
New York City
Iringan tiga super car memasuki mansion Arthur di New York sore ini.
Chen dan Melinda keluar dari salah satu super car, sisanya adalah para bodyguard.
"Mansion ini seperti istana dan dia tinggal sendirian di sini, kasihan sekali," gumam Melinda.
"Sekarang dia ditemani Heilen, kekasihnya. Berkenalanlah nanti dengannya,"
"Oh, Heilen itu nama seorang wanita kan?"
"Hahahhaha, tentu saja. Dia bukan gay seperti yang kalian gosipkan."
"Baguslah. Awalnya ku kira kalian pasangan,"
"Apa yang kamu pikirkan?! Itu hal paling gila yang pernah ku dengar. Aku tak bisa melupakan jeritan indahmu kemarin malam, ataukah itu tak cukup untuk membuktikan aku penikmat wanita?" goda Chen sembari memperlambat langkahnya agar Melinda tak tertinggal.
"Kamu sangat berpengalaman, terimakasih atas service-mu yang memuaskan dan membuat pengalaman pertamaku jadi begitu berkesan,"tukas Melinda tak mau kalah.
" Hei, kau?! "
Chen dibuat kesal dengan kalimat Melinda yang provokatif.
Awas, berhati-hatilah Mel G, Batin Chen.
Tak terasa mereka sudah berada di dalam mansion.
"Welcome Prince Yuan, welcome Melinda Grays," Bend Akiro menyambut mereka hangat.
"Mr G menunggu kalian di bar room," lanjut Bend.
"Thank you Bend," sahut Melinda singkat.
"Thank you brother Bend. Oya, ku lihat ada beberapa mobil tamu di luar dan beberapa orang tak ku kenal berlalu lalang, siapa mereka?" Chen penasaran.
"Oh, itu hanya para penata busana dan make-up artist untuk Heilen dan Mel G. Mel kamu bisa langsung ke ruang rias atau menemui Mr G terlebih dahulu, terserah kamu saja," jawab Bend.
"Aku ke ruang rias saja, aku ingin segera bersiap," sebenarnya Melinda ingin segera melihat bagaimana rupa gadis yang berhasil menaklukkan hati seorang Mr G.
"Aku ke ruang rias," pamit Melinda pada Chen.
"Oke, berdandanlah yang cantik sayang,"
"hissh..,"Melinda mendesis sembari berlalu.
Sementara itu Arthur masih menikmati minuman ringan di bar room, menunggu Heilen siap. Look-nya begitu maksimal dengan kemeja dalaman blue stone.
Chen muncul dengan hati kebat-kebit seolah-olah Arthur akan mengintograsinya atas apa yang terjadi di Astrogun kemarin. Ia berusaha tenang dan terlihat cool. Arthur memandangnya dengan tatapan datar seperti biasa, bahkan sampai ia mengambil tempat duduk di hadapan Arthur. Itu membuatnya menegang.
Chen meletakkan kedua lengannya di atas meja.
" Mana Mel G?" Arthur membuka percakapan.
"Ke ruang rias, bersiap."
"Semoga ia bisa akrab dengan Heilen,"
"Mel G itu pendiam dan dingin, ia sulit memulai percakapan. kecuali hal yang berkaitan dengan pekerjaannya," tukas Chen.
"Heilen sangat fleksibel, dengan orang pendiam dia akan banyak bicara, dengan orang cerewet dia memilih sedikit berbicara,"
" Sepertinya kalian begitu saling mengenal, hubungan kalian berkembang luar biasa," Chen menyimpulkan.
Arthur tersenyum simpul, ia sangat puas dengan hubungannya dengan Heilen sekarang. Butuh perjuangan dan kesabaran yang besar hingga mereka bisa sampai ke tahap ini. Kini mereka benar-benar merasa nyaman satu sama lain.
"Bagaimana Astrogun?"
"E-e... baik, hanya ada masalah-masalah harian seperti biasa," jawab Chen sedikit gugup.
