
"Apa yang sedang kalian lakukan?Apa aku telah melewatkan sesuatu?’’ Tanya Heilen berlagak tidak tahu. Ia melihat tatapan dingin Mr.G sambil mengarahkan pistol SIG Sauer P226 ke arah Larmina yang dalam keadaan beberapa kancing baju atas terbuka.
Dan tangan Larmina yang tadi berusaha menarik lengan Mr.G masih belum berpindah posisi, buru-buru Larmina melepaskan pegangannya itu, kemudian mengubah mimik wajahnya menjadi wajah sedih teraniaya dalam sekejap.
“Pria ini mencoba berbuat tidak senonoh padaku dan mengancamku.’’ Ucap Larmina dengan wajah tertunduk dan ketakutan sambil mengancingkankan kembali busananya yang berantakan.
‘’ Pembohong, aku bukan pria seperti itu”Desis Arthur mulai merendahkan suara dan menurunkan Senjata api laras pendek yang tadi ia todongkan kepada Larmina.
‘’Tuan, mengakulah atas apa yang telah kamu perbuat !” Sahut Larmina berupaya mempengaruhi Athena yang kini sudah berdiri di dekatnya.
Sementara itu Mr. G justru mengambil selimut dan berbaring kembali untuk melanjutkan tidurnya seolah tak perduli lagi dengan ocehan Larmina. Padahal sebenarnya Arthur tak kuat menahan sensasi psikosomatisnya yang tiba-tiba datang lagi, ditambah tubuhnya yang masih lemah akibat anemia.
“Serahkan tanganmu!"Pinta Athena pada Larmina dengan santai.Mata tajamnya memindai seluruh tubuh Larmina seakan-akan ingin menelannya mentah-mentah.
Larmina menjulurkan tangannya dengan patuh mengikuti titah Athena, walaupun ia tak tahu pasti apa yang diinginkan Athena. Athena menahan pergelangan tangan Larmina dengan kuat.
Blepp!! Blepp..!!
Tak berdaya , kedua lengan Larmina kini telah terpasang borgol. Athena mengembangkan seluruh jari tangan kanannya lalu mencengkeram wajah Larmina dengan kuat , "Jangan bermain-main dengan kebaikan orang lain, aku tidak suka orang culas. " Semprotnya tepat di wajah Larmina yang terlihat ketakutan.
"Aaakh..saa...kiiit....!! bisakah kamu bersikap lebih baik kepada seorang wanita hamil,... Aku.. aku.. sebenarnya sedang mengandung tiga bulan , dan ini aib buat keluargaku sendiri dan keluarga calon suamiku, sebab itu mereka mau membunuhku. Gadis tentara tolong selamatkan aku.Aku ingin tetap hidup setidaknya sampai bayiku lahir" Ucap Larmina dengan airmata mulai bercucuran dan pandangan mata yang putus asa.
Athena melepaskan cengkeraman tangannya pada pipi Larmina. "Aku sulit mempercayai orang yang sudah pernah berdusta. Sayang sekali tadi aku mendengar semuanya! Sudahlah , sekarang kamu dihukum. " Ketus Athena.
"Gadis tentara, awalnya aku memang berdusta dan berniat jelek untuk menjebak pria ini dengan harapan ia bisa membawaku keluar dari negara ini . Maafkan aku, semua itu aku lakukan demi bayi yang tidak berdosa ini. "Ucap Larmina lagi dengan suara bergetar dan air matanya terus mengalir karena beban yang dipikulnya sangat berat.
" Buka perutmu, aku akan memeriksa kebenaran dari apa yang kamu katakan. "Perintah Athena.
Larmina mendudukkan diri dan bersandar pada dinding gua, lalu membuka kancing baju di bagian perutnya. Athena mengambil stetoskop lalu berjongkok dihadapan Larmina. Menempelkan setetoskop itu pada perut Larmina sambil mencari bunyi paling kuat yang terdengar. Ahirnya Athena mendapatkan suara detak jantung janin yang sedang berkembang di perut Larmina.
