The Athena Code

The Athena Code
26 . DARPA ( Defence Advanced Research Project Agency)


__ADS_3

Diawali dari rasa sakit hati dan harga diri yang terluka. 4 Oktober 1957 adalah hari tatkala Amerika Serikat merasa kalah. Hari itu Uni Soviet meluncurkan roket pertama ke angkasa luar yang membawa satelit pertama di dunia, Sputnik I.


Tak ingin didahului lagi oleh Rusia, Presiden Amerika Serikat Dwight Eisenhower pun mendirikan Advance Research Projects Agency (ARPA) , yang selanjutnya berganti nama menjadi Defence Advanced Research Project Agency (DARPA). Tepat setahun setelah peluncuran Sputnik , pada tahun 1958.


Konon DARPA dipenuhi para ilmuwan supercerdas (genius) sehingga dijuluki “ilmuwan gila” karena kemampuan mereka dalam melahirkan gagasan-gagasan di luar batas normal. Sebagian besar proyek DARPA adalah rahasia namun mereka yang terlibat didalamnya sering tak bisa menutup mulut dengan baik.


DARPA sebagai salah satu unit khusus dibawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memiliki misi dan tujuan untuk memimpin dan mencegah ketertinggalan di bidang teknologi.



Salah satu proyek besar mereka adalah mengembangkan robot dan senjata canggih dengan teknologi futuristik. Diantara hasil karya mereka adalah peluru yang bisa berbelok mengejar targetnya, Peluru yang bisa berbelok menghindari hambatan, implan yang bisa membuat seseorang memiliki daya penglihatan seperti Ironman, mobil terbang, pesawat siluman dan lain sejenisnya. Adapula teknologi yang kini menjadi bagian hidup manusia seperti ARPANET dan GPS. ARPANET ditemukan pada tahun 1969 dan merupakan awal mula INTERNET.


Dengan kata lain, DARPA mewujudkan apa yang sebelumnya dikira hanya ada di film-film fiksi sains. Satu per satu ia mewujudkan imaji liar manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.


Ditempat inilah Geon Arthur Yildiz pernah bekerja sebagai Neurorobotics engineer. Neurorobotics adalah studi gabungan ilmu saraf, robotika, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence). Ilmu yang berupaya mewujudkan replika sistem saraf manusia ke dalam mesin, termasuk robot. Demi mendapatkan pengalaman baru saat itu Arthur rela meninggalkan Astrogun yang sedang berkembang pesat dan secara resmi menunjuk Chen Yuan sebagai perwakilannya. Sejak bekerja di DARPA inilah Arthur mendapat gelar Mr. Genius atau biasa disingkat Mr.G.


...****************...


Virginia, Amerika Serikat


29 Januari 2022


Hari ini adalah hari puncak DARPA Robotics challenge (DRC). DRC adalah sebuah kompetisi antara para enginer robot untuk menunjukkan keunggulan robot-robot desain mereka. Seperti tahun-tahun sebelumnya Barbara Clarkson menyempatkan diri untuk menyambangi langsung area kompetisi ini. Tentu saja untuk mencari bakat-bakat baru yang dapat ia pekerjakan sesuai ambisinya.


Sayangnya ia sudah beberapa kali harus menelan kekecewaan . Ia belum juga menemukan sosok pengganti Mr. G yang sepadan. Proyek rahasianya di pulau Hantu Palmyra Atoll belum bisa terselesaikan sesuai harapan. Semua itu karena Arthur yang tak bersedia untuk bergabung ke dalam proyek rahasia tersebut. “Dasar pria keras kepala.’’Desisnya.


Barbara Clarkson berjalan diantara beraneka bentuk dan jenis robot yang dipajang dalam aula perlombaan. Empat pengawal berpakaian resmi berjalan dibelakangnya dengan siaga. Wajah cantik , tubuh proporsional dan penampilan yang elegan merupakan ciri utamanya. Setelah melewati perjuangan karir yang panjang akhirnya ia berada di posisi penting Wakil pimpinan DARPA dalam bidang Pengawas Pelaksanaan proyek. Semua proyek yang ada di DARPA harus melalui persetujuan dan pengawasannya.


“Edrick, apakah kamu sudah mengatur pertemuanku dengan the shadow?”Tanya Barbara pada pria kulit putih tinggi besar yang berjalan disampingnya.


“Semuanya sudah siap lady. The Shadow sedang menunggu anda saat ini di ruang khusus VVIP .’’ Jawab Edrick cepat.


“Hmm, bagus. Bawa aku kesana sekarang juga. Di sini terasa sangat membosankan.” Ketus Barbara.


Merekapun meninggalkan Gedung Innovation dimana Perlombaan robotic itu berlangsung, kembali ke gedung DARPA di Arlington.


