The Athena Code

The Athena Code
62. GALAU


__ADS_3

"Uncle Fernando, tolong lepaskan borgol Darren. Jangan perlakukan dia seenak kalian."Perintah Freya dengan gaya bicara bossy, tampak dewasa jauh diatas usianya. Ia tetap terlihat cantik meskipun wajahnya terlihat kuyu dan pucat karena kesehatannya yang menurun.


Fernando melempar pandangan ke arah Gerald Gremio, Gerald memberikan kode setuju, kemudian Fernando memerintahkan bawahannya untuk membuka borgol Darren, Zack dan Leo.


"Silakan duduk . "Sapa Freya dengan anggun.


"Thank you, uncle Fernando." Ucap Freya manis.


"Darren, Freya, kemari." Perintah Gerald.


Darren dan Freya saling bertukar pandangan, Freya tanpa ragu bergelayut manja di lengan kiri Darren, kemudian berjalan bersama menuju deretan sofa. Mereka mengambil poasisi di sebelah kanan Heilen yang terus menerus dikawal roboguard Athena.


Heilen menatap tajam kedua sejoli remaja yang sedang kasmaran itu. Tak tahu siapa yang mesti ia persalahkan atas semua yang terjadi.


Darren masih tak berani menatap netra Heilen yang tampak masih kesal mengetahui kelakuan liarnya.


Sementara itu di deretan sofa yang berseberangan ada Gerald dan Danzel yang tampak akrab.


"Segera selesaikan masalah ini Gerald, Mr. G ingin pacarnya segera pulang dengan selamat." Bisik Danzel mengingatkan.


"Baik, aku hanya ingin membuat kesepakatan dengan mereka." Balas Gerald sembari menekan rasa penasaran pada wajah Heilen yang tertutup masker.


'Sungguh aku ingin melihat wajah wanita yang sanggup membuat seorang Mr G yang aku kenal tertutup dan dingin menjadi begitu posessif. '. Batin Gerald Gremio.


"Darren, bagaimana dengan tawaranku untuk bekerja di sini sebagai pengawal khusus Freya?"Tanya Gerald.


Darren tak bisa menjawab, ia malah menoleh ke arah Heilen yang saat itu juga sedang menoleh ke arahnya. Buru-buru Darren berpaling lagi dari Heilen.


" Mungkin Darren ingin persetujuanmu Miss Heilen." Tafsir Gerald melihat Gestur Darren yang meragu.


"Darren, dengan apa yang sudah kamu lakukan aku anggap kamu sudah dewasa dan silakan buat keputusanmu sendiri dengan penuh tanggung jawab."Tegas Heilen.


" Terakhir kali aku bertanya, Darren apakah kamu bersedia? "Ulang Gerald.


" Iya, aku bersedia." Jawan Darren mengikuti kata hatinya. Bukankah, sekuat apapun seorang pria ia akan takluk dihadapan perasaannya sendiri.


"Itu artinya kamu juga bersedia mengikuti segala aturannya." Lanjut Gerald dengan nada penuh arogansi.


"Jelaskan padaku peraturan seperti apa itu? " Tanya Darren mulai menghimpun puing-puing keberaniannya.


"Kamu akan di gaji sama seperti bodyguard lainnya. Bedanya jam kerjamu disesuaikan dengan jadwal sekolahmu. Ingat, kamu harus bekerja profesional, tak ada asmara lagi antara kalian sampai lima tahun ke depan. Jangan pernah menyentuh Freya berlebihan jika tak ingin kehilangan Freya selamanya. Aku sendiri yang akan mengawasimu."Tegas Gerald.


Dalam hatinya Gerald tak bisa memungkiri kalau dia sendiri menyukai remaja bengal di hadapannya. Ia melihat potensi yang besar di dalam diri Darren untuk menjadi penerus pucuk pimpinan klan Gremio. Itu berlaku jika hubungan Darren dan Freya berjalan baik. Saat ini terlalu dini untuk menilai semua itu. Ia ingin melihat kinerja Darren terlebih dahulu.


"Aku rasa itu cukup bijaksana, aku hanya ingin pastikan tetap bisa terhubung dengan Darren kapanpun untuk memantau kondisinya. Apapun kesalahannya ia akan tetap mendapatkan perlindunganku jadi bersikap baiklah kepadanya selama dia di sini." Ucap Heilen tegas.

__ADS_1


Darren terharu mendengar kalimat sang kakak, membuat Darren semakin merasa bersalah.


