The Athena Code

The Athena Code
53. Blind Operation


__ADS_3

(Flashback on)


Heilen mengaktifkan M4-Custom dalam kondisi siap tembak, namun ia terlupa mengaktifkan silencer (peredam suara).


Heilen menyingkap tirai tepat di saat Spartan-03 dalam posisi terlentang dengan Irish-3700 sedang melakukan tugas di atasnya.


Spartan terlihat menikmati semuanya hingga pupil matanya timbul tenggelam. Kelopak matanya tertutup dan terbuka berirama. Namun ekor matanya yang jeli tiba-tiba menangkap sosok bayangan hitam bersenjata laras panjang menuju ke arahnya dan Irish. Sontak seluruh alarm di otaknya memberi peringatan tanda darurat.


Seal Team Six adalah tim terbaik dari semua tim elit di navy seals. Sudah pasti terdiri dari para personil Best of the best. Terlebih lagi sang komandan, jelas bukan tentara biasa. Tak ada yang meragukan kemampuan Jeremy Haultman di navy Seals.


Pengalaman tempurnya sudah membuahkan banyak lencana dan bintang dari kesatuan. Pada malam peringkusan Osama bin Laden 1 Mei 2011 ia memang masih anak bawang di Seal Team Six namun peran besarnya malam itu membuatnya dipromosikan untuk naik jabatan.


Walau hanya sekilas lihat, Spartan sudah dapat menyimpulkan bahwa Heilen dalam posisi siap menembak.


"Irish-3700, awas!" Pekik Spartan seraya melempar tubuh Irish-3700 kesamping dengan kedua tangannya.


"BUGGGHH''


"AAAAKHHH"


Tubuh Irish -3700 terlempar cukup keras ke samping kiri dan ia belum mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ia hanya melenguh kesakitan.


Spontan Spartan melentingkan tubuhnya, bersalto ke arah Heilen dengan tangkas. Bahkan ia lupa memperbaiki resleting celananya yang tadi dibuka Irish-3700. Ia berhasil menangkap tangan Heilen pada saat yang tepat. Tidak terlalu sulit baginya mengendalikan lengan Heilen dan merubah arah moncong senapan yang semula membidiknya, kini ia arahkan berbelok menghadap ke langit-langit tenda.


"DORRR!!"


Suara letusan tanpa peredam itu menghentak dikeheningan malam. Suara itu mulai mengembalikan kesadaran Heilen.


"Haah!? Haah.. apa-apaan ini , Spartan?!! " Pekik Heilen yang belum sepenuhnya sadar. Melihat tampilan Spartan yang tanpa busana atasan membuat Heilen berpikir kalau Spartan akan berbuat tak senonoh kepadanya. Ditambah lagi bagian bawah Spartan yang mencengangkan membuat Heilen semakin berburuk sangka.

__ADS_1


Lalu....


"BUGGH" Sebuah sodokan cukup keras dari lutut Heilen tepat mengenai bagian inti Spartan yang masih menegang.


"Auaaaakkhhh... OWWWeei MAoooiiieee.... GaaOeeed........ "


Spartan memekik lirih dengan suara tertahan tak jelas karena kesakitan yang luar biasa. Seketika Ia melepaskan lengan Heilen dan terduduk di hadapan Heilen sambil menahan miliknya yang paling berharga.


Heilen menutup mulutnya refleks, "I am sorry, Spartan." Ucapnya dengan wajah tak berdosa , lalu dengan cepat ia meraih M4-Custom miliknya dari tanah dan berlari keluar dari tempat Spartan dan Irish-3700 yang mulai membenahi pakaian mereka masing-masing.


Sementara itu di luar tenda para personil dari The team, CIA dan para ahli botani sudah berdatangan karena mendengar suara tembakan. Namun mereka tak bisa memastikan dari mana sumber suara itu datang. Beruntung bagi Spartan, Irish-3700 dan Heilen, mereka jadi memiliki kesempatan untuk mengarang cerita yang tidak membuat kerumunan semakin tegang.


"Sungguh aku baru percaya kalau pulau ini memiliki kemampuan menguasai pikiran kita atau ada entitas yang memiliki kemampuan seperti itu yang menghuni pulau ini. Aku benar-benar tak mampu mengendalikan pikiranku sesaat tadi." Jelas Heilen kepada Irish-3700 dan Spartan-03.


"Apa kamu cemburu? " Tanya Spartan bersemangat.


"Entahlah, karena aku seperti mengalami dejavu kembali ke malam saat aku baru pulang dari pelatihan Seals, aku menyusup dan bersembunyi di dalam apartemen Frans untuk memberinya kejutan setelah setahun tak bertemu namun justru aku yang mendapatkan kejutan darinya. Ia membawa selingkuhannya dan aku menyaksikan mereka bermain gila di ranjang. Sejak itu pertunangan kami putus.Tadi aku melihatmu sebagai Frans, Ilusi itu benar adanya." Cerita Heilen jujur pada Spartan, Irish-3700 dan Irish-0601 yang sudah bebas dari pengaruh anestesi.