" Kamu memang sedang hamil. Tapi kamu tetap dihukum dan borgol ini tidak akan aku buka dulu sebagai hukumanmu. Sebisa mungkin aku akan menolongmu. Sekarang tidurlah. "Ucap Athena lembut. Bagaimanapun ia akhirnya kasihan juga pada perempuan dihadapannya.
" Oya, lantas bagaimana dengan ayah dari bayi ini? "Tanya Athena.
" Mereka membunuh kekasihku ."Sahut Larmina pilu dengan wajah tertunduk.
Heilen menatap lekat wajah gadis cantik di hadapannya. Ia bukannya tak tersentuh, hanya terbiasa dengan segala kemalangan di medan peperangan. "Hmm, tidurlah agar lebih kuat melanjutkan kehidupan esok hari." Gumam Heilen lembut. Kemudian ia mengambil posisinya sendiri dan mencoba melanjutkan tidur untuk memulihkan kembali energy-nya.
Sementara itu Arthur yang berbaring dalam diam, spontan membelalakan matanya yang tadi nyaris terlelap. Hish..wanita memang penuh misteri, benar-benar drama queen!! rutuknya kesal.
Pagi harinya adalah atmosfer yang cukup hangat di lembah Panjshir. Sebagian kecil salju telah mencair. Sedikit kehangatan saja sudah cukup membuat Heilen ceria. Rencana untuk mencari bahan bakar akan berjalan lancar dengan cuaca yang bersahabat pagi ini.
Athena menyempatkan berkeliling sebentar di sekitar gua untuk memastikan keamanan mereka sambil berharap ada jejak dari Seal team 5 atau pihak tentara Amerika lainnya yang mungkin sedang melacak keberadaannya dengan Mr. G.
Setelah memastikan situasi aman, Athena berbalik hendak masuk kembali ke dalam gua. Namun sosok Mr. G yang bersandar di punggung gua mengalihkan perhatiannya. Athena merasa perlu bicara dengan pria dihadapannya itu.
Pria dengan brewok dan kumis yang panjang tak beraturan serta dengan wajah dekil dan penuh memar itu menatap padang salju luas , membiarkan angin mempermainkan wajah cekungnya.
"Hai pria bodoh, apakah kamu sudah memakan roti dan meminum obat yang tadi aku siapkan? " Tanya Heilen seenaknya.
"Tentu saja sudah, terimakasih atas semua bantuanmu. Tapi mengapa kamu harus memanggilku seperti itu, apa masalahmu? " Balas Mr. G datar.
"Tidak ada masalah, hanya saja semalam kamu tampak bodoh karena menolak seorang wanita cantik yang menginginkanmu. Aku heran pria lusuh sepertimu menolak wanita secantik itu, apakah kamu seorang gay? " Tanya Heilen lagi penuh selidik.
" Oke, Kamu boleh panggil aku pria bodoh atau apa saja . Yang jelas aku merasa tidak nyaman jika ada wanita di sekitarku apalagi terlalu dekat denganku. Itu bukan berarti aku seorang penyuka sesama jenis."Tutur Mr. G cukup jelas bahkan ia sendiri merasa heran mengapa ia bisa begitu terbuka dan bicara tanpa beban kepada gadis tentara di hadapannya ini.
"Oh, jadi begitu. Pasti kamu punya alasan tertentu. Apakah kamu punya trauma masa lalu? " Desak Heilen ingin tahu sembari menatap tajam netra Mr. G.
"Hmmm, entahlah... aku hanya takut... " Jawab Mr. G menggantung.
"Apa yang kamu takutkan? " Athena terus mendesak tak puas dengan jawaban Mr. G.
"Aku takut membuat mereka sampai menyukaiku, aku takut kalau sampai mereka benar-benar jatuh cinta padaku. " Jawab Mr. G polos. Entahlah kharisma apa yang dimiliki gadis berwajah hijau tak berparas ini sehingga membuatnya mampu mengeluarkan segala kegalauan jiwanya tanpa beban begitu saja.
__ADS_1
"Apaah?? hahhahahahahahahahhahahahaha....!!! Apa aku tidak salah dengar. Hahahahhahaha!! Ku rasa kamu butuh banyak cermin." Athena tertawa terpingkal-pingkal memecah keheningan pagi. Ia merasa heran ada seorang pria bodoh dan buruk rupa begitu percaya diri begini.
