The Athena Code

The Athena Code
65. Kembali Ke Naval


__ADS_3

Rossie memberanikan diri memandang netra Arthur dalam-dalam, berharap dapat menemukan sebuah petunjuk. Barangkali saja ada sedikit kerinduan yang dapat ia temukan disana setelah Arthur menghabiskan waktunya lebih dari dua bulan di Jakarta. Namun nihil, yang ada hanya sorot mata datar dan dingin, membuat Rossie nyaris membeku.


“Baiklah Rossie, apakah ada keluhan mengenai sampel yang sedang kalian ujicobakan itu?” Tanya Arthur ingin menyelesaikan urusan mereka secepatnya.


“Mmm…overall tidak ada kendala yang terlalu berarti. Kami justru tak habis pikir dengan kemampuan belajar robot X. kami menamainya robot X karena kalian belum memberinya nama, "jelas Rossie.


"Laporan dari para astronot yang turut mengantariksa bersama robot X dalam misi rutin kami ke mars, robot X mampu melakukan analisa masalah dan memberikan penyelesaian masalah seratus kali lebih cepat dan akurat dari para astronot itu sendiri. Mereka mulai ketakutan sekarang?” Lanjut Rossie menggantung.


“Ketakutan?Ada apa dengan sampel kami?’’ Sela Chen penasaran.


“Tentu saja mereka takut akan kehilangan pekerjaan, karena kinerja robot X sebagai asisten astronot justru jauh lebih baik daripada para astronot itu sendiri. Selamat, sampel kalian diterima dan kita akan segera menandatangani kontrak senilai lima milyar dollar untuk tahap pertama pengadaan robot X.’’ Lantun Rossie penuh semangat dalam kerlingan misterius yang terus menerus mengarah ke Mr G. Ah, betapa ia mengagumi pria ini dan ia akan melakuan apapun untuk berada disampingnya.


“Yess, yahuuuuu……!!” Pekik Chen berselebrasi mengangkat lengannya kedepan dada dengan jari mengepal.


Bahkan Arthur pun turut tersenyum larut dalam kepuasan dan kegembiraan. Mengingat jerih payah, perjuangan dan totalitas tim robotik ASTROGUN yang luar biasa dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang dibebankan kepada mereka.


“Trimakasih Rossie Jane Jordan,’’ ucap Arthur dengan sebaris senyum tulus.


Seketika Rossie bagaikan melayang diawang. Yah baru segitu doang! Hanya sebuah senyuman, namun itu sangat langka buatnya.


“Trimakasih kembali, itu karena kalian hebat,” puji Rossie dengan perasaan tak menentu.


“Ini harus kita rayakan,” Tukas Chen dengan kegembiraan yang meluap-luap.


‘’Ok, sebab itu aku mengundang kalian untuk makan siang bersama.” Rossie mengingatkan Arthur dan Chen.


“Hmm, okey,’’ Kali ini Arthur mulai antusias.


“Oya, penandatanganan proyek ini akan dilakukan langsung oleh kementerian Pertahanan pekan depan dalam sebuah acara simbolik yang sangat tertutup di Langley Research Center, salah satu markas NASA disini, Virginia. Acara ini bertajuk NASA FUTURE PLAN, hanya akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari kalangan tertentu, termasuk Menteri Pertahanan Amerika. Ini aku telah bawakan untuk kalian agenda lengkapnya serta apa saja yang harus kalian persiapkan,”Lanjut Rossie sembari mengeluarkan sebuah amplop besar dari tasnya,’’bacalah nanti.”


"Ini membuatku tegang, tapi kami akan melakukan yang terbaik,” Sahut Arthur. ’’Chen, pimpin langsung persiapan untuk acara di Langley ini,” perintah Arthur.


‘’Baik Tuan Presdir, persiapan terbaik demi penampilan terbaik,malam itu semua orang akan terpana melihat kecanggihan robot dari Astrogun sekaligus mereka akan sangat beruntung karena akhirnya bisa melihat CEO Astrogun tampil di depan publik. Betapa jenius dan tampannya,” Tanggap Chen dengan berseloroh tak henti.


"Tolong kurangi bicara yang tak penting, " Ketus Arthur kesal membuat wajah Chen seperti disiram es.


