
Frans melangkah mendekati Heilen. Mengumpulkan segenap kekuatan mentalnya, siap untuk mendengar jawaban terburuk sekalipun. Dan ia sudah sering mendengarnya namun ia menolak untuk menyerah.
"Apakah kalian akan berjalan-jalan sore? Aku bisa menemani kalian. " Tawar Frans sehangat mungkin.
"Tidak perlu, aku ingin sendiri. " Jawab Heilen datar.
Heilen melanjutkan langkahnya menuju ke jalanan utama. Disamping jalanan utama terdapat jalur khusus pejalan kaki.
Frans terus membuntuti Heilen dan baby Lala sambil mendekap buket bunga mawar merah yang membuatnya terlihat aneh.
"Heilen, ini sudah lebih dari dua tahun sejak kejadian itu tapi kamu belum juga memaafkanku??" Tanya Frans dengan suara bergetar.
"Aku sudah memaafkanmu sejak lama. Begitu juga kegagalan hubungan kita, aku sudah memaafkan dan melupakan semua itu. " Jawab Heilen santai dan terkesan tak begitu perduli.
Frans selalu kesal melihat perlakuan Heilen yang mengangapnya tidak pernah ada, berbeda dengan Heilen yang dulu.
"Aku tak percaya kamu melupakan kebersamaan kita begitu saja. Kita memulainya sejak masa remaja. Semudah itukah menghapus semuanya??Heilen, sampai detik ini aku tak pernah membiarkan siapapun menggantikan tempatmu di hatiku. " Gumam Frans lirih sambil terus menyesuaikan langkahnya dengan langkah kaki Heilen.
"Frans, aku muak harus membicarakan hal ini terus menerus. Malam aku melihatmu tidur bersama Cleo, itu menyadarkanku kalau kamu bukan orang yang ku cari. Bukan pria yang aku inginkan. Berhenti menggangguku lagi. Carilah wanita lain." Ketus Heilen mulai kesal. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi menyadarkan Frans kalau hubungan mereka telah berakhir.
Antara Heilen dan Frans sudah saling mengenal dengan sangat baik. Hubungan mereka diawali persahabatan masa kecil sewaktu mereka satu kelas di Sekolah Menengah yang sama.
Frans adalah sosok pria magnet. Selalu menjadi pusat perhatian. Bukan karena gayanya yang lebay melainkan sek*s appeal-nya yang kuat membuat para wanita ingin terus dekat dengannya. Namun ia justru jatuh cinta kepada Heilen sahabatnya sendiri yang menganggapnya biasa saja.
Frans juga bukan playboy yang doyan mengumbar janji dan banyak pujian. Tampangnya yang Cakep, Cool dan lembut dalam memperlakukan wanita membuat banyak wanita mengejarnya. Hal ini yang membuat Heilen kesal, Heilen ingin Frans lebih tegas kepada para wanita yang kerap agresif padanya namun justru sebaliknya suatu hari Frans yang terjerat.
Frans terjebak rayuan dan hasutan Cleo di sebuah pesta salah satu temannya. Saat itu mereka sedang mabuk berat dan melakukan apa yang tidak seharusnya.
Malang bagi Frans, Heilen memergokinya secara langsung malam itu. Membuat Heilen tak bisa memaafkan Frans dan hubungan mereka hancur seketika.
Kini Heilen seolah menemukan semua hal yang ia cari ada dalam diri Geon Arthur Yildiz. Pria yang sangat dingin terhadap semua wanita, namun berubah hangat begitu di dekatnya. Terlebih lagi semenjak di Swiss ia bisa merasakan pancaraan cinta yang besar dan kuat dari setiap gerak tubuh, tutur kata dan tatap mata Arthur. Berada di sisi pria itu adalah hal paling nyaman yang ia rasakan dan kini ia sangat merindukannya.