Mr. G mengalihkan pandangannya ke arah lain karena merasa kesal dengan jawaban Athena. Gadis ini benar benar senang berkata seenaknya, pikir Mr. G.
"Lalu kenapa aku merasa kamu biasa saja saat aku di sini, di dekatmu. Aku tidak melihatmu panik saat kita berbicara begini, bukankah aku juga seorang wanita?? " Sambung Athena lagi langsung ke inti.
"Aku tidak tahu. Atau....mungkin saja karena kamu selalu terlihat seperti wanita kejam yang ingin membunuhku setiap kali kamu menatapku. " Jawab Mr. G diplomatis.
"Hissh.., pria bodoh! " Olok Athena sembari meninggalkan Mr. G sendirian di luar gua.
Mr. G tersenyum aneh, dia merasakan kesan panggilan pria bodoh membuatnya justru menjadi lebih akrab dengan gadis hijau itu.
Di dalam gua Athena menemukan Larmina sedang mengunyah roti dengan lahap.
"Terimakasih nona Athena, kamu begitu baik. Kapan kita berangkat mencari bahan bakar?" Tanya Larmina bersemangat. Ia tahu lokasi penjualan bahan bakar solar yang terdekat.
"Sekarang tentu saja. Pakailah pakaian burkaa ini, kita harus menyamar supaya tidak menarik perhatian. " Tukas Athena sambil melemparkan burkaa warna biru ke hadapan Larmina. Awalnya burkaa ini ia beli untuk Mr. G.
Saat Athena dan Larmina sudah berada di luar gua mereka melihat Mr. G masih bersandar pada punggung gua seperti orang yang sangat merindukan kebebasan.
"Pria bodoh, masuklah ke dalam gua. Jangan sampai kau tertangkap kelompok penjahat , lagipula kamu belum sembuh benar.Aku dan Larmina akan mencari bahan bakar untuk tank yang aku ceritakan kemarin. "Perintah Athena pada Mr. G.
Mr.G terkejut bukan main melihat dua sosok berpakaian burkaa di hadapannya,namun dari suaranya ia tahu jelas itu Athena. Kamuflase apalagi ini,desisnya dalam hati.
" Siap , komandan!" Sahut Mr. G akhirnya sembari menempelkan tangan kanannya dikening memberi hormat kepada Athena layaknya seorang militer. Athena tersenyum dibalik burkaa-nya. Jauh didasar hatinya ia mengagumi pria pesakitan itu. Pria yang tak mudah digoyahkan oleh pesona seorang wanita.
Athena dan Larmina berlalu dan menghilang di antara gundukan padang dan bukit bersalju. Jarak yang harus mereka tempuh memang cukuplah jauh. Beruntung dengan memakai burkaa membuat perjalanan mereka hampir tak ada hambatan. Setiap orang yang berpapasan dengan mereka mengira kalau mereka adalah dua wanita lokal.
Dengan mudah Athena mendapatkan bahan bakar yang dia inginkan atas bantuan komunikasi dari Larmina.
"Sepertinya kamu lelah, sebaiknya kita beristirahat dulu sebentar. Aku mengkhawatirkan janinmu. " Ucap Athena manakala melihat Larmina berjalan kepayahan.
"Ah iya, benar aku kelelahan sekali. Haaah.... "Keluh Larmina sembari merebahkan tubuhnya di tanah berselimut salju tipis.
" Ada apa? "Tanya Larmina dengan merendahkan suaranya.
" Kau lihat wanita amerika bersenjata itu, kita harus berhati-hati padanya. Sudah pasti di membawa misi yang berbahaya. Alangkah baiknya kalau kita menghindari wanita itu. "Tukas Heilen dengan suara serendah mungkin sambil memberi petunjuk kepada Larmina tentang keberadaan wanita yang dia maksud.
Netra Larmina menangkap seorang wanita berperawakan tinggi besar sedang membenahi posisi senjata api laras panjangnya.Wanita itu adalah Vivian Cecilia Benner yang sedang turun dari kendaraan lapis baja-nya. Ia mendapat tugas untuk menghabisi Mr. G yang diketahui lolos dari sekapan Khan Zaada. Robert Kanumba sangat khawatir berita ini akan sampai ke telinga Barbara Clarkson yang telah memerintahkannya untuk membunuh Mr. G. Namun Robert Kanumba lebih memilih menjual Mr. G dengan harga tinggi.
