
"Yuhuuuuu….!!!”
‘’Hahahahahhahaaa……!!”
“Ini luar biasa…..!!’’
Keempat remaja usia tujuh belasan itu terus berteriak kegirangan.
Darren, Zack, Noah dan Leo sedang dalam perjalanan menuju night club. Kebetulan hari ini adalah hari pertama Zack membawa teman-temannya menggunakan super car Koenigsegg Agera S baru, hadiah dari ayahnya seminggu yang lalu.
Zack sengaja mencari jalanan sepi agar bisa menaikkan kecepatan sesukanya. Keempat remaja itu benar-benar menikmati sore menjelang malam yang begitu dramatis dengan pemandangan akhir musim dingin.
‘’Darren , kamu kalah taruhan minggu lalu. Jangan bilang kamu akan meminjam uang padaku karena aku juga kalah banyak, hahahahhaa….” Teriak Zack sembari memainkan gas.
“Malam ini aku punya cukup uang, giliranku mentraktir kalian minum, bagaimana?” Tanya Darren percaya diri.
“Waah, bos baru sedang eksis, hahahahaha…’’ Ledek Noah.
Lalu diikuti oleh tawa keras empat sekawan itu.
“Gyahahahahahah…!!”
‘’Malam ini aku akan bertaruh untuk The Lizard lebih banyak, dia benar-benar tangguh meski memiliki banyak luka ia selalu bisa membalikkan keadaan, luar biasa.” Seru Leo dengan wajah antusias. Minggu lalu ia menang besar dan bisa mentraktir teman-temannya untuk berfoya-foya.
“Kali ini aku ikut kamu Leo, aku akan bertaruh unruk The Lizard.”Sahut Darren yang minggu lalu kalah bertaruh. Kali ini ia tidak mau bertahan untuk The Focker yang sudah tiga kali babak belur. Darren takut Heilen akan memeriksa kemana saja pengeluaran uangnya. Darren tak ingin Heilen sampai tahu kegiatan buruknya beberapa bulan terakhir ini.
Empat sekawan ini rencananya akan pergi ke night club sebentar menemani Noah yang sedang ada janji bertemu dengan crush-nya. Setelah itu baru mereka akan meluncur ke ring pertarungan bebas ala UFC (Pertarungan seni bela diri campuran) yang illegal di sebuah sudut gelap San Diego bernama “The Hell's Bottom Club”.
Tepat pukul sembilan malam mereka sampai di Bar Dynamite, sebuah night club yang cukup terkenal di San Diego.
Suasana club cukup ramai meskipun ini baru pukul Sembilan.
“Aku benci berlama-lama di sini, kita bisa ketinggalan banyak pertarungan.” Racau Leo di antara lantunan music yang keras. Ia sangat bersemangat untuk segera sampai di The Hell's Bottom. Maklum, minggu lalu ia menang banyak.
“Tunggulah sebentar, Wendy sudah on going masuk club. Oya , kita minum-minum dulu sedikit untuk menghormati bos baru kita malam ini, Darren Yusuf Putra Munaf.” Kicau Noah tak kalah bersemangat.
“Hai boys, sori membuat kalian menunggu. Apakah kalian tidak langsung turun, musiknya asyik. “ Sapa Wendy yang datang bersama seorang temannya yang tak kalah cantik dan seksi.
“Hmmm, mari kita turun sama-sama.” Pekik Zack sambil menenggak minumannya dengan buas.
Darren, Noah dan Leo juga tak mau ketinggalan untuk menikmati minuman mereka masing-masing.
“Oya boys, kenalkan ini Wendy dan Selena teman main online-ku.” Teriak Noah berusaha mengalahkan suara music.
“Hai cantik, kenalkan aku Zack.”
__ADS_1
“Aku Darren, Senang bertemu kalian.”
“Oh iya, aku Leo. Senang berjumpa dengan kalian.
“Aku Wendy, senang berkenalan dengan kalian.”
“Aku Selena, senang mengenal kalian semua.”
Noah dan Zack antusias turun ke lantai dansa bersama Wendy dan Selena.
Wendy adalah seorang gadis manis dengan kulitnya yang eksotik serta mini dress yang menonjolkan bentuk tubuh remajanya yang menggairahkan, sedangkan Selena si cantik berkulit pucat yang sangat energik.
Zack dan Noah memang terkenal sebagai penggoda para gadis di sekolah, Tak heran mereka langsung mengambil kesempatan untuk bisa menguasai kedua gadis itu. Mereka menggoyangkan badan santai mengikuti irama musik yang mengalun.
Sementara itu Darren dan Leo masih larut dalam perbincangan mereka mengenai petarung andalan masing-masing.
“Awalnya aku mendukung Giant the Killer, sampai aku tahu dia sering berbuat curang lalu aku berpaling pada Macro Monger yang punya otot kuat dan karate yang hebat.” Seru Darren.
“Hahahaha, semua jagoanmu telah dikalahkan The Lizard. Apa kamu tidak perhatikan, di setiap pertandingannya The Lizard selalu terlihat lemah di awal, aku yakin itu gayanya untuk mencari titik terlemah dari lawan-lawannya.” Sahut Leo dengan nada begitu membanggakan The Lizard.
“Oke, aku mengakuinya. Dan malam ini pertama kalinya aku akan bertaruh untuk jagoanmu.” Sambung Darren lagi.