Drrrrrttttt
Ponsel Heilen bergetar. Ia berhenti sebentar untuk membaca notifikasi, ternyata sebuah pesan dari Arthur. Heilen membuka pesan itu dengan rasa penasaran, sebuah pesan nakal disertai foto sehabis mandi yang menggoda.
I miss your lips
(Arthur)
Pipi Heilen memerah dan ia buru-buru memasukkan kembali ponselnya. Wajah tampan dengan mata yang terkesan dingin sekaligus seksi itu selalu berhasil membangkitkan gairahnya. Buru-buru diraihnya kembali gagang stroller baby Lala, kemudian menepis semua hasratnya.
"Apakah semua ini karena pria dari Astrogun itu?" Lanjut Frans lagi. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini untuk memperoleh kesempatan kembali dari Heilen.
"Pria dari Astrogun yang mana?” Heilen cukup terkejut dan balik bertanya.
“Yang datang ke rumahmu sekitar satu minggu yang lalu bersama robot humanoidnya, bahkan sepertinya roboguard atau sejenis robot warrior yang berbahaya. Pastinya orang yag sama dengan yang mengirimimu paket robot dan head armor itu. Heilen aku sudah banyak menyelidikinya.” Tukas Frans menahan kesal.
‘’Haah..apa? Mr.G datang ke rumah ??” Desis Heilen tak percaya.
‘’Ku kira kamu mengetahuinya karena aku yakin kalian dekat…” Sahut Frans dalam kecemburuan dan kebingungannya.
"Mr. G memang temanku tapi dia tak pernah bilang kalau dia berkunjung.” Tukas Heilen tak kalah bingungnya dengan Frans.
Sekitar dua puluh menit berkeliling menikmati pemandangan di sekitar Kawasan perumahan itu, Heilen memutuskan kembali membawa baby Lala pulang ke rumah. Frans tetap membuntutinya dengan sabar.
Setelah sampai di halaman rumah, Heilen dengan tegas menyuruh Frans pulang.
“Aku ingin beristirahat berdua saja dengan Baby Lala. Tolong pulanglah, aku ingin me time.” Pinta Heilen dengan tampang lelahnya.
Frans tahu Heilen masih berusaha bersikap baik padanya. Kalau ia terus-terusan memaksa bisa saja gadis dihadapannya ini akan berubah menjadi monster.
Frans akhirnya pergi dengan kecewa dan berat hati.
...****************...
Astrogun sangat sibuk dengan lalu lintas pekerja berjalan lancar dan tertib seperti biasanya.
Semua berkat ketangkasan manajerial yang dimiliki Chen Yuan. Sosoknya yang supel, berwawasan luas dan penuh empaty membuatnya di segani sekaligus di sayangi seluruh pegawai Astrogun. Berbeda dengan Arthur yang lebih banyak berkecimpung di belakang layar dan lebih senang mengambil job di luaran.
__ADS_1
Geon Arthur Yildiz aka Mr G nama yang begitu menggaung namun hanya segelintir orang yang pernah bertemu langsung dengannya. Kontak secara langsung dengannya adalah impian hampir seluruh karyawan Astrogun.
Kehadirannya beberapa hari ini di laboratorium robotic menjadi headline news di Astrogun, terutama para pegawai dan staf wanita yang terbius dengan popularitas Arthur sebagai sosok ilmuwan muda yang jenius dan kaya raya. Mereka tak henti-hentinya bergosip sampai membuat Chen Yuan kesal.
Untuk pertama kalinya banyak pekerjaan yang tak terselesaikan maksimal karena para pegawai tak fokus bekerja. Setelah di telisik alasannya sungguh membuat Chen Yuan geleng-geleng kepala. Para pegawainya yang selama ini terkenal profesional menjadi kacau dan tidak fokus hanya karena keterlibatan langsung sang CEO beberapa hari ini di lapangan.
