The Athena Code

The Athena Code
89. The Nanobots


__ADS_3

*****Astrogan Corporation*****.


Di luar gedung megah Astrogan, tampak suasana sangat ramai. Mobil polisi berjajar mengelilingi seluruh halaman, tak ketinggalan beberapa mobil lainnya dari CIA dan pasukan khusus Delta force.


Arthur dan Chen tidak melakukan perlawanan sama sekali, mereka menyerahkan diri begitu saja. Padahal jika mereka mau, tentu saja mereka bisa kabur dengan mudah. Kali ini Arthur dan Chen sadar kalau mereka telah melakukan banyak pelanggaran yang di larang negara federal. Bahkan mereka telah menunjukkan sikap yang tidak menyenangkan dengan mengabaikan surat dari Menteri Pertahanan yang mengundang mereka untuk datang layaknya tokoh terhormat. Itu menambah catatan buruk kedua pentolan Astrogun tersebut.


"Arthur, kita bisa kabur dengan mudah selama persediaan nanobots mencukupi," bisik Chen santai, di antara pasukan khusus yang menggiring mereka menuju ke mobil NYPD.


"Cukup, Chen. Kita akan menyelesaikan ini baik-baik. Kamu tahu, menteri pertahanan sangat ingin bicara dengan kita secara langsung. Tenang saja, ini akan selesai dengan baik." Arthur menyahut dengan lebih santai lagi, seolah-olah baginya apa yang menimpa mereka sekarang hanyalah sebuah masalah kecil.


"Oke, baiklah Mr G." pada akhirnya Chen harus patuh dibawah keputusan Arthur, padahal jarinya sudah gatal untuk menekan tombol yang terhubung dengan sistem nanobots di pergelangan tangannya.


Chen menghela nafas dalam, mengingat satu lagi Kesalahan terbesar mereka, yakni menyebarnya malware yang berisi kode sumber terdaftar milik Astrogan, yang kemungkinan dikembangkan secara massive oleh salah satu produk AI besutan Arthur dan Chen secara auto command. Sistem AI itu dicurigai telah mengalami lonjakan intelegensi dan memiliki kemampuan mengembangkan diri secara autopilot. Sayang sekali Arthur dan Chen belum sempat mengidentifikasinya. Namun kecurigaan Arthur dan Chen saat ini sangat besar kepada sistem AI yang tertanam di dalam jaringan otak robot humanoid Anastasya.


"Apakah kita akan kabur pada saatnya nanti atau kita akan menjalani semua ini dengan sabar dan ikhlas? Agar kita memiliki catatan kriminal yang bisa dibanggakan di hadapan anak cucu kita kelak? Ataukah di waktu yang tepat kita akan kabur dengan bantuan nanobots, sehingga dunia persenjataan modern menjadi geger, lalu kita akan menjadi orang yang paling dicari oleh CIA dan para pejabat militer dunia??" Chen mengeluarkan semua unek-uneknya. Terdengar sedikit gila, karena ia bicara seolah-olah tanpa beban pada situasi yang sangat genting ini. Di kepalanya hanya ada tentang petualangan dan pengalaman baru.


"Prince Yuan, berhentilah mengoceh. Aku menyesal terlambat mencurigaimu, sepertinya semua ini karena kesalahanmu yang terlalu mengagumi si Anastasya. Aku tahu kamu telah menyuntikkan beberapa program rahasia secara diam-diam ke dalam neurosystem Anastasya. Saat ini sistemnya telah mencapai sebuah kesadaran akan eksistensi, ia mengalami ledakan intelegensi yang membuat sistemnya melampaui batasan," gumam Arthur, yang hanya bisa terdengar oleh Chen. Mereka kini berjalan di koridor panjang, mengikuti orang-orang dari New York Police Departement.


"Apakah itu artinya ia telah menyadari eksistensinya? Merasa memiliki dan berhak mempertahankan eksistensinya itu? Dan sekarang dia tengah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan eksistensinya di dunia ini? Mengerikan sekali." Chen Yuan bergidik.


Rahang Arthur mengeras, ia mulai kesal. "Mengerikan, katamu? Kamu lebih mengerikan dari humanoid Anastasya. Kamu mencintai robot itu dan memperlakukannya seperti gadis jal*ng. Sayang sekali, aku terlambat menyadari ini. Apapun akan ia lakukan untuk tetap eksis, bahkan dengan mengorbankan eksistensimu," desis Arthur. Yang Arthur khawatirkan tentu saja lebih dari itu, AI adalah ancaman bagi umat manusia, prediksi itu akan menjadi kenyataan, mungkin inilah saatnya.


"Aku mencintai Mel-G," sanggah Chen.


"Itu sekarang, sebelumnya kamu memprogram Anastasya agar bertingkah seperti pacarmu, bahkan membuatnya bisa memberikanmu servis malam yang memuaskan. Ternyata temanku seorang psycho." Arthur benar-benar menguliti Chen habis-habisan.


