The Athena Code

The Athena Code
63. ASTROGUN Corp.


__ADS_3

Astrogun Robotic Laboratories


SECRET PROJECT DIVISION


Terletak pada bagian bangunan yang tersembunyi di bawah tanah gedung tujuh lantai ASTROGUN Corporations. Bangunan berpelindung bunker yang dirancang mampu menahan 1000 kali kekuatan ledakan nuklir Hirosima dan Nagasaki.


Sebuah bunker berdinding plat baja superkuat dan tebal. Dengan tingkat keamanan melebihi bunker opipidum di Ceko yang biasa dipesan para milyarder dunia sebagai tempat persiapan berlindung. Dengan adanya bunker rahasia milik Astrogun ini otomatis Arthur dan Chen tak butuh memesan bunker apartemen di Oppidum


Oppidum sendiri adalah milik konglomerat dunia Zamrazil, apabila dilihat dari udara, terlihat seperti kompleks lengkap ditengah dataran Ceko, dilengkapi dengan lapangan golf, tennis dan helipad dengan luas total mencapai 7.200 m2. Bunker ini melindungi sebuah apartemen besar yang dibangun di bawah tanah yang dijual untuk perorangan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan keamanan. Mulai dari melindungi dari serangan te*ro*ris hingga bencana alam yang kapan saja bisa terjadi.


SECRET PROJECT DIVISION of Astrogun Corp ,disinilah Chen dan Arthur menuangkan semua ide gila mereka.


Naifnya, orang-orang kebanyakan hanya bisa memimpikan kedigdayaan teknologi canggih hanya sebagai teknologi masa depan melalui cerita fiksi dan hayalan di film-film hollywod saja.


Padahal kenyataannya, semua itu sudah sejak lama dimulai dan berhasil diciptakan saat ini oleh manusia-manusia jenius di berbagai belahan bumi dengan sangat rahasia. Mereka hanya menghindari dampak publikasi yang dapat mengancam keselamatan mereka dan keluarga mereka, salah satunya seperti proyek-proyek yang ada di Secret Project Division of Astrogun ini.



Arthur yang suntuk karena memikirkan sikap genit Gerald Gremio kepada Heilen, pagi - pagi sekali sudah standby di ruang uji coba , duduk pada sebuah kursi tepat dihadapan robot warrior "God of Beast" (GOB).


God Of Beast awalnya sebuah proyek keisengan dua anak muda yang ingin merealisasikan sebuah robot warrior yang dikendalikan secara langsung oleh mereka dengan masuk kedalam body robot tersebut. Sehingga dapat merasakan langsung sensasinya memiliki tubuh robot dengan berbagai alat dan senjata canggih yang di tanamkan di dalamnya.


Jutaan sensor hypersensitif dipasang diseluruh bagian robot. Sehingga robot dengan tinggi tiga meter dan bobot hampir lima ratus kilogram itu tak akan terasa berat saat dioperasikan oleh manusia yang disebut humanbot. Karena jutaan sensor akan memindai gerakan humanbot, kemudian badan mekanik itu akan mengikuti setiap gerakan humanbot yang paling halus sekalipun.


Jutaan sensor itu juga membuat GOB mampu menyeimbangkan diri dan menahan bobotnya sendiri sehingga humanbot di dalamnya tidak merasakan beban apapun dari body besar GOB.


"Sepagi ini sudah ingin bermain," celetuk Chen dengan tampilan sudah rapi dan ganteng plus si smart robot cantik Anastasya yang setia mendampingi kemana saja Chen melangkah. Chen mengaturnya seperti itu untuk kepuasan batinnya.


Dimasa lalu ia tak mampu memenangkan hati Anastasya karena pesona Arthur yang menyilaukan mata Anastasya membuat Chen seakan-akan tak terlihat dan memudar. Itu luka batin Chen yang tak pernah ia ungkapkan.


"Ingin mencobanya lagi?" Arthur justru balik bertanya.


Sepasang robot warrior God of Beast biru dan merah terpajang gagah di hadapan mereka, bertuliskan inisial nama kedua sahabat sejati itu, biru - Prince Yuan, merah- Mr G.