Chen menuju ke lantai lima untuk menemui Arthur di ruangannya. Ia sudah mengecek jadwal baru Arthur, setelah setengah harian berkutat di laboratoium saat ini adalah jam istirahat Arthur.
Chen menemukan pintu ruangan CEO terkunci, kemudian ia menekan beberapa nomor pass pada papan tombol, pintupun terbuka secara otomatis.
Tak ada Arthur di meja kerjanya. Sepertinya ia berada di kamar kecil.
Hanya smartrobo Socrates yang sudah di remake kembali tampak sedang sibuk mengetik.
"Selamat sore bapak wakil direktur Astrogun yang terhormat, apakah anda butuh bantuan dari saya? " Tanya Socrates formal.
"No , thanks. Aku hanya ingin bertemu Mr. G. " Jawab Chen.
"Mr. G sedang ada keperluan di kamar kecil, silakan menunggu. " Jawab Socrates.
Dua buah buku cukup tebal terlihat masih sangat baru tergeletak di meja kerja Arthur dan menarik perhatian Chen.
Perlahan Chen membaca judul buku itu satu persatu.
"How to deal with girl friend or wife's mood swing" (Bagaimana cara menghadapi pacar atau istri dengan mood yang tak beraturan)
"How to treat woman like a queen. " (Bagaimana cara memperlakukan wanita seperti seorang Ratu)
Chen Yuan tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Buku-buku yang tak pernah ada dalam kepustakaan seorang Geon Arthur Yildiz sepanjang Chen mengenalnya. Benar-benar sebuah kejutan buat Chen.
"Hai brother, mari makan siang denganku walaupun ini sudah menjelang sore. Ada yang inginku bicarakan. " Ujar Arthur begitu sampai di hadapan Chen Yuan yang menatapnya dengan penuh selidik.
"Oke, mari Mr Genius." Jawab Chen singkat.
"Apakah ada sesuatu yang aku lewatkan selama beberapa hari ini? Aku lihat tingkahmu sangat aneh dan siapa gadis dibalik buku-buku ini? Apakah aku tak layak mengetahui siapa dia? Tampaknya dia sangat spesial." Cecar Chen sembari mengikuti langkah Arthur menuju ruang makan yang terletak tepat di samping ruang kerja Arthur.
"Itu salah satu kabar baik yang harus kamu tahu." Sahut Arthur pendek.
Chen menarik kursi untuk Arthur , kemudian mempersilakan Arthur duduk terlebih dahulu, baru ia mengambil tempat duduknya.
"Sore ini aku akan kedatangan master karate yang aku ceritakan dua hari yang lalu. Tolong berikan sambutan terbaik, mereka calon mertuaku di masa depan." Ucap Arthur begitu yakin sembari memasukkan sendok demi sendok hidangan ke dalam mulutnya.
"What?? " Pekik Chen lagi. Ia tahu Arthur tak pernah bermain-main atau terlalu banyak basa-basi seperti dirinya. Chen mengenalnya lebih dari siapapun.
"Maaf, aku belum membaca informasi tentang mereka yang dikirimkan Socrates. Aku akan mempelajarinya segera." Sahut Chen diantara rasa keingintahuannya.
"Tak ada yang meleset dari dugaanku selama ini, Heilen Putri Munaf adalah Athena-1609. Aku baru mengetahuinya sekitar dua minggu ini. Hubungan kami semakin dekat, dalam aku sebagai Arthur." Ujar Arthur membuat Chen ternganga.
"Untuk sementara ini ia masih belum tahu kalau Geon Arthur Yildiz dan Mr. G adalah satu orang yang sama. Setelah urusan dengan Barbara Clarkson selesai aku akan memberitahukan semua padanya. " Lanjut Arthur lagi.
Reaksi Chen sungguh di luar dugaan. Ia tergugu dan membeku. Ia terharu mengingat pejuangan Arthur yang luar biasa untuk menemukan gadis tentara itu.
