The Athena Code

The Athena Code
74.PARTNER in CRIME


__ADS_3

Laut Lepas Samudra Pasifik Utara.


Samudra Pasifik merupakan samudra yang memiliki intensitas kedalaman tertinggi yakni mencapai 10.911 meter pada palung Mariana. Sedangkan kedalaman rata-ratanya adalah 4.280 meter.


Di kedalaman seribu meter lebih Kapal Selam canggih Astrogaltic milik Astrogun, dengan teknologi berbasis AI, melaju cepat membelah kedalaman samudra.


Astrogaltic Submarine (Kapal Selam Astrogaltic) di rancang oleh ahli kapal selam ternama dunia dari Rubin Design Bureu di Rusia atas pesanan khusus dari Arthur dan Chen Yuan.


Dimana dalam proses perakitannya tiga tahun lalu Arthur turut ambil bagian untuk menyuntikkan berbagai fitur canggih teknologi persenjataan dan robotik dari Astrogun. Tepatnya ini semacam kolaborasi antara Astrogun dan Rubin Design Bureu, Rusia sebelum dunia memanas karena konflik yang terjadi di Ukraina.


Astrogaltic menggunakan reaktor nuklir untuk sumber tenaga sebagai pemutar turbin utama yang mengerakkan baling-baling dan motor elektrik penghasil baterainya, sehingga dapat menghasilkan listrik untuk digunakan Astrogaltik saat menjelajah di kedalaman lautan.


Adapun untuk baterai pada Astrogaltic memiliki berat dua puluh lima persen dari bobot bruto Astrogaltic itu sendiri, karena fungsi baterai dalam kapal selam memang sebagai pemberat dan penyokong tenaga. Letaknya pada kapal selam di bawah crew’s quarters and mess hall.


Crew’s quarters adalah tempat tinggal kru dan mess hall adalah aula untuk makan serta kumpul bersama.



Crew’s quarters pada Astrogaltic di desain sangat luxury demi kenyamanan para kru terutama Arthur dan Chen yang memiliki impian tour di kedalaman laut bersama orang-orang yang mereka sayangi suatu hari nanti.


Tak ketinggalan railgun and torpedo room juga melengkapi Astrogaltic untuk kepentingan keamanan dan pertahanan. Disamping torpedo room terdapat ruang khusus robotik dimana beraneka robot dan drone ditempatkan, termasuk God of Beast yang akan diuji cobakan.


Railgun sendiri adalah senjata jarak jauh yang penembakan proyektilnya menggunakan listrik bukan propelan kimia. Railgun menggunakan daya elektromagnet untuk melontarkan proyektil dengan kecepatan 7,5 kali kecepatan suara (setara 9.100 kilometer per jam) dengan daya jelajah 200 kilometer. Senjata ini lebih murah dan lebih akurat ketimbang senjata tradisional yang menggunakan daya ledak mesiu.


Railgun juga tidak memerlukan hulu ledak yang mahal, karena daya hancurnya mengandalkan kecepatan lontaran.


Kapten Pilot Tony Castaneda di dampingi dua copilot Kessy dan Paul, mengemudikan Astrogaltic dengan piawai dari ruang pusat kendali (Control Center). Mereka sangat antusias karena perjalanan menggunakan Astrogaltic yang mereka lakukan bisa di hitung dengan jari. Dari Control Center ini berbagai fungsi kapal selam dikendalikan.


Pusat kendali (Control Center) terletak di lantai paling atas agak ke depan pada kapal selam dan memiliki dua ruangan di dalamnya yang disekat menggunakan dinding kaca super tebal.


Di ruang utama pusat kendali ada Kapten Tony Castaneda di dampingi dua asistennya Kessy dan Paul. Di ruang kedua Arthur, Chen Yuan, dan Dokter Morgan sedang mendiskusikan performa Astrogaltic sambil melakukan pemantauan jarak jauh pada gambar dan video yang dikirimkan oleh drone yang mereka luncurkan dan dikendalikan oleh operator Dennis.


Sementara dua puluh kru lainnya yang terdiri dari para operator robotik, operator drone, torpedo dan fungsi lainnya berada pada kompartemen mereka masing-masing.