Chen mendelik melihat wajah kuyu Arthur yang sepertinya kurang tidur. Tak biasanya Arthur terlihat berantakan. Sebuah tanya tak terjawab muncul dibenak Chen.


"Di sini?" tebak Chen sepertinya kurang setuju karena mereka pernah mencobanya sekitar setahun yang lalu di sini. Hanya bisa melakukan beragam gerakan terbatas saja, tak bisa menyaksikan bagaimana kehebatan tembakan rudal mini nuklir dan high power microwave (HPM) yang sudah ditambahkan ke dalam sistem God of Beast .


Keduanya pernah merencanakan uji coba lanjutan namun selalu terkendala kesibukan. Karena proyek GOB hanya sebatas kesenangan dan kepuasan ambisi semata, rencana uji coba itu selalu ditangguhkan.


"Bagaimana kalau di sekitar Palmyra Atoll? Di sana akan susah terdeteksi radar maupun satelit. Kita akan melakukannya di malam hari. Kita cari pulau kecil yang benar-benar kosong, yang dulu pernah dipakai AS untuk uji coba nuklirnya, jadi tidak ada makhluk hidup yang tersakiti," usul Arthur bersemangat.


"Hmm, apa ini ada kaitannya dengan gadismu yang akan menjalankan misinya di Palmyra Atoll dalam waktu dekat?" ciduk Chen yang mencium alasan tersembunyi dibalik keinginan Arthur untuk uji coba kembali yang tiba-tiba muncul.


"Itu hanya salah satunya. Teknologi HPM yang kita gunakan pada GOB sepertinya perlu di upgrade. Sebelum itu kita harus menguji cobanya terlebih dahulu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihannya," pungkas Arthur.


"Sungguh bernyali! Semoga kita tak terciduk Pentagon. Teknologi HPM mereka masih lugu sekali, aku yakin kalau sampai kita ketahuan mereka akan membuat bermacam skenario untuk bisa mengadopsi teknologi HPM yang kita suntikkan pada God Of Beast," telisik Chen khawatir.


Sayang sekali Arthur sudah tak perduli dan hanya memikirkan bagaimana agar Heilen bisa kembali dari Palmyra Atoll dengan selamat. Heilen Putri Munaf bukan hanya gadis yang dicintainya, Arthur selalu ingat ia adalah gadis yang sama yang pernah mengorbankan diri untuk menyelamatkan nyawa Arthur dengan darahnya.


Biiiiip ...

__ADS_1


Automatic smartdoor di ruangan itu tiba-tiba terbuka. Sekelompok ilmuwan robotik yang bekerja untuk Secret Project Division muncul dari baliknya.


"Tuan-tuan? Oh, Mr G?!!" pekik para pria yang usianya tak jauh berbeda dari Arthur dan Chen.


"Maaf kami terlambat," tukas Doktor Morgan kepala Divisi Proyek Rahasia dengan nada canggung. Biasanya ia selalu datang lebih awal daripada Arthur dan Chen. Ia kemudian menyalami Arthur dan Chen bergantian diikuti para ilmuwan lainnya.


"Dokter Morgan! whooaa... Selamat pagi. Dokter tidak terlambat, tapi kami yang terlalu bersemangat pagi ini. Kebetulan sekali ada yang ingin aku sampaikan. Mari mengambil tempat duduk," sambut Chen ramah dan hangat.


Arthur masih terlihat dingin dan membeku di hadapan sepasang God of Beast. Berada di sini bisa membuatnya sedikit melupakan kekesalannya semalam. Ia duduk dan menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi menikmati penampakan beragam hasil karyanya. Dan seperti biasa tak ada yang berani mengusiknya.


"Katakan tuan Chen, apa yang bisa kami bantu?" sahut Morgan Aveiro tanggap.


Setiap tugas untuk Secret Project Division sudah pasti sangat rahasia dan sangat sensitif untuk diketahui pihak luar dan Divisinya sangat jarang mendapatkan tugas di luar tugas harian. Dokter Morgan tiba-tiba menjadi bersemangat.


"Siapkan perjalanan bawah laut Kapal selam Astrogaltic ke sekitar laut pasifik dekat palmyra Atoll, sertakan sepasang God of Beast karena aku dan Arthur akan mengadakan uji coba rahasia di sana," papar Chen penuh penekanan tak bisa menyembunyikan kegirangannya membayangkan bagaimana ia dan Arthur akan beraksi dengan kehebatan GOB.


