The Athena Code

The Athena Code
54. AKHIR SUNYI SEBUAH MISI


__ADS_3

(Flashback on)


"Robert, target utamamu bukan para agen atau prsonil Seals. Tapi ahli botani bernama Agatha Marin. Dia datang kemari dengan tujuan merusak kerjasama kita dengan para Petagion. Habisi dia sesegera mungkin.'' Perintah Barbara Clarkson yang baru saja tiba di bunker FWFP.


" Baik, lady. Aku akan segera mengeksekusinya." Jawab Robert dengan penuh hormat kepada wanita yang telah mengadopsinya ini.


"Dan ingat satu lagi, habisi mereka tanpa sisa, jangan beri mereka kesempatan untuk mengirim bukti apapun ke luar pulau ini. Kau bisa gunakan semua robot warrior dari kelas Dark lord. Aku tak mau ada kata gagal.Ingat! habisi langsung jangan terlalu banyak bermain-main." Tegas Barbara Clarkson.


"Perintahmu adalah yang utama, lady." Sahut Robert takzim.


Kemudian Robert mendatangi ruang pusat komando bunker FWFP (Future Warrior for Peace) dimana para operator robot warrior selalu standby di depan layar monitor sub super computer. Siap menunggu perintah apapun dari Barbara dan Robert.


"Siapkan semua unit Robot warrior Dark Lord!" Perintah Robert kepada para operator.


"The Shadows, aktifkan Armor zeus sekarang,kita akan melakukan serangan skala penuh dan mematikan."Lanjut Robert lagi.


" THE SHADOWS TAK AKAN PERNAH GAGAL!!’' Sambut para personil the Shadows dengan gegap gempitA meneriakkan semboyan keramat kelompok mereka.


" Vivian , are you ready?! "Tanya Robert melalui alat komunikasinya. Ia menghubungi Vivian dan pasukannya yang berada laboratorium 2 FWFP di dekat gerbang masuk utama Palmyra Atoll. Sebuah laboratorium Robotic yang berkedok laboratorium botani.


" Tentu saja kami sudah siap.Tinggal menunggu waktu untuk menghabisi mereka. "Sahut Vivian.


...****************...


Tiger Wild-001 memimpin kelompok pertama yang melakukan pelacakan di sebuah padang sabana dengan rumput hijau dan bunga-bunga merambat.


Belum lima menit mereka berjalan mendekati sebuah penanda yang dibuat Tim CIA terdahulu, area rumput hijau di hadapan mereka bergeser persis pintu jepang.


"SREEETT.. "


Bersamaan dengan itu tampak Robert Kanumba muncul dengan pasukannya, The shadows. Bahkan dibelakangnya dikawal robot warrior canggih Dark Lord sebanyak dua belas unit. Sungguh kekuatan yang tak seimbang jika dibandingkan empat orang Seals ditambah lima agen CIA.


"Selamat datang di pulau kematian kalian!! " Pekik Robert yang telah tertutup seluruh wajah dan tubuhnya oleh armor zeus. Tak ada yang perlu ia takutkan lagi dari M4-Custom milik Seals.


"DOORRR!!"


"DOORRR!!"


"DOORRR!!"


"SPLASSH"


"SPLASSHH"


"Berpencar dan selamatkan diri kalian masing-masing!" Tiger yang menyadari posisi mereka sangat lemah, langsung memberi peringatan saat tembakan peluru dan laser meluncur ke arah mereka.


Namun personil seals team six bukannya berlari menjauh, mereka sadar dalam posisi diujung tanduk. Keempat personil Seals yang ditugaskan Spartan untuk mendampingi kelompok Tiger Wild itu langsung menjatuhkan tubuh mereka ke tanah dan berguling, sehingga tubuh mereka terhindar dari hujan peluru dan tembakan laser pasukan yang dibawa Robert Kanumba. Kini mereka diposisi yang sedikit tersembunyi oleh semak-semak.