“Dennis, putar kamera nomor dua kearah pukul sepuluh,” perintah Arthur dari alat komunikasi nirkabel yang menempel di telinganya.


“Baik.”


“Sudah”


"Yap, itu tampak pulau-pulau kecil. Aku ingin pulau yang benar-benar kosong,"


"Tunggu beberapa menit lagi, Mr G,"


"Ok."



"Itu Pulau Mururoa, pulau yang disamarkan google!Aku rasa disana adalah tempat yang paling tepat untuk uji coba ini," Pekik Chen.


"Di Mururoa Prancis pernah melakukan uji coba bom atom berkekuatan dua ratus kali lebih dahsyat dari bom atom hirosima dan Nagasaki. Memang di sana tempat yang tepat untuk uji coba, tapi Mururoa terlalu jauh dari Palmyra Atoll," sahut Dokter Morgan.

__ADS_1


"Iya kurasa tujuan kita Bikini Atoll, pulau yang memang sudah rusak oleh uji coba AS dan tidak jauh dari Palmyra Atoll. Sudah tidak ada kehidupan apapun di sana, tak ada yang kita rugikan dengan mini rudal itu, radiasinya tak akan keluar pulau" cetus Arthur.


"Oke, kurasa aku setuju," balas Chen.


"Aku juga setuju," dukung Dokter Morgan.


"Dennis, pulangkan X21, sudah waktunya ia digantikan drone yang lain," perintah Arthur.


"Siap, tuan,"


"Dengan kecepatan maksimal kita akan sampai di Bikini Atoll tidak lama lagi, mungkin sekitar satu setengah hari," ujar Kapten Tony Castanade dari kursi kemudinya melalui alat komunikasi nirkabel canggih yang menempel pada helm pilotnya.


"Menurutku itu cukup cepat dibandingkan kecepatan kapal selam reguler milik militer Amerika, Rusia, China, Jerman dan Inggris. Astrogaltic masih jauh lebih unggul dalam kecepatan dan performa," nilai Dokter Morgan.


"Iya, tak percuma kita membayar mahal dan turut bersusah payah merancang dan merakit astrogaltic, " ucap Arthur bangga.


"Benar sekali, waktu itu benar-benar perjuangan yang melelahkan, kita bolak-balik Amerika-Rusia, jauh dari keluarga, dan ditambah lagi tekanan dari Pentagon yang mencurigai Astrogun bermain mata dengan pihak luar, mereka tak ubahnya seorang gadis yang sedang cemburu buta."


"Hahahahhahaha...!!"


Arthur, Chen dan Dokter Morgan kompak tertawa bersama mengingat kejadian masa lampau itu.


" Oya Maaf Mr. G, aku tak tahu apa yang mendorong kalian untuk mengaktifkan God Of Beast? Apakah kalian sudah siap dengan resiko yang mungkin terjadi jika Pentagon tahu. Karena aku yakin Pentagon sangat menginginkan semua model persenjataan dan fitur tambahan yang kalian suntikkan ke dalam God Of Beast, " lanjut Dokter Morgan menganti topik pembicaraan.


"Penggunaan God Of Beast sepenuhnya kewenangan Mr G, jika ia menggunakannya berarti dia sudah siap dengan resikonya. Jika harus terbakar api bersama, aku akan tetap ikut dengannya. Kami sudah bersahabat semenjak kecil, rasanya itu cukup sebagai alasan, " Chen menunjukkan kesetiaannya.


Arthur mengacungkan dua jempolnya ke arah Chen.


"Apa boleh buat, itu resiko jadi sahabatmu. Sudah terlanjur basah punya sahabat yang hoby melakukan sesuatu seenaknya, Huuh..!"


"Kalian adalah the real partner in crime, Hahahhaha...," Kekeh Dokter Morgan tak mau ambil pusing dengan kenekatan kedua sahabat itu.


"Kira-kira sanksi apa yang mungkin akan dijatuhkan Pentagon pada kita?" Gumam Chen agak resah.


"Aku yakin sanksi itu hanya akan ditujukan padaku. Kenapa? Karena semua adalah tanggung jawabku. Mungkin izin penelitian dan semua gelar keilmuwanku akan dicabut lalu aku akan dilarang aktif dalam kepemimpinan dan kepengurusan Astrogun, " jawab Arthur santai.