"Berbahagialah kalian... " Gumam Chen menyembunyikan kegetiran yang dalam di lubuk hatinya. Iya, dibalik sosoknya yang terlihat tegar, smart, supel, dewasa dan humoris ia masih menyimpan sebuah luka yang selalu ia rahasiakan bahkan dari Arthur.
"Trimakasih bro, selalu membantu dan mendukungku selama ini. Tanpamu semuanya akan sulit." Ucap Arthur tulus.
"Ting!" Sebuah pesan masuk membuat ponsel utama Arthur berdenting.
Aku merindukanmu sepanjang hari. I miss your kiss. (Heilen)
Sebuah pesan dari Heilen membuat Arthur kalang kabut. Hmmm, dia benar-benar balas menggodaku, desis Arthur dalam hati. Bibirnya menyunggingkan sebuah senyum antara bahagia dan birahi.
"Oh my god! Kamu benar-benar sedang jatuh cinta, hahahahaa... rasanya sangat memuaskan melihatmu bertingkah sedikit konyol. Kamu terlihat lebih manusiawi sekarang! " Racau Chen Yuan.
Arthur tak memperdulikan ocehan Chen, ia membalas pesan Heilen dengan wajah berbinar-binar memancarkan aura kasmaran yang khas. Arthur yang tak pandai bermain kata, hanya mencurahkan apa yang ada di hatinya.
I miss everything of you
Aku akan menemuimu secepatnya.
__ADS_1
(Arthur)
Chen tak tahan lagi melihat kebucinan Arthur, itu membuatnya merasa menjadi pria paling kesepian di dunia.
"Oke, baiklah aku kalah kali ini. Sebentar lagi aku akan memberimu kejutan. Tunggu saja." Ujar Chen meninggalkan meja makan. Ia turut berbahagia namun tetap saja iri karena Arthur telah menemukan wanita impiannya.
"Tunggu, aku butuh seorang professor ahli saraf terkemuka untuk mempelajari rangkaian kerja sistem saraf yang membuat manusia mudah terhipnotis, ini ada kaitannya dengan hal-hal tidak logis yang terjadi di Palmyra atoll." Tukas Arthur.
"Oke , aku akan mencarikan untukmu. Ada lagi?"
"Ingat, jamu kedua orang tua Heilen dengan baik. Aku akan segera menemui mereka setelah menyelesaikan urusanku di laboratorium hari ini." Lanjut Arthur lagi.
"Tentu saja, memberikan kesan yang baik itu adalah tugasku. Selamat Sore Socrates, Selamat sore Mr. B, Mr. Bucin. " Ledek Chen.
Arthur hanya memutar bola matanya, diam dan tak perduli.
"Selamat Sore wakil direktur Astrogun. " Jawab robot Socrates formal.
"Tuan, apakah saya juga harus memanggil anda Mr. B, Mr. Bucin sekarang? Tanya Socrates tiba-tiba.
" Apakah itu ada di programmu? " Tanya Arthur singkat.
"Tidak ada tuan. "
"Kalau begitu jangan pernah memanggilku seperti itu. "
"Baik tuan. " Sahut robot Socrates kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.
Lalu Arthur turun ke lantai tiga dimana laboratorium berada.
...****************...
Di ruang tamu khusus VVIP, Chen Yuan menerima kedatangan Antonia Jhonson dan Ahmad Rizal Munaf.
Berbagai hidangan mewah telah tersedia diatas meja. Khas jamuan untuk tamu VVIP di Astrogun.
"Selamat sore, Bapak ibu Munaf yang terhormat. Kami sangat bahagia dan bangga bisa bekerja sama dengan kalian berdua. Perkenalkan aku Chen Yuan, Vice director of Astrogun." Ucap Chen Yuan dengan senyum paling manis dan membungkuk takzim.
"Suatu kehormatan bagi kami bisa bekerjasama dengan anak muda hebat seperti kalian. Jangan terlalu sungkan pada kami. Anggap saja kami orang tua kalian." Sahut Ahmad Rizal Munaf dengan gaya membumi yang khas.