"Apa kamu sudah melihat berita tentang kecelakaan mobil-mobil canggih berbasis AI, termasuk milik tezla? Juga hilangnya dua ilmuwan yang sering berbicara tentang bahaya AI?"
"Yap, tentu saja. Saat ini pemerintah sedang melakukan investigasi dan hasilnya belum jelas," sahut Chen.
"Kita perlu waspada, bisa saja para penyerang gelap itu akan menargetkan Astro..,"
Kalimat Arthur terpotong karena kemunculan Heilen dan Melinda yang tiba-tiba.
"Mr G, kekasihmu lebih cantik dari bintang-bintang catwalk victoria secret," puji Melinda.
Arthur masih terpana, "Tanpa make-up sekalipun ia selalu cantik. Hey baby, I miss your kiss," ucap Arthur sembari bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Heilen.
Tiba-tiba Chen merasa mual mendengar Arthur berbicara seperti itu. Seumur hidup baru pertamakali ia melihat pengagum robotic ini berpaling dan kini memilih mengagumi seorang wanita. Disisi lain Chen ternganga melihat perubahan kontras Melinda. Penata busana dan make-up artist yang dipilih Heilen sepertinya memang sangat profesional.
"Thank you, Mel," Heilen menjawab Melinda dengan seulas senyum cantik di bibirnya.
Arthur meraih lengan Heilen hendak mendekatkan wajahnya ke wajah Heilen.
"No, baby. Kamu akan merusak lipstik-ku," tolak Heilen sembari menahan bagian dada Arthur dengan telapak tangannya. Membuat Arthur menarik kembali wajahnya, menjauh kecewa.
"Heehehehe...," Chen terkekeh kocak melihat pria yang selalu digila-gilai wanita itu mendapatkan penolakan dari kekasihnya sendiri.
Netra Arthur mengernyit tinggi, ia memainkan lidahnya sendiri dengan pipi samping mengembung. Terlihat cool meski ia sedang menahan kesal.
"Sejak awal aku sudah beritahukan para make-up Artist untuk menggunakan lipstick yang tak mudah luntur, tapi ya sudahlah. Let's go," gumam Arthur sambil meraih jas Gildo Zegna yang tadi dilepasnya.
Heilen meninggalkan Melinda untuk membantu Arthur mengenakan jasnya.
"Biar aku melakukannya," ucap Heilen sembari mengambil alih jas mewah itu dari tangan Arthur. Memasukkan lengan Arthur satu persatu ke lengan jas itu, kemudian menautkan kancing demi kancingnya perlahan. Terakhir ia memperbaiki kerah jas, kerah kemeja dan dasi Arthur.
Wife material, batin Arthur sembari memandang Heilen tak berkedip dan penuh cinta, "Oh, trimakasih sayang," ucap Arthur sembari membela pipi Heilen dengan lembut.
Tinggallah Chen dan Melinda yang saling berpandangan, jengah melihat intraksi sepasang kekasih itu.
__ADS_1
Aku tahu dia sangat cantik, tapi hari ini ia terlihat lebih cantik dan berbeda, gumam Chen dalam hati memuji penampilan Melinda.
Arthur mengangkat lengan kanannya, menekan tombol komunikasi yang terhubung dengan benda kecil yang menempel di belakang telinganya.
"Bend, apakah semua fitur keamanan sudah siap?" tanya Arthur di sela-sela Heilen yang masih membelai-belai jas yang dikenakannya.
"Semua siap Mr G,"
"Baik, saatnya kita berangkat," Pungkas Arthur.
Arthur meraih lengan Heilen untuk berjalan di sisinya. Mereka terlihat begitu serasi.
Chen dan Melinda kembali saling memandang jengah melihat kedua sejoli itu berjalan begitu mesra.
Chen Yuan bangkit dari kursinya, "Kelihatannya kamu iri dengan kemesraan mereka, anggap saja aku kekasihmu.Ayo cantik, kita susul mereka," ucap Chen sesukanya sembari meraih lengan Melinda untuk berjalan bergandengan dengannya meniru Arthur dan Heilen
"Mr Chen anda adalah milik semua gadis!" ketus Melinda dingin membuat Chen tertohok.