Vivian berkeliling sebentar mengitari padang bersalju, melakukan pemindaian dengan cermat. Ia hanya mendapati beberapa kelompok penggembala, wanita penjaja roti dan juga dua wanita yang sedang duduk beristirahat diantara hamparan salju. Ia mendengus kecewa lalu kembali menaiki kendaraan tempurnya untuk melanjutkan pencarian. Sejauh ini Vivian belum mendapatkan petunjuk yang berarti tentang keberadaan Mr. G.
Setelah dirasa aman Athena-1609 segera mengajak Larmina untuk melanjukan perjalanan.
"Kita harus segera sampai ke lokasi kendaraan tempur itu. Kita Akan menimbun jerigen-jerigen ini dibawah tumpukan salju di dekat kendaraan " Ujar Athena menjelaskan.
"Lalu kapan kita bisa pergi menggunakannya? " Tanya Larmina sembari mengimbangi langkah cepat Athena.
"Besok kita akan berangkat. Aku menunggu pasienku lebih sehat supaya ia tidak terlalu merepotkan di perjalanan. " Jawab Athena."Sebenarnya kemana tujuanmu? Kami akan mengantarkanmu terlebih dahulu. "Lanjut Athena lagi.
" Mungkin aku akan ke daerah terpencil di Bamiyan. Kudengar disana ada sebuah kamp pelayanan kesehatan yang bekerja atas dasar nilai kemanusiaan semata. Mereka tidak memandang ras, agama dan semua latar belakang kehidupan pasiennya. Aku ingin mengabdikan diriku di sana sambil menunggu kelahiran bayiku. "Ucap Larmina penuh semangat.
" Tentu saja kami akan mengantarmu. Aku juga berharap pasienku bisa mendapatkan perawatan yang maksimal di sana nantinya. "Tukas Athena turut senang mendengar cerita Larmina. Bagaimanapun Mr. G masih sangat lemah dan membutuhkan perawatan intensif menurutnya.
" Larmina, kita tanam bahan bakar ini di sini. "Titah Athena sesampainya di dekat kendaraan tempur lapis baja yang ternyata masih saja teronggok tidak jauh dari jalan utama seperti kemarin Athena menemukannya.
" Ayo lebih cepat, ku lihat dikejauhan badai salju mendekat kemari! "Pekik Larmina tegang.
" Oke, oke..!! "
Dengan tergesa-gesa Athena dan Larmina memendam keempat jerigen bahan bakar solar ke dalam tumpukan salju. Kemudian dengan setengah berlari mereka meninggalkan lokasi kendaraan tempur itu.
Belum lagi mereka sampai di gua badai salju berhasi mencapai mereka. Badai salju di lembah Panjshir ini terkenal cukup ganas dan sering memakan korban. Athena dan Larmina mulai merasakan kedinginan yang tak tertahankan. Beruntung gua tempat persembunyian mereka sudah sangat dekat.
__ADS_1
Mr. G sedari tadi tak bisa tenang memikirkan kedua gadis itu. Ia merasa tak berguna dalam kondisinya kali ini. Hatinya sangat lega dan entah kebahagiaan macam apa yang muncul di hatinya mendapati si gadis hijau kembali dengan selamat.
Hari beranjak malam badai salju belum juga reda. Mr. G menyalakan api unggun dengan kayu-kayu kering yang tadi nekad ia kumpulkan. Tubuhnya terasa lebih baik meskipun rasa pening dikepalanya masih datang dan pergi.
Mr. G masih duduk termenung di depan api unggun yang mulai padam. Dua gadis terlihat tepar kelelahan di sudut gua yang lain. Mr. G mengambil satu lilin yang masih tersisa, menyalakannya dan meletakkannya di tengah ruang gua.
Athena menggeliat bangun. Merasakan dingin menusuk-nusuk tulangnya. Ia teringat empat botol whiskey yang masih berada di dalam tote bag. Ahha!! pekik hatinya.
