
Arthur sudah kehilangan mood-nya untuk melanjutkan malam NASA Future Plans, jadilah Chen yang mengurus semuanya sampai akhir bersama Melinda Grays.
Beruntung ada Melinda Grays yang sangat piawai dalam hal public relationship dengan public Speaking-nya yang luar biasa.
Melinda Grays adalah the real sekretaris utama di Astrogun, bukan smartbot seperti Anastasya dan Socrates. Ia seorang wanita karir yang berdedikasi tinggi kepada perusahaan, sangat serius, teliti dan perfeksionis dalam setiap hal. Chen Yuan sangat bergantung padanya.
Hampir setiap langkah Perusahaan yang dirancang Chen, selalu melibatkan Melinda Grays di dalamnya, sebelum rancangan itu di ajukan kepada Arthur. Sejauh ini Melinda tak pernah mengecewakan Chen dan Arthur.
Para pegawai Astrogun mempunyai dua julukan khusus untuk Melinda Grays, The Queen of Perfectionist ( Sang Ratu Perfeksionis) dan The Goddes of Winter and Snow (Dewi musim dingin dan Salju). Semua itu dikarenakan sikap perfeksionis Melinda dalam bekerja dan wajah Melinda yang selalu terlihat serius tanpa senyum.
Melinda dan Chen bagai dua kutub yang berseberangan. Sebagai rekan kerja, mereka sangat serasi dan seimbang bagai YIN dan YANG.
Arthur telah kembali ke ASTROGUN dengan menggunakan Helikopter lintas cepat Heliastro. Niat hatinya ingin menyelesaikan kesalahfahaman dengan Heilen, namun gadis itu belum bisa diajak bicara baik-baik. Ia juga mencoba menghubungi Heilen via telepon, namun nomor ponselnya masih tidak aktif. Benar-benar ujian buat Arthur.
Bayangan wajah Heilen yang kecewa membuat otaknya selalu terjaga, sehingga ia putuskan untuk membuka file penelitian ilmiah milik Frans Cardoso guna mengalihkan perhatiannya.
Arthur membaca halaman demi halaman penelitian ilmiah itu dengan teliti. Frans menyebut adanya makhluk asing yang disebut Petagion. Makhluk yang memiliki kemampuan mempengaruhi kerja otak manusia melalui gelombang elektromagnetik yang mereka pancarkan dengan sepasang antenna di kepalanya. Petagion dicurigai sebagai makhluk asing yang diam-diam hidup secara parasit di bumi, dan hanya sedikit sekali manusia yang menyadarinya.
“Buls**t, mana ada makhluk seperti itu, ini mitos!’’ pekik Arthur bermonolog.”Kalaupun iya mereka benar ada dan mereka hanya mengandalkan gelombang elektromagnetik , maka saatnya memperkenalkan keperkasaan God of Beast."
God of Beast yang memiliki tembakan HPM (High power microwave) dengan jangkauan luas. Sekali pelepasan dapat merusak semua perlengkapan dan persenjataaan berbasis listrik dalam area seluas dua hektar.
Ini Senjata paling ramah yang pernah diciptakan, karena HPM tidak menargetkan manusia secara langsung. Tembakan gelombang mikro berfungsi merusak kerja drone, pesawat tempur, robot warrior, kapal perang dan semua jenis alat yang sistem kerjanya berbasis elektrik. Dengan kata lain jika para petagion itu hanya mengandalkan gelombang elektromagnetik sebagai pengantarnya, maka cukup God of Beast saja untuk mengakhirinya.
Namun di sisi lain penggunaan God of beast bisa jadi akan berdampak pada karir Arthur sendiri dan eksistensi Astrogun. Sudah pasti Pentagon tak akan melepaskannya karena telah menciptakan senjata berbahaya semacam God of Beast yang bermuatan beberapa mini rudal nuklir di dalamnya. Juga karena teknologi HPM yang dimiliki God of Beast sangat jauh di atas teknologi HPM milik DARPA, Pentagon jelas akan berusaha memilikinya dengan segala cara.
Tak ada waktu lagi buat Arthur untuk banyak berfikir, ia dan Chen sudah sepakat untuk melakukan uji coba lanjutan, dan dalam dua hari mereka sudah harus berada di salah satu kepulauan terpencil dekat palmyra atoll untuk uji coba itu.
Arthur membaca hingga akhir semua dokumen ilmiah milik Frans Cardoso yang kebanyakan masih berupa hipotesis itu. Ia merasa sudah cukup lelah dan kembali ke apartemennya di lantai tujuh.
‘’Kenapa dirimu sangat keras kepala?’’ gerutu Arthur sembari melepas sepatu, membuka kemeja dan jas formalnya, menyisakan tubuh atletisnya dengan pahatan otot yang indah.
Setelah semua atribut formalnya terlepas ia melemparkan tubuhnya ke atas ranjang super empuk dan nyaman yang menyambutnya hangat.
‘’Aku ingin dia resign dari SEAL. SEAL mengambil semua waktunya.'’
Belum sampai satu menit menikmati kenyamanan privasinya, ponsel Arthur berdering. Arthur mendiamkan panggilan itu dan lanjut menikmati kenyamanannya.
Sekali lagi ponselnya berdering membuat Arthur terpaksa mendatangi benda pipih itu.
Sebuah panggilan dari Adam Sinaga.
‘’Halo brother, ganteng! Selamat malam.’’ ujar Adam membuka percakapan.
’Halo, selamat malam. Ada apa?’’
Asem banget mukanya bang, batin Adam.
__ADS_1
"Kemarin aku ada pertemuan bisnis di New York, hari ini di sini, di Virginia. Maaf baru mengabarimu. Aku sedang dalam perjalanan ke gedung pusat Astrogun untuk menginap di apartemenmu.