"Waow.., itu pasti akan menjadi perjalanan kita yang luar biasa Tuan Chen. Aku akan siapkan armada secepatnya. Kami akan lakukan pergerakan yang halus dan hati-hati," Jelas Doktor Morgan. Kilatan semangat masih terlihat menyala-nyala di matanya.


"Oke, Doktor Morgan. Kami ingin mendapat kabar dalam tiga atau empat hari, " cetus Chen ringan.


"Oke oke oke ...,"


Doktor Morgan dan para bawahannya di Secret Project Division lalu berpamitan untuk melanjutkan tugas harian mereka.


Astrogun memang pada mulanya hanyalah wadah untuk melampiaskan ide-ide gila kejeniusan Arthur dan Chen. Mereka tak menyangka banyak pihak yang merasa puas dengan desain senjata yang mereka buat sehingga Astrogun berkembang tak terkendali seperti sekarang.


Adapun God of Beast adalah proyek iseng mereka yang justru pengerjaannya paling serius, bahkan memakan waktu bertahun-tahun lamanya dan paling banyak menelan biaya. Benar-benar sebuah hoby yang mahal, berbahaya dan tergolong ilegal. Jika Pentagon sampai mengetahuinya maka dapat mengancam keberlangsungan Astrogun. Inilah bandel ala Arthur dan Chen Yuan.


"Mr Genius!" teriak Chen dengan sebaris senyum tipis karena melihat wajah Arthur yang tak kunjung menghangat. Chen yakin Arthur sedang merindukan Heilen.


"Hmmm," gumam Arthur malas tak bergeming dari kursinya.


"Aku sudah mengatur jadwalmu untuk ke markas Seals di Naval Amphibious Base Coronado, California dua hari lagi, tiga hari sebelum jadwal kita ke Palmyra Atoll!" teriak Chen lagi.


"Benarkah?" desis Arthur masih kurang lumer juga seperti es kutub yang atos dan super dingin.


"Butuh ditemani hari itu?" Lanjut Chen masih coba menyalakan kompornya lebih panas lagi.


Arthur bangkit dari kursinya, menelan salivanya yang mengering, memainkan lidahnya sendiri, memikirkan hal terbaik yang bisa ia lakukan. Ia tak juga membalas Chen, malah memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Wajah tampannya mulai sedikit menghangat. "Kau, siapkan penyamaran kita!" ujarnya penuh penekanan.


"Haruskah begitu?" Gumam Chen tak berani berpanjang kata lagi setelah melihat dengan jelas air muka Arthur yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Manusia satu ini memang susah diselami, entah otaknya sedang bergelut dengan hal apa saat ini hingga wajahnya tampak semakin dingin begitu, omel Chen dalam hati.


"Jangan lupa kamu harus menemukan seorang dokter ahli syaraf yang tepat untuk misi kita. Temukan segera," tukas Arthur mengingatkan Chen.


"Aku sudah menemukan dokter yang sangat tepat. Bahkan dia pernah menulis di jurnal ilmiahnya tentang fenomena di pulau hantu itu. Saat ini aku sedang menyesuaikan jadwalmu dengan dokter itu. Besok aku akan mengabarimu lagi. Dia juga memiliki jadwal yang sangat padat."


" Oke. Mari sarapan bersama," Arthur mulai sadar kalau perutnya sudah lama mengelukan makanan.


...****************...


Dengan menahan kantuk hadiah dari peristiwa semalam, Heilen berhasil menyelesaikan tugas utama mengasuh baby Lala. Rasanya cukup puas menyaksikan dirinya berhasil belajar dengan cepat bagaimana menjadi seorang ibu. Walaupun itu sebatas memberi makan, membuat susu, mengajak main, memandikan, memilihkan baju cantik dan menidurkan baby Lala.

__ADS_1


Begitu baby Lala tertidur ia langsung tancap gas memilah dan memilih pakaian yang harus ia packing ke dalam armybag-nya. Sekitar jam lima sore dia akan dijemput oleh mobil khusus dari Naval Amphibious Base Coronado, California.


