
Awal bulan Februari yang cerah. Kota Jakarta sudah terlalu akrab dengan macet dan gerah.
"Sial, lalu lintas macam apa ini. Aku bisa gila jika lama-lama hidup di sini . " Gerutu Robert dengan wajah masam, padahal baru 30 menit saja mereka terjebak macet. Untungnya, Minibus mewah BAV Luxury auto design yang membawa mereka cukup membuat Robert nyaman. Namun bagi Robert yang sangat teliti dan perhitungan, waktu sangatlah berharga.
Bayu Candra, Pria Indonesia yang membawa mereka hanya bisa tersenyum simpul dan geleng-geleng kepala. "Belum lagi kejebak macet dua jam, hadeh.. " Gumam Bayu dengan suara serendah mungkin. Ciut juga nyalinya melihat tampilan orang-orang yang dibawanya saat ini. Gayanya mirip-mirip James Bond menurut Bayu.
"Ini sudah dekat, tak akan sampai lima menit kita akan tiba di tujuan. " Ujar Vivian.
Benar saja empat menit kemudian mereka sampai di sebuah rumah yang tergolong mewah, terdiri dari tiga lantai dan dengan halaman yang cukup luas. Robert, Vivian dan lima personil the shadow lainnya keluar dari minibus.
Robert menekan tombol remote yang melingkar di pergelangan tangannya. Setelah terdengar suara bip dua kali kemudian muncullah Hera si robot warrior dari balik pintu minibus.
Bayu terlonjak dengan lutut goyah. Rasa takut semakin menggelayutinya. Dia hanya di suruh si bos yang empunya rumah mewah ini untuk menjemput tamu si bos. Bayu sama sekali tak tahu siapa mereka sebenarnya. Seumur hidupnya pertama kali ia melihat manusia robot.
"Mari kita segera masuk dan susun rencana. Tuan Nick Jefferson akan membantu kita pastinya. " Ucap Vivian mulai memperkenalkan pemilik rumah kepada Robert dan yang lainnya. Nick Jefferson adalah eks agen FbI yang sudah lama tinggal di Indonesia dan merupakan rekanan Vivian.
"Bagus.Kita memang harus segera menyusun strategi, aku tidak suka menunda-nunda." Desis Robert dengan suara paraunya yang sanggup membuat hati musuh bergetar.
"Aku punya banyak strategi yang bisa kalian jadikan pilihan. Perintahkan saja aku untuk menampilkan mapping atau detailnya di monitor. " Sela Hera
Bola mata Vivian melirik sadis ke arah Hera yang sedang berjalan dibelakang Robert. "Misimu adalah mengikuti perintah, bukan memberikan perintah terselubung. " Ketus Vivian kesal pada si Robot warrior Hera.
"Dan hanya Robert yang bisa memberikan perintah padaku. " Sahut Hera cerdas, datar, tanpa emosi.
...****************...
4 februari 2022
Kamila benar-benar lupa kalau hari ini ada undangan acara kumpul-kumpul keluarga dari tante Ayana Wijaya (sekarang Ayana Sinaga). Tante Ayana adalah adik kandung Stefanie Wijaya (Stefanie Yildiz), ibunda Arthur dan Kamila.
Ayana lebih dahulu melepas masa lajangnya , setahun setelahnya barulah Stefanie menikah dengan Alexander Yildiz . Mereka mengandung anak pertama hampir bersamaan tanpa direncanakan. Sehingga jarak usia Adam dan Arthur tidaklah jauh. Sedangkan Kamila menyusul lahir empat tahun setelahnya.
Kostum yang dikirimkan tante Ayana benar-benar pas dan cantik dikenakan Kamila, Irina dan Heilen.
“Ayo cepatlah, jemputan segera datang.”Pekik Kamila sambil berkutat di depan cermin fitting room khusus miliknya.
‘’Wah, uda Adam yang jemput kita kan?kangen juga rasanya beberapa hari ini dia nggak pernah nongol.’’ Sahut Irina. Ia cukup heran tak biasanya Adam jarang berkunjung.
“Mungkin dia sibuk mengurus pekerjaannya.”Celetuk Heilen.”Ish, Aku merasa tidak leluasa bergerak dengan gaun kebaya ini.’’lanjutnya.
‘’Dasar tomboy kau, untung cantik, hihihi…”Canda Irina.
“Wleeee.’’Balas Heilen sambil menjulurkan lidahnya, membuat Rachel tertawa dan Heilen pun ikut tertawa.