Memanfaatkan waktu yang sangat singkat itu dengan baik, tanpa perlu komando dari Spartan yang sedang tidak bersama mereka, dua personil sudah siap dengan peluncur granat sedangkan dua sisanya telah siap dengan senapan mesin.


"Buat perlindungan!" Salah satu dari Seals berinisiatif mengambil alih komando.


Robert dan pasukannya berjalan mendekati mereka. Seals kalah jumlah dan teknologi namun secara tehnik jelas mereka jauh lebih unggul.


Dordordordordordordordorrrr...!!!


Dua personil Seals langsung menembakkan senapan mesin M60e4 tanpa jeda, Sementara dua lainnya telah selesai menyiapkan peluncur geranat berdaya ledak tinggi.


Robert Kanumba dan pasukannya tak bisa menghindar lagi, mereka terus merangsek mendekati semak-semak sumber tembakan. Robert terlihat geram tak menyangka akan mendapatkan perlawanan sengit dari personil Seals yang diremehkannya.


"Dark Lord, bersihkan mereka sekarang. Gunakan lasergun bersamaan!" Perintah Robert sembari memberi kode pada personil the Shadow untuk mengambil posisi dibelakang Dark Lord karena peluru dari machine gun M60e4 tampaknya terbuat dari material anti baja yang membuat armor zeus lama kelamaan dapat ditembus.


Tepat disaat robot warrior Dark Lord menembakkan lasergun mereka, Ledakan geranat berbahan peledak thermobaric dari Seals menggelegar memecahkan gendang telinga.


Robert Kanumba dan empat personil the Shadow yang sempat menjauh dari ledakan berhasil selamat dengan beberapa luka yang lumayan menyakitkan.


Sementara delapan personil the Shadow lainnya dan tujuh unit Robot warrior Dark Lord mengalami kegagalan sistem karena kerusakan parah akibat ledakan.


Empat personil Seals telah gugur dalam aksi mereka yang heroik. Karena kerugian yang jauh lebih besar di pihak Robert Kanumba.


"Seals brengs*k!!!" Pekik Robert Kanumba kesal


Robert mendekati tubuh Tiger Wild-01 yang terluka parah akibat serangan pertamanya tadi.


"Hai, brother. Kami memiliki sistem persenjataan futuristic yang kalian takutkan itu. Kamu telah merasakannya, sayang sekali tak ada waktu buatmu untuk mengabari atasanmu. Dan karena kamu telah mengetahuinya, jadi tak ada alasan buatmu untuk tetap hidup." Desis Robert Kanumba sambil menentang tatapan nanar Tiger Wild.


"Bunuh aku sekarang juga, dan tunggu waktumu akan segera datang" Balas Tiger sembari menahan sakitnya. Kedua kakinya telah gosong dan sebagian tangannya hancur, begitu juga tubuhnya sebagian terasa gosong akibat hantaman laser.


"Hmm, akan aku kabulkan agar kamu bisa beristirahat secepatnya di neraka. " Tukas Robert.


"Doorr!"

__ADS_1


Satu tembakan mengenai jantung Tiger dengan tepat dan membawanya dalam kesunyian abadi.


...----------------...


Siang cukup terik di pesisir Palmyra Atoll.


Heilen dan Irish-3700 tetap berjaga di luar tenda dalam posisi siaga. Mereka belum mendapatkan kabar apapun dari Spartan. Benak mereka dipenuhi kecemasan dan pertanyaan yang tak terjawab.


Sampai akhirnya bunyi alat komunikasi khusus yang melingkar di telinga Heilen berbunyi;


"BIP.. BIP.. "


"Spartan-03 masuk, Tim medis segera meluncur sekarang ke titik pada area map yang aku tandai merah, ada korban luka tembak atas nama Agatha Marin,ganti." Spartan akhirnya muncul namun dengan kabar yang kurang menyenangkan.


Agatha..., Gumam Heilen dalam hati.