Barbara Klarkson dan para staf dan pengawalnya tiba di Arlington beberapa menit kemudian. Dengan antusias ia berjalan menuju salah satu ruang tamu VVIP. Hanya dia seorang diri, para staf dan pengawalnya menunggu setia di depan ruangan yang memang telah disediakan sebagai ruang tunggu yang nyaman. Semua ruangan di gedung ini didesain modern dan futuristik.


Dengan anggun Barbara menduduki kursi. Dihadapannya telah menunggu sosok pria berkulit hitam, tinggi besar. Pria hitam yang tampak manis dan rapi dengan bibir tebalnya yang khas.


“Selamat datang Shadow. Lama tak bersua.”Sapa Barbara.

__ADS_1


“Anda tak pernah menua, lady. Tetap cantik dan bersinar.’’ Sahut pria yang di panggil Shadow.


‘’Aku telah menghukum Vivian karena kegagalannya menghabisi Athena-1609. Menurut Vivian ia dilindungi Mr. G. Hal yang tidak bisa dibiarkan jika sampai mereka bersekutu untuk melawanku. Kali ini aku ingin kau mengulang kesukesan saat kau dan timmu melumpuhkan dan menculik Mr. G malam itu.”Ucap Barbara tegas dan menyimpan ancaman.


“Menculik Mr. G lagi?” Tanya Shadow menyeringai tajam.


“Tepat! Ternyata dokumen dan blue print yang kita ambil paksa darinya dulu tidak cukup untuk melancarkan jalannya proyek NEFERTITY . Aku membutuhkan dia menyelesaikannya secara langsung , suka atau terpaksa. Bawa Mr. G hidup-hidup ke markas kita di Palmyra Atoll untuk yang kedua kalinya. Setelah itu habisi gadis SEAL bre**sek itu. Dia telah banyak menyusahkanku. Aku tidak ingin mendengar kata-kata gagal. “Perintah Barbara tak main-main.


“Aku tak pernah berani mengecewakanmu lady.”Jawab Shadow patuh.


“Menurut laporan Vivian. Pengawalan Mr. G saat ini sangat diperketat. Gunakan metode klasik. Lakukan pelan-pelan , Kau hanya perlu bersabar . Tunggu saat dia lengah dan jauh dari para pengawalnya. Aku telah menyiapkan dana yang besar untuk operasimu kali ini. Bawa tim terbaikmu ke Jakarta secepatnya.”Tukas Barbara lagi.


“Semua akan berjalan sesuai perintahmu, lady.”Tutup Shadow sebelum pamit dari ruang VVIP.


...****************...


Hari masih gelap, tepatnya menjelang subuh, Heilen terjaga dan mendapati dirinya terbaring disisi Arthur, masih dalam posisi memeluk tubuh pria itu. Heilen buru-buru menarik lengannya dan bangkit.


Ia perhatikan Arthur masih tertidur lelap.


"Hmm .. Aku tak menyangka laki-laki ini menyimpan psikosomatis di dalam dirinya. Kenangan buruk apakah di masalalunya yang sulit ia lupakan?. " Gumam Heilen seorang diri sambil memperbaiki selimut ditubuh Arthur . "Siapa yang memberikan selimut ini?"Tanyanya seorang diri. Bisa saja Irina atau Kamila saat ia tertidur lelap bersama Arthur semalam, pikirnya.


Heilen pergi dari teras belakang meninggalkan Arthur yang masih tertidur seorang diri. Heilen yakin kondisi Arthur sudah stabil, terbukti Arthur bisa tidur dengan nyenyak.


" Bagaimana keadaan abang Arthur sekarang? "Tanya Irina.


"Semalam ku lihat dia sudah tenang setelah ditangani Heilen, terimakasih Hella tak ku sangka kamu banyak mengerti tentang penyakit seperti itu. Tadi aku cek abang sudah bangun, mungkin kembali ke kamarnya. " Terang Kamila.


"Hmm.. sama-sama. " Balas Heilen singkat.


"Semalam kamu terlihat seperti seorang perawat profesional, aku yakin kamu punya pengalaman belajar ilmu pengobatan. Wah kamu sangat luar biasa Heilen, pandai bela diri pandai merawat orang sakit pula. Kapan-kapan aku juga ingin jadi pasienmu. " Cerocos Chen Sembari menyendok makanannya.


"Owh itu .. aku hanya ada pengalaman sedikit. " Sahut Heilen merendah.


"Menurutmu abang Arthur sakit apa? " Tanya Irina kepo.


"Dari gejalanya mungkin psikosomatis. Karena selama disini tak pernah kita lihat dia seperti itu. Sepertinya ada peristiwa, berita, atau suatu hal dimasa sekarang yang membangkitkan memory buruk yang mungkin dia punya di masa lalu, hingga jiwanya kembali terguncang. " Jawab Heilen lugas.


"Benar, dulu abang pernah mengidap penyakit psikis itu." Sahut Kamila .