Sementara itu Kamila hening. Hanya pikirannya yang terus berkecamuk, tak bisa ia pungkiri kalau ketidakhadiran Adam membuat terasa ada yang hilang dari hari-harinya.
Tak ada lagi tingkah usil, perhatian, juga canda dan tawa sang kakak sepupu.
‘’Abang Arthur mana nih, pasti tidak ingat juga dengan undangan tante.”Gerutu Kamila.
“Tadi aku lihat di antar embak Rachel pulang kerja dia langsung naik ke gallery, udah tiga hari ini begitu terus.”Sahut Irina.
Beberapa hari ini memang Kamila agak khawatir melihat tingkah sang kakak. Kebiasaan kalau sudah asyik melukis jadi lupa makan, lupa mandi lupa segalanya, gerutu Kamila dalam hati. ”Kalian tunggu di teras, aku mau ngomong sama abang sebentar.” Ucap Kamila sembari berlari kecil menuju lantai 3.
Kamila melihat pintu gallery terbuka, jadi ia langsung nyelonong masuk. “Abang, maaf Mila gangguin dulu,hehehe.”Cicitnya manja mengagetkan Arthur.
Arthur langsung menoleh.”Eh neng bocil, mau kemana udah cantik begini?”Sapa Arthur hangat.
Kamila menghampiri Arthur yang berbicara sambil terus memulas kanvas dengan kuasnya.
‘’Tuh kan benar abang lupa, sore ini kita harus ke rumah tante Ayana menghadiri acara kumpul kumpul keluarga.”Sungut Kamila.“Ada kostum khusus yang dikirim kurir tadi dari tante, Mila sudah letakkan di atas meja ruang keluarga”Lanjut Kamila sembari netranya membulat ,heran melihat lukisan yang dibuat Arthur. “Tema lukisan abang kali ini berbeda dari biasanya, siapa gadis tentara ini bang kok wajahnya nggak terlihat?.”Komentar Kamila sambil memperhatikan lukisan “tampak belakang’’ dari seorang gadis tentara yang tengah berada di gurun bersalju.
‘’Bukan siapa-siapa. Abang hanya berimajinasi dan tak tahu wajahnya.’’Jawab Arthur.”Ayo kita turun , abang harus bersiap.”Lanjut Arthur seraya bangkit berdiri meninggalkan Kamila.
“ I miss You Forever, Hmmm….’’ Gumam Kamila membaca tulisan dibagian atas lukisan. Rasa penasaran menggelayuti hatinya. Ia sangat tak puas dengan jawaban Arthur. Ia turun mengikuti sang kakak dengan benak penuh tanda tanya akan siapa sebenarnya gadis dalam lukisan itu. Setahu Kamila, ini untuk pertama kalinya Arthur melukis seorang gadis lagi setelah Anastasya Stanford.
Lima menit kemudian Arthur sudah selesai berkemas. Kemeja batik halus berwarna biru dan motif daun hitam yang dikirim tante Ayana tampak serasi di tubuhnya. Memberikan kesan formal dan kharismatik. Baru saja ia akan menyusul Kamila dan teman-temannya yang sudah rapi di dalam mobil , tiba-tiba sebuah pesan singkat dari Bend membuatnya mengurungkan niat.
Bend:
Sebuah droid X-21, type robot Warrior , tak dikenal terdeteksi di sekitar kawasan pondok indah. Sangat mencurigakan.
Arthur:
Masuk ke sistem, pecahkan kode sumbernya.
Bend:
__ADS_1
Sudah ku coba tapi gagal
Arthur:
Baik jemput aku sekarang, kerahkan semua personil, persiapkan Alexus!
Bend:
Siap!
Arthur segera memberitahu Kamila untuk berangkat lebih dahulu dengan sopir Aryo. Ia sendiri akan menyusul nanti dengan teman-temannya, begitu tuturnya pada Kamila.
Tak lama setelah keberangkatan Heilen, Kamila dan Irina, Bend datang dengan minibus unicat amerigo international dan dua mobil lainnya. Arthur masuk ke dalam unicat yang tampilannya mirip gerobak sampah namun jangan tertipu oleh tampilan karena isi dalamnya tak kalah dengan hotel berbintang lima.
...****************...
Ditempat lainnya, sebuah minibus BAV Luxury parkir di tanah lapang lengang tak jauh dari rumah keluarga Yildiz.