"Baiklah, kalian tunggu saja di sini, biar aku yang akan menjelaskan kepada mereka. " Tegas Spartan-03.


Spartan sudah selesai menormalkan kembali kondisi dirinya. Ia berjalan menuju kerumunan dengan gagah seolah-olah apapun barusan yang terjadi sama sekali tak mempengaruhinya.


"Selamat malam semuanya..! Aku harap kalian tidak berasumsi sendiri. Seperti yang kita tahu pulau ini memang memiliki banyak keanehan. Membuat kita tersesat oleh pemikiran kita sendiri. Benar kata Agatha Marin jangan mudah percaya dengan apa yang kita dengar dan lihat di sini. Sebaiknya kita kembali beristirahat karena besok operasi kita akan dimulai." Tegas Spartan dengan suara membahana dan penuh kharisma.


"Spartan-03, semoga apa yang kamu bilang bisa dipertanggung jawabkan. Sebagian besar dari kami mendengar suara letusan , aku ragu itu hanya ilusi." Sahut Tiger Wild-001 dari tim CIA.


" Kami SEALs, malam ini akan berjaga-jaga di luar bergantian sebagai bentuk tanggung jawab kami. Silakan kembali ke tenda masing-masing. "Perintah Spartan lagi.


Kemudian kerumunan kecil itupun bubar dan suasana kembali hening.

__ADS_1


...----------------...


Keesokan harinya..


The team, CIA dan para ahli botani berkumpul dalam sebuah lingkaran di tepian laguna. Riak air laut berbaur dengan suara Tiger Wild-001 yang kali ini menjadi leader dalam operasi pencarian bunker dan dua laboratorium FWFP.


" Kami sudah menandai dua titik lokasi yang sangat krusial dalam operasi ini.Laboratorium utama terletak di dalam Bunker FWFP yang kami duga berada di tengah-tengah pulau. Sedangkan laboratorium kedua yang kami curigai adalah bangunan yang sekarang disebut laboratorium botani yang terletak di pintu masuk sebelab barat pulau. Mereka menamainya laboratorium botani namun realnya itu adalah laboratorium robotics. Itulah sebabnya kami perlukan para ahli botani untuk baergabung dalam misi ini." Papar Tiger Wild.


"Bagaimana , Seals?" Tanya Tiger sambil menoleh ke arah Spartan.


"Kami namakan ini Blind Operation (Operasi Buta), karena kami tidak memiliki data lokasi dan detail target dengan jelas. Kami di sini sebagai tameng kalian, kami akan membantu dan melindungi kalian dalam misi ini." Sahut Spartan.


Sesuai kesepakatan yang telah mereka buat sore kemarin, para personil dibagi kedalam dua kelompok. Untuk memudahkan, mereka akan dibawa oleh pilot Seals menggunakan helikopter.


Dan setiap kelompok akan diturunkan pada titik yang telah ditentukan oleh CIA. Personil medis tetap siaga di posko menunggu perintah dari Spartan bersama satu helikopter yang akan selalu siap sedia.


"Athena-1609, Irish-3700, Kami akan berangkat, are you ready?" Tanya Spartan kepada kedua personil medis. Seharusnya tiga namun Irish-0601 masih belum bisa berbuat banyak. Ditambah lagi kesalahannya membunuh salah satu agen CIA benar-benar membuatnya stress dan semakin lemah. Hukuman berat pastinya sedang menunggunya.


"Yes, Sir!!" Pekik Athena-1609 dan Irish-3700 berbarengan sembari menghormat kepada Spartan-03.


"Jaga diri kalian baik-baik my angels." Ucap Spartan lembut sembari meninggalkan kedua gadis itu. Entah mengapa hatinya terasa begitu berat untuk pergi dan ini pertamakalinya ia merasa bingung harus mengucapkan kalimat apa untuk menyemangati Seal team Six. Tiba-tiba ia sangat merindukan ayah, ibu dan adik-adiknya. Ia tak pernah semelankolis ini sebelumnya.


"Komandan, tetaplah hidup!" Pekik Heilen pada Spartan yang semakin menjauh menyusul yang lainnya yang sudah melangkah terlebih dahulu.


"Aku akan tetap hidup untuk merasakanmu!! " Teriak Spartan membalas kalimat yang menjadi ciri khas Athena-1609.


"Cih, dia tak bisa berhenti menggodamu Heilen. Apa kamu sengaja jual mahal agar dia terobsesi padamu??! " Tukas Irish-3700 dengan sinis dan cemburu.


"Aku mengaguminya karena dia seorang Seals yang hebat dan luar biasa. Untuk hal lainnya dia bukan type-ku." Jawab Heilen santai sembari meninggalkan Irish-3700 yang terpaku seorang diri.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2