“Malam itu kalian harus mengumumkan nama resmi untuk robot X, sekalian demo kemampuan robot X di panggung, di hadapan semua tamu undangan termasuk Menteri Pertahanan Amerika,’’ Rossie berusaha memberikan petunjuk pada Arthur dan Chen karena ia ingin mereka tampil memukau pada acara itu nanti.


“Kamu sudah banyak memudahkan kami dalam proyek ini Rossie, Kami akan tampilkan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan kalian,”Tegas Arthur.


‘’Baiklah,kalau begitu. Apakah kita bisa berangkat untuk makan siang sekarang?’’


“Oke, mari,’’ Arthur setuju sembari melonggarkan kerah kemejanya.


“Come on, kita rayakan semua ini,” kegembiraan Chen belum lagi surut.


Arthur, Rossie dan Chen berjalan beriringan diikuti oleh lima belas pengawal khusus dari Astrogun ditambah roboguard Alexus. Mereka menuju Steinhilber's restaurant.


‘’Chen, apakah masih ada pertemuan selanjutnya setelah makan siang ini?’’ tanya Arthur untuk memastikan kemungkinan ia bisa mencuri waktu demi urusan pribadinya. Ia masih memikirkan kekesalan Heilen padanya. Ia tak ingin Heilen salah paham.


“Iya, satu pertemuan lagi dengan pimpinan tertinggi DARPA. Mungkin kita akan selesai sekitar pukul lima sore,” Lapor Chen.


“Hffhhhh…….’’ Kali ini Arthur cuma bisa menarik nafas berat. Mengapa tiga pertemuan terpenting harus berjejer di hari yang sama.


......................


Istana mewah Gerald Gremio,


Gerald duduk dikursi singgasananya bak seorang raja. Puluhan pengawalnya selalu siap sedia di sekitarnya.


Gerald memandang layar ponselnya dengan seringai yang tajam, mempelajari biodata Heilen Putri Munaf yang ia dapatkan dengan mudah dari seorang peretas kepercayaannya.


Dia kira akan sangat mudah untuk mendekati Heilen Putri Munaf, ternyata ia salah. Bagaimana caranya bisa mendapatkan waktu yang tepat untuk mendekati seorang wanita yang bertugas di medan tempur. Jelas tak ada waktu bermain-main untuk wanita seperti itu


‘'Siapa sangka ia seorang personil medis khusus Seal Team Five,’’ Gumam Gerald.


"Benar-benar menantang untuk ditaklukkan," Desis Gerald lagi pada dirinya sendiri.


Pada saatnya nanti pasti akan ada jalan untuk mendekatinya. Aku akan melakukannya dengan sabar dan perlahan, bisik Gerald di benaknya.


Begitu banyak wanita di sekelilingnya, namun ia selalu lebih tertarik kepada wanitanya pria hebat yang lain. Terasa memuaskan bagi Gerald jika berhasil menaklukkan wanita seperti itu.


...****************...


Rumah Keluarga Munaf, San Diego , California


Heilen menelan rasa kecewanya dalam-dalam hingga tanpa sadar ia tertidur di lantai, masih di kamar baby Lala.


‘’Heilen, Heilen ..., bangunlah ini sudah pukul enam belas tiga puluh,”


Heilen menggeliat, membuka kelopak matanya perlahan. Samar-samar ia dapati sosok sang mama di hadapannya sedang menggendong baby Lala. Ia teringat kalau sore ini ia harus berangkat ke Naval Amphibious Base.


‘’Argh, mama dan papa sudah pulang dari Virginia…., ini pukul berapa ma?” Gegas Heilen bangkit.

__ADS_1


“Kami tiba sudah satu jam yang lalu, tapi mama tidak tega membangunkanmu. Bukankah sore ini jemputan dari Kesatuanmu akan datang?’’ Tanya Antonia kurang yakin akan ingatannya.


“Oh iya, ma sebentar lagi mereka akan sampai. Maaf, aku tidak bisa berlama-lama di rumah,’’ Sesal Heilen dengan wajah menunduk.


‘’Aaah, sudahlah nak, selama masih di California kamu bisa pulang setiap liburan.’’ Sela Ahmad Rizal Munaf yang menguping pembicaraan mereka sedari tadi.