"Athena-1609 masuk, Siap komandan kami segera meluncur, ganti. "


"Spartan-03 masuk, bawa semua senjata yang mungkin bisa dibawa, kami dalam keadaan terdesak, line ditutup!"


"Siap, komandan!" Suara Heilen bergetar mendengar ucapan terakhir Spartan bahwa mereka dalam keadaan terdesak. Sementara Spartan tak sempat merincikan bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan.


"Athena-1609, ayo kita berangkat. Aku mengkhawatirkan mereka." Tukas Irish-3700.


Kemudian mereka meluncur ke titik lokasi yang sudah disebutkan Spartan. Mereka tak lupa berpamitan pada Irish-0601.


...****************...


Laboratorium botani itu tampak seperti bangunan yang sudah menua namun siapa sangka di bawahnya terdapat sebuah bunker luas yang merupakan laboratorium robotic milik Barbara Clarkson.


Heilen dan Irish melepaskan fast rope dengan cepat karena serangan dari pasukan yang dipimpin Vivian mulai menyasar Helikopter mereka. Mereka mencari semak-semak rimbun sebagai tempat mendarat.


Vivian menembakkan sebuah mini rudal anti helikopter dan tepat mengenai badan helikopter SH-60 LAMPS Seahawk. Suara ledakan memekakkan telinga memecah keheningan Palmyra Atoll.


Irish langsung berlari ke tempat Spartan yang bersembunyi di balik sebuah tembok bangunan runtuh diluar gedung laboratorium. Irish mengaktifkan machine gunnya lalu mulai menembak dengan ganas.


"It's cool, girl." Pekik Spartan melihat kerja Irish-3700.


Sementara itu Athena menemukan Agatha tergeletak di bawah sebuah pohon tak berdaya. Sementara suara baku tembak antara Seals bersekutu dengan para agen CIA versus the Shadows dibantu robot warriornya. Sekali lagi kekuatan tak berimbang. Seals dengan keunggulan skill dan tehniknya terus bertahan dari gempuran robot warrior dan the Shadows yang dibekali persenjataan paling mutakhir.


"Agatha, bertahanlah." Gumam Athena lirih sembari menyuntikkan cairan anestesi ke urat nadi di lengan Agatha. Ia akan mengeluarkan peluru yang bersarang di di perut Agatha.


"Ma.. afkan a.. ku, aku ga.. gal mence.. gah mere.. ka. " Ujar Agatha terbata-bata. "Tak per... lu tinda.. kan apapun. Am.. bil... lah lencana ini un... tuk melin... dung... imu dari ilusi. In..i pem..beri.. an kakek bu.. yutku. " Lanjut Agatha semakin tak jelas suaranya.


Heilen menyandarkan tubuh Agatha pada batang pohon di sisi kanannya.Tanpa ragu ia meraih machine gun M60e4 , Machine gun yang rentetan pelurunya sangat panjang dan dimuat di dalam tas ransel yang biasa dibawa personil Seal kemanapun mereka pergi.


Heilen melihat pasukan bantuan pihak FWFP datang bersama Robert Kanumba. Ia mulai menembakkan Machine gun dengan berlindung di balik tembok peninggalan tentara AS di sekitar laboratorium botani itu. Peluru M60e4 adalah material anti baja dan anti tank sehingga menembus skin robot warrior dan armor zeus. Satu unit robot warrior rusak berat dibuatnya dan dua orang dari the Shadow tewas seketika.


Robert Kanumba murka dan langsung meminta perlindungan personilnya agar ia mudah bergerak mencari sumber tembakan.


Athena terus menembakkan machine gun-nya sambil berlari mencari posisi yang lebih aman, tanpa sengaja kakinya tersandung sebuah rantai tua yang cukup panjang. Ia terjatuh tepat di saat Robert Kanumba menemukannya seraya menodongkan AK 74 ke arahnya.


"Gadis Seal, kamu cukup bernyali. Tapi sayang kamu harus mati." Ujar Robert geram mengingat beberapa anak buahmya tewas ditangan gadis Seal di hadapannya ini.