...----------------...
Javits center, Manhattan, NewYork
Jacob K. Javits Convention Center, yang lebih populer disebut Javits Center , adalah sebuah pusat konvensi besar yang berada di Eleventh Avenue, antara 34th dan 40th street, Hell's Kitchen, Manhattan, New York City.
Disinilah New York executives night and party sedang berlangsung.
Saat rombongan dari Astrogun tiba, tempat itu telah sangat ramai oleh para undangan yang hadir.
Acara khusus para eksekutif perusahaan-perusahaan besar ini sudah jelas dihadiri oleh nama-nama besar dari perusahaan yang setara Amazone, tesla, Astrogun, facebook, apple,google,juga oleh beberapa selebrity ternama yang terjun ke dunia bisnis.
Arthur dan Heilen keluar dari supercar Bugatti Centodieci putih yang ikonis, diikuti oleh para bodyguardnya dari mobil yang lain. Tak nampak Alexus diantara mereka, karena ia belum diaktifkan oleh Bend. Alexus dalam status dorman di dalam mobil pengamanan khusus yang ditumpangi Bend.
Menyusul kemudian Chen Yuan dan Melinda Grays bersama rombongan body guard khusus, Drake Gillian dan timnya.
Rombongan dari Astrogun adalah salah satu yang sangat menyita perhatian para tamu undangan yang hadir. Bagaimana tidak, sebelumnya hanya Chen Yuan yang hadir mewakili Astrogun. Sementara Mr G yang nama besarnya begitu menggaung tak pernah sekalipun muncul. Berbeda dengan kali ini, sang ahli neuro robotic muda terkemuka dunia itu dikabarkan hadir. Semua mata tertuju padanya.
Arthur dan Heilen terlihat sangat solid berjalan melewati keramaian, sesekali teriakan para tamu undangan memanggil nama Mr G.
Beberapa langkah di belakang ada Chen dan Melinda yang tak kalah mesra, seolah-olah dua sejoli yang sangat harmonis. Padahal mereka hanya sedikit berakting. Namun tak sedikit orang ditempat itu yang mengatakan kalau mereka begitu serasi.
Tim Astrogun mendapatkan sambutan yang hangat dari staf penyelenggara acara dan mereka diberikan area khusus VVIP. Nama Arthur juga masuk dalam nara sumber sesi tanya jawab penting dalam acara itu.
Di sudut yang lain, sekumpulan pria yang tak kalah tampan dan berkelas diam-diam terus memperhatikan Arthur, Chen, Heilen dan Melinda.
"Kita punya banyak wanita, tapi tak satupun yang layak dibawa kemari. Mungkin kita harus mengambil paksa wanita dari para pria sombong itu," racau Gerald Gremio provokatif. Sejak tadi ia merasa jealouse dengan kemesraan Arthur dan Heilen.
"Saat kau berbicara berani seperti itu, ketampananmu meningkat tiga ratus enam puluh derajat," canda Aaron Simon si pemilik Megabot i nc.
"Hahahhaaahaaaahaa!" tawa sekumpulan pria kharismatik dan flamboyan itu. Puluhan body guard mengelilingi mereka dengan siaga.
Pembawa acara memanggil nama Geon Arthur Yildiz sebagai sosok fenomenal dalam dunia persenjataan modern. Memberikan waktu dan tempat untuk Arthur di panggung utama.
Kemudian sorak kekaguman para audiens bersahut-sahutan mengelu-elukan namanya.
"Setiap orang mengaguminya, terlebih lagi para wanita, itu membuatku tertantang untuk merasakan bagaimana sensasinya jika aku meniduri gadisnya," Gerald kembali berfantasi.
"Well, Gerald. Aku tak menyangka gadisnya begitu polos dengan kecantikan yang natural," sahut louis Simon yang merupakan saudara dari Aaron Simon.