‘’Oya, kami tidak melihat Darren sedari tadi. Apakah ia sedang keluar bersama teman-temannya?” Selidik Ahmad Rizal Munaf.


‘’Papa,mama. Darren bilang dia dapat Job Part time yang gajinya lumayan. Untuk sementara dia tinggal di tempat kerjanya dan bersekolah dari sana. Mungkin besok ia datang ke rumah untuk mengambil buku-buku pelajarannya dan ia sendiri yang akan menjelaskannya,” jawab Heilen tak sanggup menceritakan kejadian sebenarnya kepada kedua orang tuanya.


‘’Apakah terlalu mendesak sehingga tidak bisa menunggu kami kembali terlebih dahulu?’’ Protes Antonia.


“Entahlah, ma. Bicarakan saja besok dengannya. Aku mau mengecek kembali perlengkapanku,’’ Sahut Heilen berusaha untuk tidak melanjutkan percakapan itu.


Heilen mengecek kembali apa saja yang perlu dibawanya. Tak banyak, namun tetap saja ia harus teliti.


Drrrrt.


Ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Zeus.


Hai Kid, tambahan liburmu sudah habis. Humvee sebentar lagi sampai di rumahmu, Bergegaslah, kami semua merindukanmu. (Zeus)


Heilen tersenyum senang, Zeus sudah seperti kakak tertua bagi Heilen. Sedikit tidak masih ada yang membuatnya terhibur setelah hampir seharian menunggu Arthur yang tak juga menghubunginya, begitu juga Mr. G sama sekali tak merespon satupun pesannya.


Heilen membalas pesan dari Zeus.


Ok , big brother aku sudah siap.(Athena-1609)


Heilen telah siap dengan seragam lengkap dan armybag-nya. Kemudian ia menuju Papa dan mamanya yang sedang bermain dengan baby Lala di taman belakang. Yah, Heilen bersyukur ada baby Lala sehingga kedua orang tuanya tidak terlalu kesepian, apalagi setelah Darren tak ada di rumah.


‘’Papa, mama. Aku berangkat. Aku titip baby Lala. Paling telat aku akan menghubungi rumah satu bulan kemudian,’’Ucap Heilen tak bisa menyembunyikan kesedihannya setiap kali ia berpamitan kepada dua sosok yang paling dicintainya.


Bukan perpisahan yang membuatnya sedih, ia hanya kadang tak yakin apakah bisa kembali dalam keadaan yang sama.


Antonia menciumi wajah Heilen berulang-ulang.”Sayang, jaga dirimu baik-baik,’’ Ia mengusap rambut Heilen penuh cinta.


“Iya, ma.’’ Sahut Heilen yang kembali tegar melihat ketegaran sang ibu.


“Kemarilah,’’panggil sang ayah dengan nada bergetar, terdengar lebih rapuh dari sang istri


.


“Iya, pa,’’ Heilen menghambur ke dalam pelukan papanya. Cukup lama ia dalam pelukan sang papa yang sepertinya kesulitan berkata-kata.


‘’Mama dan papa akan selalu menunggu dan merindukanmu,’’ Bisik sang ayah ditelinganya.


Heilen melepaskan diri dari pelukan papanya, menuju baby Lala yang berada dalam gendongan Antonia.


‘’Lala, bye bye…,mmuah,mmmuahh,” Heilen menciumi pipi baby Lala dengan gemas.Ia tak pernah menyesal memiliki bayi lucu ini.


‘’Mama….pay pay…,’’ ulang baby Lala menciptakan semburat cerah di wajah Heilen yang sebelumnya gundah.


Heilen melangkah diikuti mama,dan papanya juga baby Lala yang ada dalam gendongan sang mama.


“Hai Franda, aku pergi, bye..bye..,” Pamit Heilen.


“Jaga diri baik-baik. Jangan lupa kembali,’’Balas Franda sembari menyempatkan diri untuk memeluk dan mencium Heilen. Kemudian ia turut mengantarkan Heilen hingga masuk ke dalam Humvee militer NXT360 yang menjemput Heilen.


