The Athena Code

The Athena Code
86. Night Fury


__ADS_3

Disaat Chen membara oleh amarahnya, Arthur sedang berbincang-bincang dengan para eksekutif dari beberapa perusahaan besar yang pernah menjalin kerja sama dengan Astrogun di Venue E.


"Hai anak muda, apakah ada hewan peliharaan buasmu yang sedang lepas? berhati-hatilah," tegur sebuah suara yang terkesan riang, sedikit kocak namun syarat makna dan mengandung ancaman besar di dalamnya.


Arthur menoleh ke sumber suara yang terdengar begitu dekat di belakangnya. Ia cukup terkejut mendapati Edwin Smith big boss ELEXTRA yang berdiri santai menunggu reaksinya.


"Mr Smith, senang bertemu dengan anda senior, "sahut Arthur sopan kepada pria yang seumuran dengan Alexander Yildiz ayahnya itu.


ELEXTRA adalah salah satu perusahaan yang memproduksi mobil canggih berbasis AI dan bertenaga listrik, mirip Tesla.


" Geon Arthur Yildiz, kami sangat terkesan dengan anda dan Astrogun. Bahkan orang tua ini adalah salah satu pengagummu. Tapi bisakah anda tak mengganggu ELEXTRA dengan hewan-hewan buas peliharaan anda?" ucap Edwin sekali lagi.


"Maaf, Tuan Smith. Saya belum memahami inti dari kalimat anda. Mungkin anda bisa menggunakan kata-kata yang lebih spesifik," jawab Arthur bingung.


"Hahahaha...., sayang sekali ternyata anda belum memahaminya. Oh ya, apakah gadis cantik ini sekretarismu?" lanjut Edwin Smith mengalihkan pembicaraan. Ia memang mencurigai kalau program berbahaya yang menyerang sistem AI pada mobil-mobil produksi Elextra berasal dari ASTROGUN. Hanya saja tim security cyber-nya belum menemukan bukti-bukti yang valid, sehingga ia hanya berani menggertak Arthur secara terselubung.


"Ini Heilen pasanganku, bukan sekretarisku," jawab Arthur sembari merangkul bahu gadisnya dengan erat.


"Aku tak nyaman berada di sini terlalu lama," bisik Heilen jujur.


"Oke, kalau begitu kita berpamitan kemudian mencari Chen dan Melinda, lalu pulang. Urusanku juga telah selesai." bisik Arthur pada Heilen.


"Mr Edwin Smith dan semuanya yang ada di sini, kami mohon maaf sepertinya kami harus pamit lebih dulu, karena ada hal lain yang harus kami selesaikan," ucap Arthur pamit dengan sopan kepada rekan sejawatnya yang ada di forum itu.


"Geon Arthur Yildiz, anda harus bertanggung jawab atas semua kecelakaan yang terjadi. Sudah jelas Astrogun sedang melakukan sabotase kepada pihak lain tanpa alasan," pekik Brandon Smith Putra Edwin Smith yang baru muncul di forum di samping ayahnya.


Apa yang sebenarnya terjadi? Mereka seakan menuding peretas gelap itu adalah bagian dari Astrogun, batin Arthur.


"Untuk sementara aku tidak bisa menjawab apapun mengenai tuduhan ini, karena aku benar-benar belum memahami apa yang sebenarnya terjadi, lain kali aku akan menghubungi kalian jika ada titik terang," sahut Arthur masih kalem.


Brandon Smith sudah sejak kemarin memendam amarahnya kepada Astrogun ketika tim Cyber Security Elextra menyatakan mencurigai kalau peretas gelap yang susah dikendalikan itu berasal dari Astrogun. Reputasi Elextra tercoreng oleh kasus ini.


Brandon maju beberapa langkah tepat ke hadapan Arthur dan Heilen. "Mr G, semua orang kagum tentang kejeniusan anda. Tapi , anda telah menyalahgunakannya untuk menghancurkan pihak lain," geram Brandon sembari menarik leher kemeja Arthur dengan keras.


"Don't touch him!"


Bugh! Bugh!Bugh!

__ADS_1


"Aaakh!breng*sek!" pekik Brandon saat Heilen dengan mudah menghalau tangannya dari leher Arthur dan mendaratkan dua pukulan telak yang cepat dan tepat bersarang di pipi dan dagunya. Lalu sebuah dorongan keras menghantam dada Brandon membuatnya terhuyung ke belakang.


Bercak darah menetes di sudut bibir Brandon. Dia bukan hanya kesakitan tapi juga sangat malu dipermalukan seorang wanita.


Heilen masih berdiri dalam posisi siaga dan tanpa pikir panjang langsung melepas High heels-nya, bersiap menunggu serangan.


Oh my god, sudah bagus dia terlihat anggun. Mengapa dia harus memperlihatkan kegilaannya di sini?Resiko punya pacar gadis tentara, gerutu Arthur dalam hati.


"Wooaaa.., wonder woman,"


"Dari mana dia mendapatkan gadis itu, Oh my!"


"She is tho...! Amazing..!"


Suara-suara itu bersahut-sahutan menyaksikan gerakan Heilen yang sangat profesional bak seorang bodyguard saja bagi Arthur.


