The Athena Code

The Athena Code
24. The Second Man of ASTROGUN Corporation


__ADS_3

Kuala lumpur, Malaysia


28 Januari 2022


Pukul 09.00


Chen Yuan turun dari pesawat khusus perusahaan di dampingi sekretarisnya yang cantik Melinda Grays, tiga orang staf ahli persenjataan mutakhir, dan delapan orang pengawal pribadi berspesifikasi tinggi.


Chen berjalan penuh percaya diri , elegan , smart dan unstoppable. Terlebih lagi jas yang dikenakannya adalah jas anti peluru keluaran dari Garrison Bespoke.


Look-nya tentu saja sudah melebihi sang CEO itu sendiri, yakni Geon Arthur Yildiz.


Arthur lebih senang berada dibalik layar dan tidak fashionable sepertiku , tentunya aku lebih keren, hanya kalah tampan, itu saja, hahhahaa! Bisik Chen didalam hati sambil menertawakan dirinya sendiri. Seandainya ia setampan Arthur tentunya lebih mudah lagi baginya untuk mendapatkan perhatian para wanita, pikirnya lagi tak mampu menepis jiwa playboy di dalam dirinya.


"Tuan, fokuslah. " Bisik Melinda sekretarisnya , sebab melihat sang atasan yang senyum-senyum sendiri tak jelas.


"Hmm, oke, ok. " Sahut Chen sedikit terkejut, akhirnya ia kembali dengan mode kesadaran penuh.



Kedatangan mereka disambut hangat olah kepala staf utama Ministry of Defence (MINDEF) negara Malaysia, Tan Sri Dato Malik bin Anwar Maulana.


"Welcome, di negeri kami tercinta Malaysia. Semoga awak happy selama berada di sini. " Sambut Tan Sri Dato.


"Thankyou Tan Sri Dato, Kami merasa sangat bahagia atas penyambutan yang luar biasa ini. " Sahut Chen Yuan dengan senyum manis dan penuh keramah tamahan.


"Alhamdulillah. Kapan bila kami bisa jumpa MR.G , desainer kalian yang terkenal itu, tuan Chen. " Lanjut Tan Dato Sri menanyakan keberadaan Geon Arthur Yildiz yang di dunia persenjataan lebih dikenal dengan MR. G.


"Oh, segera tentunya , Tan Dato Sri. Kami akan mengatur jadwal saat kita sudah mencapai kesepakatan yang sesuai. " Jawab Chen diplomatis.


"Informasi baik dari awak. Mari kita langsung saja menuju tempat pertemuan di Twin Tower PETRONAS.Tuan menteri menunggu kita di sana. " Tutup Tan Dato Sri.



Pembicaraan dalam pertemuan dengan Bapak Ministry of Defence (menteri Pertahanan) Malaysia benar-benar membuat Chen mengembangkan senyum puas.


Semua berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan. Kedepannya tinggal menindak lanjuti semua kesepakatan yang telah dicapai. Pengembangan senjata lama menjadi lebih modern dengan menambahkan fitur-fitur baru pada produksi senjata selanjutnya. Bahkan pembelian senjata model terbaru dari Astrogun Corporation sebanyak tiga puluh lima ribu unit telah disetujui Bapak Menteri.


Chen sudah membayangkan bagaimana Arthur akan takjub mendengar kabar baik darinya "Kamu hebat Chen, kamu memang bisa diandalkan".Hayal Chen sambil menahan senyumnya.


" Thankyou anak muda berbakat, anda luar biasa. Kami sangat satisfied (dipuaskan) dengan kemampuan awak semua. "Tutup Bapak Menteri.


" Mari tuan Chen , silakan nikmati kenyamanan di tempat ini dengan maksimal. " Ucap salah seorang staf menteri menunjukkan jalan ke ruang VVIP yang telah di sediakan untuk rehat. Chen dan rombongannya mengekor di belakang.


Waktu menunjukkan pukul 11.00 Malaysia. Chen merebahkan tubuh dipembaringan dengan maksud untuk rehat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Tentu saja untuk mengunjungi Arthur yang nampak betah berada di sana kemudian membujuknya kembali ke Amerika.