Heilen masuk ke dalam Humvee dan melambaikan tangannya untuk yang terakhir kali kepada mama,papa dan baby Lala juga Franda. Heilen tak berpaling sampai bayangan mereka menghilang dari pelupuk matanya.


Heilen memeriksa ponselnya untuk yang ke sekian kali, hanya sebuah pesan dari Darren yang ia dapati.


Jaga diri baik-baik, jangan lupa kembali dan memaafkanku. (Darren)


Heilen tersenyum getir sambil mengetik sebuah balasan untuk Darren.


Kau yang tak pandai jaga diri. Tak perlu mengajariku. Kau yang harus jaga diri! Jangan lupa jenguk papa dan mama sesering mungkin. Aku menyayangimu. (Heilen)


Kemudian Heilen mematikan ponselnya. Iya, tak ada ponsel aktif di markas kecuali hari-hari tertentu.


Setelah dua puluh lima menit menempuh perjalanan, Humvee militer NXT360 itu kini memasuki area Naval Amphibious Base. Melewati hiruk pikuk para tentara Navy Seal yang sedang dalam Latihan, maupun bersiap-siap untuk menjalankan beragam misi berbahaya.



Kembali ke tempat ini lagi bagaikan kembali ke rumah keduanya. Ada kerinduan mendalam yang telah lama ia pendam. Begitu banyak suka duka, perjuangan, tawa dan airmata sehingga ia bisa mencapai tempat ini.


Perasaan yang sama, sekitar tiga tahun yang lalu,Heilen menapakkan kakinya di Naval Amphibious Base bagai sedang bermimpi. Hari ini tak ada bedanya, ia masih merasa seperti sedang bermimpi bisa kembali.


Humvee itu berhenti tepat di depan Barak E dimana ia dulu pernah ditempatkan.


‘’Heilen!Heilen!Heilen!Heilen!” Teriak sekumpulan prajurit berseragam lengkap dengan senyum dan tawa di wajah bahagia mereka.


Beberapa orang diantara mereka bersama-sama mengangkat sebuah spanduk besar bertuliskan ‘’WELCOME HOME ATHENA-1609’’.

__ADS_1


Bahkan Heilen melihat Reene dan Derrick membawa balon lucu bertuliskan ‘’WELCOME HOME”.


Heilen tak bisa menahan tawa haru. Ia tertawa namun crystal beningnya melaju begitu saja.


Heilen menghambur keluar dari Humvee, kebahagiaannya sudah tak dapat ia bendung lagi.


Zeus dan yang lainnya menyambut tubuh Heilen dan dengan entengnya mendudukan tubuh Heilen dipundak Zeus.


‘’COME ON…!’’ Teriak Reene dan Derrick memberi aba-aba. Lalu sekumpulan prajurit itu mulai menyanyikan lagu WELLERMAN bersama-sama dengan semangat dan gerak dance yang kompak.



“Hahahahahaha, Zeus…, it’s so Crazy!” Pekiknya berulang kali karena mendapatkan sambutan yang luar biasa dari rekan letingnya.


Heilen tak berhenti tertawa-tawa bahagia sampai Zeus menurunkannya. Ia benar-benar terbawa dan mulai melupakan segala kegundahan hatinya.


‘’Heilen, kami merindukanmu,’’ ucap rekan-rekan letingnya sembari memeluknya bergantian.


“Memangnya aku tidak merindukan kalian?!’’Pekik Heilen sambil membalas pelukan mereka satu persatu.


“Zeus, aku juga sangat merindukan Clara, Eve dan Douglas.” Ucap Heilen diantara hiruk pikuk rekan-rekannya.Ia menanyakan istri dan anak-anak Zeus yang juga sangat akrab dengannya.


Kini sekumpulan perajurit itu duduk bebas di rerumputan, masih dalam suasana berbahagia atas kehadiran Heilen yang telah setahun lebih menghilang.


‘’Kau tau tidak, ini sangat aneh bagiku, kalian ini para wanita selalu sehati. Tadi pagi Clara menelponku dan mulai mengancamku,” Keluh Zeus.


