
The Hell’s Bottom Club
Darren Cs memasuki The Hell’s bottom dengan langkah terburu-buru. Teriakan histeris dari para penonton menandakan pertarungan sedang berjalan panas dan sengit.
Sebuah Aula tanding yang mampu menampung sampai ribuan penonton. Cukup luas untuk bisnis UFC illegal sekala kecil dan non eksklusif yang sebagian besar penikmatnya adalah para muda-mudi. Setting arena dan pencahayaan juga lumayan memuaskan para penonton.
Zack, Darren, Noah, Leo, Selena dan Wendy mengambil tempat duduk yang tersisa. Iya, malam ini penonton hampir full karena kemunculan kembali bintang lama yang dirindukan , Zoe The Hammer yang terkenal tangguh dan satu-satunya yang belum dikalahkan oleh The Lizard.
‘’ Howaah, Si Hammer muncul lagi setelah kemenangan terakhirnya dua bulan yang lalu.” Teriak Zack diantara riuh rendah teriakan para penonton.
“Leo, ingat aku bertaruh untuk kemenangan The Lizard, walau sebenarnya aku ragu dengan itu. Rasanya feeling-ku lebih condong pada Zoe The Hammer.” Darren juga berteriak tak kalah keras untuk mengingatkan Leo.
“Aku takkan selingkuh dari The Lizard, Numero Uno!!” Pekik Leo keras tak perduli sekelilingnya.
‘’ Oke, oke, konsentrasi ke arena.” Tukas Darren. Ia ingin fokus pada jalannya pertandingan. Ia adalah penikmat sejati pertarungan. Tak ada satu juruspun dari kedua petarung yang ia lewatkan, semua terekam di otaknya sehingga secara tak sadar ia telah belajar kekurangan dan kelebihan para petarung. Semua itu karena penguasaannya yang tinggi pada beragam ilmu bela diri.
Di arena.
The Lizard baru saja memenangkan pertarungan dari seorang penantangnya. Ia menang telak. The Lizard tidak bertubuh tinggi besar seperti kebanyakan petarung lainnya. Tubuhnya pendek dengan guratan otot-otot yang kuat. Berkulit agak putih, terkadang mengenakan topeng kesayangannya saat menaiki arena. Gerakannya sangat gesit, kuat dan berbahaya. Kuncian lengannya yang kokoh sering memakan korban.
Host mulai mengumumkan pertarungan selanjutnya dengan kalimat yang provokatif seperti biasa.
“Para penonton sekalian, saatnya kita menyaksikan pertandingan paling menggemparkan galaxy malam ini, pertarungan antara tubuh besi dan hantaman palu Thor, kita sambuuuuuut………………, The Lizaaaaarrddd………Versus The Hammmerrrrrr……..!!!!!”
“AAAAAAAAAAAAAAAAAA…..!!’’
‘’HUUUUUUUUUUUUUUUU…….!!!”
“HAMMER HAMMER HAMMER HAMMER HAMMER HAMMER HAMMER HAMMER…!!”
‘’LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD LIZARD !!!”
Riuh rendah suara masing – masing supporter bersahut-sahutan memenuhi Arena.
The Lizard menunggu kedatangan Zoe the Hammer di atas arena sambil memamerkan seringainya yang tajam serta menjulurkan ujung lidahnya yang terbelah dua. Membuat teriakan supporternya semakin membahana.
Teriakan penonton kembali membahana saat Zoe The Hammer memasuki Arena dengan gaya sangarnya yang khas. Memandang postur tubuhnya saja lawan bisa minder, apalagi ditambah tatapan mata dan raut wajah bengis semakin membuat nyali siapapun ciut.
Coach memberi aba-aba pertarungan dimulai.
__ADS_1
Hammer yang tak suka basa-basi langsung memberikan serangan pembuka. Ia berupaya melakukan benturan keras menggunakan bagian dadanya ke kepala The Lizard yang terlihat mungil begitu dihadapan Hammer.