Tiba-tiba gawainya bergetar . Satu panggilan masuk dari Arthur mengganggu rencananya untuk bersantai sejenak. Ia menerima panggilan Arthur dengan malas.


"Ku rasa kalian tak perlu mampir ke Jakarta. Aku baik-baik saja dan akan kembali saat misiku selesai. "Ucap Arthur mengawali pembicaraan.

__ADS_1


" Misimu sudah selesai Arthur. Aku akan jelaskan semuanya saat tiba di Jakarta. Jangan membuang waktumu untuk hal yang sia-sia. Seharusnya kamu tanya aku mengenai bagaimana kontrak kita dengan pihak Pertahanan Malaysia. Aku muak dengan pencarianmu."Sahut Chen kesal.


Hanya dia seorang yang punya nyali untuk mengomeli CEO-nya sendiri. Itu karena mereka sangat dekat layaknya saudara dan hubungan persahabatan mereka di mulai sejak masa remaja dulu. Dia merasa Arthur telah banyak mengabaikan perusahaan dan terlalu fokus dengan gadis Navy SEAL yang dicarinya.


"Ok! Aku tunggu." Jawab Arthur singkat. Kemudian mengakhiri panggilan itu begitu saja. Jelas ia tak bisa menerima perkataan Chen, namun Atthur tak ingin berdebat.


Chen melempar gawainya diatas ranjang dan tak mau memikirkan apa-apa lagi. Ia hanya lelah dan ingin tidur walau hanya beberapa menit.


___&&&_____&&&___&&&


Jakarta, Indonesia


28 Januari 2022


Pukul 16.00 WIB


Pesawat khusus perusahaan milik ASTROGUN Corporation telah mendarat aman di Bandara Internasional Soekarno -Hatta.


Sebelum keluar dari pesawat Chen Yuan memerintahkan seluruh staf dan body guardnya untuk mengganti kostum formal dengan kostum santai ala pelancong.


“Bolehkah kami ikut bertemu dengan Mr. G?’’ Tanya Melinda Grays.


“No, tak seorangpun diizinkan. Tuan tak ingin ada siapapun yang mengetahui identitas kita, termasuk para penghuni rumah. Hanya aku yang akan masuk. Kalian berjaga-jagalah sesuai Standar Operasional kita. Bend telah mengirimkan tiga kendaraan untuk kita gunakan.” Sahut Chen tegas, kemudian ia melangkahkan kaki menuruni tangga pesawat diikuti oleh yang lainnya.


Sementara itu di rumah keluarga Yildiz suasana lumayan ramai tak seperti biasanya. Tante Tuti ibu dari Irina datang berkunjung dan meminta ditemani oleh Heilen, Kamila dan Irina di dapur untuk memasak menu spesial. Sebenarnya mereka lelah sepulang bekerja namun tak enak hati untuk menolak permintaan wanita yang sangat perhatian pada mereka itu.


"Mas Hendra bilang masakanku paling enak." Sahut Irina membanggakan diri. Spontan Heilen dan Kamila saling menoleh menunjukkan ekspresi tak percaya.


"Gue harus bilang wow gituh." Ledek Kamila


"Woowww..! Hihihihi.. " Kekeh Heilen menimpali ledekan Kamila


"Ekhem, tak apa kalau Heilen nggak bisa masak, kan abang Arthur jago masak tuh. "Kicau Irina balas menggodai Heilen.


"Iih..apaan sih, kok aku??! " Pekik Heilen dengan pipi bersemu merah. Tiba-tiba saja ia merasakan udara menjadi gerah.


"Hihihihi.. " Kekeh Irina sambil menutup mulut dengan kelima jarinya."Sudah tampan , jago masak , pintar , tidak suka keluyuran , mana seksi lagi. Gimana ya rasanya kalau dipeluk abang Arthur? Pasti nagih kan rasanya, hihihi.... "Lanjut Irina lagi menggoda Heilen.