"Aku dapatkan pergerakannya, segera aku kirim gambar.Target adalah "Geon Arthur Yildiz alias Mr. G. Mengenakan kemeja batik formal warna biru bermotif daun hitam dan bawahan jeans hitam."Lapor salah seorang personil the shadow yang stand by di depan monitor. "Ia memasuki unicat amerigo putih diiringi para pengawalnya. " Lanjutnya lagi.
"Ikuti dari radius aman. Kita jangan gegabah. Jalankan sesuai pesan Lady Barbara. Kita tunggu dia jauh dari para pengawalnya. " Robert menanggapi laporan anak buahnya.
"Tim sepeda motor yang akan mengikuti mereka. "
"Bagus! " Pekik Robert.
...****************...
Heilen, Kamila dan Irina tiba di rumah Tante Ayana. Tampaknya semua Keluarga dan kerabat yang diundang sudah datang kecuali Arthur. Semua yang hadir memakai kostum senada dari tante Ayana. Yang perempuan mengenakan gaun kebaya modern warna baby blue, sedangkan para pria mengenakan kemeja batik warna biru bermotif daun hitam kecil. Kostum pria -wanita tampak senada. Peraturan kostum ini dibuat oleh tante Ayana untuk menghindari pamer busana-busana mewah dalam acara keluarga.
‘’Selamat datang anak gadis manja, cantik sekali hari ini.” Sambut Tante Ayana yang begitu girang begitu melihat Kamila. Rasanya sudah sangat lama ia tak memeluk keponakannya satu ini.
“Hehehe, tante juga sangat cantik hari ini, Mila kangen...”Ucap Kamila sambil membalas pelukan Tante Ayana.
Adam Sinaga yang sedang berbincang-bincang dengan papanya Reyhan Sinaga dan sang nenek Melia Chaniago sempat memperhatikan dua wanita kesayangannya itu dengan pandangan berbinar-binar. Melia Chaniago sendiri asli suku padang , sebab itu Kamila selalu memanggilnya Uda Adam. Adam masih saja memperhatikan interaksi antara mamanya dengan Kamila.
Sambil menikmati makanan yang dihidangkan, para tamu yang semuanya memiliki hubungan keluarga dan kerabat itu saling menyapa melepas kangen satu sama lain. Adam Sinaga terlihat duduk bersama dua pria sebayanya yang tampak akrab. Sesekali mereka tertawa bersama disela-sela perbincangan mereka, namun entah apa yang mereka bicarakan.
“Adam, lihat lah ini adik sepupumu yang cantik , apa kau tak ingat.”Seru Reyhan Sinaga tatkala berpapasan dengan Gina Marpaung putri dari adik perempuannya Fitriana Sinaga yang menikah dengan Hendry Marpaung. Dalam adat Batak biasanya sering diadakan perjodohan antara saudara sepupu yang berbeda marga.
Gina tersenyum sumringah namun raut wajahnya memerah menahan malu. Bagaimanapun selama ini dia sangat mengagumi sosok kakak sepupunya 'Adam Sinaga' yang tampan dan sangat kharismatik.’’ Tulang (paman), Gina malu .’’ Sahut Gina lirih.
Perhatian Adam Sinaga dan yang lainnya sontak tertuju pada Reyhan Sinaga yang menarik lengan Gina dan membawanya ke meja Adam.
“Sudah gadis kamu sekarang , lama sekali tinggal di Belanda, mungkin kamu sudah lupa dengan kakak sepupumu Adam. Adam kemari, ayo ajaklah Gina mengobrol supaya kalian akrab. Sama keluarga sendiri tak saling kenal.”Oceh Reyhan Sinaga yang membuat Gina semakin tersipu malu.
Adam dengan berat hati berdiri mengikuti permintaan papanya. Tanpa sengaja matanya beradu dengan tatapan Kamila yang terlihat tajam dan tegang, namun buru-buru Kamila membuang muka ke arah lain.
“Sudah lama tak jumpa, bagaimana kabar Gina sekarang?”Tanya Adam kaku. Ia hanya ingin menjaga perasaan papanya dengan berbasa-basi.
“Baik, bang. Iya bang sudah lama sekali, terakhir bertemu sekitar lima tahun yang lalu.”Jawab Gina Marpaung dengan senyum manisnya. Mereka melanjutkan obrolan sambil mencari tempat duduk yang kosong.
Reyhan Sinaga menatap kedua muda mudi itu dengan bahagia. Ingin rasanya ia segera menimang cucu dari putera satu-satunya.