Bend Akiro menahan tawanya melihat adegan kontras di hadapannya. Ia yakin Arthur tak mau terkesan lemah dalam perlindungan seorang wanita.


Terima kasih mengurangi beban kerjaku, celetuk Bend dalam hati.


PLAKK! Sebuah tamparan keras dari Edwin untuk Brandon Smith.


"Maaf, Mr Smith. Heilen hanya refleks, ia tak bermaksud melukai Brandon," Arthur sangat menghormati Edwin sebagai orang tua.


"No, Mr G.Kamilah yang harus minta maaf. Gadismu luar biasa, cantik dan mematikan," sahut Edwin berusaha mencairkan ketegangan.


"Mr G, Chen sedang terlibat masalah di Venue B," bisik Bend.


"Mari kita mencari Chen dan Melinda," Arthur meraih kembali lengan Heilen dengan sebaris senyum simpul.


......................


Microbot merupakan robot berukuran mikro (sangat kecil), dibuat dengan mereplika struktur tubuh serangga. Ukurannya lebih kecil dari pada seekor lalat. Fungsinya adalah untuk meniupkan nano bomb ke seluruh permukaan target atau meneteskan racun mematikan ke dalam minuman dan makanan tanpa terdeteksi target.


Apa yang sangat berbahaya dan menjadikan microbot dan nano bom menjadi senjata keamanan level tertinggi Astrogun? Sudah pasti ukuran yang sangat kecil dan tidak bisa terdeteksi radar. Mobilitasnya sangat tinggi, bisa menyelinap kemana saja bahkan ke ruang yang sempit dan sulit dijangkau sekalipun, tanpa di sadari target sama sekali.


Sebuah microbot dapat meniupkan jutaan nano bomb ke permukaan target, ini bisa menjadi senjata pemusnah massal yang mengerikan. Sementara Astrogun bisa saja memproduksi microbot dan nano bomb dalam skala besar pertahunnya, namun mereka sengaja membatasi jumlah produksi hanya untuk pengamanan personal para petingginya saja.

__ADS_1


Suara jerit ketakutan memenuhi Venue B. Kejadian mengerikan itu benar-benar di luar nalar para tamu yang menyaksikannya.


Bagaimana mungkin tanpa pergerakan apapun dan tanpa melihat senjata apapun bergerak, tiba-tiba tubuh para pria penodong yang jumlahnya sekitar tiga puluhan orang itu meledak-ledak dengan tubuh seperti terpanggang api, lalu tewas seketika di tempat. Orang-orang mulai berlarian keluar menyelamatkan diri dari Venue B. Kejutan, ada beberapa orang yang justru sangat antusias merekam kejadian itu dengan kamera ponselnya.


Chen tak bergeming memandang rengkahan tubuh para pengawal Gerald Gremio yang meledak bagai di panggang bara api. Ia puas melihat ketakutan di wajah Gerald dan kelompoknya.


Gerald, Aaroon, Henry dan yang lain awalnya hendak mengeluarkan senjata mereka. Namun mereka urungkan karena mereka tahu jika pria Astrogun ini merasa terancam bukan mustahil nasib mereka akan sama seperti para bodyguard yang menodongkan senjata tadi, tubuh meledak-ledak dan mati seketika.


Chen Yuan memandang penuh ancaman dan mendominasi kepada deretan pria dengan nyali mulai menciut itu.


"Drake kau tahu Lois?" Chen masih terhubung dengan Drake melalui alat komunikasi nirkabelnya.


"Iya, itu pria yang membawa Mel G tadi. Ia ada dalam monitor kami," Drake menggerakkan minidrone tepat ke arah Lois yang sudah berdiri.


Sama sepert rekannya yang lain, Louis merasa sedang melihat seorang penyihir jahat sedang beraksi di depannya. Ia tak bisa menyembunyikan ketakutannya melihat puluhan pengawal Gerald meregang nyawa dengan cara yang tak bisa dipercaya.


"Beri dia hukuman!"


"Apakah dia harus dihabisi?"


"Mati terlalu enak buatnya, hancurkan sumber kebahagiaannya!"


"Baik, tuan."


Drrrrrrrrrrrr drrrrrrrrr!!


Plaaaaagg!!!


"Awwwaa...Aaaakkkkwwwwkkhh aggghhh!"


Bagian inti kelelakian Louis hancur bersama teriakan kesakitannya.


"Ini peringatan buat kalian semua para pecundang!! Jangan pernah berani bermain-main dengan Astrogun apalagi mencoba menyentuh apa yang menjadi milikku !" ancam Chen dingin dengan kilatan kemarahan masih berkilau di matanya.


Melinda yang berada dalam dekapannya antara sadar dan linglung merasa seperti sedang bermimpi mendengar klaim Chen atas dirinya.


Gerald, Aaron dan Henry Cs mengatupkan rahang bersamaan, menahan gejolak amarah yang besar atas apa yang menimpa Louis.

__ADS_1


Louis sudah tak berdaya, terkapar dengan darah yang mengalir deras dari robekan celana pada bagian selang*kangan*nya.


#bersambung


__ADS_2