"Arthur, begini... emmm...sebenarnya... begini... "


"Hei ada apa kamu sangat gugup , ini mencurigakan . " Potong Arthur penuh selidik.


Chen Yuan bangkit dari tempat duduk. Menyiapkan mentalnya untuk berkata jujur dihadapan sang CEO.


"Baiklah, sebenarnya aku telah mengganti gender dan skin dari socrates . Sekarang dia adalah robot wanita, hehe.... aku juga mengganti namanya. Aku minta maaf. Jika kamu tidak suka aku akan merubahnya segera." Ujar Chen Yuan seperti seorang adik kecil yang menuntut permakluman atas kecerobohannya kepada sang kakak yang penuh pengertian.


"Anna , kemarilah ke ruangan CEO! " Perintah Chen Yuan melalui gelang kontrol yang menghubungkannya dengan si robot.


"Selalu saja tak pernah bisa lepas dari wanita dan wanita, apa kamu tak punya cinta sejati?!" Arthur menampar Chen dengan kata-katanya.


Chen Yuan hanya terdiam tenang dan santai. Sungguh miris memiliki sahabat yang tak peka sama sekali. Gerutu Chen dalam hati.


Lalu...


"Hai, selamat pagi sayangku Chen Yuan . Selamat pagi Tuan CEO Geon Arthur Yildiz. Senang melihat anda kembali. Perkenalkan saya Anastasya, asisten Pribadi sahabat saya Chen Yuan yang tampan dan baik hati. "Ucap si robot wanita cantik jelita dengan rambut merahnya yang indah.


Kali ini Arthur benar-benar kesal. Tentunya bukan kepada robot Socrates-nya yang kini berubah tampilan menjadi teman masa kecil mereka Anastasya, melainkan kepada Chen Yuan yang telah mereset total memory si robot bahkan juga merubah suara bariton Socrates dengan suara wanita yang lembut mendayu-dayu. Arthur meradang.



" Hehe.. Sori brother. Aku terinspirasi dari perkataan robot Athena kemarin yang mengatakan ada produsen skin khusus robot di korea selatan, jadi aku mencoba merubah Socrates menjadi Anastasya dengan memesan skin dari sana, supaya aku semakin bersemangat dalam bekerja. Kamu tahu kan pekerjaanku sangat padat dan berat, aku butuh teman yang benar-benar menyenangkan bukan yang kaku seperti Socrates. "Papar Chen Yuan panjang lebar.


Ting! suara Gadget Chen Yuan berdenting.


"Pesan masuk dari Laksamana Spencer. Dia menunggu kita sekarang di markas Navy Seals. Kita berangkat sekarang juga. " Tutur Chen memutus ketegangan antara dia dan Arthur. Sungguh sebuah pertolongan yang datang di saat yang tepat, batin Chen.


"Aktifkan Astro-armoredcar Gen-Z01, kali ini aku tak mau bermain-main dengan mereka." Titah Arthur kepada Chen Yuan agar mengeluarkan car armor dengan keamanan dan ketangguhan tingkat satu.



"Bend Akiro, siapkan Astro-armoredcar Gen-Z01! " Ujar Chen Yuan mengulang perintah dari Arthur melalui alat komunikasi nirkabelnya.


"Musuh sudah jelas di depan mata , kita harus selangkah lebih maju." Tukas Arthur lagi.


"Iya tentu saja." Jawab Chen lega karena perhatian Arthur teralihkan dari masalah robot Socrates-nya.


Bersama lima pengawal utama mereka berangkat menuju Amphibious Naval Base (NAB) - salah satu markas Navy Seals yang berada di Little Creek, Virginia beach. Tak perlu banyak personil pengawalan dengan semua persenjataan canggih yang mereka genggam saat ini. Terlebih dengan difungsikannya Astro-armoredcar Gen-Z01.