Dengan lihai The Lizard menghindari serangan pertama itu.
Hammer kembali memburu Lizard yang masih terus menghindar. Sampai pada satu kesempatan tangan kiri Hammer yang kokoh berhasil menjangkau pundak Lizard, menariknya dengan keras hingga terbungkuk. Kemudian dengan cepat tangan kanan Hammer merangkul kedua kaki Lizard dan menguncinya kuat.
Lalu Hammer menghempas tubuh The Lizard yang tampak kecil bila dibandingkan tubuh besarnya. Hummer mengangkat lututnya dengan paha sejajar, disanalah ia menghempas tubuh The Lizard persis gerakan orang mematahkan kayu menjadi dua. Tampaknya Hammer tak ingin memberi kesempatan The Lizard untuk mempelajari kelemahannya.
"BRWAAAAKK!!"
"AAAAAKKHHH..!! "
Aksi yang disambut teriakan histeris para penonton. Sebagian senang sebagian lagi kecewa.
Termasuk yang kecewa adalah Darren dan Leo, karena setelah adegan barusan The Lizard sudah tak mampu bangkit lagi melanjutkan pertandingan.
"Sial!! Aku sudah bertaruh banyak!! Sial, sial, sial!!! " Desis Darren kesal.
"Hei, bersikaplah dewasa Darren. Itu pilihanmu." Ketus Leo.
Darren terdiam, otaknya mulai mencari-cari alasan apabila Heilen nanti mencurigai dan menyelidikinya. Selalu saja begini, di satu sisi Darren merindukan kakaknya, di sisi lain ia merasa lebih baik Heilen jauh dari rumah.
Tiba-tiba Zack mendekati Darren.
Darren bingung dan bertanya, "Apa maksudmu,Zack ?"
"Aku sudah mendaftarkanmu sebagai penantang terakhir. Kalahkan Zoe The Hammer, maka kau kaya. Ini kesempatan langka. Tidak ada petarung baru yang bisa langsung ke level ini, kecuali kamu Darren. Berterimakasih padaku karena aku punya orang dalam" Jelas Zack dengan mendetail.
Belum sempat Darren membalas ucapan Zack, terdengar Host telah memanggil-manggilnya dengan "DARREN THE DRAGON BOY" sebagai penantang. Ditambah fotonya yang tampak telah di edit oleh Zack terpampang pada layar besar. Wajah tampannya membuat para gadis histeris dan meneriakkan namanya meski ia sendiri belum pernah muncul di arena itu.
"Brengsek kamu Zack! " Dengus Darren dengan rahang mengatup.
Jiwa petarung Darren bergejolak memaksanya untuk berlari ke arena. Iya, sejatinya Darren adalah seorang petarung murni. Sejak awal ia merasa dilahirkan untuk bertarung, ia pun tumbuh dilingkungan para petarung. Apalagi yang diinginkankannya selain pembuktian diri. Dan malam inilah saatnya.
Pro dan kontra dalam diri Darren masih berseteru.
"Darren ayolah, ini saatnya menghasilkan uang yang banyak. " Bisik Leo.
Darren masih bimbang.
Lalu..
__ADS_1
"DRAGON DRAGON DRAGON DRAGON DRAGON !! "
Orang-orang terus berteriak memanggilnya Dragon.
Akhirnya Darren melepas jaketnya, mengikuti kata hatinya berjalan menuju ke dalam arena. Diiringi Zack dan Leo yang berinisiatif sebagai anggota timnya. Darren benar-benar merasa terjebak. Namun ia tak bisa mundur. Bertarung ada di dalam jiwanya sejak ia dilahirkan.
Sesampainya Darren di arena, The Hammer memandang Darren dengan tawa mengejek.
" Hai anak kecil, pulanglah kenakan popokmu! " Ujar The Hummer dengan suara baritonnya dan tatapan menghina sembari menyeringai sadis.