"Apa perlu aku yang booking-kan satu hotel untukmu? Kenapa harus menginap di apartemenku?"
Hahaha.., macam orang datang bulan saja abangku ini.Racau Adam namun hanya berani ia cetuskan dikepalanya saja.
"Kamila yang minta supaya aku menginap di apartemenmu, katanya biar hatinya tenang. Akhir-akhir ini dia sering cemburu tidak jelas. Entahlah, mungkin efek PMS."
"Bagaimana dengan bodyguardmu? Aku tak mau pegawaiku sibuk oleh mereka."
"Mereka yang menginap di hotel."
"Ya sudah, kemarilah."
"oke, brother. Lima menit lagi aku sampai."
Adam menutup line panggilannya, Arthur langsung menghubungi pusat keamanan Astrogun untuk memberikan jalur bebas hambatan kepada Adam Sinaga.
Benar saja tak sampai lima belas menit Adam Sinaga sudah berdiri di depan Apartemen Arthur dengan para pengawalnya yang kerepotan membawa paperbag beragam merk fashion ternama dunia, mulai dari tas, baju, sepatu dan lain-lain.
"What the h*e*ll," pekik Arthur dari dalam apartemennya, ia dapat melihat Adam Sinaga dari ponselnya yang juga telah terkoneksi dengan sistem security di apartemennya ini. Arthur mengarahkan ponselnya ke arah pintu.
Pintu terbuka memberi Arthur pemandangan yang sedikit menjengkelkan. Barang belanjaan sebegitu banyak akan membuat apartemennya terlihat berantakan.
"Welcome Tuan Sinaga, silakan masuk," sambut Arthur berusaha manis, namun tetap saja menurut Adam Sinaga makhluk dihadapannya ini nggak ada manis-manisnya.
"Thank you brother, maaf membuatmu menunggu lama. Wow roti sobek anda luar biasa, Heilen pasti suka, " gurau Adam basa-basi.
"Apa-apaan ini, apakah kamu akan membuka toko fashion wanita di Jakarta?"
"Itu pesanan Kamila, mama Ayana, juga mama Stefanie, jadi anda dilarang banyak protes,"
"Mama?apakah kamu akan mampir ke Swiss?" tanya Arthur sembari menyandarkan tubuhnya di sofa.
Adam Sinaga menyilangkan kaki dengan gayanya yang bossy.
"Kamu terlalu sibuk bang, jadi mama tak enak hati kalau sering-sering menghubungimu. Sudah dua hari ini mama Stefanie ada di Jakarta. Ia akan berada di Jakarta hingga satu bulan kedepan. Mama yang minta aku untuk sampaikan ini padamu. Papa Alexander akan menyusul kemudian"
"Ada urusan apa mama selama itu di Jakarta?"
"Pernikahanku dengan Kamila. Dan Kamila bilang kalau kau tak hadir ia tak akan memaafkanmu selamanya, aku juga. Jadi kosongkan jadwalmu paling tidak tiga atau lima hari untuk acara kami," tegas Adam Sinaga dengan gaya bossy-nya yang membuat Arthur mual.
"Aku tak percaya padamu, telponkan aku Kamila,"
"Bukannya aku sudah bilang kalau dia sedang cemburu tidak jelas hanya karena berita hoaks di situs gosip. Sekarang dia sedang ngambek padaku, dia tak akan mau mengangkat telponku, ia hanya mau membalas pesanku saja, telponlah sendiri,"
Arthur menangkap kegelisahan Adam dengan sudut matanya, ia teringat Heilen yang juga sedang ngambek berat padanya.
__ADS_1
Arthur meraih ponselnya untuk menghubungi Kamila.
Layar ponsel Arthur kini dihiasi wajah cantik Kamila. Wajah yang sangat mirip dengan sang mama yang blasteran Jepang. Tampak Kamila sedang menikmati es krim di sebuah kafe.
Buru-buru Adam Sinaga mendekatkan tubuhnya kebahu Arthur agar ia juga bisa melihat wajah kamila.
"Abaaang...mila kangen,"
"Hei, anak manja abang juga kangen, "
"iya dong, harus."
"Oh, ya apa benar kamu dan Adam akan melangsungkan pernikahan dalam satu bulan kedepan?"
"Iya, bang. Om Reyhan sama papa katanya pengen cepat-cepat punya cucu," jawab Kamila dengan pipi bersemu merah.
"Iyeaah," adam berselebrasi.
"Oke, abang akan datang satu minggu sebelum hari H,"
"Harus sama Heilen pokoknya."
"What? Semoga saja dia bersedia."
"iya bang, semoga, aamiin, hehehe... "
"Oke, yaudah. kami mau istirahat dulu, good night!"
"Good night."
"Apakah sudah jelas sekarang?" tanya Adam dengan sebaris senyum bahagia.
"Hmmm, oke kali ini kamu menang.Aku akan siapkan kado terbaik buat pernikahan kalian."
"Ah, tak usah repot-repot.Tapi terimakasih sebelumnya," gurau Adam tersenyum Smirk. Kado dari CEO Astrogun sudah pasti spesial.
"Sekarang tidurlah di kamar sebelah itu, aku mau beristirahat," tutup Arthur sembari berjalan menuju kamarnya.
"Hei tunggu, aku ingin tahu kabarmu dengan Heilen, apakah kalian semakin dekat?"
Arthur menghentikan langkahnya sejenak sebelum menjawab Adam.
"Dia sedang marah padaku, dia ngambek karena cemburu."
"Oh, hahahaha...," tawa Adam lepas. Ternyata ia tidak sendirian.
__ADS_1
"Hissh... ,"desis Arthur kemudian menutup pintu kamarnya.
#bersambung