Dalam perjalanan Chen tak banyak bicara, ia masih mengira kalau Arthur belum melupakan tentang Socrates.


Sementara itu dibenak Arthur masih mengulang kejadian demi kejadian yang membuat tekadnya semakin kuat untuk memenjarakan Barbara Clarkson.


Di bawah todongan senjata, Arthur waktu itu dipaksa bekerja di laboratorium rahasia milik Barbara Clarkson di Pulau hantu Palmyra Atol.


Sayangnya Geon Arthur Yildiz adalah seorang yang bergelar Mr Genius. Dengan mudah ia dapat menemukan beragam bug yang tersembunyi dalam sistem data base di laboratorium itu. Melalui Bugs itu Arthur berhasil mencuri banyak data rahasia milik Barbara Clarkson. Bukti-bukti itu berupa foto, video dan data-data penting lainnya yang dapat dijadikan bukti kuat untuk menjebloskan Barbara ke penjara.


Kemudian Arthur dengan mudah dapat mengirim semua bukti-bukti itu ke akun ganda miliknya tanpa terdeteksi cyber security system di laboratorium itu.

__ADS_1


Menjebloskan Arthur ke dalam Laboratorium robotics itu sama seperti menjebloskan ikan ke dalam kolam atau mencampakkan seekor monyet ke dalam hutan. Itu membuatnya semakin berkembang.


Bahkan diam – diam Arthur sengaja menciptakan bugs dalam neurosystem robot rancangan para engineer di laboratorium itu. Itulah sebabnya Arthur dapat masuk dengan mudah ke dalam neurosystem robot “NEFERTITI” yang dikirim Barbara Clarkson ke Jakarta beberapa waktu lalu.


Tak lama setelah Arthur kembali dari Afghanistan Barbara Clarkson langsung menemui Arthur secara personal di Astrogun. Untuk yang kedua kalinya ia membujuk Arthur agar bersedia bergabung dalam proyek rahasianya Future Warriors for Peace (FWFP). Namun sekali lagi Arthur menolaknya dengan dingin.


Barbara Clarkson hanya bisa mengandalkan jurus terakhirnya. Mengancam jika Arthur sampai membawa bukti-bukti itu ke publik atau Petinggi PENTAGON maka Alexander Yildiz, Stefanie Yildiz dan Aisyah Kamila Yildiz yang akan menjadi taruhannya. Waktu itu Arthur setuju dan membuat kesepakatan dengan Barbara Clarkson bahwa selama Arthur bungkam maka Arthur dan keluarganya aman.


Pada kenyataannya Barbara Clarkson tak menepati kesepakatan dan telah beberapa kali mengirim orang-orangnya untuk membahayakan kehidupan Arthur hingga kejadian yang menimpa Adam Sinaga membuat Arthur berubah pikiran. Ditambah lagi info terbaru dari Laksmana Spencer bahwa semua yang menimpa Athena adalah akibat ulah Barbara Clarkson.


Kini tak ada pengampunan dari Arthur untuk seorang Barbara Clarkson.


Setelah dua puluh lima menit perjalanan akhirnya mereka sampai di Markas Navy Seals Amphibious Naval Base (NAB ) di Little Creek, Virginia Beach.



Kedatangan mereka disambut oleh tiga orang perwira yang diutus oleh Laksamana Spencer.


Laksamana Spencer menunggu mereka di dalam ruangan khusus VVIP yang berada di dalam salah satu gedung Angkatan laut Amerika yang terletak di pinggir pantai itu.


"Silakan duduk, pemuda - pemuda hebat. " Sambut Laksamana Spencer manakala Geon Arthur Yildiz dan Chen Yuan tiba di dalam ruangan khususnya.


"Terimakasih Laksamana , kami hanyalah pemuda yang sedang berjuang untuk kemanusiaan, bangsa dan negara." Sahut Arthur merendah.