Setelah semua barang yang ia butuhkan terkemas dengan rapi, Heilen meraih ponselnya lalu menuju kamar khusus baby Lala. Hatinya sudah tak menentu menantikan sesuatu yang tak kunjung juga. Ia telah menunggu sedari pagi sekali berharap Arthur menghubunginya karena hari ini hari terakhirnya berada di rumah. Bisa jadi setelah ini komunikasi mereka akan menjadi sulit.


Heilen memandang layar ponselnya kesal dengan bibir mengerucut dan pipi menggembung.


"Hmmm .... Menyebalkan," gerutunya sambil meletakkan ponsel itu kembali.


Jemarinya sudah tak tahan ingin mengusap nomor Arthur, namun perasaan gengsi melarangnya. Ia juga ingin tahu apakah Arthur merindukannya atau tidak.


Heilen menghempaskan tubuhnya dilantai, bersandar pada kaki ranjang baby Lala.Tangannya menyangga kening dengan siku yang bertumpu di lututnya. Tiba-tiba saja ia jadi sangat merindu pada Arthur. Suaranya, aroma tubuhnya dan sentuhan bibirnya yang menghanyutkan.


Pria macam apa yang sudah menciumnya namun tak ada satu katapun untuk mengajaknya berkomitmen. Tak ada komitmen apapun, namun ia selalu saja terbawa. Sudah jelas ia menjadi bodoh karena perasaannya pada Arthur.


Heilen benci hubungan yang tak jelas, namun ia sendiripun tak jelas. Iya, selain merindukan Arthur ia juga terus menerus memikirkan Mr G. Dua orang yang baginya berbeda namun memberikannya getaran yang sama. Lama kelamaan Heilen bisa gila memikirkannya.


Waktu terus berjalan, Heilen semakin gelisah sambil sesekali menengok ke arah baby Lala yang masih pulas. Kalau sampai baby Lala terbangun ia tak akan bisa berbicara nyaman dengan Arthur.


Pada akhirnya ia harus menuruti kata hatinya, menghubungi Arthur via Video call. Sebelum itu ia harus memoles wajahnya sedikit karena ia ingin terlihat cantik saat Arthur memandangnya.


Setelah ritual poles memoles wajahnya beres, Heilen meraih ponsel dan tak ingin lagi berfikir panjang. Ia mengusap nomor Arthur, menunggu beberapa detik namun tak ada ada jawaban.


"Huuhhh...., "


Heilen semakin resah, merasa diabaikan.


Salah satu ujian perempuan terletak pada ketidakstabilan perasaannya. Mereka berjuang melawan prasangka buruk. Mengendalikan overthinking yang rumitnya bahkan melebihi permasalahan itu sendiri.


Heilen berjuang menepis keraguannya, mencoba menghubungi Arthur berkali-kali namun nihil dan menghempasnya dalam kekecewaan yang dalam.


Sementara itu Arthur telah berada di lantai lima dan baru saja selesai sarapan, kini Arthur menuju ruang khususnya diikuti Chen Yuan dibelakangnya dengan setia.


Arthur menitipkan punggungnya pada sandaran kursi presiden direktur. Kantuk mulai menyerangnya setelah tidurnya terganggu semalam. Namun ujung matanya tergoda melihat onggokan gawai di atas meja yang ia tinggalkan sebelum pergi ke Secret Project Division.


Lima panggilan video tak terjawab dan sebuah pesan dari Heilen.


Deg!


Jantung Arthur memompa lebih kencang, membawa kehangatan di seluruh aliran darahnya, menciptakan sebaris senyum sumringah dibibir Arthur. Ia merasakan kegalauan dan kerinduan Heilen. Kebekuannya mulai meleleh.


Arthur membaca pesan Heilen terlebih dahulu.


Apa kamu masih hidup? (Heilen)


Sebaris senyum kembali melintas dibibirnya. Kerinduannya semakin bergejolak mengikis rasa kesalnya semalam.


Mencintai jelas lebih sulit daripada membenci. Mencintai seseorang sama dengan mengizinkannya menguasai pikiranmu, menyerahkan seluruh kekuatanmu padanya sementara kamu harus percaya dia tak akan membunuhmu.


#bersambung


Mampir dukung karya baru author yuk...tapi maaf ya cuma baru satu episode🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2