"Ajari aku menjadi dewasa dengan pukulanmu. " Jawab Darren tak gentar. Jiwa petarungnya kini meledak-ledak tak bisa ia kendalikan setelah sekian lama dikarantina.
Sementara itu Heilen di rumah mulai cemas memikirkan Darren yang tak juga pulang. Heilen melihat ponselnya, sudah pukul satu malam. Ia berusaha menghubungi nomor sang adik, namun nihil tak ada jawaban.
Darren Yusuf Putra Munaf.
Salah satu yang terbaik dari RA Karate Academy. Sejak balita telah dikenalkan pada berbagai jenis ilmu bela diri yang diajarkan ayahnya di RA Karate academy. Mulai dari karate, tinju, Jiu jitsu dan kick boxing.
Sebagai anak laki-laki satu-satunya Darren ditempa sangat keras dan menerima pelatihan kelas khusus secara langsung dari sang ayah. Sedangkan Heilen dahulu lebih banyak berlatih di dalam kelas umum bersama murid-murid ayahnya.
Jika Heilen jenius di bidang akademik maka lain halnya dengan Darren, minat dan bakatnya telah tumpah ruah dalam setiap gerakan bela diri yang mampu ia kuasai dan kembangkan dengan sangat mudah.
Keterampilan dan kekuatannya jauh melebihi sang kakak, namun tentu saja ia akan mengalah jika harus menerima hukuman dari Heilen. Ia membiarkan Heilen memukulinya karena memang ia salah dan menyadari kesalahannya. Itu dulu sekitar dua tahun yang lalu saat Heilen masih bisa pulang ke rumah satu kali dalam tiga bulan.
Darren telah mengikuti berbagai tingkat pertandingan bela diri profesional sejak usia dini dengan prestasi yang tidak main-main. Sayangnya , jiwa Darren yang masih labil kerap membuatnya terjerumus kedalam perkelahian antar remaja. Bahkan dua kali ia terlibat tindak kriminal karena secara tak sengaja masuk ke dalam pusaran dunia mafia dan gangster, sehingga Darren harus kehilangan gelar atlet nasionalnya dan ia dilarang bertanding dalam pertarungan atlet karate professional.
Dengan kata lain Darren bukan hanya petarung profesional melainkan juga petarung jalanan yang sesungguhnya.
Setelah semua hal buruk itu, kedua orang tuanya memasukkan Darren ke pusat rehabilitasi kenakalan remaja. Sekitar enam bulan dalam pengasuhan pusat rehabilitasi , Darren diyatakan berhasil melalui tes akhir dan dapat kembali lagi kepada keluarganya.
Untuk kenyamanan Darren dia dipindahkan lagi oleh ayahnya ke sekolah baru, dimana ia mengenal Leo, Zack dan Noah.
Di sekolah baru ini awalnya Darren mulai menunjukkan perubahan sikap yang baik. Ia tak pernah terlibat perkelahian lagi baik di sekolah maupun di lingkungan luar sekolahnya.
Darren bahkan bisa bersikap kalem saat beberapa teman sekolah yang sok jagoan membully-nya.
Tak ada yang tahu siapa dan bagaimana reputasi Darren sebelumnya. Selama lima bulan awal sekolah semua berjalan lancar dan tampak normal sejauh pengawasan Ahmad Rizal Munaf dan istrinya.
Sampai pada suatu malam sekitar dua bulan yang lalu Zack memperkenalkan dunia pertarungan Bela diri campuran illegal yang diadakan di The Hell’s Bottom club kepada Darren, Noah dan Leo. Dimana ketiganya langsung terjerat untuk rutin menonton dan bertaruh pada acara yang digelar setiap Jum’at malam itu.
Dan malam ini mendadak Darren yang berada di dalam arena pertarungan. Menghadapi petarung nomor satu di The Hell's Bottom.
#bersambung
__ADS_1