"Mr.G , aku sudah banyak mendengar tentangmu. Seorang Visioner yang penuh inovasi, terdepan dalam teknologi persenjataan. Tak heran banyak pihak yang mengincarmu. Aku selalu ketagihan menggunakan setiap produk dari ASTROGUN. Anda memang luar biasa. " Puji Laksamana Spencer lagi.


"Astrogun tidak akan maju tanpa sahabatku ini. " Ujar Arthur sembari menunjuk ke arah Chen Yuan.


Chen Yuan menyambut dengan segaris senyum manis.


"Oh, Tuan Chen. Hahaha.... dia aku ibaratkan seperti samudra luas yang tenang dengan pantai yang indah. Namun berhati-hatilah, saat samudra mengamuk tak ada yang bisa membendungnya. Benar bukan, hahhahaha....." Seloroh Laksamana Spencer untuk mencairkan suasana, karena dia sudah pernah beberapa kali bertemu Chen Yuan yang pandai menghangatkan suasana dan membuatnya tidak merasa canggung. Berbeda dengan Mr. G.


"Laksamana, aku bawakan semua bukti-bukti yang aku temukan tanpa terkecuali. " Arthur berkata sambil membuka koper hitam yang tadi diberikan oleh Bend Akiro.


"Baik, tim kami akan memeriksa semua dokumen ini terlebih dahulu sebelum kami bawa ke para petinggi Pentagon." Sahut Laksamana Spencer girang sambil menerima koper dari tangan Mr G. Memeriksa isinya sebentar, kemudian menutupnya kembali.


"Aku akan mengabarimu mengenai setiap perkembangan kasus ini nantinya."Lanjut Laksamana Spencer lagi.


"Laksamana, sebagai imbalannya aku hanya ingin informasi mengenai Seal Woman dengan kode Athena-1609. " Tegas Arthur langsung ke inti. "Benarkah ia terbunuh dalam operasi pengintaian yang dilakukannya bersama seal team 6 di Palmyra Atol?"


Laksamana Spencer terdiam cukup lama. Sepertinya sedang memikirkan sesuatu dengan penuh pertimbangan.


Arthur menarik nafas berat. Rasanya ia tak percaya gadis itu datang dan pergi begitu cepat. Meninggalkan kenangan dan kesan yang mendalam dihatinya.


"Laksamana, setidaknya beri aku identitas Athena-1609 yang sebenarnya. Aku akan menemui kedua orang tuanya untuk berterimakasih. Ia menyelamatkanku di Afghanistan." Bujuk Arthur.


"Maaf, ini masalah kode etik yang tak bisa dilanggar. Bahkan Presiden Amerika dilarang membocorkan rahasia tentang personil Seals. Aku tidak berani. " Tegas Laksamana Spencer.


Arthur terdiam dan hanya bisa menggertakkan gerahamnya , menahan rasa kecewa.


"Selanjutnya , aku harap kita tetap bersama-sama mengembangkan program "Spartans Robot warriors" untuk mengimbangi pasukan robot FWFP milik Barbara Clarkson." Ucap Laksamana Spencer lagi.


"Mengenai hal itu aku sendiri yang akan turun langsung memegang proyeknya." Tegas Arthur.


Pertemuan itu berakhir dengan hasil yang memuaskan meskipun ada kekecewaan personal di pihak Arthur karena tidak mendapatkan informasi yang ia inginkan.


Setelah menyusun dan menandatangani butir-butir kesepakatan bersama antara pihak Navy Seals dan ASTROGUN, Arthur dan Chen Yuan berpamitan.


"Maafkan aku mengenai Socrates, apakah kamu benar-benar ingin aku mengembalikannya." Tanya Chen saat mereka sedang dalam perjalanan kembali ke ASTROGUN.


"Tidak perlu. Saat ini aku sedang merasa bingung dengan pikiranku sendiri. Aku tak bisa menerima kenyataan tentang Athena." Desis Arthur.