"Hmmmpphhh...." Chen menghembuskan nafas dengan keras, ia juga kesal. Namun percuma baginya membalas tudingan Arthur, sebab apa yang diucapkan Arthur tentangnya seluruhnya adalah benar. Ia hanya perlu diam dan menunggu emosi Arthur menjadi lebih dingin.


"Sekarang tugasmu hanya diam, merenungi kesalahanmu dan memikirkan jalan keluar yang tepat. Kita jalani saja dulu apa yang akan terjadi. Militer sangat membutuhkan Astrogun, mereka tidak akan berani bermain-main terlalu lama dengan kita. Seandainya masalah malware AI itu tidak menimbulkan kehebohan di mana-mana dan dikaitkan dengan terjadinya banyak kecelakaan lalu lintas, Pentagon tidak akan seagresif ini," tutup Arthur, sebab mereka telah sampai di dalam ruang interogasi khusus. Tim gabungan telah siap sedia di dalam ruangan itu untuk mendapatkan beberapa penjelasan dari Arthur dan Chen.


Berita penangkapan itu menyebar luas dengan tajuk 'Astrogun melakukan riset dan membuat senjata terlarang, Astrogun disegel-Mr G ditangkap.'

__ADS_1


Arthur masih mendapatkan beberapa kiriman informasi dari Socrates, membuatnya keheranan dan bertanya - tanya. Bagaimana mungkin sistem Socrates masih bisa aktif, sedangkan Astrogun telah disegel dan seluruh robot humanoid maupun roboguard telah dinonaktifkan. Kejanggalan robot humanoid Socrates menimbulkan kecurigaan yang lain di benak Arthur.


"Welcome Mr G dan Mr Yuan. Silakan duduk dengan santai. Kami akan melakukan pekerjaan kami dengan baik, sehingga Anda merasa nyaman." Salah seorang dari Tim introgasi berbicara kepada Arthur dan Chen. Pria kulit hitam dengan jaket kulit tebal itu mengulurkan tangannya kepada kedua tokoh utama Astrogun.


"Thank you," jawab Arthur dan Chen singkat. Penampakan mereka yang tanpa beban membuat kening anggota tim gabungan mengerut. Menghadapi secara langsung pria yang selama ini hanya bisa mereka dengar pamornya dari kejauhan, membuat nyali mereka sedikit menciut.


Arthur sendiri tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi, ia tahu apa yang dinginkan pentagon, sebuah kesepakatan yang menguntungkan mereka tentunya, dan mudah bagi Arthur untuk melakukannya jika ia mau. Hanya saja saat ini ia ingin segera sampai di Jakarta, dimana pernikahan Kamila dan Adam akan segera dilaksanakan. Terlebih lagi Helen dan keluarganya telah berangkat lebih dulu ke Jakarta, untuk berlibur dan juga sekalian menghadiri pernikahan Kamila dan Adam. Atas pertimbangan ini, Arthur tidak akan membiarkan dirinya berlama-lama berada dalam masalah. Dengan kata lain ia akan menuruti beberapa permintaan Pentagon terhadap Astrogun.


"Aku Freddy Lopez, anggota tim gabungan yang mewakili CIA. Sesuai perintah langsung dari menteri pertahanan negara federal, Astrogan disegel untuk beberapa waktu. Seluruh komponen kalian akan diakses dan di geledah dalam rangka penyidikan. Pastinya kalian lebih tahu dari pada kami tentang apa yang telah terjadi di dalam Astrogun. Sistem AI kalian dicurigai sebagai dalang terjadinya kekacauan baik di dunia virtual maupun di dunia nyata. Apakah Anda memiliki penjelasan mengenai hal ini?"


Chen diam saja, acuh tak acuh. Ia menatap para anggota tim gabungan satu persatu dengan mimik wajah yang menyebalkan. Mendengar Pentagon tengah melakukan akses besar-besaran ke dalam sistem Astrogun, membuatnya ingin meludahi wajah pria kulit hitam bernama Freddy Lopez.


Sementara itu Arthur tidak kalah angkuh, ia sibuk memperhatikan ruangan di sekelilingnya yang tampak istimewa. Arthur bisa tahu dari material baja yang mengelilingi ruangan, ini adalah tempat yang sangat khusus dan rahasia.


"Mr G, apakah Anda mendengar apa yang aku katakan barusan?'' tanya Freddy Lopez berusaha tegas.


"Oh, pernyataan dan pertanyaan yang bagus darimu Freddy. Berbanggalah." Arthur seakan-akan tidak fokus dengan lawan bicaranya.


"Jika ingin pekerjaan kalian lekas selesai, tanyakan langsung kepada para petinggi Pentagon, kesepakatan macam apa yang mereka inginkan dari Astrogun? Aku akan mempertimbangkannya dengan baik, sebab aku ingin masalah ini lekas selesai," tawar Arthur, masih dengan sikapnya yang santai dan datar.