" Huffhttt.." Heilen hanya bisa menghembuskan nafas kesal, mengangkat alis dan memutar bola matanya. Terlintas dibenaknya bagaimana Irina menemukannya malam itu di balkon dalam pelukan erat Arthur.


Kamila turut tersenyum-senyum geli melihat kekocakan Irina. Tiba-tiba wajah Adam sinaga melintas dibenaknya. Sudah tiga hari ini dia berusaha menghindar dari kakak sepupunya itu, mengabaikan semua chat dan panggilan teleponnya. Hari ini sudah tak ada panggilan dan chat baru. Justru ia jadi penasaran apa yang sedang dilakukan Adam sekarang. Ah tidak...tidak.., kilahnya dalam hati.


Dihalaman depan, sebuah Mazda MX5 biru masuk di pandu pak Agus, seorang security yang bekerja di keluarga Yildiz.


Chen Yuan keluar dengan outfit santai , kaos oblong plus celana traveler dengan banyak kantong. Sebuah tas punggung melengkapi penampilannya.


Sesuai perintah Arthur pak Agus mengantarkan Chen sampai ke ruang tamu dimana Arthur sudah menunggunya. Secara tak sengaja Bibi Farah juga sedang berada di ruang tamu mengatur letak air mineral dan makanan ringan yang biasa diletakkan di meja sudut.


"Hai, halo my brother! Senang melihatmu sehat begini, tampaknya hari-harimu berjalan menyenangkan disini.luar biasa ." Sapa Chen Yuan heboh sambil membalas salam dan rangkulan Arthur.

__ADS_1


"Sudahlah tak perlu menyindir, saat urusanku selesai aku akan langsung kembali ke kantor pusat Astrogun."Balas Arthur tenang.


" Tuan CEO yang terhormat, anda hanya betah setengah hari di kantor , dan itu paling lama. Setelahnya wuss!raib entah kemana, untungnya masih ada aku. Hahahaha.. "Kelakar Chen seenaknya.


" Berhentilah banyak omong. Kita bicarakan semuanya di kamarku."Perintah Arthur sambil berjalan menuju kamarnya dengan diikuti oleh Chen.


Dug! Jantung Bibi Farah berdegup kencang mendengar kedua pemuda tadi akan berbicara di kamar. Sangat janggal menurutnya, terlebih lagi ia pernah mendengar isu tentang Arthur. Tak mau berfikir lagi ia langsung berlari tergopoh-gopoh menuju ke dapur.


Hentakan kaki bibi Farah yang keras dan cepat mengagetkan para gadis dan tante Tuti yang sedang asyik membuat adonan sambil ngerumpi di dapur.


"Neng Mila..., bahaya, bahaya non, bahaya... "Cerocos bibi Farah dengan wajah tegang, membuat ketiga gadis itu dan tante Tuty menghentikan aktifitas mereka.


" Tenang bik, ngomong pelan-pelan, ono opo? "Sahut Irina berusaha menenangkan bibi Farah.


" Iya bik , nggak usah panik dulu, ada apa? "Tanya Kamila kalem sambil memegang kedua pundak bibi Farah dengan lembut.


" Ada tamunya mas Arthur tadi, tamunya laki-laki , orangnya guanteng, sepertinya mereka sangat akrab dan hubungan mereka sangat dekat. Saya lihat mas Arthur mengajak laki-laki itu masuk ke kamarnya dan saya takut mereka berbuat yang tidak-tidak. Tolong non dicegah. "Lanjut bibi Farah lagi masih dengan wajah panik.


Prank! Sendok yang dipegang Heilen terjatuh , tampaknya ia terkejut karena ucapan bibi Farah.


" Ah , masa sih bik. Abangku nggak pernah dan nggak mungkin seperti itu. "Desis Kamila lemah, tak bisa menyembunyikan rasa khawatir yang mulai muncul di hatinya.


" Iya tuh, mungkin bik Farah salah lihat. "Celetuk Irina.