"Pria bodoh, ini satu botol untukmu menghangatkan tubuh "Tawar Athena seraya menyodorkan sebotol whiskey kepad Mr. G.
" Dokter melarang minuman beralkohol untukku. "Sahut Mr. G singkat.
" Heum, ee... Larmina aku ingin menawarimu tapi aku urungkan karena aku juga menyayangi calon bayi di dalam perutmu. "Ujar Athena lagi pada Larmina yang telah duduk bersandar di dinding gua sembari menatap kosong dan hampa. Entah apa yang ia pikirkan.
" Lanjutkan saja. Sebelumnya juga aku memang tidak terbiasa dengan minuman seperti itu. "Sahut Larmina tanpa ekspresi.
" Baiklah , semua ini punyaku."Pekik Athena girang. Ia ingin sedikit membakar tubuhnya dan bersenang-senang setelah semua yang telah di lewatinya selama ini. Hubungannya dengan Frans sang tunangan yang kandas karena frans tertangkap basah berselingkuh olehnya. Tidak ada kesempatan kembali untuk Frans darinya meskipun pria itu telah memohon-mohon dan berlutut. Juga peperangan demi peperangan yang tak berujung telah menguras emosi dan tenaganya. Sejatinya ia adalah sosok wanita yang tangguh dan tak tergoyahkan, namun sebagai manusia ia memiliki sisi-sisi kerapuhan yang dapat muncul kapan saja.
Mr. G mulai khawatir melihat si gadis hijau menghabiskan dua botol whiskey dan mulai meracau. Dalam temaram cahaya lilin ia melihat wajah kusut gadis hijau dengan pupil mata yang timbul tenggelam.
"Semua anggota seal team 5 itu adalah...eeuugh.. para pria yang sombong.....mereka pikir wanita tak bisa lebih hebat dari mereka, fiiiiuuuuh...!! Apalagi Zeus...dia ...diaa..itu sangat otoriter....pada....hal , eeugh.....dia lebih takut pada istrinya daripada kepada Presiden Amerika, Hahahahahhaaha....!!" Athena terus melanjutkan minumnya sambil berbicara terbata-bata dan tertawa -tawa tak jelas.
"Hei ini botol ke empatnya, hentikan dia. " Teriak Larmina dari tempat duduknya.
Mr. G meraih botol whiskey dari genggaman Athena, namun Athena mempertahankan botolnya. "Fran...sisco Cardoso , Kamu ... masih punya.. nya.. li... eeughh?? "Desis Athena sembari menarik lengan Mr. G dengan keras." Kalian berdua harus mati!!"Teriaknya saat melihat ada seorang wanita cantik yang duduk tak jauh dari Mr. G.
Mr. G buru-buru bangkit setelah tadi tubuhnya dihempas Athena. Namun terlambat ia sadari moncong senapan M4-Custom kini tepat dilekatkan Athena ke lehernya. Larmina meringkuk ketakutan melihat hal itu. Beringsut-ingsut ia menjauhi Athena dan Mr. G mencari sudut terjauh dari ruang gua yang sempit itu.
"Frans car... do... so, apa kamu pi....kir aku terlalu polos untuk disentuh...?! Atau kamu memang baj*ngan yang senang bermain dibelakangku?! Aku tak sepolos itu! Aku bisa melakukannya dengan lebih baik, eeeugh... daripada wanita bodoh itu, iya wanita bodoh itu, hahahahah.... " Desis Athena ditelinga Mr. G dengan hembusan nafas yang kuat, membangkitkan hasrat purbanya yang lama tertidur. Entah bagaimana wanita ini bisa membuatnya merasakan sebuah gairah, bukan kecemasan seperti saat ia dekat dengan wanita-wanita yang lain.
Kini Kedua lengan Mr. G telah diborgol oleh Athena. Ia masih saja meracau menganggap Mr. G adalah Fransisco Cordoso mantan tunangannya.
Athena merasakan gerah untuk pertama kalinya. Ia melepaskan pegangannya pada Mr. G dan mulai membuka seluruh kostum tentaranya. Kini hanya tersisa sebuah hotpants ketat dan tanktop mini membalut tubuh indahnya yang tak kalah dengan para model victoria secret. Tubuh Athena hanya berbentuk siluet hitam karna cahaya lilin yang mulai meredup , tetap saja membuat Mr. G menahan hasrat dalam diam.