"Iya benar, biasa saja dengan kami nak, kami merasa tak enak kalau kalian terlalu sungkan. Panggil kami Om dan tante saja" Sela Antonia sambil menyandarkan tubuhnya di punggung kursi yang empuk.
"Hahahaha... baik om, tante. Silakan kalian baca terlebih dahulu dengan teliti surat perjanjian kerjasama ini sebelum ditanda tangani. " Lanjut Chen Yuan.
"Oh iya, apakah Perusahaan Astrogun ini tidak membutuhkan karyawan seorang dokter? Aku punya anak seorang dokter perempuan yang sekarang masih bertugas di kesatuan tentara. Aku lebih senang kalau ia segera berhenti dari ketentaraan dan melamar kerja di sini. Bagaimana menurutmu?" Ujar Ahmad Rizal Munaf polos membuat Chen yang sedang minum nyaris tersedak.
"Aaaaah.... hahhahahaa..., tentu saja kami butuh seorang dokter untuk menjamin kesehatan para karyawan. Terutama CEO kami dia pasti sangat senang kalau putri om menjadi dokter pribadinya. " Sahut Chen begitu saja.
"Hahahhaahaa... benarkah begitu? Sampaikan salamku pada Geon Arthur Yildiz itu, katakan kapan dia akan mampir ke rumah kami lagi. Dia benar-benar pemuda yang luar biasa." Ahmad Rizal Munaf merasa begitu nyambung dan akrab saat berbicara dengan Chen Yuan. Auranya lebih bersahabat daripada Geon Arthur Yildiz, pikir Papa Heilen.
"Woww.. Woooww, pergerakan yang luar biasa." Pekik Chen tanpa sadar. Ia baru tahu Arthur sudah mendatangi rumah kedua orang tua Heilen.
"Pergerakan apa maksudmu? Tentu saja semuanya luar biasa dari RA Karate Academy milik kami." Respon Antonia.
"Iya tentu saja tante, CEO sudah menyampaikan semuanya kepada kami. RA Karate academy memang luar biasa." Chen mengalihkan kata-katanya.
"Oh iya om, tante aku hampir lupa. CEO kami memang sedang membutuhkan seorang dokter atau professor ahli syaraf untuk saat ini. Apakah putrimu seorang dokter syaraf. " Tanya Chen untuk sekedar menambah bahan pembicaraan.
"Wah, anak kami seorang dokter umum yang berlanjut ke spesialis jiwa, lalu sekarang terdampar di angkatan laut Amerika. Dia anak yang jenius sehingga bisa menyelesaikan semua pendidikannya lebih awal dari teman-temannya." Cerita Antonia dengan bangga.
Mr Genius Vs Miss Genius??!! WOOOOWW...! Pekik Chen kali ini dalam hati.
"Kami punya orang dekat seorang dokter yang juga menyandang gelar professor ahli syaraf. Dia yang terbaik pada bidangnya di California. Aku yakin dia adalah partner yang tepat untuk para pemuda hebat seperti kalian. " Ujar Mr. Munaf meyakinkan.
"Benarkah om? Boleh aku tahu siapa namanya supaya kami bisa mencari tahu lebih banyak informasi tentang ahli syaraf yang om maksudkan itu. " Jawab Chen tertarik.
"Namanya Fransisco Cardoso, Tuan Arthur pasti senang bekerja sama dengannya nanti. Mereka sempat bertemu di rumahku waktu itu."
"Wah , kebetulan sekali kalau begitu om. CEO kami seorang ahli neurorobotics system (Sistem syaraf pada robot), ia sedang butuh tambahan partner ahli syaraf manusia. Aku akan menghubungi Fransisco Cardoso secepatnya." Lanjut Chen bersemangat.
__ADS_1
#bersambung