Otak Heilen selalu bekerja lebih cepat dan tak ada kata menunda untuk menyerang musuh di dalam kamusnya.


Hanya ada beberapa detik yang dapat digunakan untuk bergerak jadi tak ada gunanya berfikir terlalu panjang. Heilen melentingkan tubuhnya bersalto menaiki kedua pundak Robert dan menjepit leher Robert yang tertutup armor Zeus. Sungguh sebuah gebrakan yang tidak pernah disangka oleh Robert. Bahwa gadis dihadapannya ternyata memiliki gerakan yang cepat, kuat dan mematikan.


Dan diam-diam Heilen membawa ujung rantai bersamanya kemudian dengan cepat melilit leher Robert dengan rantai baja tua itu. Robert menarik tubuh Heilen dari pundaknya dengan kuat hingga Helilen terjatuh. Beruntung Vest armor dan head armor membuat Heilen aman.


Saat Heilen terjatuh otomatis Robert juga terjatuh karena ikatan rantai kuat yang disimpulkan Heilen pada lehernya.


Tanpa berfikir lagi Heilen menembakkan M4 custom tepat di belakang lutut Robert karena ia tau hanya bagian itu yang paling mudah ditembus peluru.


"DOORR"


"AAKH.. "


Pekik kesakitan Robert Kanumba bercampur dengan rasa sakit hati yang luar biasa. Ia berjanji akan mencari tau identitas Seal woman itu dan akan menuntut balas.


"Athena-1609 laporkan posisimu! Apakah kamu masih hidup?" Tanya Spartan melalui alat telekomunikasi nirkabelnya.


"Lapor Komandan, aku masih bertahan dan berada di sebelah barat gedung lab botani pada arah pukul sembilan."


"Datang padaku! Aku terluka dan berada di samping jasad Agatha." Ujar Spartan seperti sedang menahan rasa sakitnya.


"Siap komandan. Bagaimana dengan Irish-3700?" Tanya Heilen mulai menegang sembari berjingkat-jingkat meninggalkan bagian barat laboratorium botani itu. Ia menuju kembali ke semak belukar diantara pepohonan rimbun , tempat ia meninggalkan jasad Agatha. Beruntung saat itu Vivian dan para personil the Shadow sedang sibuk membebaskan Robert Kanumba dari rantai baja yang melilitnya.


Heilen tak mendapatkan jawaban lagi dari Spartan.Hanya suara nafas Spartan yang memburu.


"Spartan, bertahanlah. Aku akan mengeluarkan proyektil dari lukamu. " Tukas Heilen dengan nada suara menegang. Ia mulai sadar kalau posisi mereka sudah di ujung tanduk.

__ADS_1


"Percuma, sebagian tubuhku telah tertembak laser gun robot warrior itu dan sepertinya sebagian besar organku terkena radiasi berat, aku tak kan bisa bertahan lama." Ujar Spartan tegar sembari membuang jauh-jauh rasa sakitnya. Heilen hanya terdiam nanar tak tahu harus berbuat apa.


"Peganglah detonator ini. Aku telah bersusah payah menginstall semua MK-5A hampir di setiap sudut bunker laboratorium itu. Aku habiskan semuanya tak bersisa. Semua Seal dan CIA gugur karena melindungiku, termasuk Irish-3700." Lanjut Spartan parau.


Heilen terdiam dalam emosinya yang bergejolak. Kematian seakan sudah menjadi kawan sejati seorang pejuang, kapannpun dan dimanapun sama saja. Namun setiap jiwa pasti berharap bisa tinggal lebih lama.


MK-5A adalah smart bom berbentuk mungil dan pipih yang mudah ditempelkan pada berbagai permukaan karena didesain dengan capit khusus dengan daya lekat yang kuat. Daya ledaknya setara MOAB (Mother of all bomb) milik China. MK-5A hanya boleh di bawa oleh komandan setiap tim Seals.


"Apa yang harus kulakukan? " Gumam Heilen dengan suara tercekat.