"Kecantikannya tampak berbeda, terlihat begitu murni, eeemmmm, hahahahaha......."
"Tapi, aku telah lama menginginkan sekretarisnya yang dingin seperti es itu. Aku pernah merayunya untuk meninggalkan Astrogun dengan iming-iming gaji yang lebih besar, namun ia tak menggubrisku, itu membuatku semakin penasaran padanya," sambung Loise Simon tak kalah berapi-api.
"Aku bertaruh untukmu Simon, jika kamu berhasil menaklukkannya malam ini, aku akan menanam investasi yang besar untuk Megabots inc," Gerald melakukan provokasi.
"Waw, kita akan bermain malam ini, apakah kalian sudah siap dengan segala resikonya?" Louis mengingatkan.
"Kesempatanmu ada pada acara ramah tamah dan Party nanti dan itu tak kan datang dua kali. Berani bermain air harus berani basah, ini sangat menantang Louise. Aku jemu dengan hari-hari yang monoton," tukas Gerald tak gentar.
Gerald sangat percaya diri dengan jumlah personil body guardnya. Jika dihitung keseluruhan di dalam dan luar gedung Javits Center totalnya ada ratusan pengawal.
Arthur telah menyelesaikan sesi tanya jawab dengan sukses. Ia kembali mendapatkan aplause dari audiens.
Heilen menatapnya tak berkedip. Rasanya bagai mimpi berada di tempat spesial bersama seseorang yang sangat di cintainya.
"Sayang, You're the best," bisik Heilen saat Arthur sudah di dekatnya.
"Thank you, my angel," balas Arthur berbisik di telinga Heilen. Membuat keduanya terlihat begitu harmonis dan romantis. Ribuan pasang mata merasa terpukau melihat mereka.
Setelah duduk selama hampir dua jam yang melelahkan, acara utama pun usai. Kemudian dilanjutkan dengan party night yang diselenggarakan dalam venue yang berbeda-beda dengan berbagai tema.
Chen, Melinda dan Heilen sedang mengobrol bertiga di venue C yang bertema klasik. Suasananya temaram dan syahdu dengan lagu-lagu lawas yang lembut dari salah seorang penyanyi populer. Arthur sedang berbicara dengan beberapa kenalannya di venue yang lain.
"Heilen,apakah kamu sadar kalau kamu sangat beruntung?" celetuk Melinda dengan ekspresinya yang datar.
"Oh, ya beruntung bagaimana maksudmu Mel?" sahut Heilen yang mulai nyaman di dekat Melinda.
"Kamu memiliki seseorang yang sangat mencintai dan menjagamu dan orang itu adalah Mr G,"
"Iya, aku sangat bersyukur dengan hubungan kami walaupun semua awalnya begitu sulit," jawab Heilen.
"Mel G,Katakan saja kalau diam-diam kamu juga berharap memiliki kekasih seorang CEO Astrogun. Apakah selama ini kamu menyimpan perasaan kepadanya," tiba-tiba Chen menjadi sangat ketus.
"Haah, bicaralah sesukamu.Kalau kamu berpikir seperti itu berarti kamu bodoh. Heilen, itu tidak benar sama sekali. Pria ini sedang bodoh!" pekik Melinda kesal dan tak bisa mengendalikannya lagi. Setelah semua yang terjadi antara mereka Chen masih menyebutnya menyukai Arthur. Melinda tak habis pikir.
"Maaf, bisakah turunkan volume suara kalian? Orang-orang akan menggunjing kita kalau kalian seperti ini," protes Heilen.
Tiba-tiba sebuah lengan kokoh melingkar di pinggang Heilen."Hei baby, kamu lihat pria itu dari tadi memandang takjub tak berkedip padamu," ucap Arthur.
"Ah , benarkah? Aku tak memperhatikan siapa-siapa.Sebelah mana?"
"Pria di samping kirimu," jawab Arthur dengan sebaris senyum kemenangan karena Heilen masuk ke dalam perangkap rayuannya.