"Tentu saja Miss Heilen, aku pastikan Darren akan mendapatkan libur rutin agar bisa berkunjung pulang ataupun kamu bisa mengunjunginya kapan saja di sini selama yang kamu inginkan. Aku tak sekejam reputasiku."Sahut Gerald tersenyum misterius.


" Baiklah, kalau begitu aku titipkan adikku padamu. Sekali lagi bersikap baiklah padanya." Tutup Heilen dengan nada mengancam.


'Hmmhh..., dia wanita yang bernyali dan menantang'. Pukau Gerald dalam hati.


"Tenang saja, jika Darren bersikap baik maka aku akan lebih baik lagi padanya. " Balas Gerald.


Kemudian Heilen bangkit untuk berpamitan pada Darren. Ia mendekati Darren yang masih duduk bersebelahan dengan Freya.


"Darren, bersikaplah selayaknya pria dewasa yang terhormat, dan jaga dirimu baik-baik. Aku akan menyampaikan masalah ini kepada papa dan mama besok sore saat mereka pulang dari Virginia."Gumam Heilen lebih tegar dan mulai bisa menerima apa yang terjadi.


" Maafkan aku." Sahut Darren dengan suara bergetar. Tak ada lagi yang bisa ia ucapkan selain itu.


Freya yang sejak awal hubungannya dengan Darren sering mendengar Darren menyebut nama kakaknya Heilen, menjadi antusias untuk bisa mengenal Heilen lebih dekat.


Freya bangkit dari tempat duduknya. "Heilen, kenalkan aku Freya Gremio, kekasih Darren, kami sudah berhubungan cukup lama. Darren sering menceritakanmu padaku, sungguh aku ingin melihat wajahmu. " Pinta Freya berlagak dewasa dengan sikap dominan persis sang ayah.


Namun Heilen hanya melihat seorang gadis kecil yang sedang berupaya tampil dewasa, sayangnya si gadis kecil tak pernah lupa untuk merengek. Heilen menarik masker hitamnya perlahan lalu memberikan Freya sebuah senyum manis.


"Aku sudah menduga kak Heilen pasti sangat cantik dan ternyata itu lebih dari benar." Pungkas Freya mnghambur memeluk Heilen dengan erat.


Mendapat perlakuan manis dari Freya Heilen menjadi jengah.


Gerald Gremio tertegun melihat kecantikan murni tanpa polesan di wajah Heilen. Berbeda dengan wanita-wanita yang biasa tidur dengannya.


Buruknya lagi, Ia selalu terobsesi dengan wanita yang telah memiliki pacar atau pasangan dari pria yang status sosialnya selevel dengannya atau memiliki level yang lebih tinggi darinya. Wanita seperti itu sangat menantang buat Gerald.


"Danzel, Gerald , aku pamit ,trimakasih." Ucap Heilen singkat dan terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi.


Danzel dan roboguard Athena mengikuti langkah Heilen untuk keluar, begitu juga Gerald Gremio yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menggoda Heilen. Gerald bangkit dan turut mengantar Heilen sampai ke teras istana mewahnya.


Gerald tak sadar sepasang mata elang Geon Arthur Yildiz terus memantau dari jarak ribuan mil. Sesekali rahang Arthur mengeras melihat bagaimana cara Gerald memandang Heilen. Dan Arthur sudah sering mendengar watak pria penggoda yang dimiliki Gerald.


"Miss Heilen, senang bisa mengenalmu. Kamu memiliki kecantikan yang polos dan murni, itu akan membuat banyak pria jatuh cinta dengan mudah padamu, berhati-hatilah."Ujar Gerald mencoba menarik perhatian Heilen.


Heilen menoleh ke sumber suara dan mendapati Gerald memandangnya dengan terpesona. " Tentu saja aku selalu berhati-hati."Sahut Heilen singkat.


"Aku akan selalu menantikan kunjunganmu kemari."Tukas Gerald lagi.


Braaakkkk!!!


Arthur menghempas controlpad dihadapannya dengan keras. Ia tak pernah merasakan dadanya sesesak dan sepanas ini seolah-olah ia akan meledak sebentar lagi.

__ADS_1


Ia sudah tak ingin melihat wajah Gerald lagi. Ia melihat jelas Gerald menggoda gadis yang dicintainya dan ia tahu siapa dan bagaimana seorang Gerald Gremio jika menginginkan seorang wanita ia akan mengejarnya sampai mendapatkan keinginannya.


'Gerald, kamu tahu aku tak suka bermain-main. Berhati-hatilah.' Ancam Arthur bermonolog.


Arthur berusaha meredam kegalauan hatinya dengan membuat secangkir kopi hangat lalu duduk di sofa untuk membuat dirinya rileks, namun sepertinya sia-sia.