‘’Sayang, Kau harus bawa Heilen padaku pekan depan di malam senin, aku sangat merindukannya, aku sudah berjanji padanya sejak lama untuk mengajaknya turut serta jika ada acara -acara besar di NASA center. Pokoknya malam senin Heilen harus ikut bersamaku menghadiri NASA FUTURE PLANE , titik!!" ******Cerocos Zeus menirukan dengan tepat dan lucu keceriwisan sang istri yang Heilen tahu sangat galak dan Zeus tak kan berani menolak keinginan Clara******.


Clara Hamilton, bekerja sebagai salah satu kepala bagian teknisi NASA, di Langley Research Center, salah satu markas NASA di Virginia. Tentu saja dia adalah wanita yang keren sehingga membuat Zeus tak berkutik.


“Hahahahhaahah…., benarkah demikian, apakah acara itu sangat spektakuler dan aku bisa bertemu para astronot?” Kekeh Heilen riang sekaligus penasaran dengan acara yang disebutkan Zeus.


”Semua ini membuatku merasa paling bahagia. Ternyata orang-orang yang kurindukan juga merindukanku,’’ Tukas Heilen sambil memandang wajah Zeus dengan kebahagiaannya yang sederhana. Walau ada sedikit lara masih menyelip di sisi-sisi hatinya.


Hidup ini tak kan selalu sempurna, nasihatnya pada diri sendiri.


“Anak-anak baik, apakah kalian sudah siap untuk Latihan besok?!!” Tanya Zeus pada para Juniornya . Ia mengalihkan pembicaraan.


‘’SIAP, KOMANDAN !!!!!”


......................


Lantai Tujuh Gedung Astrogun Corp,


Arthur benar-benar kelelahan kali ini.


Setelah makan siang yang panjang dan penuh basa-basi dengan Rossie Jean Jordan dan Chen Yuan, dilanjutkan dengan pertemuan ekslusif dengan Pimpinan tertinggi DARPA hingga waktu menjelang pukul delapan belas Sore, Arthur merasa remuk.


Disela-sela kegiatannya ia masih terganggu dengan bayang-bayang Heilen.


Tak peduli letih, Ia meraih kedua ponselnya.


Tujuh panggilan tak terjawab dari Heilen di ponsel utamanya. Ditambah tiga pesan di kotak masuk.


*Arthur, jika sedang tidak sibuk bisakah kita bicara sebentar saja? *


*Arthur, aku merindukanmu?*


*Arthur?? *


"Huffffhhhhhh.... " Arthur menarik nafas berat. Dadanya terasa sesak oleh kerinduan yang sama.


Arthur kembali memeriksa ponselnya yang lain.


Sebuah pesan dengan narasi yang cukup panjang dari wanita yang sama.


AKu masih ingat dulu aku pernah berkata padamu di lembah Panshjir Afghanistan, kalau pria dingin dan tampan seperti CEO Astrogun itu adalah type pria idealku. Saat itu aku sedang bercanda.


Mr. G, maafkan aku baru tahu kalau dirimu adalah CEO ASTROGUN yang terkenal itu. Seharusnya aku tahu dari dulu, tapi aku terlalu naif.


Kenapa selalu menyembunyikan identitasmu yang sebenarnya dariku. Apa aku tak pantas mengetahui sebuah kebenaran?


Aku benci caramu berbohong dan aku tak ingin lagi melanjutkan pertemanan denganmu.


Arthur langsung menekan nomor Heilen di ponsel utamanya, namun tak ada tanda-tanda kehidupan.


Berulang kali ia mencobanya tetap saja dinyatakan nomor itu sedang nonaktif.


Entah mungkin karena terlalu lelah dengan aktifitasnya seharian, Arthur menjadi uring-uringan.Ingin rasanya ia melempar ponsel ditangannya agar benda pipih itu hancur berkeping-keping. Seperti suasana hatinya saat ini yang tak menentu.


Pada akhirnya ia mengusap layar smartphone itu lagi. Mengaktifkan sistem microchips Gps yang ia tanamkan di tubuh Heilen. Dengan mudahnya ia tahu dimana posisi Heilen kapanpun dia mau.


"Dia sudah berada di Naval Amphibious Base, pantas saja ia menonaktifkan ponselnya, " Gumam Arthur dengan rasa sesal dan kesal yang entah harus ia lampiaskan pada siapa.

__ADS_1


#bersambung


.


__ADS_2