"Whaaat? Apa yang bisa anda lakukan setelah itu? Apakah anda akan pulang ke rumah orang tua anda dan meninggalkan semuanya?" tanya Dokter Morgan terkejut dengan kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi. Ia tak sanggup membayangkan Astrogun tanpa seorang Geon Arthur Yildiz.


"Aku akan menikmati hari-hari yang santai, mungkin menikah dan tinggal bersama kekasihku di sebuah kawasan pertanian dan peternakan di Swiss yang indah dan damai, lalu memiliki anak-anak yang lucu. Hmm.., sanksi itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang akan ku jalani bersama Heilen," hayal Arthur dengan binar bahagia di manik mata tajamnya.


"Hoaah...., jadi aku berkorban untuk ditinggalkan bersenang-senang bersama pacarnya, sahabat macam apa itu!" rutuk Chen.


"Hahhahahaha..!!"


Arthur dan Dokter Morgan kompak menertawakan kecemburuan Chen bersama.


"Bukankah Heilen sedang marah padamu?" lanjut Chen mengingatkan Arthur.


"Dia tak bisa marah terlalu lama padaku, dia akan luluh saat aku menyentuhnya," jawab Arthur sembari menoleh kepada dokter Morgan yang juga sedang menoleh kepadanya.


Lalu..

__ADS_1


"Hahahahahaa.. "


Tawa kocak mereka kembali membahana.


Oh rupanya dia sedang bahagia, pantas saja hari ini dia banyak bicara. Kemarin dia mencari Laksamana Spencer ke Naval Amphibious Base, pasti dia juga menemui Heilen. Chen bermonolog.


"Chen, carilah pasanganmu sendiri. Melinda Grays sepertinya punya perasaan tersembunyi padamu. Kulihat dia menempelimu seperti octopus," pekik Dokter Morgan.


Netra Chen membulat mendengar ujaran dokter Morgan.


"Wanita tanpa ekspresi itu?! Dia memang cantik tapi wajahnya sedingin es. Bagaimana mungkin ada ruang di hatinya untuk seorang pria, kepalanya hanya berisi dokumen dan pekerjaan. Selama ini aku tak pernah mendengar rumor ia pergi berkencan sekalipun," sahut Chen tak percaya.


Dokter Morgan mengulum senyum mendengar perkataan Chen.


"Apa kalian tidak tahu, ia pernah dirayu Megabot incorporations dengan iming-iming gaji jauh lebih tinggi?Saat aku bertanya mengapa ia tak bergeming, ia bilang Chen membutuhkanku. So sweet..,"


Prok prok prok!


Arthur spontan bertepuk tangan mendengar cerita Dokter Morgan.


"Hoaaaeeemm, kurasa aku butuh memanjakan tubuhku sebentar, " Chen menguap dan menggeliat berpura-puta tak mampu menahan kantuknya. Entah mengapa tiba-tiba ia merasa jengah dengan cerita tentang sekretaris setianya, Melinda Grays.


Chen berjalan menuju private room miliknya di Crew's quarters tanpa menunggu persetujuan Arthur dan Dokter Morgan.


Arthur dan Dokter Morgan menatapnya dengan pandangan heran. Setelah Chen menghilang Arthur melanjutkan diskusinya dengan Dokter Morgan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu setengah hari kemudian.


Bikini atoll



Perlahan-lahan Astrogaltic mulai muncul kepermukaan di lepas pantai Bikini Atoll. Tempat ini adalah salah satu tempat paling terpencil di dunia, jauh dari jangkauan radar.


Arthur dan Chen telah mengenakan Costum pilot Humanbotnya, bersiap untuk memasuki bagian kokpit si Giant robot warrior "God Of Beast".


Mereka menunggu Leslie membuka pintu robotic room.


" Are you ready?" tanya Leslie yang berperan sebagai operator robotic room bersama Dennis dan empat kru lainnya.


"Yeaah," jawab Arthur dan Chen bersamaan sembari mengusung jempol mereka ke arah kamera di depan pintu robotic room itu.


Leslie yang berada di compartemennya tersenyum menatap mereka pada layar monitor.


"Ok, dalam tiga hitungan aku akan membuka pintu robotic room.


" three, two, one........."


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2