Di satu sisi ia merasakan dorongan hasrat yang dalam sementara disisi lain ia merasakan ketakutan kalau-kalau gadis hijau ini benar-benar hilang kendali dan menembaknya dengan senapan.
Selangkah demi selangkah tubuh indah itu berjalan kearahnya dengan perlahan dan agak sempoyongan. Mr. G hanya bisa terdiam menunggu apa yang akan dilakukan gadis hijau padanya.
Athena mendorong tubuhnya ke tubuh Mr.G dihadapannya sehingga terbentur ke dinding gua. Suasana yang cukup gelap semakin membuatnya hilang ingatan sesaat. Athena mndekatkan bibirnya ke bibir pria yang kini ia pikir adalah mantan tunangannya Frans.
Mr. G memandang wajah gelap Athena, ingin rasanya ia melingkarkan lengannya ke bagian belakang Athena dan memeluknya dengan erat.Namun borgol menghalanginya!
"Sebelum aku membunuhmu, aku akan menciummu untuk yang terakhir kalinya. " Bisik Athena tepat dibibiir Mr. G. Lalu tanpa sadar keduanya menyatukan hasrat liar yang entah darimana asal usulnya.
Athena yang memulainya namun Mr. G sangat menikmatinya, membalas setiap pagutan Athena dengan lembut dan berirama. Di malam yang dingin ini ia justru terbakar. Benar kata Athena ia adalah seorang pria bodoh, seumur hidup untuk pertama kalinya ia baru merasakan sentuhan magis seorang wanita. Bahkan tubuhnya mendamba sesuatu yang lebih dari apa yang terjadi sekarang . Namun, alangkah malang kedua lengannya diborgol Athena.
Ciuman hangat dan panjang itu berakhir dalam nafas yang tak beraturan. "Frans , a. .ku mem...bencimu!Kamu beruntung aku tak jadi menembakmu, hanya saja ja...ngan pernah muncul la...gi di hadapanku, eeuuuughhh...!!! " Ujar Athena masih dengan sedikit terbata-bata diakhiri cegukannya yang cukup panjang. Kemudian ia berbalik meninggalkan Mr. G menuju sudut gua di dekat Larmina. Athena membaringkan tubuhnya lalu menangis sesenggukkan hingga ia terlelap tidur di sana. Larmina masih terdiam menahan emosinya melihat semua yang terjadi di hadapannya barusan. Terbayang kembali semua memory tentang seorang pria yang memberinya kebahagiaan sekaligus penderitaan.
Hati Mr. G tersentuh. Seakan ia baru memahami, bahkan wanita yang ia pikir sangat tangguh dan tak tergoyahkan sekalipun tetaplah memiliki sisi kerapuhan yang tersembunyi di dalam dirinya.
Mr. G meraih kunci borgol yang tergeletak di dasar gua dengan jari kakinya. "Larmina tolong bukakan!" Pintanya pada Larmina. Larmina bergegas mengikuti kata-kata Mr. G.
"Sepertinya kamu menyukai si gadis hijau. " Goda Larmina dengan senyum penuh makna.
"Hmm, entahlah aku tak bisa mengendalikannya. Berjanjilah untuk tidak menceritakan apapun padanya nanti. Bersikaplah seolah-olah tidak ada yang terjadi. Aku punya cukup uang untuk menjamin masa depanmu dan bayimu. Saat aku sudah kembali ke Amerika aku akan mengirimkanmu dalam jumlah yang cukup. "Pinta Arthur lagi.
" Hmmm, janji. "Sahut Larmina sambil memberi kode tutup mulut pada Mr. G.
Kemudian Mr. G memasangkan kembali kostum navy seals ke tubuh Athena yang mulai bereaksi menahan dingin. Arthur mengatur gerakannya selembut mungkin agar tak membuat Athena terbangun. Lagi-lagi untuk pertama kalinya ia menginginkan seorang wanita untuk selalu berada di dekatnya.
Semua rasa datang begitu saja dan tiba-tiba.
#bersambung
__ADS_1