Ia meraih ponsel dan membuat panggilan ke nomor Bend Akiro.


"Bend, datang ke apartemenku sekarang." Ucapnya singkat.


Tak menunggu lama terdengar suara bell pintu berdering. Arthur mengambil remot diatas meja lalu menekan salah satu tombol, pintupun terbuka.


"Hhhffhh, Silakan duduk Bend."Ucap Arthur sembari menghela nafas dalam.


Bend segera duduk. Benaknya penuh tanda tanya apa gerangan yang membuat Arthur memanggilnya dengan wajah murung di waktu yang tak biasa.


" Bagaimana kabar istri dan anakmu?" Tanya Arthur membuka pembicaraan.


"Hmm, mereka baik-baik saja dan bahagia." Jawab Bend. Arthur memang sering menanyakan tentang keluarganya namun kali ini tampak aneh dan Bend menangkap kegundahan di wajah pria yang sudah tujuh tahun menjadi tuannya ini.


"Bend, tentang Heilen kamu sudah tahu semuanya. Aku merasa semakin tak bisa mengontrol perasaanku padanya. Sepertinya aku hampir gila setiap saat hanya memikirkannya. Apakah aku perlu therapy?"Tanya Arthur. Antara dia dan Bend tak ada rahasia sama seperti dengan Chen, namun dengan Chen terasa tak pernah serius.


" Bertemu dan jujur padanya, itu therapy yang paling baik. Apakah ia masih tidak mengenalimu?"Jawab Bend Akiro lugas.


" Iya, mungkin karena operasi beberapa bagian di wajahku yang rusak setelah infeksi berat akibat luka-luka yang tidak ditangani dengan baik di Afghanistan dulu. Pada saatnya aku pasti mengungkapkan semua padanya. Namun satu hal yang masih membuatku bimbang dan sangat menggangguku."Lanjut Arthur.


"Aku kira kamu sudah yakin dengan hubunganmu dengannya?" Tanya Bend dengan sapaan yang santai. Arthur tak mau dipanggil dengan embel-embel bos atau tuan saat mereka berbicara hal yang pribadi.


"Hubungan kami sedikit rumit karena aku belum siap untuk terbuka. Bend, aku ingin dia berhenti dari Navy Seal dan tinggal bersamaku. Apakah aku terlalu banyak menuntutnya jika seperti itu? Hal ini menggangguku setiap waktu. Aku ingin jujur dan membicarakan banyak hal padanya tapi aku takut dia lebih memilih Seals daripada semua yang aku ingin berikan padanya. " Tutur Arthur tak mampu lagi menyimpan kegelisahannya selama ini. Bend tak pernah melihat si big bos segalau ini.


"Tidak bisakah kamu mencintai apa yang dia cintai?" Tanya Bend lagi.


"Bend, ini hal yang berbeda, aku tak ingin ia hidup dengan menentang bahaya setiap waktu,sementara aku hanya bisa mengkhawatirkannya dari kejauhan. "Ucap Arthur lagi. Kali ini ia benar-benar mencurahkan semua isi hatinya.


" Dan akhir-akhir ini, aku punya kecemburuan yang berlebihan ."


Bend melihat rahang Arthur yang mengeras dengan jemari yang terkepal.


Ada seseorang yang membuatnya sangat cemburu, batin Bend.


"Oh... Itu.., aku pernah mengalami semua fase-fase itu dalam hubungan kami. Kebimbangan, kekhawatiran dan kecemburuan justru adalah pelengkap dalam sebuah hubungan. Tanpa semua itu sebuah hubungan akan terasa hambar." Urai Bend dengan senyum simpulnya. Sepanjang menjadi orang kepercayaan seorang Geon Arthur Yildiz, baru kali ini Bend melihatnya meleleh karena seorang wanita.


"Istriku dulunya seorang wanita karier yang workaholic. Aku tak pernah meminta apalagi memaksanya berhenti bekerja. Hanya saja aku tak pernah lelah memberinya kasih sayang dan mencukupi semua kebutuhannya, hingga ia percaya bahwa aku adalah sosok yang tepat untuknya, lalu ia berhenti berkarir tanpa aku minta. Ketika seorang wanita mempercayaimu dia akan merasa nyaman dan dengan sendirinya ia memilih selalu disampingmu."Bend berpetuah panjang lebar.


"Hhffhhhh.... " Arthur menghela nafas panjang mencoba mencerna kalimat demi kalimat dari Bend.

__ADS_1


#bersambung#


__ADS_2