__ADS_1
Heilen menoleh ke kiri, di situ ada Arthur yang sedang memandangnya dengan intens dan penuh cinta, pipinya memerah seketika dengan senyum nervous-nya.
"Darimana kamu belajar merayu seperti itu, hahahaha..," Kekeh Heilen menertawakan dirinya yang begitu mudah masuk ke dalam perangkap rayuan receh Arthur.
"Yes, kamu menyukainya, ayo ikut aku sebentar," lanjut Arthur lagi sembari menggandeng lengan Heilen mesra. Mereka meninggalkan Chen dan Melinda yang masih membeku tanpa kata.
"Kalian, tunggulah sebentar," tukas Arthur pada Chen dan Melinda
"Baik, Mr G. Selamat bersenang-senang. Kalian adalah pasangan favoritku," pekik Melinda menjawab Arthur.
Entah mengapa telinga Chen menjadi panas mendengar kalimat Melinda, ia merasa disudutkan diam-diam. Ia mendekatkan wajahnya di hadapan wajah Melinda.
"Mel G, sudah kukatakan padamu malam itu, aku hanya menyalurkan hasratku dan bersenang-senang, tak ada cinta di ranjangku. Aku bukan Arthur si pemuja wanita, aku hanya penikmat wanita, tak usah berharap lebih padaku," tukas Chen menahan amarahnya. Ia tak suka dibanding-bandingkan dengan Arthur. Itu mengingatkannya ketika ia kehilangan perhatian Anastasya saat kehadiran Arthur di Kensington di masa lalu.
Chen meninggalkan Melinda di meja itu seorang diri begitu saja.
Melinda tak sanggup lagi membendung air yang meluber dari sudut-sudut matanya. Kata-kata Chen sungguh tajam menusuk-nusuk harga dirinya.
Melinda meraih tissu yang tersedia di meja itu lalu menghapus airmatanya perlahan.
Ia memanggil seorang pelayan di venue itu dan memesan segelas jus hangat. Ia terus menunduk memainkan stainless straw pada gelas minumannya. Sesekali ia meneguk minuman itu dengan malas.Tak ia sadari Louis Simon telah duduk tepat di hadapannya.
"Selamat malam cantik, kenapa kamu terlihat bersedih? Ada aku di sini," Louis membuka percakapan.
Melinda tersentak, memandang orang yang berbicara dihadapannya sesaat," Louis," gumamnya lemah, "Aku baik-baik saja, hanya tiba-tiba merasa sedikit pusing,"
Oh, yes! Obat itu mulai bekerja, tak percuma aku membayar mahal pelayan itu.Pekik Louis dalam hatinya.
"Melinda Grays, apakah kamu sedang sakit? Kasihan sekali," Lanjut Louis lagi.
"Entahlah, aku hanya semakin pening," Melinda mulai merasa mabuk seperti ia baru selesai mengkonsumsi narkotika.
"Kemarilah , aku bantu ke tempat yang lebih nyaman," Louis menawarkan bantuannya sembari mulai memapah tubuh lemah Melinda.
"Thank you, louis. Kamu sangat baik," ucap Melinda.
Louis membawa Melinda yang setengah sadar menuju venue B yang bertema Extravaganza. Disini barulah tampak seperti pesta yang sesungguhnya. Banyak para penyanyi populer yang bernyanyi dan berjoget memeriahkan suasana.
Gerald, Aaron dan yang lainnya telah menunggu Louis dengan harap-harap cemas.Begitu Louis muncul dengan tubuh Melinda yang pasrah di dalam pelukannya mereka langsung heboh kegirangan.
"What!? Dia benar-benar melakukannya , man...! Hahahahaha.." Pekik Henry, salah satu teman Gerald.
"Dia benar-benar lelaki tangguh, Gerald pegang kata-katamu," sahut Aaroon senang.
"Hemm, kemana para pria sombong Astrogun, tak ku lihat batang hidungnya,"
"Hahahahahaha...," mereka tertawa bersama.