Hmmm.... apakah kamu merasakan hal yang sama sekarang seperti saat aku mendengar kepergian Anastasya. Tak kan pernah ada yang tahu kalau aku adalah orang yang paling hancur saat itu. Batin Chen Yuan.


Chen mendiamkan Arthur bermain dengan pikirannya. Hening berkuasa diantara mereka.


Sampai akhirnya Bend Akiro menghentikan laju Astro-armoredcar Gen-Z01 tepat di depan pintu masuk gedung ASTROGUN.


"Terimakasih atas pengertianmu. " Ucap Chen akhirnya saat mereka di dalam lift untuk menuju lantai lima.


"Ok , brother. Gunakan saja robot itu sebagai asisten pribadimu. Jika aku membutuhkan asisten aku akan mengaktifkan Athena tanpa perlu mengintsall program baru ke dalam sistemnya, karena dia adalah robot pembelajar. Dia akan mempelajari sendiri apa yang dia butuhkan dengan cepat, tepat dan akurat." Ujar Arthur bersemangat.


"Oh?! Kamu sangat curang tak pernah memberitahuku. " Gerutu Chen.


Tiba-tiba nada dering ponsel Chen Yuan bergema, sebuah lagu dari Michael buble berjudul You are the first, the last, my everything:


I know there's only, only one like you


There's no way they could have made two

__ADS_1


You're all that I'm living for


You're the love I'll keep forevermore


You're the first , you're my last, my everything


Chen mengangkat panggilan yang ternyata dari robot Anastasya.


"Halo Ana, ada apa? "


"Halo Chen Yuan sayang, resepsionis bilang ada tamu dengan nama Alicia Stanford dan Roland Stanford ingin bertemu dengan CEO ASTROGUN Geon Arthur Yildiz. "


DEG!! Jantung Chen mulai bereaksi berlebihan.


"Baik, suruh resepsionis membawa mereka ke ruang tamu VVIP. Kamu tetaplah di ruanganku jangan pergi kemanapun tanpa izinku." Perintah Chen.


"Baik, Chen Yuan yang tampan dan baik hati. "


Arthur mendengarkan semua percakapan itu karena Chen mengaktifkan pengeras suara pada ponselnya.


"Jangan sampai mereka melihat robot Ana, apalagi dengan memory konyol yang kamu tanamkan. Haruskah kata-kata tampan dan baik hati itu selalu ada dibelakang namamu? Ckkckkckk. " Ujar Arthur berdecak kecil. Kadang ia tak habis pikir dengan selera humor Chen Yuan yang keterlaluan.


"Tentu saja, aku tak akan membiarkan itu terjadi. Mari kita temui mereka. Sudah lama sekali rasanya aku tak pernah mengunjungi tante Alicia. " Sahut Chen.


Arthur dan Chen kembali turun ke lantai dua demi menemui Alicia dan Roland Stanford.


"Selamat datang tante Alicia. Selamat datang brother Roland. Ini benar-benar kejutan baik buat kami." Seru Chen dengan hangat dan ramah.


"Selamat datang tante Alicia, selamat datang Roland Stanford. " Ucap Arthur tak bisa mengimbangi kehangatan dan keramah-tamahan yang disuguhkan Chen Yuan.


"Arthur, Chen.... kalian luar biasa." Balas Alicia sembari memeluk kedua pemuda itu bergantian.


Setelah berbagi kabar dan mengobrol mengenai hal-hal ringan juga mencicipi minuman yang disuguhkan, Alicia Stanford mulai berbicara serius tentang tujuan kedatangannya ke Astrogun.


"Arthur, tante datang kemari karena ingin meminta maaf padamu. Beberapa tahun ini tante hidup dengan penyesalan yang dalam atas apa yang menimpa Ana. Tante telah banyak menyalahkan bahkan mengutukmu sesuka hati , padahal kamulah yang selalu ada untuk Ana waktu itu. Setelah menbaca semua buku harian Ana barulah tante menyadarinya. Tante tidak akan pernah tenang sebelum meminta maaf padamu. " Ucap Alicia Stanford dengan suara bergetar. Seolah-olah mencabut semua dakwaan dan kutukannya kepada Arthur di masa lalu.