‘’Boys, para gadis akan ikut dengan kita ke The Hell's Bottom. Mereka ingin ikut bertaruh dan mereka punya banyak uang.” Ucap Noah yang sudah berdiri di dekat meja Darren dan Leo sambil merangkul pinggang Wendy. Rupanya kedua pasangan remaja itu kehausan dan kembali untuk minum.
‘’Wooww, tentu saja boleh.” Respon Leo girang.
“PRAAANKK”
Sebuah suara botol minuman yang sengaja dipecahkan mengagetkan mereka.
"Hei anak ingusan, beraninya menentangku haaah..?! " Sebuah suara buas seorang pria bertubuh tinggi besar yang dikawal tiga temannya, telah berdiri mengitari Selena dan Zack.
Tampaknya pria besar berjas hitam tadi sangat tertarik kepada kemolekan tubuh Selena. Pria itu dengan arogan menyentuh bagian boko*g Selena sehingga Selena menampar pria itu.
Spontan pria itu murka dan berusaha menyakiti Selena lebih jauh namun Zack menghalanginya dengan berani.
"Anak kecil, apakah kamu ingin merasakan ketajaman botol ini, haah..?? " Tanya pria besar dengan sinis dan kemurkaan tepat dihadapan wajah Zack.
"Kuharap kita bisa menyelesaikan ini secara damai. " Ucap Zack berusaha membuat suasana tidak terlalu panas.
Tapi...
"BUG... BUG... BUG!!"
"AAAKH...!! "
Tiga teman pria besar itu mulai menghajar tubuh Zack. Orang-orang disekitar mereka pun menyingkir dan suasana mulai gaduh.
__ADS_1
Leo, Noah dan Darren yang melihat Zack kesakitan langsung menghambur ke arah Zack, berusaha menolong semampu mereka.
Tepat di saat tangan pria yang memegang sisa pecahan botol bergerak hendak menusuk bagian perut Zack terdengar sebuah lengkingan keras.
"Hyyyyaaaaah....!! "
Tubuh Darren melayang di udara begitu tinggi dengan sebuah tendangan profesional yang sangat cepat dan tepat mengenai pipi kanan pria itu.
"Buuggh..!! "
"Heeggg. .!! "
Pria dengan sisa pecahan botol itu terhempas dengan tulang pipi remuk. Kepalanya membentur lantai cukup keras, kemudian diam tak sadarkan diri.
Sedangkan tubuh Darren mendarat di lantai dengan kuda-kuda yang kokoh.
Kini tersisa tiga pria yang bersiap menyerang Darren.
Darren melepas jaketnya dan melemparkannya begitu saja. Ia benar-benar dalam kondisi siaga tempur.
"Besar sekali nyalimu anak kecil. " Pekik salah seorang pria besar sembari melakukan serangan ke arah Darren menggunakan sebuah pisau tajam.
Darren yang terbiasa menghadapi latihan keras dari ayahnya dapat menghindari serangan itu dengan sangat mudah.
Dengan sedikit berkelit dan menggunakan kecepatan dan kekuatan terlatihnya, tangan Darren menggenggam pergelangan tangan pria besar yang memegang pisau itu, menggunakan pukulan agizuki-nya dengan keras sehingga pisau itu terjatuh. Lalu tendangan tanpa bayangan yang merupakan keunggulan Darren telak mendarat di ulu hati pria itu.
Darren tak kehilangan fokus, setelah menaklukkan pria kedua ia langsung menarik gagang pisau dengan jari kakinya lalu menangkap ujung pisau itu dengan jari tangannya. Dalam satu putaran tangan kini ujung pisau itu telah berada tepat di hadapan pria yang menyentuh bok*ng Selena.
"Baiklah, anak muda aku mengaku kalah. Kamu pemuda yang luar biasa. Tolong lepaskan aku. " Ujar pria di hadapan Darren datar.
"Kamu harus minta maaf pada teman-temanku, setelah itu aku akan melepaskanmu. " Ucap Darren tegas.
Pria besar itu pun meminta maaf kepada empat sekawan dan juga kepada Selena.
"Gila, Darren ternyata kamu menyimpan sesuatu di dalam dirimu selama ini. Aku baru tahu temanku jagoan, aku benar-benar konyol." Pekik Noah.
"Darren, terimakasih sudah menyelamatkanku. Aku akan berhenti mendukung Macro Monger. Sekarang aku mendukungmu." Sela Zack begitu takjub. Bahkan di sekolah Darren tak pernah memperlihatkan kemampuan bela dirinya. Walaupun kadang ia menjadi korban bullying di sekolah.
"Aku hanya refleks tadi, itu spontanitas karena aku melihat posisimu terancam bahaya. " Ujar Darren pada Zack.
Hmmm, aku akan buat Darren masuk ring malam ini. Aku yakin dia bisa mendapatkan banyak kemenangan.Gumam Zack di dalam hatinya. Ia kenal seorang promotor ilegal di The Hell's Bottom. Zack tersenyum licik.
"Aku tahu kamu putra seorang master karate, tapi aku baru tahu kamu sehebat ini Darren." Ucap Leo menimpali. "Aku harap bisa melihatmu naik ring dan nama ring yang tepat untukmu adalah The Dragon boy. Gila kamu pasti keren! " Lanjut Leo lagi.
"Ah , tidak , tidak kawan. Aku hanya senang menonton sama seperti kalian. " Jawab Darren polos.
"Kawan ini sudah hampir pukul sepuluh, mari kita berangkat ke The Hell's Bottom." Seru Zack tak sabar.
__ADS_1
#bersambung