Melinda setengah sadar dan setengah mabuk akibat drugs yang diteteskan Louis ke dalam minumannya melalui pelayan pesta."Lo-u-is le-paskan a-ku," pekiknya lemah.
"Baby angel, aku akan menjagamu, tenanglah. Mari kita menari sebentar saja," Louise menghadapkan wajah Melinda ke wajahnya sambil ia memeluk gadis yang mabuk berat itu lebih erat. Ia menggerakkan tubuh Melinda yang tak berdaya ke kanan dan kiri sesukanya.
Gerald, Aaron, Henry dan yang lainnya terus tertawa dan menyemangatinya. Ia mulai berani menciumi leher dan wajah Melinda.
Sementara itu Chen sedang berkelakar dengan beberapa eksekutif muda kenalannya, juga beberapa gadis cantik disebuah meja besar di venue A.
Bip..bip..!
Tiba-tiba alat komunikasi nirkabelnya berbunyi. Ia menekan tombol untuk menerima suara dari Drake.
"Mr Yuan, sepertinya Mel G butuh bantuan. Seorang pria membawanya ke venue B, dari wajahnya Mel G dalam pengaruh narkotika karena seseorang yang telah meneteskan zat itu secara diam-diam ke dalam minumannya. Apa yang harus kami lakukan?" Drake menjelaskan kemudian bertanya.
"Tunggu sebentar, sekarang juga aku ke venue B melihatnya," Chen melangkah cepat tanpa berpikir panjang lagi.
Tak sampai lima belas menit Chen telah tiba di venue B.
Ia memandang nanar Louise Simon yang sedang menciumi bibir Melinda yang tengah tak berdaya. Gadis itu berusaha mendorong Lois namun ia malah terjatuh kembali ke dada Louis.
Chen melihat di sekitar Louise ada Gerald , Aaron dan kroni-kroninya. Di setiap sudut ada pengawal Gerald. Chen tau dengan baik siapa Gerald Gremio.
Ia mengangkat lengannya, menekan tombol komunikasi.
"Drake, aktifkan microbot dan nano bomb!"
"Anda yakin Mr Yuan?" tanya Drake ragu. Karena microbot dan nano bomb adalah level tertinggi dalam sistem keamanan Astrogun. Iya, bukan God of beast atau roboguard lainnya. Bahkan Arthur pun belum pernah menggunakannya sama sekali.
"Lakukan!" perintah Chen sembari melangkah ke tengah lantai dansa dimana Louise sedang mempermainkan Melinda sesukanya.
Bugg, bug, bug, bugh!
Hantaman bertubi-tubi Chen yang tak terduga membuat Louise tergeletak jatuh di lantai. Chen buru-buru menangkap tubuh Melinda yang juga turut terjatuh.
Dengan satu kode dari Gerald, kini Chen telah terkepung puluhan todongan senjata api baik laras pendek maupun laras panjang. Tak ada ketakutan sedikitpun di wajah Chen Yuan. Amarahnya benar-benar memuncak.
"Anda sangat bernyali datang sendiri , Mr Yuan," Sapa Gerald dingin.
"Kalian yang terlalu bernyali mengganggu bagian dari Astrogun,"
"Apa yang bisa anda lakukan tanpa para pengawal anda, sekarang minta maaflah dan merangkak ke kaki ku untuk pengampunan," ujar Gerald jumawa.
"Meledaklah kalian," desis Chen dengan seringainya yang mengerikan.
Lalu..
Drrrrrrrr... Drrrr.... Drrrr... Drrr.... Drrr.... Drrr....!!
Plak.. Plak.. Plak.. Plak.. Plak ... Plak... Plak..
Puluhan senjata di tangan para pengawal itu meledak bersamaan , begitu juga tubuh-tubuh para pengawal itu, meledak dan meregang nyawa seketika.
Tak satupun yang menyadari saat ribuan nano bomb tadi ditiupkan oleh microbot yang hinggap di tubuh para pengawal itu!
Wajah Gerald dan yang lainnya langsung memucat.
__ADS_1
#bersambung