"Naiklah ke atas pohon setinggi mungkin.Awasi laboratorium dari ketinggian. Perhatikan baik-baik, aku akan kembali ke dalam laboratorium untuk memancing mereka berkumpul. Jika musuh sudah masuk seluruhnya, tekan detonator ini." Tegas Spartan tanpa keraguan sedikitpun.


"Aku tidak bisa! " Pekik Heilen dengan wajah memerah dan airmata yang mulai tak mampu ia tahan lagi. Karena jika ia menekan detonator ini, itu artinya Spartan juga akan meledak bersama yang lainnya.


"Lakukan! Ini perintah. Dan satu-satunya jalan agar kematianku tidak sia-sia. Waktuku tak banyak. Athena-1609, aku mengandalkanmu. " Tukas Spartan lagi.


Hening tercipta. Lidah Heilen tiba-tiba kelu. Matanya masih berkaca-kaca. Sementara Spartan mulai bangkit perlahan dan berdiri tegar di hadapan Heilen walau darah telah membasahi sebagian besar kostum seals-nya.


"Aku pernah berharap hidupku lebih lama dan bermimpi tentang seorang istri yang cantik dengan anak-anak yang lucu. Aku beritahu hanya sekali ini saja, kamulah gadis yang aku impikan itu. Andai aku bisa mengulang waktu dan kembali ke masa mudaku, aku akan menjadi pemuda baik-baik agar aku tidak malu memperjuangkan gadis sepertimu. Tapi aku hanya bermimpi, sudahlah... Hahaha.."Spartan mencurahkan isi hatinya yang tak pernah ia ungkapkan kepada siapapun sambil tertawa kecut.


Heilen hanya bisa menangis dalam diam. Airmatanya semakin tumpah ruah. Bisa-bisanya Spartan masih menggodanya dalam situasi seperti ini. Meskipun Heilen tak memiliki ketertarikan romantis kepada Spartan, namun mereka memiliki ikatan kuat sebagai satu kesatuan Seals yang solid.


Spartan membelai head armor Heilen sesaat. "Lakukan tugasmu dengan baik. " Bisiknya untuk yang terakhir kalinya.


Heilen mengumpulkan seluruh kekuatan mentalnya kemudian mengangguk dan menegakkan kepala di hadapan Spartan.


Spartan berjalan perlahan mencari rute aman untuk bisa masuk lagi ke dalam laboratorium.


Heilen mencari pohon yang paling besar dan paling tinggi lalu mulai memanjat dengan cepat.


Kurang lebih lima belas menit kemudian Heilen melihat delapan robot warrior dan sepuluh personil the shadows memasuki laboratorium. Sepertinya Spartan berhasil memancing mereka.


Heilen menguatkan hatinya. Mengingat kembali seluruh slogan kesatuan Navy Seals.Diatas pohon dalam hembusan angin dan suara gesekan dedaunan, dalam kemerahan senja di tengah pulau yang paling mengerikan di dunia, Heilen melafalkan semua slogan Seals perlahan dengan bibir bergetar :


TAK BUTUH RENCANA, SURVIVE ADALAH KONTAK PERTAMA DENGAN MUSUH.


SATU-SATUNYA HARI YANG MUDAH ADALAH HARI KEMARIN!


BERSATU DALAM TIM SELAMANYA.


Heilen memejamkan mata, menekan tombol detonator elektrik itu dengan lengannya yang tremor. Bulir bening terus mengalir membasahi pipinya.


"BIP!"


Lalu...


"BLAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRR!!!!!!"


"Spartan...., Jeremy... " Desisnya lirih.


Bersamaan dengan ledakan yang sangat dahsyat itu tubuh Heilen terpental jatuh dari ketinggian, beruntung ia masih sempat meraih beberapa ranting pohon untuk menahan laju tubuhnya.


BRAAAKKK!