"Tante Alicia, aku tidak pernah menyalahkanmu. Dan aku telah mampu memaafkan diriku sendiri, juga semua hal yang berkaitan dengan kejadian itu." Gumam Arthur lirih.


Chen Yuan tak ingin berkomentar apapun, toh juga dia bukan orang yang selalu didengarkan dan diutamakan seperti Arthur.


Arthur memeluk tante Alicia lebih lama. "Aku tak pernah menyalahkan tante. Semua yang terjadi adalah pelajaran untuk kami tante. " Gumam Arthur sembari membelai pundak wanita paruh baya itu.


"Terimakasih, kalian pernah menjadi sahabat yang baik untuk Anastasya. Kami harus segera berangkat kembali ke London sore ini. Kami permisi dulu , jangan lupa mampir kalau kalian sedang berada di London. " Tukas Alicia Stanford pamit undur diri.


Arthur dan Chen melepas kepergian Alicia dan Roland hingga mobil mereka menghilang di luar gerbang gedung Astrogun.


"Dimana kamu akan tinggal sekarang, apakah kembali ke apartemen lama, atau apartemen khusus yang ada di Astrogun atau ke rumahmu yang ada di Arlington? Putuskan segera supaya tim menyiapkan pengamanan lebih cepat. " Chen mengingatkan Arthur yang sering lupa akan hal ini sehingga membuat tim pengamanannya sering kebingungan.


"Aku ingin di sini saja agar lebih mudah memantau jalannya proyek Spartans. " Gumam Arthur.


"Baiklah, akan ku minta Bend untuk mengatur semuanya. "Lanjut Chen.


" Oke, aku kembali ke apartemenku. Rasanya aku belum cukup beristirahat setelah dari Jakarta. " Pamit Arthur pada Chen.


Arthur mencari lift untuk menuju lantai tujuh gedung Astrogun dimana Apartemennya berada. Lima pengawal pribadi dan satu roboguard mengikuti langkahnya.


Tiba-tiba ada panggilan video dari Kamila. Arthur mengangkat panggilan itu dengan cepat. Ia ingin tahu kabar Adam Sinaga.


"Halo abang, jangan lupa ya abang.... " Tukas Kamila manja.


"Oh ya, oh ya... tapi jangan lupa apa ? hehehe... " Jawab Arthur membuat bibir Kamila membebek.


"Sebentar lagi Anniversary mama dan papa, datang ke swiss , wajib!! " Tukas Kamila lagi.


"Abang terlalu banyak kesibukan sekarang sampai beberapa bulan ke depan. Sampaikan pada papa dan mama abang akan usahakan hadir tapi abang belum bisa janji. " Jawab Arthur tak berani memberi banyak harapan.


"Mulai deh , pokoknya Mila mau kita semua kumpul.bye bye abang! " Ketus Kamila merajuk dan memutus panggilan video itu


"Kebiasaan manja." Gumam Arthur sambil melangkah keluar lift. Kini ia sudah di lantai tujuh.


Arthur melepas semua busana formalnya. Menyisakan sebuah luxury boxer short yang membuatnya merasa nyaman dan leluasa.


Ia memasuki kamar tidur mewah yang sudah cukup lama tak pernah ia sapa. Membaringkan tubuhnya segera untuk melepas penat.


Sebuah smartphone hitam dari seri I-phone teronggok diatas meja kecil tempat ia biasa meletakkan barang-barang kesehariannya.


Sudah lama ia tak mengaktifkan smartphone itu karena ia lupa membawanya ke Jakarta.


Arthur bangkit dari pembaringan dan meraih Smartphone-nya.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2