" Wes, wes. Biar kita amati sama-sama , kita akan tunggu sampai mereka keluar baru kita bicarakan baik-baik. "Tukas tante Tuty bijaksana dan yang lain mengangguk setuju.


Sedangkan di dalam kamarnya Arthur dan Chen tengah berbincang sangat serius. Chen duduk di meja kerja sementara Arthur duduk dipinggir pembaringan dengan menaikkan sebelah kakinya diatas paha.


"Keadaan di Virginia sudah sangat genting. Salah seorang pejabat tinggi Navy seal mendatangiku secara langsung dan kami bertukar informasi. Ia juga meminta Astrogun untuk menciptakan Robot warrior yang lebih canggih dari X-21. Kau tau kenapa? Orang yang dulu menculikmu berhasil mengembangakan dan menambahkan kecerdasan buatan ke dalam X-21. Proyek rahasia mereka awalnya di Palmyra Atol namun digagalkan. Namun tak ada bukti apapun yang didapat dari kejadian itu, termasuk saksi utama. Kau tau itu siapa?? "Ucap Chen panjang lebar lalu menjeda ceritanya dengan sebuah pertanyaan.


" Bagaimana aku tahu, lanjutkan saja ceritamu. "Jawab Arthur tenang dan datar seperti biasanya. Seolah-olah semua yang diceritakan Chen tak ada yang menarik. Namun Chen kenal Arthur merekam semua di otaknya dengan baik.


" Seorang seal woman terbaik...",


"Athena 1609." Desis Arthur spontan, memotong kalimat Chen.


"Hmm,Ukhuk, ukhuk..." Goda Chen melihat Arthur yang akhirnya bereaksi. "Apa kau yakin dia yang terbaik? "


"Lanjutkan."perintah Arthur seraya bangkit dari pembaringan, wajahnya mulai gelisah.


" Oke. Sekembalinya dari Afganistan Athena- 1609 selanjutnya disisipkan ke dalam Seal Tim 6 untuk menyelesaikan misi rahasia baru ke palmyra Atoll. Jadi misi mereka tidak detail seperti biasanya karena keadaan pulau itu yang sangat misterius. Sudah banyak agen dari CIA dan FBI yang dikirim kesana dan kembali tinggal nama. Begitu juga SEAL Tim 6 , termasuk Athena 1609.Jadi berhentilah berharap dan melakukan pencarian yang sia-sia, ini sudah hampir dua tahun Arthur. Lupakan gadis itu. "Tukas Chen lagi.


Arthur menghampiri Chen, berdiri dihadapan Chen dan menatap langsung ke dalam netra sahabat terdekatnya itu. " Chen, dengar! Tidak ada yang sia-sia dari pencarianku dan aku tak akan pernah melupakan gadis itu selamanya . Apa kau tahu yang aku alami di Afganistan? Aku tersiksa dan nyaris mati namun rasanya lebih baik mati saat itu juga. Gadis itu membagi darahnya untukku, hanya golongan darahnya yang sama dengan golongan darahku di gurun terpencil itu. Menurut cerita dari penduduk lokal ia memaksa mendonorkan sebagian besar darahnya untuk nyawaku, sehingga ia juga hampir mati karena hal itu, beruntung pesawat medis Navy SEAL cepat menemukan dan membawanya pergi. Aku belum sempat mengucapkan sepotongpun kata terimakasih padanya. Walau hanya jasad yang terbujur kaku atau tanah kuburannya aku akan mencarinya untuk menyampaikan terimakasihku. Jangan pernah menganggap konyol hal ini. Camkan itu!" Ucap Arthur dengan bibir bergetar , netra memerah menahan bulir-bulir bening yang sudah mulai meluap.


Chen diam mematung, tak berani bersuara ataupun bergerak. "Bro, maafkan aku. Aku akan selalu mendukungmu. Kamu bisa kembali saat kamu siap. Baiklah, apakah aku bisa melanjutkan laporanku? " Tanya Chen ragu dan kikuk melihat psikis Arthur yang terguncang karena apa yang disampaikannya.


"Tentu saja, lanjutkan." Tegas Arthur


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2