Sementara itu Kamila merasakan darahnya memanas, ia gelisah dengan perasaan tak menentu. Antara marah, kesal dan takut. Sudut matanya melirik sadis ke tempat Adam dan Gina yang tengah mengobrol. Tanpa ia sadari giginya saling beradu mengeluarkan suara gemertak karena emosinya yang tiba-tiba memuncak. Heilen yang duduk disampingnya menyadari hal itu namun lebih memilih diam menikmati apa yang akan terjadi.
Irina sudah tak terlihat batang hidungnya setelah tadi bertemu Ivanka Sinaga sepupu Adam yang dulu pernah satu sekolah dengannya.
Tiba-tiba gawai Heilen bergetar, sebuah pesan masuk dari Laksamana Spencer membuat Heilen berpikir keras.
Berdasarkan informasi dari salah satu rekanan kami di CIA , Barbara Clarkson mengerahkan tim terbaiknya untuk membunuhmu, sekarang mereka sudah berada di Jakarta. Bersiaplah dan berhati-hatilah .
Heilen membalas:
Siap Laksamana.
‘’Kamila , aku permisi sebentar mau ke kamar kecil.”Ujar Heilen buru-buru. Rencananya ia akan menghubungi Rachel.
‘’Oke, pergilah.” Sahut Kamila singkat sambil menyedot minumannya tanpa melihat Heilen, matanya masih sesekali memandang sadis kearah Adam dan Gina. Heilen pun pergi meninggalkannya gelisah seorang sendiri.
‘’Kamila anakku yang manja dan cantik, kenapa akhir-akhir ini kamu jarang sekali mengunjungi om dan tante?” Suara Reyhan Sinaga tiba-tiba mengagetkan Kamila yang sedang risau dengan pikirannya.
__ADS_1
“Eh, ee…om maaf tadi Mila belum sempat menyapa Om karena kelihatannya Om sedang sibuk sekali. Maaf Om akhir-akhir ini jadwal Mila sedang padat jadi jarang bisa kemari.”Ucap Kamila sambil meraih tangan Reyhan Sinaga yang sudah ia anggap seperti papanya sendiri. Kamila meletakkan tangan Reyhan Sinaga pada keningnya dengan takzim.
‘’Hehehe, tak apa sayang. Sudah lama Om tak berduet denganmu. Ayo sekarang kita rayakan pertemuan ini dengan sebuah lagu.”Pinta Reyhan Sinaga dan Kamila tak sanggup menolaknya.
Reyhan Sinaga menggenggam tangan keponakan yang sudah ia rawat semenjak usia 9 tahun itu. Dulu Kamila lebih senang tinggal di Indonesia daripada mengikuti Papa dan mamanya di London karena Kamila punya bakat bernyanyi yang ingin dia kembangkan di Indonesia.
Reyhan Sinaga menggandeng Kamila ke atas panggung kecil yang dibuat khusus untuk acara jamuan keluarga ini. Semua mata tertuju pada paman dan keponakan itu, tak terkecuali Adam Sinaga yang mulai tak fokus bercakap-cakap dengan Gina Marpaung.
“Om yang pilihkan lagunya.”Ujar Kamila
“Oke oke. Om pilihkan lagu kesukaanmu, ‘’Something Never Change’’ dari soundtracknya Frozen2, hahaha…”Sahut Om Reyhan bahagia.
‘’Ish..,Cildish.’’Gumam Adam Sinaga tak sadar sambil tersenyum senang.
“Hmm.., siapa yang cildish bang?’’Tanya Gina dengan kening mengkerut.
“Oh, apa? Eh, abang salah ngomomg.”Jawab Adam gelagapan membuat Gina tersenyum kecut merasa diacuhkan.
Musik mulai mengalun lincah selincah paman dan keponakan yang sedang berduet. Ayana Sinaga tersenyum dan turut bertepuk tangan riang menyaksikan keakraban antara keponakan kesayangan dan suaminya di atas panggung.
Yes, the wind blows a little bit colder
And we’re all getting older
And the clouds are moving on with every autumn breeze
Peter pumpkin just become fertilizer
And my leaf’s a little sadder and wiser
That’s why I rely on certain certainties
Yes, something never change
Like the feel your hand in mine
Something stay the same
Like how we get along just fine…
………………………………………………..
Suara Kamila yang mengalun merdu di padukan dengan suara bariton om Sinaga yang asyik, membuat semua yang hadir berdiri dan larut dalam lagu yang mereka nyanyikan.Kecuali Arthur yang baru tiba tampak gelisah dan rasanya ia ingin lekas pamit undur diri untuk menyelesaikan semua urusannya. Ia sadar Robert Kanumba ada di Jakarta bersama the Shadow.