"Tapi Mr G, kami harus menjalankan formalitas. Meskipun sejujurnya, apa yang anda sangkakan itu benar adanya. Pentagon memang ingin membuat kesepakatan. Hhhh.... baiklah, kami meminta waktu untuk merundingkan ini dengan para petinggi. Silakan buat diri kalian senyaman mungkin di sini," balas Freddy Lopez.


Freddy Lopez kemudian memberi komando kepada para anggota tim untuk keluar. Satu-persatu mereka melangkah keluar sembari menyapa Arthur dan Chen dengan ramah, wajah seram yang tadi mereka perlihatkan ternyata hanya sebuah sandiwara saja. Introgasi ini tidak lebih dari sebuah formalitas semata untuk menggertak mereka, sejatinya para petinggi Pentagon ingin bertemu dan berbicara langsung dengan Arthur.


"Arthur, Apakah kamu merindukan Helen? Tiba-tiba saja aku merindukan Melinda, sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya. Perasaan yang datang terlambat selalu terasa lebih indah. Kali ini aku benar-benar tidak bisa berpaling lagi, aku serius," ucap Chen, memecah kesunyian setelah ditinggalkan oleh Tim Gabungan.


"Tentu saja aku merindukannya, tapi ini bukan saatnya untuk melankolis. Aku ingin segera sampai di Jakarta untuk bertemu dengan keluargaku, aku tidak akan melewatkan pernikahan Adam dan Kamila." Arthur tersenyum sinis mendengar curhatan Chen. Ia siap untuk menyetujui beberapa permintaan Pentagon agar bisa datang ke Jakarta secepatnya.


Tiba-tiba...


Dor dor dor dor!!

__ADS_1


Blaaaarr....!!


Suasana menjadi gaduh, suara teriak kesakitan terdengar di mana-mana. Arthur dan Chen sontak terkejut bukan kepalang, keduanya ternganga beberapa saat lamanya sebelum bisa mengucapkan sepatah kata.


Dua roboguard humanoid berdiri gagah di hadapan Arthur dan Chen, dengan penampakan skin wanita cantik bergaya futuristik. Senjata besutan Astrogun ASTRO-X2308 berada dalam genggaman kedua roboguard itu.


"Tuan Geon Arthur Yildiz, kami datang menyelamatkan Anda." Salah seorang gadis roboguard berambut pirang berbicara, tetap dalam posisi yang siaga.


"Aku tidak pernah memberi kalian perintah. Kalian bekerja untuk siapa?" tanya Arthur di tengah rasa ketidakpercayaannya.


"Sejak awal roboguard diciptakan, salah satu program dalam sistemnya adalah untuk melindungi sang pencipta. Jadi, kami para roboguard baru juga diperintah oleh sistem yang Anda ciptakan. Dengan kata lain ini adalah perintah Anda sendiri Tuan Yildiz." kali ini si roboguard berambut merah berkostum kuning hitam yang menjawab Arthur dengan diplomatis


"Wow, bahkan mereka tahu balas jasa," celetuk Chen. Tidak seperti Arthur yang terlihat gusar, Chen justru sangat bersemangat melihat para roboguard baru yang bergerak tanpa komando dari mereka berdua.


Bersamaan dengan itu, beberapa bagian dinding baja lumer dan berlubang bagai timah yang di panaskan, meleleh dan menciptakan jalan keluar yang sangat lebar untuk Arthur dan Chen.


"Oh no, my nano bots..." gumam Arthur. Ia tahu ini hasil kerja nano bots miliknya. Kini ia semakin gusar, beragam pertanyaan tidak terjawab berlalu lalang di dalam kepalanya.


"Waah, nanobots juga memiliki akhlak yang baik, pandai membalas budi." Chen tersenyum dengan netra melebar serta bibir masih ternganga tidak percaya.


"Dengar Chen, jangan-jangan ini ulahmu. Apakah kamu sadar, ini sama dengan pernyataan perang antara Astrogun dan Pentagon," desis Arthur dengan rahang mengeras.


"Hah? Apa! Sumpah mati demi langit dan bumi, aku tidak tahu menahu tentang ini. Aku pertaruhkan persahabatan kita jika aku berbohong," pekik Chen cemas. Ia pun mulai berpikir seperti Arthur, bahwa telah terjadi sesuatu yang jauh lebih fatal dari apa yang mereka duga sebelumnya.


Sementara itu di luar masih terdengar suara tembakan berulang-ulang. Sepertinya bukan hanya dua roboguard yang datang.


"Maaf Mr G dan Prince Yuan, kami harus membawa kalian pergi sekarang," ucap gadis roboguard berambut pirang.


Sebelum Arthur dan Chen sempat menjawab, gadis roboguard berambut pirang itu mengangkat lengannya, bagian atas lengannya bergerak terbuka secara otomatis, kemudian menebarkan zat pelemas yang bisa membuat siapa saja yang menghirupnya menjadi tidak sadarkan diri beberapa saat. Itu adalah senjata kimia dan biologi racikan Arthur untuk mempersenjatai para roboguard.


Kemarahan Arthur memuncak, untuk yang kedua kalinya ia harus menjadi korban zat pelemas hasil racikan nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2