Tubuh Heilen membentur tanah dalam kelemahan dan ketidakberdayaan. Ledakan bom dan ledakan emosi menyatu membawanya dalam keheningan. Ia tak sadarkan diri. Detonator yang tadi dipegangnya terlempar cukup jauh darinya.


Setelah ledakan dahsyat yang menghancurkan seluruh laboratorium kedua miliknya itu, Barbara Clarkson sangat murka. Ia keluar dari bunker bersama Vivian dan Robert yang masih kesakitan karena kakinya yang cidera. Bersama seluruh sisa personil the Shadow ia membersihkan semua bangkai robot warriornya hingga tak bersisa.


Barbara menutupi semua jejaknya dengan baik. Bahkan ia memindahkan semua mayat yang bergelimpangan di atas tanah bunker laboratorium satu menuju ke sisa-sisa ledakan laboratorium dua miliknya. Ia ingin tak ada apapun yang membuat tim penyidik nantinya mencurigai keberadaan bunker utama miliknya yang masih tak tersentuh itu.


Kehilangan sekitar limabelas robot warrior membuat amarahnya meledak-ledak. Namun kini ia bisa lega tak ada lagi sisa-sisa robot warrior yang dapat dijadikan bukti keberadaan Laboratorium ilegalnya.


Setelah semua mayat telah bertumpuk di lokasi reruntuhan laboratorium itu, kini ia butuh satu orang untuk dijadikan kambing hitam atas semua kematian ini.


Vivian yang menemukan Heilen masih hidup dan dalam keadaan pingsan mengusulkan pada Barbara agar detonator diletakkan dalam genggaman Heilen. Dengan demikian Heilen akan bisa menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara, begitu batin Vivian.


"Kita habisi saja gadis seals ini." Desis Robert Kanumba yang mendendam.


"No, jangan. Biarkan ia tetap hidup untuk menguatkan alibi." Ketus Barbara Clarkson.


Rencana Barbara benar-benar berhasil. Keesokan harinya saat Tim Investigasi datang, pertamakali mereka menemukan tubuh Irish-0601 yang penuh darah dengan luka tembak di perutnya. Tak bisa dibantah lagi ia telah melakukan bunuh diri.


Selanjutnya setelah memeriksa semua sudut Palmyra Atoll mereka sampai pada satu kesimpulan bahwa satu-satunya yang dicurigai melakukan pembunuhan massal adalah Athena-1609, dengan bukti adanya detonator di tangan Athena-1609.Ditambah lagi Athena-1609 satu-satunya yang selamat dari pulau, semakin memperkuat kecurigaan tim investigasi.


Beruntung tubuh Athena-1609 lebih dulu diselamatkan Tim medis Navy Seals. Lalu dengan taktik yang cerdik Laksmana Spencer berhasil memalsukan kematian Heilen Putry Munaf alias Athena-1609 sehingga ia bebas dari hukuman, namun secara otomatis ia kehilangan semua gelar ketentaraannya karena dinilai telah berbuat kriminal.


Untuk melindungi Heilen sepenuhnya, Laksmana Spencer juga berhasil mempengaruhi petinggi Navy Seals untuk menghapus semua data mengenai Athena-1609 dari database Navy Seals. Itulah sebabnya Mr. G kesulitan melacak keberadaan Athena setelah kesembuhan dan kepulangannya dari Afghanistan.


Dan secara diam-diam Athena-1609 diselundupkan oleh Laksmana Spencer ke Jakarta untuk mengasingkan diri dengan identitas palsu yang dibuatkan oleh saudara sepupunya Rachel. Di Jakarta Heilen juga sangat terlindungi karena pamannya Ibrahim Saleh Munaf, ayah Rachel Berliana Munaf adalah seorang menteri Pertahanan dan Keamanan Ripublik Indonesia.


Atas bantuan Rachel juga , Heilen mendapatkan pekerjaan baru sebagai seorang bodyguard merangkap asisten Penyanyi lagu-lagu religi AISYAH KAMILA YILDIZ pada masa masa sulitnya itu.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2