Diantara yang hadir ada seorang pria seumuran Adam Sinaga yang begitu antusias dan terpesona menatap Kamila hingga lagu berakhir.
Semua orang berdiri dan bertepuk tangan, begitu juga Adam dan Gina.
"Terimakasih aplausnya, terimakasih. " Ucap Reyhan Sinaga masih menggenggam pengeras suara."Apa kabar anak ganteng Yusuf Haidar , fans berat Kamila yang datang langsung dari Malaysia. Kenalkan Kamila, ini Putra sahabat Om. "Lanjut Reyhan Sinaga seraya menghampiri pria muda yang sedari tadi terpesona melihat Kamila.
Kamila tersenyum kikuk, tak tahu harus bagaimana.
Disisi lain Adam Sinaga tiba-tiba merasa mual dan mau muntah melihat apa yang terjadi dihadapannya. Hari ini papa sudah berlebihan sekali, rutuknya dalam hati. Hatinya bertambah kesal melihat orang diluar kalangan keluarga hadir dan mengenakan kostum yang sama dengannya. Sudah pasti itu ulah papanya.
" Pengusaha muda sukses dari Malaysia. Insyaa Allah calon menantu Om. "Lanjut Reyhan Sinaga lagi menggebu-gebu tanpa menyadari jantung Adam Sinaga seperti ditusuk pisau tajam mendengarnya.
Yusuf Haidar berdiri di hadapan Kamila dengan senyum sumringah dan penuh percaya diri. Wajahnya tak kalah tampan dengan Adam Sinaga.
" Wah tampan ya, cocok sama Kamila. "Celetuk Gina polos. Tak sadar ia makin menyulut api amarah di dada Adam.
Adam Sinaga diam mematung masih memperhatikan tingkah polah sang papa. Seandainya bukan papa , sudah aku hajar sekarang juga, pikirnya.
" Ayo mari duduk bersama supaya bisa saling kenal lebih dekat. "Reyhan Sinaga berucap sambil menarik lengan Yusuf Haidar dan Kamila ke sebuah meja dengan tiga kursi kosong di dekat kolam.
Yusuf Haidar mengikuti Om Reyhan dengan senyum manisnya. Tampak ia sangat senang sekali. Sementara itu Kamila dengan kikuk dan ragu,namun mau tak mau akhirnya hanya bisa menurut saja dengan keinginan Om Reyhan.
"Gina, aku keluar sebentar. " Pamit Adam Sinaga yang sudah tak tahan melihat adegan mengesalkan dihadapannya. Bahkan ia tak menunggu tanggapan Gina yang hanya bisa bengong menatap kepergiannya.
Adam Sinaga menuju garasi khusus sepeda motor yang sangat jarang dikunjunginya. Tak perduli apa ia hanya ingin melaju dengan kecepatan tinggi seperti saat-saat emosinya tak terkendali pada masa SMA dulu. Dari tiga sepeda motor yang berjejer ia memilih kawasaki ninja 150 rr jadul miliknya. Meraih helm lalu memutar kunci, ia pun melaju bersama kekesalan hatinya yang tak tahu harus di tujukan pada siapa. Angin dingin menembus ke dalam tubuhnya yang tidak mengenakan jaket atau pengaman lainnya.
Tanpa ia sadari tiga sepeda motor matic Yamaha N-max mengikutinya dari jarak yang semakin dekat.
"Shadow, Fix sesuai gambar terbaru yang anda kirim tadi. Tak salah lagi dihadapan kami adalah Mr. G. " Ucap salah seorang pengendara N-max yang mengikuti Arthur yang ternyata adalah anggota The Shadow.
"Tembak rodanya. " Perintah Robert dari seberang.
Sebuah tembakan tanpa suara tepat mengenai roda belakang sepeda motor yang dikendarai Adam Sinaga. Sepeda motor yang tengah melaju cukup kencang itupun oleng dan menabrak pohon pelindung di pinggir jalan. Sementara itu tubuh Adam Sinaga terpental sebelum akhirnya terjatuh dan berguling-guling di jalanan aspal. Darah merah mulai membasahi tubuhnya.
__ADS_1
Mobil Pajero putih berhenti di dekat tubuh Adam Sinaga. Beberapa orang berpakaian hitam keluar dengan tergesa-gesa dan langsung saja mengangkat tubuh Adam Sinaga ke dalam mobil sebelum ada yang memergoki kejadian tersebut.
#bersambung