Chen tiba-tiba menyalahkan dirinya yang membawa beberapa kabar sensitif yang bisa jadi memicu penyakit yang diidap Arthur. Itu tak lain karena ia pikir Arthur telah sembuh total dari psikosomatisnya.

__ADS_1


"Bibi Farah, apakah sarapan untuk abang Arthur sudah dibawakan ke kamarnya? " Tanya Kamila saat mereka semua sudah menyelesaikan sarapan.


"Iya neng, sudah . Alhamdulillah den Arthur sudah kelihatan bugar tadi. " Sahut bibi Farah dengan sumringah, ia turut bahagia melihat kondisi Arthur telah kembali seperti semula. Anak-anak muda di rumah ini sudah seperti anaknya sendiri.


Seusai sarapan Chen langsung menemui Arthur di kamarnya untuk berpamitan. Didapatinya Arthur terlihat rapi dan segar seperti tak pernah sakit apa-apa sebelumnya. Chen menarik nafas lega.


Arthur berdiri santai di jendela dengan satu tangan masuk ke saku celana. Tatapan mata nya tertuju pada pepohonan dan bunga-bunga di taman samping rumah.


"Maafkan aku. Aku tak banyak pertimbangan saat memberikan informasi padamu. Maafkan aku telah lalai dalam menyaring informasi. " Ucap Chen hati-hati.


"Hmm..kamu telah bekerja dengan baik, justru aku harus berterimakasih. Semalam aku merasa Anastasya dan Athena hanya tidak beruntung karena memiliki seorang teman sepertiku. Apa kau percaya mitos tentang pembawa sial? "Sahut Arthur putus asa.


" Aku tak percaya kau mengucapkan itu. Kau seorang robot desainer, neurorobotics engineer dunia , bagaimana bisa kau berfikir tak logis seperti itu. Semua berjalan sesuai suratannya masing-masing, tegaklah menghadapi kenyataan. Dunia sangat membutuhkanmu, Kau sangat berharga. Siang ini kami akan berangkat ke Berlin. Aku akan menunggumu di Astrogun. Kita akan selesaikan semua kekacauan bersama-sama. " Tukas Chen begitu serius untuk pertama kalinya.


"Atur penerbanganku ke Virginia untuk pekan depan. Agendakan aku untuk bertemu laksamana Spencer secepatnya " Titah Arthur .


"Wow, benarkah? Baik aku sendiri yang akan mengurus keberangkatanmu. Apakah kau ingin dijemput dengan Astrophoenix (pesawat terbang milik perusahaan Astrogun)?"


"Iya, Kali ini aku ingin perjalanan yang tenang dan nyaman. "


"Itu juga lebih menjamin keamananmu. Baiklah , aku pamit. Jaga diri dan kesehatanmu . Jangan lupa kau orang nomor satu di Astrogun. Banyak orang membutuhkanmu Arthur. " Ucap Chen lirih. Untuk pertama kalinya ia merasa berat meninggalkan Arthur setelah melihat sisi-sisi terlemah seorang Geon Arthur Yildiz yang namanya begitu besar dalam dunia teknologi persenjataan militer.


"Akan kuingat kata-katamu, ini pertama kalinya kau terlihat serius dan tulus.Pergilah." Ucap Arthur menahan tawa.


"Apa-apaan, saat aku serius dia malah menertawakanku. " Gumam Chen bingung.


"Oke, aku pergi sekarang. " Ucap Chen menepuk bahu Arthur lalu beranjak dari kamar itu. Tak lupa Chen berpamitan pada Kamila, Heilen dan Irina.


"Koko, kapan-kapan kami bertiga akan jalan-jalan ke hollywood, koko harus menemani kami. " Ucap Irina ceria.


"Tentu saja. Aku akan membawa kalian berkeliling ke tempat-tempat yang kalian suka. Ingat kabari aku sebelum keberangkatan kalian" Sahut Chen antusias.


"Trimakasih, koko Chen yang tampan dan baik hati. " Ucap Irina lagi. Chen membalasnya dengan senyuman manis dan hangat.


"Koko Chen , selamat jalan . Semoga sampai tujuan dengan selamat. " Do'a Heilen.


"Akhirnya kau bicara manis padaku, wonder woman." Goda Chen. Heilen mendelik mendengarnya. Lalu mereka semua tertawa kecil bersama.


"Iya Koko, selamat jalan. Jangan lupa mampir lagi kapan-kapan. " Sambung Kamila.


"Tentu saja. Kalian sangat manis pasti akan membuat koko rindu. Baiklah sampai jumpa para gadis. " Tutup Chen kemudian ia melangkah masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya sedari tadi. Melinda menunggunya di dalam dengan tak sabar.

__ADS_1


Tak lama berselang muncul mobil mewah milik Adam Sinaga. Kedatangannya kali ini karena mendapat kabar kalau Arthur sedang sakit.


#bersambung


__ADS_2